TANJUNG HARAPAN — Menjaga kondusifitas wilayah dan memastikan rasa aman di tengah masyarakat, Kapolsek Tanjung Harapan, Ipda Arif Hadi, S.H., menerjunkan personilnya dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) patroli malam pada Kamis (13/8/2026). Langkah ini menjadi bentuk upaya nyata Kepolisian sebagai pengayom dan pelayan masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Tanjung Harapan.
Dipimpin oleh Aiptu Sucipto bersama tiga personil lainnya, patroli yang berlangsung malam ini menyisir sejumlah titik krusial, mulai dari warung makan hingga bengkel di Desa Tanjung Aru. Patroli ini berfokus pada pencegahan aksi kriminalitas 3C (Curat, Curas, Curanmor), penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata tajam (sajam), peredaran minuman keras (miras), serta potensi perkelahian antarwarga.
Dalam pelaksanaannya, personil Polsek Tanjung Harapan mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis. Petugas menyapa langsung para pedagang dan warga yang tengah beraktivitas untuk memberikan himbauan kewaspadaan.
Masyarakat diingatkan agar senantiasa memastikan kondisi rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggal, mewaspadai tindak pencurian kendaraan, serta bijak dalam menyikapi informasi dengan tidak mudah mempercayai berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial. Melalui kehadiran polisi di lapangan, situasi keamanan di Desa Tanjung Aru dipastikan tetap aman, tertib, dan kondusif.
TANAH GROGOT – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H melalui Waka Polres Paser Kompol Anton Saman, S.H., M.M menghadiri Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kab. Paser Tahun 2026 di Pendopo Lou Bapekat, Jumat 14/8/2026 malam.
Upacara dipimpin Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari selaku Pembina. Sebanyak 80 siswa-siswi terbaik SMA/SLTA se-Kab. Paser dikukuhkan. Terdiri dari 40 putra dan 40 putri. Mereka akan bertugas pada Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke-81 tanggal 17 Agustus 2026.
Polres Paser melalui Kabagops hadir memastikan pengamanan kegiatan berjalan aman dan lancar. Sinergi TNI-Polri dan Pemda terus dikuatkan demi suksesnya peringatan kemerdekaan.
Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.
“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.
Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.
“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.
Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.
Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.
Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.
Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.
Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.
“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan, Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam tahap pembangunan dan empat unit dalam tahap perencanaan.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.
Pembangunan juga dilakukan di berbagai wilayah, dengan Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.
Selain pembangunan jembatan, Polri turut berkontribusi dalam pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui pembangunan 39 jembatan, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.
Menurut Kapolri, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.
Kapolri menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
Jakarta – Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026. Penilaian tersebut dilakukan melalui visitasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kamis (13/8/2026).
Visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai program, inovasi, serta capaian kinerja Pasukan Pelopor Korbrimob, khususnya dalam implementasi Indeks 5P yang mencakup People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.
Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, Pasukan Pelopor Korbrimob merupakan salah satu satuan kerja yang selalu menjadi nominasi dalam Kompolnas Awards. Menurutnya, visitasi dilakukan untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif melalui pengecekan langsung terhadap berbagai program yang telah dijalankan.
“Korps Brimob adalah salah satu satuan kerja komando yang paling tegas. Oleh karena itu, satuan ini selalu menjadi nominasi dalam ajang Kompolnas Awards. Pada tahun 2026, Pasukan Pelopor Korps Brimob berhasil masuk sebagai salah satu dari lima besar nominasi,” kata Dr. Yusuf.
Dr. Yusuf menambahkan, melalui visitasi tersebut Kompolnas ingin melihat secara langsung implementasi indeks 5P sekaligus memastikan adanya proses checks and balances dalam penilaian. Ia berharap Pasukan Pelopor mampu menunjukkan fakta dan keunggulan program yang menjadi pembeda dengan satuan kerja Polri lainnya.
Dalam implementasi aspek People, Pasukan Pelopor Korbrimob menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan integritas dan mental, hingga perawatan moral serta psikologis personel melalui home visit. Upaya tersebut juga didukung dengan penyediaan fasilitas olahraga dan peningkatan kemampuan serta kebugaran personel.
Pada aspek Prosperity, Pasukan Pelopor turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit jagung kepada kelompok tani. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil pertanian lokal dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Sementara aspek Planet diwujudkan melalui optimalisasi lahan produktif atau Green Initiative dengan gerakan penanaman jagung. Pasukan Pelopor juga memiliki layanan Call Center SAR sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan.
Untuk aspek Peace, Pasukan Pelopor memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel melalui pelatihan manajemen taktis, pemeliharaan kemampuan fungsi Pelopor, standarisasi kemampuan petugas penindak huru-hara, penggunaan Body Worn Camera, serta patroli dialogis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai standar operasional.
