BALIKPAPAN – Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, Polwan Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melaksanakan kegiatan sosial Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim Berbagi di Kantor Kelurahan Sepinggan Baru, Kota Balikpapan, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh Polwan dari Ditpolair, Dit Tahti, serta SPKT Polda Kaltim bersama Bhayangkari dari masing-masing satuan kerja.
Dalam kegiatan tersebut, Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim menyalurkan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk paket bantuan sosial. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar Polda Kaltim terhadap masyarakat, sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan berbagi tersebut turut diikuti oleh personel Polwan dan Bhayangkari dari Ditpolair, Dit Tahti, dan SPKT Polda Kaltim. Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan perhatian dan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim menunjukkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus ditumbuhkan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Bhayangkari menggelar Seminar Harmoni Keluarga bersama dr. Aisha Dahlan, CM.NLP., CCHt., serta Seminar Perencanaan Keuangan bersama Ligwina Hananto, Kamis (1/10/26).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Balikpapan dan diikuti oleh jajaran Bhayangkari serta peserta secara daring dari berbagai wilayah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Kaltim , Irjen. Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.Fe., C.Fr.A., M.H., beserta Ketua Bhayangkari daerah Kalimantan Timur, Ny. Natasha Endar , para PJU Polda Kaltim, dan Para Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur.
Seminar Harmoni Keluarga menghadirkan dr. Aisha Dahlan, CM.NLP., CCHt., yang memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat, menjaga keharmonisan hubungan dalam keluarga, serta menciptakan lingkungan keluarga yang positif dan saling mendukung.
Selain itu, seminar perencanaan keuangan bersama Ligwina Hananto memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab. Literasi keuangan dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga di tengah berbagai kebutuhan kehidupan.
Peringatan HKGB ke-74 tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Bhayangkari, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas serta wawasan para anggota Bhayangkari dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan inspirasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam membangun komunikasi keluarga yang harmonis maupun mengelola keuangan secara lebih terencana.
Seminar ini sekaligus menjadi wujud komitmen Bhayangkari untuk terus mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
JAKARTA – Polri melepas Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA yang akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah. Sebanyak 140 personel yang terdiri dari 114 polisi laki-laki (Polki) dan 26 polisi wanita (Polwan) akan bertugas selama 12 bulan di Bangui.
Pelepasan kontingen dilaksanakan di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kontingen FPU 8 MINUSCA rencananya diberangkatkan pada 10 Oktober 2026 untuk menjalankan rotasi dengan FPU 7 yang telah menyelesaikan masa tugas selama 12 bulan.
Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko mengatakan, personel FPU 8 akan menjalankan tugas utama dalam perlindungan masyarakat sipil atau protection of civilians, sekaligus membantu menjaga stabilitas keamanan dan politik di Bangui.
“Fokusnya tentu saja menjadi tugas utama mereka untuk protection civilian, menjaga stabilitas keamanan politik di Bangui, yang saat ini masih belum stabil,” ujar Untung, Kamis (1/10/2026).
Menurut Untung, kondisi keamanan di Bangui masih menghadapi dinamika politik dan perkembangan situasi yang cukup tinggi. Dalam menjalankan tugasnya, personel Polri akan bergabung dengan FPU dari negara-negara lain di bawah misi perdamaian PBB.
“Kita harapkan semua dapat dilaksanakan oleh FPU 8 dengan baik. Berangkat 140 dan kembali 140, amin,” katanya.
Sebelum menjalankan penugasan, seluruh personel telah menjalani persiapan dan pelatihan praoperasi selama tujuh bulan di Pusmis Polri, Serpong. Dansatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol. Alex F.L. Tobing mengatakan, tahapan keberangkatan akan diawali oleh 14 personel tim advance yang dipimpinnya bersama staf pada 3 Oktober 2026.
