Blog

  • Gerak Cepat Brimob Polda Kaltim Bersama BPBD Atasi Karhutla 20 Hektare di Kutai Barat

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Respons cepat ditunjukkan personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Merayaq, Kecamatan Manor Bulan, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (27/9/2026) siang.

    Tim Respon Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api yang membakar area sekitar 20 hektare. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan BPBD dan unsur terkait guna mencegah kobaran api merambat ke wilayah yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.

    Dipimpin Brigpol Sigit bersama empat personel lainnya, tim bergerak melakukan upaya pemadaman sekaligus melokalisasi titik-titik api. Kondisi medan serta hembusan angin menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan.

    Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap potensi bencana, khususnya Karhutla yang dapat berkembang dengan cepat.

    “Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan Karhutla. Kami terus menyiagakan personel di wilayah yang memiliki potensi kerawanan dan memperkuat koordinasi dengan BPBD maupun unsur terkait,” ujar Kombes Pol. Ronny Suseno.

    Sementara itu, Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Ipda Abdullah Hadi Iswanto menjelaskan, lokasi kebakaran merupakan kawasan dengan vegetasi campuran yang terdiri dari hutan serta perkebunan milik masyarakat, di antaranya tanaman karet dan durian.

    Menurutnya, personel bersama tim gabungan terus berupaya mengendalikan api secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan dan arah angin di lokasi kejadian.

    Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan Karhutla sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

    Satuan Brimob Polda Kaltim juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di kawasan lahan yang kering. Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

    Melalui kesiapsiagaan dan sinergi bersama, Polri terus hadir dalam upaya penanggulangan bencana sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dan lingkungan di wilayah Kalimantan Timur.

  • Polda Kaltim Gelar Rikes Seleksi P-AG Tahun 2026, Pastikan Kondisi Kesehatan Peserta Sehat dan Siap

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kalimantan Timur melaksanakan pemeriksaan kesehatan (Rikes) bagi peserta Seleksi P-AG Tahun 2026, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim.

    Pelaksanaan Rikes menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian proses seleksi P-AG Tahun 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para peserta sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

    Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara terukur dan profesional dengan mengedepankan prinsip objektivitas serta transparansi. Setiap peserta mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.

    Polda Kaltim memastikan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara tertib dan akuntabel, sehingga dapat menghasilkan peserta yang memenuhi persyaratan sesuai standar yang telah ditentukan.

    Melalui pelaksanaan Rikes ini, Polda Kaltim terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses seleksi yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan profesional sebagai bagian dari upaya mewujudkan proses penerimaan yang berkualitas.

  • Erau Adat Kutai 2026 Ditutup Meriah, Polres Kukar Pastikan Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur Berlangsung Aman

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura resmi mencapai puncaknya melalui Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur yang berlangsung di kawasan Museum Mulawarman, Tenggarong, Minggu (27/9/2026).

    Prosesi penutupan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, jajaran TNI-Polri, instansi terkait, hingga ribuan masyarakat yang turut menyaksikan langsung rangkaian adat tersebut.

    Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. turut hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Kaltim dalam prosesi puncak Erau Adat Kutai 2026.
    Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, Polres Kutai Kartanegara terlebih dahulu menggelar apel pengamanan di halaman Museum Mulawarman. Apel dipimpin Kabag Ops Polres Kukar Kompol Ecky Widi Prawira, S.I.K., M.H., dan diikuti para pejabat serta personel yang terlibat dalam pengamanan.

    Dalam arahannya, personel diminta menempati titik pengamanan sesuai ploting masing-masing dan tetap berada di lokasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Selain menjaga keamanan, personel juga diarahkan untuk memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat serta mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas.

    “Laksanakan tugas dengan baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab. Berikan pengamanan yang humanis kepada masyarakat,” pesan pimpinan apel.

    Sekitar pukul 08.00 WITA, Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur dimulai. Prosesi ini menjadi salah satu bagian penting sekaligus puncak dari rangkaian Erau Adat Kutai yang sarat dengan nilai sejarah, budaya dan tradisi masyarakat Kutai Kartanegara.

    Prosesi diawali dengan pembacaan riwayat singkat naga dan dilanjutkan dengan rangkaian ritual adat, termasuk Tepong Tawar Naga. Replika Naga kemudian dibawa menuju dermaga di depan Museum Mulawarman untuk selanjutnya dinaikkan ke kapal dalam rangkaian prosesi Mengulur Naga.

    Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama para tamu undangan VVIP mengikuti sejumlah ritual adat, di antaranya Upacara Beumban dan Begorok. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan prosesi Belimbur di kawasan Tepian Rangga Titi.

