Tim Gabungan Gerak Cepat Jinakkan Titik Api di Hutan Lindung Bukit Soeharto, Hujan Lebat Bantu Padamkan Api

Written by

in

Kukar – Titik api baru kembali terdeteksi di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, wilayah Delineasi Otorita IKN, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (25/9/2026).

Begitu informasi diterima, personel Polsubsektor Tahura bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.05 WITA, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel mendatangi titik api di KM 58 dengan koordinat -0.795500, 117.022123.

Penanganan tidak menunggu api membesar. Polisi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), warga RT 47, serta tim penanganan kebakaran PT BAS/Job Site PT BSSR langsung melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan di area terdampak.

Dukungan juga datang melalui suplai air dari PT BAS. Karyawan dan tim penanganan kebakaran perusahaan turut diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke kawasan sekitar.

Langkah cepat tersebut menjadi penting mengingat lokasi berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto. Setiap bara yang tersisa berpotensi kembali memicu api, sehingga setelah pemadaman dilakukan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.

Sekitar pukul 12.45 WITA, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Kondisi alam itu membantu mempercepat proses pemadaman
hingga titik api berangsur padam.

Setelah hujan reda, personel bersama seluruh unsur yang terlibat kembali melakukan pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan titik api aktif maupun penjalaran api di sekitar lokasi KM 58.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama personel Aipda Sudarsono, Aipda Muhammad Fathur Rasyid dan Aipda Juan Satria tetap melakukan pemantauan bersama MPA, warga dan tim penanganan kebakaran perusahaan.

Sementara itu, pengecekan sebelumnya di KM 42 ditegaskan merupakan kegiatan pemantauan awal dan berbeda dengan lokasi titik api yang ditangani di KM 58.

Dengan kondisi api telah padam, pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru.

Penanganan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran di kawasan hutan tidak hanya bergantung pada proses pemadaman, tetapi juga pada kecepatan mendeteksi titik api, respons petugas, keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas unsur di lapangan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *