Category: Uncategorized

  • Kapolri: Jaga Semangat Hoegeng, Lahirkan Hoegeng-Hoegeng Berikutnya

    Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh anggota Polri terus menjaga semangat keteladanan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Pesan tersebut disampaikan Kapolri setelah menghadiri malam Penganugerahan Hoegeng Awards 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

    “Seluruh anggota Polri harus terus menjaga semangat Hoegeng, merawat institusi yang kita cintai, serta menjadi polisi yang benar-benar dicintai masyarakat,” kata Kapolri.

    Kapolri juga mengajak seluruh jajaran menjadikan semangat Hoegeng sebagai pedoman dalam menjaga integritas dan profesionalisme, baik ketika menjalankan tugas di hadapan masyarakat maupun saat tidak berada dalam pengawasan.

    Menurutnya, anggota Polri harus tetap bekerja sepenuh hati untuk institusi dan masyarakat dalam setiap situasi. Konsistensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

    “Semangat tersebut harus terus kita jaga sebagai obor yang akan melahirkan Hoegeng-Hoegeng berikutnya,” ujar Kapolri.

    Hoegeng Awards 2026 merupakan penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. Tahun ini, sebanyak 9.125 anggota Polri diusulkan masyarakat dalam lima kategori penghargaan.

    Ribuan usulan tersebut kemudian melalui proses verifikasi, seleksi Dewan Pakar, dan uji publik hingga terpilih lima anggota Polri sebagai penerima Hoegeng Awards 2026.

    Kapolri menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar almarhum Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso, Detikcom, Dewan Pakar, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendampingi dan berkontribusi dalam menghadirkan figur-figur polisi berdedikasi, inovatif, dan berintegritas.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi dan berkontribusi dalam menghadirkan sosok-sosok polisi yang memiliki dedikasi, inovasi, dan integritas, baik saat diawasi maupun ketika menjalankan tugas tanpa pengawasan, dengan tetap bekerja sepenuh hati untuk institusi,” tutur Kapolri.

    Kategori Polisi Berdedikasi dianugerahkan kepada Kombes Pol. Eko Budhi Purwono, S.I.K., Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau. Ia dikenal melalui program Green Policing yang memadukan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

    Kategori Polisi Inovatif diberikan kepada Brigadir Polisi Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional Polri. Renita mengembangkan sistem basis data kriminal saat menjalankan Misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah dan menjadi Polwan Indonesia pertama yang menerima penghargaan Women Police of the Year 2023 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Penghargaan Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan diberikan kepada AKP Siti Elminawati, S.H., M.H., dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah. Ia telah mengabdi dalam penanganan perkara perempuan dan anak sejak 2002, termasuk mengawal perlindungan dan pemulihan korban kekerasan.

    Kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman diraih Iptu Motalip Litiloly, Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua. Kedekatannya dengan masyarakat dan tokoh adat membuatnya dipercaya membantu menyelesaikan berbagai konflik melalui dialog serta pendekatan kekeluargaan.

    Sementara itu, penghargaan Polisi Berintegritas diberikan kepada Kombes Pol. Norul Hidayat, S.I.K., Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung. Ia menertibkan praktik pungutan liar, menerapkan transparansi, menolak segala bentuk pemberian, serta memperkuat pendidikan karakter di lingkungan pendidikan kepolisian.

    Keteladanan para peraih Hoegeng Awards 2026 tidak berhenti sebagai capaian personal, tetapi menjadi rujukan nyata bagi seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan kualitas pengabdian, memperbaiki pola kerja, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

    Praktik baik yang ditunjukkan para penerima juga menjadi contoh bahwa pembenahan institusi dapat tumbuh dari sikap dan tindakan setiap personel. Keberanian berinovasi, kepedulian terhadap kelompok rentan, kedekatan dengan masyarakat, serta keteguhan menolak penyimpangan menjadi nilai yang perlu diperkuat di seluruh jajaran.

    Chairman CT Corp Chairul Tanjung menyebut semakin banyak anggota Polri berintegritas yang muncul dan mendapat pengakuan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah personel yang diusulkan publik dalam Hoegeng Awards setiap tahunnya.

    “Semoga Hoegeng Awards dapat menjadi penyemangat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Chairul Tanjung.