    Prosesi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi penutupan Erau, tetapi juga menjadi momentum pelestarian warisan budaya Kutai yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

    Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian prosesi puncak Erau merupakan warisan adat leluhur yang memiliki nilai sejarah, spiritualitas dan kebersamaan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Dra. Sri Wahyuni., MPP., yang menyampaikan sambutan Gubernur Kaltim, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Erau Adat Kutai 2026.

    Mengusung tema Raja Menjamu Rakyatnya, Erau tahun ini dimaknai sebagai gambaran kedekatan, kebersamaan dan hubungan harmonis antara Kesultanan dengan masyarakat.
    Kehadiran Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Dr. (H.C) Ir. H.M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., juga menambah makna penting dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Ia menyampaikan bahwa pembangunan IKN tetap perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal, termasuk budaya Kutai Kartanegara.

    Di tengah kemeriahan acara, jajaran Polres Kutai Kartanegara memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan menempatkan personel pada sejumlah titik strategis serta memberikan pelayanan dan imbauan kepada masyarakat yang hadir.

    Sekitar 2.000 masyarakat turut menyaksikan rangkaian prosesi penutupan tersebut. Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian Prosesi Mengulur Naga dan Belimbur berlangsung dengan aman dan tertib.

    Pengamanan yang dilakukan Polres Kutai Kartanegara menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya dan tradisi daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

  • Polri: Perkembangan Penanganan KM Virgo Transport 8

    JAKARTA – Polri menjelaskan perkembangan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Perkara tersebut saat ini telah dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Mabes Polri melalui Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri untuk proses lebih lanjut.

    Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pelimpahan tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan proses penanganan perkara yang sejak awal telah dilakukan secara terpadu bersama stakeholder terkait. Polri sejak awal turut memberikan asistensi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, identifikasi korban, hingga proses penegakan hukum.

    “Sejak awal kejadian, Polri bersama Basarnas, TNI, dan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik dalam mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).

    Sebelum pelimpahan, Polda Kalimantan Selatan melalui jajaran Ditpolairud telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap nakhoda, ABK yang selamat, serta pihak terkait lainnya.

    “Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

    Di sisi lain, operasi SAR terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung melalui kerja sama tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Hingga 28 September 2026, tim SAR gabungan telah menemukan 174 orang dari total 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, 66 orang meninggal dunia, dan 69 orang masih dalam pencarian.

    Pada proses pencarian dan penanganan korban, Polri turut memberikan dukungan melalui unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI bekerja bersama unsur terkait untuk melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.

    Johnny mengatakan penanganan terhadap korban dan keluarga menjadi perhatian bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Polri menyampaikan empati dan belasungkawa kepada keluarga korban serta terus memberikan pelayanan dan dukungan selama proses pencarian maupun identifikasi berlangsung.

    “Polri menyampaikan empati dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan,” tuturnya.

    Operasi SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah wilayah perairan dan pesisir yang menjadi area operasi. Sementara itu, proses hukum yang telah dilimpahkan ke Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terus dilakukan untuk mendalami fakta dan alat bukti terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8.

    “Penanganan kemanusiaan dan proses hukum berjalan secara beriringan. Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu. Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Johnny.

  • Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Indonesia Melompat Menjadi Negara Maju

    MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat menjadi negara maju dengan memanfaatkan momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2035.

    Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).

    Kapolri mengatakan bonus demografi menjadi peluang strategis karena Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar. Momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.

    “Kesempatan ada di depan kita. Bagaimana kemudian kita bisa memanfaatkan semua, dan itu tentunya butuh kolaborasi,” ujar Kapolri.

    Menurut Kapolri, bonus demografi tidak otomatis membawa Indonesia menjadi negara maju. Peluang tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kesehatan dan gizi masyarakat.

    Kapolri mencontohkan Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sebagai negara yang berhasil memanfaatkan momentum bonus demografi dengan memperkuat pendidikan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi, serta menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

    Sebaliknya, Brasil dan Thailand menjadi contoh negara yang belum berhasil mengoptimalkan momentum bonus demografi. Hal tersebut antara lain dikaitkan dengan belum optimalnya kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, terbatasnya lapangan kerja berkualitas, serta perkembangan teknologi dan industri yang belum mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal.

    Kapolri menekankan pengalaman berbagai negara tersebut menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak menyia-nyiakan momentum bonus demografi. Terlebih, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia dan kekayaan sumber daya alam.

    Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 62 juta ton atau 44,3 persen dari cadangan global. Cadangan emas Indonesia mencapai 3.600 ton dan menempatkan Indonesia pada peringkat keempat terbesar di dunia.

    Pemerintah juga telah melakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi komoditas strategis dengan total investasi Rp231 triliun. Hilirisasi diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka semakin banyak lapangan kerja.

    Di sektor energi, pemerintah menerapkan biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar yang diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga Rp170 triliun.

