Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri Tahun 2026, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata Polri kepada masyarakat.
Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu wujud komitmen Humas Polri dalam menumbuhkan semangat kemanusiaan serta membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan tersebut, personel Polri diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi sesama.
Peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri tahun ini mengusung tema “75 Tahun Humas Polri: Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri.” Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif, termasuk aksi kemanusiaan.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan sesama, kegiatan donor darah juga mencerminkan semangat kebersamaan serta solidaritas sosial. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan diharapkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Melalui kegiatan ini, Bidhumas Polda Kaltim berharap peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri tidak hanya menjadi momentum refleksi atas perjalanan pengabdian Humas Polri, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang humanis, bermanfaat, dan berdampak positif.
Semangat berbagi dan kepedulian sosial tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Polri yang profesional, humanis, dan dipercaya publik.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam upaya memperkuat kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menggelar Upacara Pembukaan Latihan Peningkatan Kemampuan Gegana. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danden Gegana, Kompol Komank Adhi Andhika, S.E., S.I.K.
Latihan ini diikuti oleh 30 personel gabungan dari Batalyon B yang berasal dari Samarinda dan Kutai Barat (Kubar), serta Batalyon C dari Berau dan Tanah Grogot. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi personel, sekaligus memantapkan kesiapan operasional Gegana sebagai Unit Komposit.
Melalui latihan ini, para personel diarahkan untuk meningkatkan kemampuan perorangan, memperkuat koordinasi, serta membangun soliditas dan kerja sama tim. Dengan demikian, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam amanatnya, Danden Gegana Satbrimob Polda Kaltim, Kompol Komank Adhi Andhika, S.E., S.I.K., menegaskan bahwa latihan memiliki peran penting dalam membentuk personel yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan operasional.
Ia menekankan bahwa latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen satuan untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan. Setiap personel dituntut memahami tugas dan tanggung jawabnya, menjaga kedisiplinan, serta memperkuat kebersamaan agar mampu melaksanakan tugas secara optimal.
Selain itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan latihan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Materi serta keterampilan yang diperoleh selama latihan diharapkan dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas nyata di lapangan. Senada dengan hal tersebut, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya pemeliharaan kemampuan dan kesiapsiagaan personel sebagai bagian dari upaya mewujudkan satuan Brimob yang profesional, tangguh, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kemampuan harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, disertai disiplin yang tinggi serta semangat pengabdian. Dengan kesiapan yang terpelihara, personel diharapkan mampu melaksanakan setiap tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Melalui latihan peningkatan kemampuan ini, Satbrimob Polda Kaltim berharap kompetensi personel semakin meningkat, koordinasi antarsatuan semakin kuat, serta kesiapsiagaan operasional sebagai Unit Komposit semakin mantap.
Satbrimob Polda Kaltim terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan kemampuan personel guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Direktorat Samapta Polda Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Patroli Samapta dalam program Quick Wins di wilayah hukum Kota Balikpapan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Kaltim, AKBP Winarto, S.H., dengan melibatkan 15 personel Ditsamapta Polda Kaltim. Pelaksanaan patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi tindak kriminalitas serta mengantisipasi berbagai gangguan kamtibmas, khususnya di lokasi yang dinilai rawan kejahatan dan pusat aktivitas masyarakat.
Melalui kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat, patroli diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Selain melakukan pemantauan situasi, patroli juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan mempererat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan dialogis serta penyampaian imbauan kamtibmas.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dengan demikian, potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban umum diharapkan dapat diantisipasi sejak awal.
Melalui program Quick Wins tersebut, Ditsamapta Polda Kaltim terus mengoptimalkan kegiatan patroli sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Balikpapan.
Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan humanis, sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Polwan Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melalui kegiatan sosial bertajuk Polwan dan Bhayangkari Berbagi. Kali ini, kegiatan dilaksanakan oleh personel Polwan dari Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK), Bidang Hukum (Bidkum), dan Sekretariat Pribadi Pimpinan (Spripim) Polda Kaltim, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menyasar warga di Perumahan Griya Permata Asri, Jalan Kandilo Nomor 110, serta kawasan Perumahan Polda 1, Jalan Syarifuddin Yoes, Blok B Nomor 18/111, RT 48, Kota Balikpapan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polwan menyalurkan bantuan berupa 225 gula kepada warga di kedua lokasi. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh sembilan personel Polwan Polda Kaltim, yakni AKP Muntini, AKP Isna, Ipda Wira, Aipda Dewi, Brigpol Dina, Briptu Nova, Briptu Luthfi, Briptu Afranayla, dan Bripda Ningrum.