Tim tersebut akan berangkat lebih dahulu ke Bangui untuk melaksanakan serah terima serta melakukan koordinasi dan komunikasi awal dengan berbagai komponen di daerah misi. Selanjutnya, 126 personel main body akan menyusul sekitar satu pekan kemudian untuk melakukan rotasi secara penuh dengan FPU 7.
“Kami berharap doa dan restu dari seluruh masyarakat Indonesia. Kami 140 personel dapat mewakili Polri, melaksanakan penugasan di misi internasional dan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Alex.
Untung menambahkan, penugasan FPU 8 MINUSCA menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung keamanan dan perdamaian dunia. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara kontributor terbesar kelima untuk pasukan perdamaian PBB.
“Semoga bisa memberikan insight bahwa kami, Polri, memberikan kontribusi pada situasi keamanan dan perdamaian dunia,” tuturnya.
Jakarta, 30 September 2026 — Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel dengan mengintegrasikan TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem SDM yang lebih utuh, objektif, dan mampu melihat potensi sekaligus integritas personel.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. bersama Pendiri ESQ Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan integritas dalam pembinaan SDM, termasuk pada jenjang Perwira Tinggi (Pati) Polri.
Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil Assessment Center terhadap 100 Pati Polri, dengan 96 Pati mengikuti assessment. Proses penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi, pengalaman, kinerja, serta rekam jejak personel.
Hasil pemetaan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang bersifat menghakimi, melainkan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan ruang pengembangan pada sejumlah kompetensi kepemimpinan. Beberapa area yang menjadi perhatian untuk terus diperkuat antara lain integritas, komitmen terhadap organisasi, perencanaan dan pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, serta pengawasan.
Wakapolri menegaskan bahwa hasil assessment tidak boleh dibaca secara terpisah. Gambaran seorang personel harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari kompetensi, kinerja, perjalanan karier, rekam jejak, pemetaan psikologi, hingga catatan integritas.
“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” jelas Dedi.
Menurutnya, assessment juga harus menjadi ruang feedback agar setiap pemimpin dapat memahami kekuatan yang dimiliki sekaligus area yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Penguatan SDM tidak baru dimulai ketika seseorang menjadi Pati. Polri ingin proses tersebut dibangun sejak personel berada di lembaga pendidikan, termasuk sejak Akademi Kepolisian (Akpol).
“Negara-negara maju mempersiapkan calon pemimpinnya sejak proses pendidikan. Karena itu, pembenahan sistem pendidikan menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Dedi.
Pendidikan Polri ke depan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan hafalan, tetapi juga membangun karakter, integritas, cara berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan menghadapi perubahan.
Kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Dosen, instruktur, dan pengajar perlu memiliki kompetensi sekaligus kemampuan membentuk karakter peserta didik.
Ary Ginanjar menjelaskan tiga unsur penting dalam pendidikan, yaitu message, method, dan messenger.
“Dari sisi message, substansi sudah baik. Method perlu dikembangkan agar pendidikan tidak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga afektif. Sedangkan messenger atau tenaga pendidik harus mampu menyampaikan materi yang membentuk karakter dan integritas peserta didik,” kata Ary.
TalentDNA untuk Mengenali Potensi Sejak Dini
Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan hasil pemetaan TalentDNA terhadap 282 Taruna Akpol.
Pemetaan ini digunakan untuk melihat potensi, karakter, kekuatan, dan area pengembangan masing-masing taruna secara lebih terukur.
Hasil tersebut dapat dipadukan dengan data pendidikan, prestasi, kinerja, assessment, rekam jejak, dan pengembangan kompetensi. Dengan begitu, pengembangan personel dapat dilakukan lebih personal sesuai potensi dan kebutuhannya.
ESQ mendorong pendekatan talent-based personalization, yaitu pengembangan pendidikan dan karier yang tidak menggunakan pola yang sama untuk semua orang.