    Melalui Hoegeng Awards, semangat keteladanan Jenderal Hoegeng terus dirawat agar hidup dalam sikap, keputusan, dan cara kerja setiap anggota Polri. Nilai tersebut menjadi fondasi untuk menghadirkan polisi yang profesional, berintegritas, dan benar-benar dicintai masyarakat.

  • Jakarta – Kanit 1 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah AKP Siti Elminawati meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (PPA). Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan konsistensinya dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan mengedepankan perspektif korban serta nilai-nilai kemanusiaan.

    Penghargaan diserahkan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7). Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., jajaran pejabat negara, serta tokoh masyarakat.

    AKP Siti Elminawati telah mengabdikan diri di bidang perlindungan perempuan dan anak sejak awal tahun 2000-an. Selama bertugas sebagai penyidik, ia menangani berbagai perkara yang menjadi perhatian publik, di antaranya pengungkapan kasus pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan yang dilakukan oleh 11 pelaku, termasuk seorang kepala desa dan oknum anggota Brimob, serta penanganan kasus perdagangan anak.

    Dalam setiap penanganan perkara, AKP Siti mengedepankan perlindungan terhadap korban dengan memastikan proses hukum berjalan profesional sekaligus memberikan ruang yang aman bagi korban untuk memperoleh keadilan. Dedikasinya mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk lembaga yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Hoegeng Awards merupakan bentuk apresiasi kepada anggota Polri yang menunjukkan dedikasi, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan humanis.

    “Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada anggota Polri yang bekerja dengan hati dan menjadikan perlindungan terhadap masyarakat sebagai prioritas. Dedikasi AKP Siti Elminawati dalam menangani perkara perempuan dan anak menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan keadilan, memberikan rasa aman kepada korban, serta memastikan setiap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berperspektif kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta (31/07).

    Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, inovasi, dan kepedulian tinggi dalam menjalankan tugas. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik, melindungi masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

  • Polisi Tapal Batas dan Pedalaman Hoegeng Awards 2026 Diraih Iptu Motalip Litiloly, Bukti Pengabdian Humanis di Nduga

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Iptu Motalip Litiloly berhasil meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Motalip dalam menjaga keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, melalui pendekatan humanis dan kekeluargaan.

    Iptu Motalip telah bertugas di Nduga sejak 2012, saat Pospol Kenyam mulai dibentuk. Di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan dinamika keamanan yang kompleks, ia memilih mengedepankan pendekatan persuasif dengan mendatangi rumah-rumah warga, berdialog, hingga mengajak masyarakat berkumpul di pos polisi untuk membangun komunikasi dan kepercayaan.

    Pendekatan tersebut perlahan mengubah hubungan antara polisi dan masyarakat. Sosok Motalip kini dikenal luas oleh warga Nduga dengan panggilan akrab “Pak Salib”, sebagai bentuk penghormatan atas kedekatan dan pengabdiannya kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

    Selama bertugas, Iptu Motalip juga berulang kali hadir di tengah konflik antarkelompok masyarakat untuk mendorong perdamaian. Keberaniannya turun langsung ke lokasi konflik, serta konsistensinya menjalin komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, menjadikan dirinya sebagai sosok yang dipercaya dan dihormati oleh berbagai kalangan di Nduga.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, penghargaan Hoegeng Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap anggota Polri yang menunjukkan keteladanan, integritas, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

    “Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan keteladanan anggota Polri yang bekerja dengan hati, mengedepankan pendekatan kemanusiaan, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, termasuk di wilayah tapal batas dan pedalaman. Sosok Iptu Motalip Litiloly menunjukkan bahwa kehadiran Polri dapat diterima melalui kepercayaan, kepedulian, dan pelayanan yang tulus,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

    Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, inovasi, dan kepedulian tinggi dalam menjalankan tugasnya. Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah terpencil, perbatasan, dan pedalaman.

  • Brigadir Renita Rismayanti Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Inovatif Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal Misi PBB

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Renita Rismayanti meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif atas kontribusinya menghadirkan inovasi digitalisasi pendataan kriminal saat bertugas sebagai personel United Nations Police (UNPOL) dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

    Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7). Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., jajaran pejabat negara, serta tokoh masyarakat.