Melalui program Polwan dan Bhayangkari Berbagi, diharapkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran Polwan dalam kegiatan sosial ini juga menjadi wujud pendekatan humanis Polri untuk membangun kedekatan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Polwan Polda Kaltim berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan Assessment Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kaltim.
Kegiatan assessment ini menjadi bagian dari upaya untuk melakukan penilaian dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan PNBP Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2026, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan secara profesional sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim terus mendorong pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara optimal, termasuk dalam mendukung tata kelola administrasi yang tertib serta penerapan prinsip akuntabilitas dalam setiap proses kerja.
Polda Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelaksanaan tugas melalui kegiatan evaluasi dan penilaian yang terukur, guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin baik.
Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan silaturahmi kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan menghadapi berbagai ancaman kejahatan.
Kapolri menegaskan, hubungan TNI dan Polri sebagai keluarga besar harus menjadi landasan dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Suyudi.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pertambangan ilegal, peredaran narkotika, hingga kejahatan transnasional yang memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan. Menurutnya, penanganan ancaman tersebut membutuhkan langkah terpadu dan penegakan hukum yang konsisten.
Kapolri secara khusus menyoroti perkembangan modus peredaran narkotika, termasuk penyalahgunaan rokok elektrik atau vape untuk mengedarkan narkotika cair. Ia juga menekankan pentingnya menindak tegas siapa pun yang terlibat atau melindungi jaringan peredaran narkoba, termasuk oknum aparat.
“Peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai modus dan jalur penyelundupan. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam pemberantasannya. Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” tegasnya.
Selain narkotika, pemberantasan pertambangan ilegal juga menjadi perhatian melalui pembentukan satgas terpadu TNI-Polri. Upaya tersebut dilakukan untuk menindak aktivitas ilegal sekaligus melindungi kekayaan alam negara. Kapolri turut menekankan pentingnya pemberantasan premanisme dan praktik pemalakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu aktivitas perekonomian.
Di bidang keamanan digital, Kapolri menyoroti ancaman serangan siber dan penyalahgunaan identitas di ruang digital. Penguatan kemampuan siber serta pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi dinilai penting untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan.
“Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. Penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” lanjut Suyudi.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi kunjungan Kapolri beserta jajaran pejabat utama Polri. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Panglima TNI juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika strategis global dan potensi gangguan keamanan di dalam negeri. Selain itu, TNI dan Polri diharapkan terus mendukung program pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko, serta jajaran pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri.
Melalui silaturahmi ini, TNI dan Polri diharapkan terus memperkuat koordinasi dan soliditas dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Jakarta — Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin Upacara Purna Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca sekaligus penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Upacara tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian 140 personel Polri yang telah menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama satu tahun di Bangui, Republik Afrika Tengah.
Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menuntaskan misi dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pengabdian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas negara, tetapi juga membawa nama baik Polri dan Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
“Polri bangga memiliki kalian, Indonesia bangga memiliki kalian. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah kalian persembahkan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan,” Ujar Wakapolri.
Wakapolri menegaskan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Pengalaman selama menjalankan misi internasional diharapkan menjadi bekal bagi para personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, mengembangkan kemampuan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian PBB merupakan wujud komitmen Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Karo Misi Internasional (Misinter) Divhubinter Polri Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono menjelaskan, selama bertugas personel FPU 7 menghadapi berbagai tantangan keamanan dan dinamika politik di Republik Afrika Tengah, termasuk dalam rangkaian pelaksanaan pemilihan umum. Kontingen Indonesia turut dipercaya melaksanakan pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden serta para calon peserta pemilu, termasuk pengamanan rangkaian kegiatan dan pengawalan surat suara.
“Personel FPU 7 tidak hanya menjalankan mandat pengamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. Ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung perdamaian sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat di wilayah penugasan,” ujar Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono.