“Setiap anggota memiliki nilai dan potensi masing-masing. Karena itu, pengembangan talenta perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan individu,” ujar Ary.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu Polri menyiapkan calon pemimpin sejak dini sekaligus memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
Penguatan sistem penilaian dilakukan secara berkelanjutan, baik terhadap taruna Akpol maupun Pati Polri. Setiap proses diarahkan untuk menggunakan indikator yang jelas, data yang relevan, serta metode assessment yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kerangka tersebut, AI dapat membantu menganalisis berbagai data secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi ini dapat digunakan untuk menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta menyajikan informasi pendukung bagi pimpinan.
Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu analisis, bukan pengambil keputusan. Keputusan pembinaan dan karier tetap berada pada kewenangan pimpinan melalui proses yang mempertimbangkan aspek profesionalitas, kepemimpinan, integritas, kebutuhan organisasi, serta ketentuan yang berlaku.
Polri juga tengah mendorong optimalisasi Satu Data Polri dan e-Kandidat dalam pembinaan SDM.
Berbagai informasi seperti TalentDNA, kompetensi, prestasi, kinerja, hasil assessment, rekam jejak pendidikan dan penugasan, data psikologi, catatan integritas, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta riwayat pengembangan karier dapat diolah menjadi gambaran yang lebih lengkap mengenai seorang personel.
ESQ mengusulkan pilot project pemanfaatan Agentic AI untuk membantu mengolah data tersebut.
AI dapat membantu menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, dan menyajikan informasi yang relevan bagi pimpinan.
Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan.
“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” kata Dedi.
Karena itu, pengembangan sistem juga akan memperhatikan keamanan data, hak akses, akurasi informasi, serta etika penggunaan teknologi.
Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang. Apa yang dibangun sejak pendidikan akan menentukan kualitas kepemimpinan Polri di masa depan.
“Kalau kita ingin membangun organisasi untuk 20 sampai 30 tahun ke depan, fondasinya harus disiapkan sejak sekarang. Pendidikan, pembinaan SDM, integritas, dan kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang organisasi,” kata Dedi.
MoU Polri–ESQ Jadi Landasan Kerja Sama
Penguatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan ESQ yang telah dibuat.
Melalui kerja sama tersebut, ESQ siap mendukung Polri dalam pengembangan SDM, mulai dari pendidikan, pemetaan talenta, pengembangan kepemimpinan, pembinaan karakter dan integritas, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk mendampingi Polri, khususnya dalam pengembangan SDM. Dukungan ESQ ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dibuat. Kami siap mendukung Polri dalam membangun SDM yang adaptif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas,” ujar Ary.
Ke depan, Polri dan ESQ akan mendalami sejumlah program, termasuk pilot project integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, pengembangan TalentDNA, penyusunan Leadership Passport, evaluasi Assessment Center, serta penguatan sistem pendidikan berbasis talenta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM yang berintegritas, profesional, adaptif, dan siap menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan Polri di masa depan.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui patroli terpadu lintas instansi di wilayah Kabupaten Berau. Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus bersama personel BKO Polres Berau, BKO Polda Kaltim, Manggala Agni, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V, dan KPHP Berau Utara melaksanakan patroli siaga Zona I Karhutla.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dipusatkan di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.
Sebelum melaksanakan patroli, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing terkait tata cara penanganan Karhutla. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menyamakan langkah dan memastikan setiap unsur memahami prosedur penanganan di lapangan.
Sekitar pukul 09.30 WITA, tim gabungan kemudian bergerak melaksanakan patroli menuju sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pemantauan terhadap titik hotspot yang terdeteksi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Patroli gabungan tersebut melibatkan personel Polri, KPHP Berau Utara sebanyak delapan personel, Manggala Agni tiga personel, serta tiga personel BWS Kalimantan V. Dari unsur Polri, kegiatan diikuti Brigpol M. Jeffry, Bripda Refaldo, dan Bripda Afdal Abang Sya.