    Brigadir Renita menjalankan penugasan dalam misi MINUSCA pada 2023–2024 sebagai Crime Database Officer. Dalam penugasannya, ia melihat proses pendataan tindak pidana di Republik Afrika Tengah masih dilakukan secara manual. Melalui inovasi yang dikembangkannya, sistem pendataan kemudian dimigrasikan ke platform digital sehingga pencatatan kasus kriminal menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan terhubung langsung dengan Markas UNPOL.

    Atas inovasi tersebut, Brigadir Renita memperoleh apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data kriminal dalam mendukung pelaksanaan misi perdamaian internasional.

    Hoegeng Awards merupakan bentuk penghargaan kepada anggota Polri yang mampu menghadirkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Dalam keterangannya, Brigadir Renita Rismayanti mengaku tantangan terbesar saat menjalankan misi di Republik Afrika Tengah adalah kondisi negara yang masih dilanda konflik serta sistem pendataan kriminal yang masih dilakukan secara manual.

    “Sebagai officer di unit database kriminal, pekerjaan saya sehari-hari melakukan registrasi seluruh tindak pidana kriminal yang ada di negara tersebut. Saat melihat proses pendataan masih manual, saya berupaya melakukan migrasi data ke sistem digital agar lebih efektif dan dapat terhubung langsung dengan Markas UNPOL,” ujar Brigadir Renita Rismayanti.

    Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, inovasi, dan kepedulian tinggi dalam menjalankan tugas. Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.

  • Kombes Pol Eko Budhi Purwono Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Berdedikasi Lewat Program Green Policing

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau Kombes Pol. Eko Budhi Purwono meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam mengimplementasikan program Green Policing, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

    Penghargaan diserahkan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7). Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Chairman CT Corp Chairul Tanjung, jajaran pejabat negara, serta tokoh masyarakat.

    Kombes Eko Budhi dikenal sebagai pelaksana utama program Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan. Melalui program tersebut, ia mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan ketertiban sosial yang berkelanjutan.

    Berbagai kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, hingga penguatan partisipasi publik menjadi bagian dari implementasi Green Policing. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

    Hoegeng Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap anggota Polri yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Kombes Pol. Eko Budhi Purwono menyampaikan bahwa keberhasilan Green Policing merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

    “Green Policing lahir dari semangat kebersamaan. Tujuan kami bukan hanya menghijaukan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar menjadi bagian dari solusi dalam menjaga alam dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Kombes Pol. Eko Budhi Purwono.

    Hoegeng Awards menjadi ajang penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, inovasi, dan kepedulian tinggi dalam menjalankan tugas. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

  • Kompolnas Umumkan Nominasi Kompolnas Awards 2026, Apresiasi Kinerja dan Dedikasi Personel Polri

    Kompolnas Umumkan Nominasi Kompolnas Awards 2026, Apresiasi Kinerja dan Dedikasi Personel Polri

    Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) secara resmi mengumumkan daftar nominasi Kompolnas Awards 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada satuan kerja dan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menunjukkan kinerja unggul, inovasi, integritas, serta dedikasi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Pelaksana Kompolnas Awards 2026, Irjen Pol. (Purn.) Ida Oetari Poernamasasi, mengatakan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian para nominator, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di seluruh Indonesia.

    “Harapannya, Kompolnas Awards dapat memotivasi satuan kerja lainnya melalui penerapan berbagai praktik terbaik sehingga seluruh jajaran Polri dapat terus meningkatkan kualitas kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ida Oetari di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

    Menurut Ida, salah satu karakteristik utama dalam penilaian Kompolnas Awards adalah respons satuan kerja terhadap pengaduan masyarakat yang diterima Kompolnas, termasuk kecepatan dan kualitas tindak lanjut yang diberikan.

    Selain itu, Kompolnas juga akan melaksanakan proses verifikasi dan visitasi lapangan terhadap para nominator untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan dengan kondisi di lapangan.

    “Kami ingin memastikan bahwa seluruh data yang dinilai pada tahap awal benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Oleh karena itu, tim juri akan melakukan visitasi secara langsung kepada para nominator terbaik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, penilaian dalam Kompolnas Awards 2026 mengacu pada lima indikator utama atau 5P, yakni Prosperity, Planet, People, Partnership, dan Peace. Kelima indikator tersebut menjadi landasan dalam menilai kinerja, inovasi, integritas, serta dampak yang dihasilkan oleh setiap peserta.

