MUARA SAMU – Polsek Muara Samu bersama tim gabungan melaksanakan Pendinginan di Desa Biu berbatasan dengan Desa Suweto Kec. Muara Samu Kab. Paser, Selasa (22/09/2026).
Menurut keterangan masyarakat, titik api berasal dari hutan Desa Biu sekira pukul 14.00 Wita dan menjalar ke lahan masyarakat hingga mendekati kebun sawit milik warga.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Muara Samu IPTU Mar Eka Adrian, S. E menerjunkan 2 personel Polsek, 2 personel BKO Polda Kaltim, bersinergi dengan 5 personel Damkar, 1 personel MPA, 3 Satpol PP dan 7 warga Desa Biu dengan sarana 1 unit R6 Damkar, 1 unit Dum truck suplai air, 2 unit R2 Damkar, 1 unit R2 Dinas Polri dan 5 unit R2 pribadi.
Lahan yang terbakar merupakan semak belukar dengan luasan terdampak ± 0,5 hektar yang menjalar ke perkebunan kelapa sawit warga. Saat ini api berhasil dipadamkan dan akan tetap dilakukan observasi untuk antisipasi api menyala kembali.
Polsek Muara Samu juga akan kembali melakukan pengecekan bekas kebakaran serta sosialisasi dan himbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
LONG KALI – Polsek Long Kali bersama PMK dan Linmas melaksanakan penanganan kebakaran lahan warga di RT.002 Desa Muara Adang II Kec. Long Kali Kab. Paser, Selasa (22/09/2026) pukul 14.10 s.d 16.30 Wita.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Long Kali AKP Andi Kasman, S. H menerjunkan 2 personel Polsek Long Kali, 7 personel PMK Kec. Long Kali dan 1 personel Linmas dengan sarana 1 unit Mobil Pemadam, 1 unit Mobil Polsek dan 1 unit Pick Up cadangan air.
Kebakaran terjadi di lahan milik warga. Personel melakukan pemadaman serta memberikan pemahaman kepada warga sekitar untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat membahayakan dan menimbulkan penyakit pernapasan / ISPA.
Personel juga memberdayakan potensi masyarakat untuk mencegah kebakaran susulan. Setelah api padam, personel kembali ke Polsek Long Kali.
KUARO, PASER – Kepulan asap hitam membubung di areal perkebunan sawit Desa Lolo, Kecamatan Kuaro.
Selasa (22/09/2026) pukul 14.00 Wita, Kapolsek Kuaro AKP Hermawan, S.H., M.H. bersama Aipda Yulianto (BKO), Bripda Hefry Mulana W dan 5 personel Damkar Kideco bergerak cepat mendatangi TKP.
Namun, medan tak bersahabat. Akses utama menuju titik api tak dapat dilalui kendaraan R4 maupun R6. Tak kehilangan akal, tim menerobos melalui jalur holing PT. KJA demi mencapai lokasi kebakaran.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Kuaro menegaskan seluruh jajaran tetap siaga Karhutla. “Kendala medan bukan alasan. Kami komitmen padamkan api sebelum meluas,” ujarnya melalui Kapolsek Kuaro.
Hingga sore, upaya pemadaman dan monitoring masih berlangsung. Situasi dilaporkan aman dan kondusif.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Karhutla kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, api membakar kawasan lahan gambut di sekitar Ruas Tol Balikpapan-Samarinda, tepatnya di STA 31+200, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Senin (21/9/2026).
Peristiwa tersebut diketahui setelah muncul kepulan asap tebal dari area yang didominasi lahan gambut dan semak belukar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Samboja bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penanganan. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus memetakan titik-titik api guna mencegah kebakaran menjalar ke area yang lebih luas.
Kondisi lahan yang berupa gambut dengan tutupan vegetasi seperti semak belukar, pakisan dan selingsing yang mulai mengering menyebabkan api mudah merambat. Karakteristik lahan tersebut juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim gabungan mengerahkan kendaraan pemadam, mobil tangki air, mesin pompa serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Petugas tidak hanya menyasar titik api yang dapat dijangkau, tetapi juga membuat sekat sebagai langkah untuk memperlambat penyebaran api.
Kendati demikian, proses pemadaman menghadapi kendala berupa keterbatasan ketersediaan air dan sarana pendukung. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian titik api belum dapat ditangani secara optimal.
Penanganan berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 03.10 WITA, kegiatan pemadaman untuk sementara dihentikan setelah persediaan air di lokasi habis. Tim selanjutnya melakukan koordinasi dan persiapan untuk melanjutkan penanganan terhadap titik-titik yang masih berpotensi terbakar.
Dalam upaya penanggulangan tersebut, puluhan personel dari berbagai unsur turut dilibatkan. Mereka terdiri dari personel Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, personel BKO Brimob, Damkarmatan Samboja, Jasa Marga, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, BOSF, Jejak Pulang, Pramuka Peduli serta unsur Yonkav.