Sedangkan aspek Partnership diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, komunitas, dan masyarakat. Sejumlah program seperti patroli dialogis, Call Center SAR, bus sekolah gratis, Jumat Berkah, serta kegiatan sosial lainnya menjadi sarana membangun komunikasi dua arah dan menjaga kepercayaan publik.
Pasukan Pelopor Korbrimob sendiri memiliki empat resimen yang tersebar di Bogor, Depok, Cikeas, serta Karawang dan Purwakarta. Satuan ini memiliki tugas dalam penanggulangan konflik sosial, huru-hara, massa anarkis, kejahatan insurjensi, pencarian dan penyelamatan, penanggulangan bencana, serta mendukung fungsi Pelopor pada satuan Brimob Polda.
Sepanjang 2025, Pasukan Pelopor Korbrimob mencatat capaian kinerja sebesar 106,59 persen. Personelnya juga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, dengan total 142 personel.
Dalam pelaksanaan tugas, Pasukan Pelopor turut terlibat dalam penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di wilayah hukum Polda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025, penanganan KKB di wilayah hukum Polda Papua, penanganan konflik Agustus Kelabu 2025, serta pengamanan dan pengawalan objek vital nasional melalui Operasi Amole dan pengamanan barang berharga milik negara.
Melalui berbagai program tersebut, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
JAYAPURA – Tokoh masyarakat Papua, Yonas A. S. Nussy, menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di tengah pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya hingga menyebabkan warga sipil menjadi korban.
Saat ditemui di kediamannya di kawasan Hamadi Lembah, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (12/8/2026), Yonas mengatakan masyarakat seharusnya dapat mengikuti kegiatan budaya dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Masyarakat jangan sampai terus menjadi korban,” kata Yonas.
Menurut Yonas, aparat keamanan perlu segera mengungkap kejadian tersebut dan menangani pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum. Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan serupa.
“Masyarakat membutuhkan rasa aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya berharap pelaku segera diungkap dan diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yonas mengajak masyarakat, khususnya di Jayawijaya, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi maupun situasi yang dapat memperkeruh keadaan.
“Jangan terpancing. Mari sama-sama jaga keamanan supaya kita bisa menyambut 17 Agustus dengan aman,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menyambut momentum kemerdekaan dengan semangat persatuan, salah satunya melalui pemasangan bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Yonas turut menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang terus melaksanakan tugas di sejumlah wilayah Papua dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Saya apresiasi Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas di daerah-daerah. Harapan saya, masyarakat bisa merasa aman dan aktivitas bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap penanganan terhadap pihak yang melakukan kekerasan dapat dilakukan secara profesional dan terukur, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
“Yang paling penting, masyarakat jangan lagi menjadi korban. Keamanan harus dijaga supaya warga bisa bekerja, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang,” pungkas Yonas.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menunjukkan respons cepat dalam menangani kejadian darurat di wilayah Kota Balikpapan. Melalui Batalyon A Pelopor, personel diterjunkan untuk membantu penanganan insiden seorang penumpang yang diduga melompat dari kapal KM Siguntang di kawasan Pelabuhan Semayang, Kamis (13/8/2026).
Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 08.00 WITA. Menindaklanjuti laporan yang diterima, Tim Piket Respon Bencana Batalyon A Pelopor segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pengamanan sekaligus membantu proses penanganan kejadian.
Tim yang dipimpin Aipda Nauval Abdullah tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Personel kemudian melakukan pengamanan di sekitar area pelabuhan serta mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseso, S.I.K., M.H., melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, S.H., M.H., menyampaikan bahwa proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
“Hingga saat ini, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan dari Basarnas dan Polair dengan menggunakan speedboat. Personel Brimob juga tetap disiagakan di sekitar Pelabuhan Semayang untuk membantu pengamanan serta mengantisipasi perkembangan situasi,” ujar Kompol Iwan.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan personel merupakan bagian dari tugas Brimob dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai kejadian darurat maupun peristiwa menonjol yang membutuhkan kehadiran kepolisian.
“Kehadiran Brimob dalam situasi seperti ini merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu siap memberikan bantuan dan respons cepat terhadap setiap kejadian darurat maupun kejadian menonjol di wilayah hukum Polda Kaltim,” pungkasnya.
Batalyon A Pelopor bersama unsur terkait akan terus mendukung proses pencarian hingga situasi di kawasan Pelabuhan Semayang kembali aman dan kondusif.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menekan peredaran minuman keras (miras) ilegal terus dilakukan Polsek Tabang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tabang. Razia gabungan dilaksanakan selama dua hari di sejumlah wilayah Kecamatan Tabang dan hasilnya disampaikan pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di Mapolsek Tabang.