    Pada tahun ini, Kompolnas Awards menghadirkan 15 kategori yang terbagi ke dalam kategori satuan kerja dan kategori perseorangan.

    Pada kategori Satker Mabes Polri, nominasi diberikan kepada Densus 88 Antiteror Polri, Pusat Identifikasi Bareskrim Polri, Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Diklat Reserse Lemdiklat Polri, serta Pasukan Gegana Korps Brimob Polri.

    Untuk kategori Polda, nominasi diberikan kepada Polda Kalimantan Timur, Polda Lampung, Polda Kepulauan Riau, Polda Sumatera Selatan, dan Polda Kalimantan Tengah.

    Kategori Polres Kelompok A diisi oleh Polres Sumedang, Polres Kutai Barat, Polres Tanah Laut, Polres Klungkung, dan Polres Banjar.

    Kategori Polres Kelompok B meliputi Polres Bantul, Polres Kotawaringin Barat, Polres Kolaka, Polres Gorontalo, dan Polres Kupang.

    Sementara itu, kategori Polres Kelompok C terdiri atas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Polrestabes Semarang, Polresta Balikpapan, Polresta Mataram, dan Polresta Malang Kota.

    Pada kategori Polsek Urban/Metro, nominasi diberikan kepada Polsek Medan Barat, Polsek Pesanggrahan, Polsek Banguntapan, Polsek Biringkanaya, dan Polsek Tanah Sereal.

    Adapun kategori Polsek Rural/Pra-Rural diisi oleh Polsek Meral, Polsek Taniwel, Polsek Arso Timur, Polsek Metro Pusat, dan Polsek Girimulyo.

    Pada kategori perseorangan, Kategori People terdiri atas Brigpol Lidya Afrila Anisa dari Polda Kalimantan Tengah, Aipda Lalu Satya Mandayan Kurnia dari Polda Nusa Tenggara Barat, serta Bripka Khairi dari Polda Riau. Untuk nominasi Planet diberikan kepada Aiptu Eko Yulianto dari Polda Banten, Aiptu Mulia Raja dari Polda Sumatera Barat, serta Dillia Rika Sari dari Polda Jawa Tengah.

    Sedangkan Kategori Prosperity diisi oleh Bripka Sony Ikhwandi dari Polda Nusa Tenggara Barat dan Adi Qory Kurniawan dari Polda Jawa Tengah. Sementara itu, kategori Peace diisi oleh Aiptu Mawardi dari Polda Metro Jaya, Aipda Arjunif dari Polda Jambi, serta Tamarani Panjaitan dari Polda Jambi. Kategori Partnership meliputi Henry Bona Sinaga dari Polda Sumatera Utara, Agus Kurniawan dari Polda Jawa Tengah, serta Yogi Friatno Setiawan dari Polda Kalimantan Tengah. Lalu pada kategori Peacekeeper, nominasi diberikan kepada Brigpol Tiara Nissa Zulbida dari Divisi Hubungan Internasional Polri.

    Sementara itu, kategori Satgas Wilayah Konflik diberikan kepada Iptu Suratman selaku Kasubsatgas TIK Satgas Bantuan Polda Papua, Bripda Isak S. Kafiar dari Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Polda Papua, serta Bharaka I Ketut Martina dari Satgas Tindak Korps Brimob Polri.

    Ida menegaskan bahwa seluruh nominator telah melewati proses seleksi yang panjang dan ketat dengan melibatkan unsur Kompolnas, Mabes Polri, akademisi, tokoh masyarakat, dan media.

    “Kompolnas Awards bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga merupakan upaya bersama untuk membangun budaya profesionalisme, transparansi, dan inovasi di lingkungan Polri. Kami berharap seluruh nominator dapat menjadi inspirasi bagi anggota lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.

  • Penutupan E-Sport Kapolda Kaltim Cup Road to Kapolri Cup 2026 Berlangsung Aman dan Lancar

    Samarinda – Turnamen E-Sport Kapolda Kalimantan Timur Cup Road to Kapolri Cup 2026 resmi ditutup pada Kamis (30/7/2026) pukul 17.00 WITA di Gedung Rapat Utama Lantai I Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

    Kegiatan penutupan dipimpin oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol. Hendri Umar, S.I.K., M.H., dan dihadiri sejumlah pejabat Polda Kaltim, jajaran Polresta Samarinda, serta perwakilan pengurus Indonesia Esports Association (IESPA) Kalimantan Timur.