Sejumlah armada juga disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman, mulai dari kendaraan patroli, mobil pemadam kebakaran, dua unit mobil tangki suplai air milik Jasa Marga, mobil tangki PMI, mobil tandon air hingga mesin pompa.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid bersama jajarannya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat guna memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu. Langkah lanjutan juga dipersiapkan bersama tim penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara dan BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan dan merambat melalui lapisan vegetasi kering. Karena itu, pemantauan dan penanganan secara berkesinambungan diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Meski dihadapkan pada keterbatasan air dan kondisi medan yang cukup sulit, personel gabungan tetap melakukan pengamanan, pemantauan serta berbagai upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Penajam – Dua peristiwa kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (21/9/2026). Menyikapi kejadian tersebut, Polres PPU bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penanganan guna mencegah api meluas.
Dua lokasi yang terdampak kebakaran berada di Kelurahan Gunung Seteleng RT 06 dan Kelurahan Nenang RT 04. Kedua kejadian tersebut ditangani secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD, pemadam kebakaran dan Satpol PP.
Penanganan pertama berlangsung di Kelurahan Gunung Seteleng sekitar pukul 13.34 WITA. Setelah menerima informasi adanya kebakaran, personel Polres PPU segera mendatangi lokasi bersama BPBD Kabupaten PPU, Damkar Penajam, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta Satpol PP.
Untuk memperkuat penanganan, Polres PPU menurunkan personel Samapta piket Karhutla, KRYD Regu II, piket Pawas dan Kabag SDM. Dukungan kendaraan berupa satu unit mobil AWC dan mobil barrier juga dikerahkan ke lokasi bersama armada pemadam milik Damkar dan BPBD PPU.
Hingga sekitar pukul 15.16 WITA, api di Gunung Seteleng dinyatakan padam dan petugas masih melakukan pendinginan. Sementara luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan dan masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran juga masih didalami oleh pihak berwenang.
Beberapa jam kemudian, tim gabungan kembali menerima informasi kebakaran lahan lainnya. Sekitar pukul 16.26 WITA, petugas bergerak menuju Kelurahan Nenang RT 04 untuk menangani titik api di lokasi tersebut.
Dalam proses pemadaman, personel kepolisian membantu petugas BPBD membuka jalur selang menuju titik kebakaran. Petugas kemudian bekerja bersama melakukan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah api tidak lagi terlihat, tim gabungan melakukan pendinginan dan pengecekan terhadap area terdampak.
Hingga pukul 18.14 WITA, kebakaran di Kelurahan Nenang telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan masih berlangsung. Luas area terbakar masih dalam penghitungan, sedangkan penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.
Kabag SDM Polres PPU Adhi Apriliyan Setiawan, S.Sos., menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan koordinasi cepat dan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, kepolisian bersama BPBD, Damkar, TNI, Satpol PP, pemerintah daerah dan masyarakat perlu bergerak secara terpadu sejak informasi kebakaran diterima. Dengan respons yang cepat, potensi api menjalar ke wilayah lain dapat ditekan.
“Kami bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan penanganan begitu informasi diterima. Tidak hanya pemadaman, personel juga membantu kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari suplai air, pembukaan jalur selang, pemadaman hingga pendinginan,” ujarnya.
Polres PPU juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Warga diminta tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu munculnya api serta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Penanganan dua kejadian karhutla tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kebakaran lahan. Respons cepat dan kerja sama seluruh unsur diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Upaya cepat tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Mulawarman RT 02, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Senin (21/9/26) malam.
Peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan mengenai kemunculan titik api di kawasan semak belukar yang berada di seberang lapangan sepak bola. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.
Menerima informasi tersebut, Tim yang terlibat berasal dari Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, BKO Polda Kaltim, Koramil, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, KPHP Berau Barat serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi
Petugas menempuh perjalanan darat sekitar 15 menit dari Pospol Labanan. Setibanya di lokasi, armada pemadam dari Disdamkar Labanan bersama unit KPHP Berau Barat dan kendaraan operasional kepolisian segera dikerahkan untuk menjangkau titik kebakaran.
Dengan melakukan penyemprotan air secara intensif, petugas berhasil menghentikan pergerakan api sebelum menjalar ke kawasan permukiman maupun perkebunan milik warga. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa penanganan secara cepat dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
“Cuaca panas dan rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan vegetasi seperti ranting dan dedaunan menjadi kering serta mudah terbakar. Berkat respons cepat petugas gabungan, titik api berhasil dipadamkan,” kata AKP Suradi.
Mengenai penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Termasuk memastikan status serta kepemilikan lahan yang terdampak. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembukaan lahan.
Untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan penyisiran pada area yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dilakukan guna menemukan kemungkinan bara yang masih tersisa dan berpotensi kembali memunculkan api.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Warga diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran karena dapat memicu karhutla dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta kesehatan.
Masyarakat juga diingatkan bahwa asap akibat kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Polwan bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melalui kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di RT 41 Km 10, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (23/9/26).
Kegiatan sosial tersebut dipimpin oleh AKP Supadmi bersama personel Polwan Bid Propam Polda Kaltim serta Bhayangkari Daerah Kaltim. Dalam kegiatan itu, sebanyak 100 paket minyak goreng dibagikan kepada warga sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Polwan dan Bhayangkari disambut hangat oleh warga setempat. Selain menyerahkan bantuan, para personel juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mempererat hubungan silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara Polri dan warga.
AKP Supadmi menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang bermanfaat.
“Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan warga dan semakin memperkuat kedekatan antara Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan berbagi ini, Polwan dan Bhayangkari Daerah Kaltim berharap nilai kepedulian sosial serta semangat gotong royong dapat terus tumbuh, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dalam mendukung situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Salah seorang warga RT 41 Kelurahan Graha Indah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Polwan dan Bhayangkari Daerah Kaltim.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu-ibu Polwan dan Bhayangkari Daerah Kaltim yang telah hadir dan berbagi dengan masyarakat. Bantuan minyak goreng ini sangat bermanfaat bagi warga. Kehadiran dan kepedulian seperti ini membuat kami merasa lebih dekat dengan Polri. Semoga kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Ditpolairud Polda Kaltim menerima kunjungan siswa Paket A dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Barat dalam kegiatan outing class di Mako Ditpolairud Polda Kaltim, Rabu (23/9/26).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai lingkungan perairan, khususnya pentingnya menjaga ekosistem mangrove serta pengetahuan dasar keselamatan di wilayah perairan.
Dalam kegiatan itu, personel Ditpolairud Polda Kaltim memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove melalui Program Pendidikan Ekosistem Mangrove. Para siswa diperkenalkan dengan fungsi dan manfaat mangrove bagi lingkungan, termasuk perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain mendapatkan materi tentang mangrove, para siswa juga diajak mengenal berbagai peralatan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam kegiatan pertolongan dan penyelamatan di perairan.
Personel Ditpolairud turut memberikan penjelasan mengenai jenis, fungsi, serta cara penggunaan sejumlah perlengkapan keselamatan perairan. Edukasi tersebut diberikan secara langsung agar para siswa memiliki pemahaman mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas di sekitar wilayah perairan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan dan berkesempatan mengenal lebih dekat tugas serta peran personel Ditpolairud Polda Kaltim dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat di wilayah perairan.
Melalui kegiatan outing class ini, Ditpolairud Polda Kaltim turut mendukung proses pembelajaran dengan menghadirkan edukasi yang bersifat praktis dan kontekstual.
Pengetahuan mengenai lingkungan mangrove dan keselamatan perairan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta memahami pentingnya keselamatan saat berada di wilayah perairan.
Serang – Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi salah satu korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Korban yang berhasil diidentifikasi merupakan SU salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu 1. Identifikasi dilakukan terhadap jenazah laki-laki tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kabasarnas Banten Al Amrad dan Lanal Banten.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui koordinasi antara Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten dengan Biddokkes Polda Bengkulu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh tim DVI.
“Setelah menerima informasi adanya penemuan jenazah di wilayah Pulau Enggano, kami berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk dilakukan proses identifikasi dan pencocokan dengan data antemortem dari keluarga korban kapal Arupadhatu 1,” ujar Kapolda Banten pada saat Presscon Rabu (23/09).
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer berupa sidik jari, data gigi, dan DNA dari keluarga korban dengan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA oleh Operasi DVI Pusdokkes Polri, jenazah Mr X tersebut secara genetis teridentifikasi sebagai SU yang merupakan ABK kapal Arupadhatu 1 dan salah satu korban hilang kontak saat kapal tersebut melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau,” jelas Irjen Pol Hengki.
Kapolda Banten menyampaikan bahwa hasil identifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencarian dan penanganan para korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Sebelumnya, kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.
Informasi hilangnya kontak dengan kapal tersebut diterima Kapolsek Carita Iptu Supandi pada Selasa, 8 September 2026 pukul 13.55 WIB dari seorang jurnalis Antara Banten. Sejak saat itu, pencarian dilakukan bersama unsur terkait dengan membagi wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor.
Dalam pelaksanaan pencarian hingga hari ke-10, jumlah unsur kapal yang dikerahkan mencapai 24 kapal pada 11 sektor pencarian. Sejumlah benda sempat ditemukan di beberapa lokasi, di antaranya life jacket, pelampung botol, helm plastik, jeriken, terpal, dan galon air.