Sementara itu, Kasatgas FPU 7 Minusca Divhubinter Polri Kombes Pol. Norhayat mengatakan, salah satu mandat utama yang dijalankan personel adalah Protection of Civilians (PoC) atau perlindungan warga sipil melalui patroli di sejumlah wilayah tanggung jawab. Pelaksanaan tugas tersebut dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, badai, serta dinamika sosial dan keamanan di wilayah konflik.
“Di tengah berbagai tantangan di daerah misi, personel tetap berupaya menjalankan mandat perlindungan warga sipil secara profesional. Kami juga melaksanakan kegiatan social outreach, antara lain mengunjungi gereja dan sekolah serta memberikan bantuan berupa tas dan alat tulis kepada anak-anak,” kata Kombes Pol. Norhayat.
Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu upaya kontingen untuk membangun kedekatan dengan masyarakat setempat. Melalui kegiatan itu, personel tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat selama misi berlangsung.
Polri terus berkoordinasi dengan PBB untuk menjajaki peluang penugasan pada misi perdamaian di wilayah lain. Keberlanjutan kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung perdamaian dan keamanan dunia, sekaligus membawa semangat pengabdian Indonesia di tingkat internasional.
Jakarta – Divisi Humas Polri melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri Tahun 2026 pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menyasar empat panti sosial dan panti asuhan sebagai bentuk kepedulian serta komitmen Polri untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Empat lokasi yang menjadi sasaran kegiatan bakti sosial tersebut yakni Panti Sosial Tresnawerdha Budi Mulia 3, Yayasan Yatim Piatu Pesantren Islam BSC Al-Futuwwah, Panti Asuhan Parapattan, serta Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia IV.
Dalam kegiatan ini, Divhumas Polri menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk panti asuhan, meliputi beras, minyak goreng, mi instan, susu kental manis, teh celup, telur, gula, dan tepung terigu. Sementara itu, bantuan untuk panti sosial mencakup pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi, popok dewasa, cairan pembersih kamar mandi, deterjen pakaian, cairan pembersih lantai, sarung kasur, dan kasur.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian dan semangat kebersamaan Polri dengan masyarakat dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi dan menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan perhatian kepada sesama. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti sosial dan panti asuhan,” ujar Trunoyudo.
Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri menjadi momentum untuk memperkuat peran Humas Polri dalam membangun komunikasi yang baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menumbuhkan semangat empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat, memberikan kebahagiaan bagi para lansia dan anak-anak di panti asuhan, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semangat berbagi dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Divhumas Polri berharap semangat Hari Jadi ke-75 Humas Polri tidak hanya menjadi peringatan institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
JAKARTA – Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) terus mengusut kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI). Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah melakukan penelusuran aset (asset tracing) dengan nilai lebih dari Rp500 miliar yang diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan kerugian para pemberi dana (lender).
Perkembangan lainnya, berkas perkara tersangka berinisial FH dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum pada 15 Oktober 2026. FH merupakan tersangka dalam klaster ketiga dari empat klaster perkara yang disusun penyidik untuk mengusut kasus PT DSI. Hingga saat ini, berkas perkara dari tiga klaster telah dinyatakan lengkap, sedangkan klaster keempat yang menyasar PT DSI sebagai korporasi masih dalam tahap penyidikan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol. Suhasto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara PT DSI tidak hanya berfokus pada penetapan tersangka, tetapi juga pada upaya memulihkan kerugian para korban.
“Keberhasilan penanganan perkara PT DSI tidak hanya kami ukur dari berapa banyak orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Namun juga hingga sejauh mana hak para korban bisa dipulihkan. Karena itu, penyidikan kami jalankan beriringan dengan penelusuran aset, mengikuti ke mana pun uang para lender mengalir,” tegas Suhasto.
Ia menambahkan, penyidik juga menelusuri pertanggungjawaban pidana korporasi agar pengusutan perkara tidak hanya berhenti pada pelaku perorangan.
“Korporasinya juga kami mintai pertanggungjawaban pidana. Pesannya jelas, siapa pun yang menyalahgunakan kepercayaan masyarakat di sektor keuangan akan kami kejar sampai ke aliran uangnya,” lanjutnya.