    Kapolri mengatakan berbagai potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong transformasi Indonesia menuju negara maju. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan Indonesia mempersiapkan generasi produktif sekaligus mengelola sumber daya yang dimiliki untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

    Karena itu, Kapolri mengajak mahasiswa sebagai bagian dari generasi yang akan berada pada usia produktif ketika bonus demografi mencapai puncaknya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.

    Kapolri menegaskan keberhasilan memanfaatkan bonus demografi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, masyarakat, kalangan akademisi, serta generasi muda.

    “Ini semua bisa berjalan kalau kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para cendekiawan ini bisa bersatu. Ini kuncinya,” pungkas Kapolri.

  • Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

    JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.

    Pendaftaran dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa. Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan seragam.

    “Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

    SMA KTB menyediakan kursi melalui jalur reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga melalui O2SN. Seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan sistem blind admission.

    Dedi menegaskan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa. “Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

    Antusiasme terhadap SMA KTB meningkat. Pada angkatan pertama terdapat 11.765 pendaftar, dengan 120 siswa diterima. Jumlah itu naik menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.

    “Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.

    SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate (IB) serta telah berstatus IB World School. Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.

    “Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

    Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.

    “Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” katanya.

    Dirgayuza menyebut sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah.

    Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik untuk membentuk siswa berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global.

  • Dirgayuza: SMA KTB Cari Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

    JAKARTA – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) kembali mencari talenta terbaik dari seluruh Indonesia melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028.

    Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026, dengan daya tampung 180 siswa. Para siswa Indonesia yang diterima akan mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan.

    Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (LPSKTB) Dirgayuza Setiawan mengatakan perluasan penjaringan dilakukan untuk memastikan kesempatan mengikuti seleksi dapat diketahui putra-putri potensial dari berbagai daerah.

    “Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk bisa mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujar Dirgayuza saat launching SPMB SMA KTB di Pusdalsis Lantai 5 Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

    Pada penerimaan sebelumnya, jajaran Polri di daerah telah membantu melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia.

    Menurut Dirgayuza, pola tersebut akan kembali diperkuat tahun ini. SMA KTB juga menyiapkan fasilitas ujian persiapan atau tryout, terutama bagi wilayah yang pada dua periode sebelumnya memiliki jumlah pendaftar atau keterwakilan siswa yang masih rendah.

    “Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia,” jelas Dirgayuza.

    Ia menegaskan, perluasan penjaringan tidak mengubah prinsip seleksi yang objektif dan kompetitif. Dari ribuan pendaftar, hanya 180 siswa yang akan diterima pada Angkatan Ketiga.

    Salah satu daya tarik SMA KTB adalah kesempatan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan bagi siswa Indonesia yang diterima. Dengan demikian, talenta potensial dari berbagai daerah dapat mengikuti pendidikan tanpa menjadikan persoalan biaya sebagai penghalang.

    Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh putra-putri Indonesia yang memenuhi persyaratan.

    “Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi.

    Dedi mengatakan SMA KTB dikembangkan bukan hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan akademik, karakter, kepemimpinan dan wawasan global.

    “Kita ingin mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, berjiwa pemimpin, memiliki kepedulian sosial dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan dunia,” katanya.

    Dikembangkan Jadi Learning Campus

    Dirgayuza mengatakan SMA KTB juga dikembangkan sebagai learning campus. Konsep tersebut membuat SMA KTB tidak hanya menjadi tempat belajar siswa, tetapi juga ruang pengembangan bagi tenaga pendidik dan calon pemimpin sekolah.

    “Kita di SMA KTB telah merancang SMA ini untuk menjadi learning campus. Kampus belajar tidak hanya untuk siswa-siswi yang belajar sebagai siswa SMA, tetapi juga untuk calon-calon pemimpin sekolah di mana pun mereka nantinya berada,” ujarnya.

    Tahun ini, SMA KTB merencanakan penerimaan sekaligus pelatihan sekitar 500 tenaga pendidik dengan fokus pada pengelolaan sekolah berbasis kurikulum internasional.

    Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan kepemimpinan sekolah.

    Dari sisi akademik, SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dengan International Baccalaureate (IB) dan telah memperoleh status IB World School.

    Wakapolri menilai perpaduan kurikulum nasional dan internasional penting agar siswa memiliki identitas kebangsaan sekaligus kompetensi global.

    “Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, namun juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

    SMA KTB juga memberikan pembinaan karakter, olahraga, seni dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

    Dengan target lebih dari 17 ribu pendaftar, sosialisasi ke ribuan sekolah, fasilitas persiapan seleksi dan beasiswa penuh bagi siswa yang diterima, SMA KTB membuka ruang lebih luas bagi talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti proses seleksi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

  • Polda Kaltim Ikuti Ngaji Kebangsaan Bersama Kapolri dan Gus Baha, Perkuat Mental dan Karakter Personel

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kaltim mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental melalui program “Ngaji Kebangsaan” bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha secara daring, Sabtu (26/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim tersebut dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. Turut hadir jajaran pejabat utama Polda Kaltim, personel Polri, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Kaltim.