Sementara itu, Kabasarnas Banten Al Amrad menjelaskan bahwa operasi pencarian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, yakni selama tujuh hari dan kemudian dilakukan perpanjangan selama tiga hari berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
“Secara aturan, pencarian kami terlaksana selama tujuh hari. Setelah tujuh hari, kami lakukan perpanjangan selama tiga hari. Pada pelaksanaan tujuh hari tersebut kami mendapatkan informasi adanya penemuan jenazah pada tanggal 12, kemudian sampai tanggal 14 kami lakukan evaluasi dan kami perpanjang tiga hari,” ujar Al Amrad.
Al Amrad menambahkan, selama pelaksanaan perpanjangan operasi selama tiga hari, tim tidak menemukan tanda-tanda korban lainnya selain sejumlah objek yang sebelumnya telah disampaikan.
“Dari tiga hari pelaksanaan perpanjangan yang kami laksanakan, tidak ada tanda-tanda korban yang kami temukan selain objek-objek yang sudah kami sampaikan pada saat di lapangan. Karena itu, kami melakukan tindak lanjut evakuasi dan penghentian operasi pencarian,” jelasnya.
Terkait jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Al Amrad menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak langsung disampaikan sebagai bagian dari korban kapal Arupadhatu 1 karena masih harus menunggu proses identifikasi secara ilmiah dan pencocokan dengan data keluarga.
“Kenapa tidak disampaikan dari awal? Karena seperti yang tadi disampaikan Kapolda, kita harus menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dengan data keluarga. Setelah proses identifikasi dan pencocokan dilakukan, hasilnya dapat kita sampaikan bersama,” ungkapnya.
Setelah operasi pencarian dihentikan, Basarnas tetap melakukan langkah tindak lanjut melalui koordinasi dengan sejumlah Kantor SAR dan unsur terkait di wilayah yang diperkirakan memiliki keterkaitan dengan area pencarian.
“Hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir, termasuk dengan para nelayan yang ada di sekitar wilayah tersebut,” kata Al Amrad.
Menurutnya, koordinasi dan pemantauan juga masih dilakukan oleh unsur SAR di Bengkulu, termasuk penyisiran di sekitar Pulau Enggano berdasarkan informasi yang diterima.
“Untuk wilayah Bengkulu sampai saat ini teman-teman dari tim gabungan masih melakukan penyisiran dengan informasi-informasi yang kami terima. Tindakan yang saat ini kami lakukan adalah koordinasi, termasuk edukasi kepada instansi terkait, nelayan dan masyarakat yang berada di wilayah pesisir, termasuk di sekitar Pulau Enggano,” ujarnya.
Al Amrad menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut setelah operasi pencarian resmi dihentikan berdasarkan hasil evaluasi dan ketentuan operasi SAR.
Pencarian kapal Arupadhatu 1 melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi dan mencakup wilayah perairan yang luas, mulai dari wilayah Banten, Lampung hingga Bengkulu. Selama pelaksanaan operasi, petugas mengerahkan unsur Alut untuk melakukan penyisiran di sejumlah sektor pencarian.
Polri dan Basarnas juga terus melakukan koordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat pesisir untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan korban maupun objek yang berasal dari kapal Arupadhatu 1.
TANAH GROGOT – Polres Paser menerima kunjungan kerja dan pelaksanaan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kemampuan oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Kaltim AKBP Lugito S,PD, pada Senin (21/09/2026) pukul 13.15 Wita bertempat di Polres Paser.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ps. Kasat Binmas Polres Paser Iptu Darwito, Kanit Bintibsos Sat Binmas Iptu Muh. Tahir, Kanit Bhabinkamtibmas Ipda Arkam Biantoro, 3 personel BA Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Kaltim, BA Sat Binmas Polres Paser serta seluruh personel Bhabinkamtibmas jajaran Polres Paser.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Ps. Kasat Binmas Polres Paser menyampaikan bahwa dalam arahannya, AKBP Lugito S,PD menekankan beberapa hal penting terkait peningkatan kinerja Bhabinkamtibmas.
Adapun hal-hal yang disampaikan meliputi agar adanya peningkatan pelaksanaan kegiatan Door to Door System (DDS) dan sambang serta penyelesaian Problem Solving agar menyesuaikan dengan permasalahan yang terjadi di wilayah binaan.
Selain itu, terkait pelaksanaan kegiatan Bhabinkamtibmas dalam rangka lomba 3 pilar yang selama ini telah berjalan dengan baik, diharapkan ke depan Polres Paser dapat meraih juara sebagai perwakilan Polda Kaltim di tingkat Mabes Polri.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan pelatihan tentang tata cara pengisian data pelaporan Google Form Data BOS V2 agar tepat waktu kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas di wilayah Polres Paser.