Dalam pelaksanaan patroli, tim menemukan satu titik hotspot di kawasan lahan APL Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur. Berdasarkan hasil pemantauan tim Posko Siaga Karhutla, titik panas tersebut berada pada kategori medium.
Temuan hotspot tersebut menjadi perhatian tim gabungan untuk dilakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Patroli terpadu juga menjadi bagian dari upaya memastikan potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin sehingga tidak berkembang dan meluas.
Sinergi antara Polri, Manggala Agni, KPHP Berau Utara, BWS Kalimantan V, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi munculnya titik panas.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Patroli dan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap munculnya titik api baru.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur meningkatkan kegiatan patroli dialogis sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Balikpapan, Selasa (29/9/2026).
Patroli yang dilaksanakan dengan mobilitas tinggi tersebut menyasar kawasan permukiman warga di Gunung Pipa dan Perumahan Bangun Reksa. Kegiatan dipimpin Bripka Bayu Teguh bersama empat personel, yakni Briptu Emir, Briptu M. Batistuta, Bripda Tazidi Dhafin F, dan Bharaka Sutrisno.
Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga berdialog langsung dengan masyarakat dan petugas keamanan di kawasan yang menjadi sasaran patroli. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi keamanan lingkungan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat.
“Kehadiran personel Brimob di kawasan pemukiman warga dan kompleks perumahan adalah bentuk tindakan preventif untuk mencegah niat maupun kesempatan terjadinya tindak kejahatan. Kami terus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan tempat tinggalnya serta senantiasa mengutamakan keselamatan saat beraktivitas maupun berkendara,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, personel menyambangi warga di kawasan Gunung Pipa, salah satunya Sdr. Supardi. Dialog juga dilakukan dengan petugas keamanan Perumahan Bangun Reksa, Sdr. Agus, sekaligus memberikan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di lingkungan sekitar.
Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan patroli dialogis.
“Personel di lapangan mengingatkan warga dan petugas security untuk selalu waspada serta segera melaporkan ke dinas Brimob atau kepolisian terdekat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban,” jelasnya.
Patroli dialogis tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kemitraan antara personel kepolisian dengan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang aktif, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Seluruh rangkaian kegiatan patroli berlangsung aman dan lancar. Berdasarkan hasil pemantauan personel di lapangan, situasi kamtibmas di kawasan Gunung Pipa dan Perumahan Bangun Reksa terpantau aman dan kondusif.
Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Kali ini, semak belukar dan lahan kosong di RT 003, Kelurahan Pemedas, terbakar sejak Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Api yang membakar lahan seluas sekitar 2 hektare tersebut langsung mendapat penanganan. Personel Polsek Samboja bersama petugas Damkar Samboja bergerak ke lokasi untuk mencegah kobaran api meluas.
Sebanyak 2 personel Polsek Samboja dan 6 petugas Damkar dikerahkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam. Petugas melakukan penyemprotan, pembasahan hingga pendinginan di area yang terbakar.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 03.00 WITA, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan penanganan dilakukan segera setelah titik api diketahui. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 3 kilometer dari Mako Polsek Samboja.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga melakukan dokumentasi dan pemeriksaan di lokasi guna memastikan sumber awal munculnya api.
Polsek Samboja mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering dan rawan terjadinya kebakaran lahan. Penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah api menjalar dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun masyarakat.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polisi Wanita (Polwan) dan Bhayangkari Ditlantas Polda Kalimantan Timur melalui kegiatan berbagi sembako kepada warga Kelurahan Manggar, Balikpapan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA tersebut dilaksanakan di Jalan Perum Batakan Mas RT 25, Kelurahan Manggar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Daerah Kaltim Berbagi sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Bhayangkari Ditlantas Polda Kaltim, yakni Ny. Ike Nur Kholis, Ny. Marshela Anggara, dan Ny. Rangga. Turut hadir personel Polwan Ditlantas Polda Kaltim, Ipda Saskia W. BP, S.Kom., M.A.P., Brigpol Octharia Surahmin, Briptu Nur Adiyanti K., Briptu Adivia Eka Pratama, Bripda Rusmaida Ginting, serta Bhabinkamtibmas Aipda Edy Wahyudi.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat Kelurahan Manggar. Sebanyak 100 paket bantuan dari Ibu Kapolda Kaltim berupa gula pasir masing-masing seberat 2 kilogram dibagikan kepada warga.