    Ngaji Kebangsaan menjadi bagian dari upaya pembinaan personel, khususnya dalam memperkuat nilai keimanan, ketakwaan, moralitas, sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan di tengah pelaksanaan tugas Kepolisian.

    Dalam tausiyahnya, Gus Baha mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Pentingnya sikap moderat dalam beragama serta keikhlasan dalam menjalankan setiap bentuk pengabdian.

    Nilai-nilai tersebut dinilai relevan bagi anggota Polri yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Sikap humanis, keteladanan, dan integritas menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si. mengatakan, pembinaan rohani melalui Ngaji Kebangsaan merupakan bagian integral dalam membangun dan memperkuat mental serta kepribadian personel Polri.

    “Pembinaan rohani ini merupakan bagian terpadu dari penguatan mental kepribadian anggota Polri. Kegiatan ini bertujuan memupuk nilai-nilai religius, moralitas, dan wawasan kebangsaan bagi seluruh personel,” ujar Kombes Pol. Tedy.

    Menurutnya, pencerahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman moral bagi personel dalam melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

    “Diharapkan spiritualitas dan pencerahan yang disampaikan Gus Baha dapat menjadi landasan moral dalam mewujudkan pelayanan Kepolisian yang presisi, humanis, dan makin dicintai masyarakat,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui penguatan kemampuan teknis dan profesionalitas, tetapi juga melalui pembinaan spiritual dan karakter sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Polsek Melak Tangani Kebakaran Lahan di Kampung Sekolaq Darat

    Polsek Melak bersama BPBD Kutai Barat dan PMK Kecamatan Sekolaq Darat melakukan penanganan kebakaran lahan yang terjadi di Kampung Sekolaq Darat RT 01, Kecamatan Sekolaq Darat, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

    Mendapat informasi dari masyarakat, personel Polsek Melak segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna mencegah api meluas.

    Kebakaran terjadi di lahan milik Sdr. Doni dengan luas sekitar ±1,1 hektare, yang merupakan area kebun karet dan lahan gambut. Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.

    Sekitar pukul 13.00 WITA, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi muncul kembali.

    Kapolsek Melak IPTU Rinto Christianto Simanjuntak, S.H. menyampaikan bahwa personel Polsek Melak akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang rawan Karhutla serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Melak jajaran Polres Kutai Barat di bawah kepemimpinan AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., dalam memperkuat kesiapsiagaan dan sinergitas bersama instansi terkait untuk mencegah serta menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

    Situasi di lokasi setelah pemadaman terpantau aman, kondusif dan terkendali.

  • Tim Gabungan Gerak Cepat Jinakkan Titik Api di Hutan Lindung Bukit Soeharto, Hujan Lebat Bantu Padamkan Api

    Kukar – Titik api baru kembali terdeteksi di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, wilayah Delineasi Otorita IKN, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (25/9/2026).

    Begitu informasi diterima, personel Polsubsektor Tahura bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.05 WITA, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel mendatangi titik api di KM 58 dengan koordinat -0.795500, 117.022123.

    Penanganan tidak menunggu api membesar. Polisi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), warga RT 47, serta tim penanganan kebakaran PT BAS/Job Site PT BSSR langsung melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan di area terdampak.

    Dukungan juga datang melalui suplai air dari PT BAS. Karyawan dan tim penanganan kebakaran perusahaan turut diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke kawasan sekitar.

    Langkah cepat tersebut menjadi penting mengingat lokasi berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto. Setiap bara yang tersisa berpotensi kembali memicu api, sehingga setelah pemadaman dilakukan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.

    Sekitar pukul 12.45 WITA, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Kondisi alam itu membantu mempercepat proses pemadaman
    hingga titik api berangsur padam.

    Setelah hujan reda, personel bersama seluruh unsur yang terlibat kembali melakukan pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan titik api aktif maupun penjalaran api di sekitar lokasi KM 58.

    Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Aipda Sudarsono, Aipda Muhammad Fathur Rasyid dan Aipda Juan Satria tetap melakukan pemantauan bersama MPA, warga dan tim penanganan kebakaran perusahaan.

    Sementara itu, pengecekan sebelumnya di KM 42 ditegaskan merupakan kegiatan pemantauan awal dan berbeda dengan lokasi titik api yang ditangani di KM 58.

    Dengan kondisi api telah padam, pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru.

    Penanganan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran di kawasan hutan tidak hanya bergantung pada proses pemadaman, tetapi juga pada kecepatan mendeteksi titik api, respons petugas, keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas unsur di lapangan.