Kegiatan tersebut melibatkan Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu bersama personel Polsek Tabang serta unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Tabang Azmi Riyandi Elvander dan Danramil Tabang Kapten Inf. Priyanto.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah toko dan warung yang berada di Desa Muara Ritan serta kawasan Pondok Labu, Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak adanya peredaran minuman beralkohol tanpa izin yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
Dari 10 lokasi yang dilakukan pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah minuman beralkohol yang diduga diperjualbelikan tanpa dilengkapi legalitas sesuai ketentuan. Barang yang diamankan terdiri dari 669 botol minuman keras berbagai merek, 63 kaleng minuman keras, 87 botol alkohol 70 persen kemasan 100 mililiter, 25 liter minuman tradisional jenis Jakan, serta 64 botol minuman tradisional Cap Tikus kemasan 600 mililiter.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, melalui Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu, mengatakan razia tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan unsur Forkopimcam dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari peredaran miras ilegal.
“Seluruh barang yang ditemukan telah kami amankan untuk kepentingan proses lebih lanjut. Terhadap pihak yang menjual atau mengedarkan minuman keras tanpa izin akan dilakukan penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas IPTU Yohan Lihu.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran minuman keras akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Selain penindakan, kepolisian juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat.
Polsek Tabang mengajak masyarakat untuk tidak menjual maupun mengedarkan minuman keras secara ilegal. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran miras yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Tabang bersama Forkopimcam Tabang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi menjaga keamanan wilayah dan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tertib, serta kondusif di Kecamatan Tabang.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mengikuti kegiatan Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak oleh Kapolri yang dilaksanakan pada pukul 10.30 WITA. Di wilayah Kota Balikpapan, kegiatan dipusatkan di Jalan Bukit Pelajar RT 37, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, tepatnya di depan SMPN 4 Balikpapan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim dan pejabat terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo Rena, Karo SDM, Karo Log, Dirintelkam, Dirresnarkoba, Dansat Brimob, Kabidkum, Kabidkeu, Kabid TIK, Kabiddokkes, Plt. Dirtahti, Kasetum, Ka SPKT, Kayanma, Karumkit Bhayangkara Tk. II, Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Kaltim, serta para AKM Tk. III Itwasda.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan fasilitas yang dapat menunjang mobilitas dan aktivitas warga.
Jembatan yang berada di kawasan Jalan Bukit Pelajar tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga dan akses pendidikan di wilayah Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta turut mengenakan ikat kepala merah putih serta membawa bendera tangan merah putih. Nuansa tersebut menjadi simbol semangat kebangsaan dan kebersamaan dalam menyambut serta menyukseskan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi.
Kehadiran jajaran Polda Kaltim dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan dukungan terhadap program strategis Polri yang berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus terjaga dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak, diharapkan keberadaan fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi wujud nyata semangat Polri untuk terus hadir, memberikan pelayanan, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah.
Samarinda, 13 Agustus 2026 – Polda Kalimantan Timur menggelar Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 di GOR Stadion Sempaja, Kota Samarinda, pada Kamis 13 Agustus 2026.
Apel tersebut dihadiri oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H,Kepala BNN Provinsi Kaltim , Brigjen Pol Rudy Mulyanto, S.I.K., S.H., M.H, Para Pejabat utama polda kaltim serta unsur Forkopimda lainnya.
Selain itu, kegiatan melibatkan unsur TNI/Polri, Forkopimda Tingkat I Provinsi Kalimantan Timur, paguyuban, pengemudi ojek online (ojol), organisasi masyarakat, serta Pokdarkamtibmas.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Timur.
Pelaksanaan Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi serta membangun kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui Apel Sabuk Kamtibmas ini, kita memperkuat sinergi dan kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolda Kaltim.
Apel Sabuk Kamtibmas juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, mencegah serta mengurangi potensi tindak kejahatan, sekaligus membangun kerja sama yang semakin kuat antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat. Keterlibatan paguyuban, ojol, organisasi masyarakat, dan Pokdarkamtibmas menjadi bagian penting dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan sinergitas tersebut, berbagai informasi maupun potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Polri akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dedy Sopandi, S.I.K., menegaskan bahwa sinergitas dan partisipasi masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga situasi kamtibmas di Kalimantan Timur.
“Apel Sabuk Kamtibmas ini merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga komunikasi, serta bersama-sama menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Pol Dedy Sopandi.
Lebih lanjut, Kabid Humas menekankan bahwa keamanan yang kondusif tidak dapat diwujudkan oleh Polri secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh masyarakat agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Melalui Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026, Polda Kaltim berharap sinergitas dan soliditas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan Kalimantan Timur yang aman, tertib, kondusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.