    Pada kesempatan tersebut diumumkan para pemenang Turnamen E-Sport Kapolda Kaltim Cup Road to Kapolri Cup 2026. Tim Buku Harian dari Polres Berau berhasil keluar sebagai Juara I, disusul Tim 338 dari Polresta Samarinda sebagai Juara II, dan Tim OFA Royal E-Sport dari Polres Penajam Paser Utara sebagai Juara III.

    Usai penetapan pemenang, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para finalis yang diserahkan secara langsung oleh Kapolresta Samarinda sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan sportivitas yang telah ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.

    Dalam sambutannya, Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendri Umar, S.I.K., M.H. mengapresiasi seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, e-sport merupakan wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta membangun karakter yang disiplin, sportif, dan berprestasi.

    Kapolresta juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada seluruh peserta dan masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan dunia digital secara bijak, menjauhi penyalahgunaan narkoba, perjudian online, penyebaran hoaks, serta segala bentuk pelanggaran hukum. Selain itu, para atlet e-sport diharapkan mampu menjadi teladan dengan menjunjung tinggi sportivitas, etika dalam bermedia sosial, serta turut berperan aktif menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    Turnamen E-Sport Kapolda Kaltim Cup Road to Kapolri Cup 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga bertujuan sebagai wadah pembinaan, pengembangan potensi, serta penjaringan atlet e-sport terbaik di Kalimantan Timur yang akan mewakili Polda Kalimantan Timur pada ajang Kapolri Cup 2026. Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Tim Buku Harian dari Polres Berau berhak menjadi wakil Polda Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional tersebut.

    Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai rencana, aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 18.00 WITA. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara Polri, komunitas e-sport, dan masyarakat, sekaligus memperkuat citra positif Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang kompetitif, edukatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

  • Ops Antik Mahakam 2026: Ditresnarkoba Polda Kaltim Ungkap TPPU Bandar Narkotika di Paser, Sita Aset Bernilai Miliaran Rupiah

    SIARAN PERS*

    Balikpapan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur kembali mencatatkan keberhasilan dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026 dengan mengungkap perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari tindak pidana narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan seorang pria berinisial *
    MYF sebagai tersangka dan menyita sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan peredaran gelap narkotika.

    Pengungkapan perkara ini merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap tersangka MYF yang diduga berperan sebagai bandar narkotika di wilayah Muara Komam, Kabupaten Paser. Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga telah menjalankan aktivitas peredaran narkotika sejak tahun 2023 dan menjadikan wilayah Muara Komam sebagai lokasi operasionalnya.

    Dalam proses penyidikan, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang berlokasi di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dari lokasi tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana asal maupun tindak pidana pencucian uang.

    Barang bukti yang berhasil disita meliputi uang tunai sebesar Rp1 miliar yang diduga merupakan hasil tindak pidana narkotika, satu unit Toyota Hilux, *satu unit Toyota Fortuner, dokumen kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 13 hektare, sertifikat hak milik, satu paket diduga narkotika jenis sabu seberat bruto 1,49 gram, narkotika jenis ekstasi dengan berat bruto 2,17 gram, satu unit timbangan digital, serta satu bundel plastik klip bening yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga menjalankan peredaran narkotika dengan omzet penjualan sabu berkisar 1 hingga 1,5 kilogram setiap bulan. Dalam menjalankan aktivitasnya, tersangka diduga menggunakan rekening pribadi maupun rekening milik pihak lain sebagai sarana transaksi keuangan guna menyamarkan asal-usul hasil kejahatan.

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur selanjutnya melakukan penelusuran aliran dana dan aset yang diduga berasal dari tindak pidana narkotika sebagai bagian dari upaya penerapan pendekatan follow the money dalam pemberantasan kejahatan narkotika. Langkah tersebut bertujuan tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga merampas keuntungan ekonomi yang diperoleh dari hasil kejahatan sehingga dapat memutus mata rantai pendanaan jaringan narkotika.

    Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 137 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, atau Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, menegaskan bahwa pengungkapan perkara TPPU merupakan strategi penting dalam pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika.

    “Pemberantasan narkotika tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga harus menyasar seluruh aset yang berasal dari hasil kejahatan. Melalui penerapan tindak pidana pencucian uang, kami berupaya memiskinkan para pelaku sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan untuk membiayai jaringan peredaran narkotika. Kami akan terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri aset maupun pihak-pihak lain yang diduga terlibat,” tegas Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu.

    Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri aset lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana narkotika maupun pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

    Humas Polda Kalimantan Timur

  • Dalam Forum Internasional, Prof. Yusril dan Wakapolri Serukan Penguatan Kerangka Hukum Global untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari TPPO

    Semarang – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. tampil sebagai Pembicara Utama (Keynote Speaker) pada Legal International Conference and Studies (LICS) ke-9 dan Call for Paper bertema “Strengthening the Legal Framework for Combating Human Trafficking and Enhancing the Protection of Women and Children” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Kamis (30/7/2026).

    Konferensi internasional tersebut diikuti akademisi, peneliti, praktisi hukum, serta pembuat kebijakan dari 18 negara, antara lain Hanoi Law University (Vietnam), Istanbul University (Turki), UNICAF University (Siprus), Al-Azhar University (Mesir), Nagoya University (Jepang), Ibn Zohr University (Maroko), Thammasat University (Thailand), Applied Science Private University (Yordania), Comillas Pontifical University (Spanyol), University of Sydney (Australia), bersama sivitas akademika UNISSULA.

    Sebagai Pembicara Utama, Prof. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan materi “Melampaui Ancaman Pidana: Membangun Sistem Hukum yang Memutus Rantai Perdagangan Orang.” Ia menegaskan bahwa pemberantasan TPPO harus dibangun melalui sistem hukum yang terintegrasi, tidak hanya bertumpu pada pemidanaan pelaku, tetapi juga mengedepankan pencegahan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama lintas negara.

    “Kita harus melampaui ancaman pidana. Yang harus dibangun adalah sistem hukum yang mampu memutus mata rantai perdagangan orang, mulai dari pencegahan, perlindungan korban, hingga penindakan terhadap seluruh jaringan pelaku,” ujar Prof. Yusril.

    Pada kesempatan yang sama, Wakapolri menyampaikan pidato keynote speaker melalui tayangan yang diperdengarkan kepada seluruh peserta konferensi. Dalam paparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perdagangan orang telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang memanfaatkan ekosistem digital sehingga membutuhkan transformasi penegakan hukum yang adaptif.

    “Perkembangan teknologi telah memperluas modus operandi perdagangan orang. Karena itu, penguatan kerangka hukum harus diikuti transformasi cara kerja aparat penegak hukum, penguatan kerja sama internasional, dan perlindungan korban yang lebih komprehensif,” kata Wakapolri.

    Wakapolri menjelaskan bahwa Polri mengimplementasikan penguatan pemberantasan TPPO melalui empat strategi utama, yakni menerapkan pendekatan victim-centric dalam penanganan perkara, memperkuat Direktorat dan Satuan PPA-PPO di seluruh tingkatan, meningkatkan kapasitas penyidik melalui digital forensic dan Scientific Crime Investigation, serta memperluas kerja sama internasional. Hingga saat ini, Polri telah menjalin 14 perjanjian kerja sama dengan kepolisian, kementerian, dan lembaga di dalam maupun luar negeri dalam penanganan TPPO.

    Rektor UNISSULA Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.Hum. mengatakan konferensi ini menjadi wadah kolaborasi global untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan hukum internasional.

    “Partisipasi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara akan memperkaya pertukaran perspektif, memperkuat kerja sama internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum dan kebijakan publik yang berkeadilan,” ujar Prof. Gunarto.

    Konferensi ini menegaskan komitmen bersama pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan komunitas internasional untuk memperkuat kerangka hukum global dalam pemberantasan perdagangan orang serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Sinergi pemikiran yang disampaikan Prof. Yusril mengenai penguatan sistem hukum dan strategi implementatif yang dipaparkan Wakapolri menjadi bagian penting dalam memperkuat respons Indonesia terhadap kejahatan perdagangan orang yang semakin kompleks dan bersifat lintas negara.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!