Selain itu, sebanyak 100 paket bantuan serupa dari Ibu Dirlantas Polda Kaltim juga disalurkan kepada masyarakat. Secara keseluruhan, terdapat 200 paket bantuan dengan total 400 kilogram gula pasir yang diberikan kepada warga penerima manfaat.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Polwan serta Bhayangkari terhadap masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan berbagi ini, Polwan dan Bhayangkari Ditlantas Polda Kaltim berupaya menghadirkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., menerima audiensi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur di ruang kerja Kapolda Kaltim, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergitas antara Polri dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Kaltim didampingi Karo Ops, Dir Intelkam, serta Kabid Humas Polda Kaltim. Kedatangan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kaltim bersama rombongan disambut hangat oleh jajaran Polda Kaltim.
Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi serta kerja sama Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kalimantan Timur.
Menurutnya, kolaborasi antara Kepolisian dan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sikap saling menghormati dinilai penting untuk mempertahankan suasana kehidupan sosial yang harmonis di Kalimantan Timur.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, situasi kamtibmas di Kalimantan Timur dapat terus terjaga,” ujar Kapolda Kaltim.
Irjen Pol. Endar menambahkan, kegiatan silaturahmi dan audiensi seperti ini menjadi ruang positif untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini, harapannya kedekatan Polri dengan seluruh elemen masyarakat semakin erat, sehingga kepercayaan dan kecintaan masyarakat kepada Polri juga semakin kuat,” tuturnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat sinergitas antara Polda Kaltim dan Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kaltim
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Kubar Barong Tongkok terus menunjukkan dukungannya terhadap sektor pertanian masyarakat melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan lahan petani binaan, Senin (28/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian di wilayah Kecamatan Linggang Bigung. Petugas menyambangi lahan jagung milik petani binaan, Suharto, yang berada di Kampung Linggang Bigung RT 002, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Ps. Kanit Binmas Polsek Barong Tongkok Aipda Desti Ambarura bersama Banit SPKT Briptu Andi Riski A.S. melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi tanaman. Selain melihat perkembangan tanaman, personel juga berkomunikasi dengan petani untuk mengetahui proses perawatan yang selama ini dilakukan.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang telah memasuki usia sekitar 45 hari tumbuh dengan kondisi baik. Tinggi tanaman rata-rata telah mencapai kurang lebih dua meter.
Petani secara rutin melakukan perawatan untuk mempertahankan kondisi tanaman, terutama menghadapi musim kemarau dengan curah hujan yang relatif rendah. Penyiraman dilakukan secara berkala pada sore hari untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Perawatan juga dilengkapi dengan pemupukan serta pemangkasan bagian daun tertentu guna menunjang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan potensi hasil produksi ketika memasuki masa panen.
Lahan yang dikelola petani tersebut memiliki luas sekitar 1,5 hektare. Apabila perkembangan tanaman berjalan sesuai perkiraan, jagung diprediksi dapat dipanen sekitar dua minggu mendatang.
Selain memberikan pendampingan, personel Polsek Barong Tongkok turut menyampaikan imbauan kepada petani agar selalu memperhatikan aspek keamanan lingkungan dalam mengelola lahan. Petani diingatkan untuk tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan motivasi kepada para petani, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca kering.
Polsek Barong Tongkok berkomitmen melanjutkan pemantauan secara berkala terhadap petani binaan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kutai Barat.