Besarnya nilai aset yang ditelusuri menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara tersebut. Kasubdit II/Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol. Dr. M. Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., menjelaskan bahwa penanganan perkara dibagi ke dalam empat klaster dengan penyitaan aset yang melekat pada masing-masing berkas perkara.
“Perkara ini kami bagi ke dalam empat berkas, dan aset yang disita melekat pada masing-masing berkas. Jadi kalau publik hanya melihat satu berkas, angkanya tidak akan menggambarkan keseluruhan. Secara total, tracing aset yang telah dilakukan Subdit Perbankan nilainya lebih dari Rp500 miliar, dan itu masih terus kami kembangkan,” ujar Arsal.
Dalam berkas perkara tersangka FH, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa 52 dokumen kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor, Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bekasi. Selain itu, terdapat delapan dokumen agunan aset hasil pengalihan piutang (cessie) sebuah BPRS yang berlokasi mulai dari Bekasi hingga Palembang, serta uang tunai hampir Rp5,4 miliar.
Di sisi lain, penyidik mengingatkan para korban agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan pengembalian dana dengan imbalan tertentu. Arsal meminta para lender menyimpan bukti penempatan dana dan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami memahami keresahan para lender. Kami minta korban tetap tenang, menyimpan seluruh bukti penempatan dana, dan jangan percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan dana bisa cepat kembali dengan imbalan tertentu. Pengembalian aset hanya melalui mekanisme hukum,” pesan Arsal.
Berdasarkan data hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2025, sejak 2018 PT DSI telah menghimpun dana dari 23.266 lender dengan akumulasi mencapai Rp11,49 triliun. Sementara itu, per 22 September 2025, dana lender yang belum kembali tercatat lebih dari Rp2,47 triliun milik 11.151 lender.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,87 triliun diduga tersalur ke proyek fiktif, sedangkan dana yang benar-benar mengalir ke proyek riil hanya sekitar Rp145 miliar.
Dalam pengusutan perkara ini, penyidik membagi penanganan ke dalam empat klaster. Klaster pertama menjerat tiga tersangka, yakni TA selaku Direktur Utama, MY selaku pendiri sekaligus mantan direktur dan pemegang saham, serta ARL selaku komisaris. Klaster kedua menjerat satu tersangka, sedangkan klaster ketiga menjerat FH. Berkas perkara dari ketiga klaster tersebut telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Adapun klaster keempat diarahkan pada pertanggungjawaban pidana PT DSI sebagai korporasi dan masih dalam tahap penyidikan.
Penanganan perkara ini bermula dari tujuh laporan polisi yang diterima Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sejak Oktober 2025. Para tersangka dijerat dengan Pasal 488 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua UU ITE, Pasal 299 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta tindak pidana pencucian uang.
Bareskrim Polri menyatakan penelusuran aset masih terus dikembangkan seiring proses penyidikan, termasuk terhadap korporasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus membuka peluang pemulihan kerugian para korban sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
TANAH GROGOT – Usai sholat Jumat, Kapolres Paser berikan himbauan kepada para jamaah. Kegiatan Jumat Keliling Kapolres Paser dengan memberikan himbauan Kamtibmas terkait bahaya Narkoba kepada jamaah Masjid Bina Taqwa Tanah Grogot dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) bertempat di Masjid Bina Taqwa Kel. Tanah Grogot Kec. Tanah Grogot Kab. Paser.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. didampingi para Pejabat Utama Polres Paser dan para jemaah sholat Jumat.
Dalam himbauannya, Kapolres Paser menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba bagi generasi muda dan keluarga, peran orang tua dan tokoh agama dalam mencegah peredaran Narkoba di lingkungan, mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila mengetahui adanya peredaran Narkoba di sekitarnya serta ajakan untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kab. Paser. Kapolres juga mengajak para orang tua untuk mengawasi dan mengontrol HP anak setiap hari agar tidak terjebak bahaya perjudian online.
Kapolres Paser juga menegaskan komitmen dalam memberantas peredaran Narkoba, hal ini dibuktikan hampir 85 persen Rutan Polres Paser dan Lembaga Pemasyarakatan dihuni oleh para pengedar Narkoba.
Kegiatan himbauan tersebut mendapat respon positif dari para jamaah dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Narkoba. Melalui kegiatan ini terjalin silaturahmi dan sinergitas yang baik antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.