Blog

  • Patroli Beat Sat Samapta Polresta Samarinda Respons Cepat Laporan Kebakaran Lahan di Lempake

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polresta Samarinda dalam menindaklanjuti informasi masyarakat terkait kebakaran lahan. Personel Patroli Beat Sat Samapta bergerak ke lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran lahan di kawasan Talang Sari, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (22/9/26).

    Informasi tersebut diterima melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 12.00 WITA. Tanpa menunggu lama, personel Patroli Beat 03 Regu 02 Sat Samapta langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan situasi di lapangan.

    Sesampainya di Jalan Talang Sari, petugas mendapati adanya kebakaran yang melanda area lahan kurang lebih 1,5 hektare. Kondisi medan dan akses menuju titik api yang cukup sulit menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.

    Untuk mempercepat penanganan, personel Sat Samapta kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya relawan, BPBD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta personel Polsek Sungai Pinang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya bersama dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran dan menjaga situasi di sekitar lokasi.

    Kasat Samapta Polresta Samarinda AKP Ahmad Baihaki, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat menjadi perhatian jajaran kepolisian dan akan ditindaklanjuti secara cepat sesuai kondisi di lapangan.

    “Kecepatan dalam menerima dan menindaklanjuti informasi sangat penting, khususnya dalam penanganan kebakaran lahan. Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya kebakaran melalui Call Center 110,” ujar AKP Ahmad Baihaki.

    Hingga dilakukan pengecekan, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

    Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari komitmen Polresta Samarinda dalam memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polresta Samarinda.

    Humas Polda Kaltim

  • Tebar Kepedulian, Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim Hadirkan Senyum Lewat Aksi Berbagi

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan jajaran Polda Kalimantan Timur. Melalui kegiatan Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Daerah Kaltim Berbagi, personel Polwan bersama Bhayangkari Ditreskrimum Polda Kaltim menyalurkan tali asih kepada masyarakat di Masjid Baitul Hamdi, Kelurahan Gunung Bahagia, Jumat (25/9/26).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut diikuti tujuh personel Polwan Ditreskrimum Polda Kaltim bersama enam Bhayangkari Ditreskrimum.

    Dalam kegiatan tersebut, Polwan dan Bhayangkari membagikan sebanyak 150 nasi kotak kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri dari 100 nasi kotak dari Ibu Kapolda Kaltim dan 50 nasi kotak dari Bhayangkari Ditreskrimum Polda Kaltim.

    Kegiatan berbagi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan perhatian keluarga besar Polri kepada masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta membangun kedekatan antara Polri dengan warga.

    Kehadiran Polwan dan Bhayangkari di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

    Melalui kegiatan tersebut, Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehadiran Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Gerak Cepat Polres Kutai Barat, Laporan Karhutla Pepas Eheng Langsung Ditindaklanjuti

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Kesigapan jajaran Polres Kutai Barat kembali terlihat dalam merespons informasi masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Petugas Piket 110 bersama Pamapta Regu II langsung mendatangi lokasi kebakaran di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (24/9/26).

    Informasi mengenai kejadian tersebut diterima melalui Hotline Polres Kutai Barat sekitar pukul 01.00 WITA. Laporan yang disampaikan warga kemudian segera diteruskan kepada petugas untuk dilakukan pengecekan langsung di lokasi.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, personel patroli dikerahkan menuju titik kejadian. Setibanya di lapangan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap area terdampak kebakaran, sekaligus memantau situasi di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.

    Selain melakukan pemantauan, personel juga berkomunikasi dengan masyarakat setempat untuk memperoleh informasi awal mengenai kejadian serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran.

    Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Kutai Barat dalam memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan penanganan secara responsif, khususnya terhadap kejadian Karhutla yang berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

    Dalam penanganannya, Polres Kutai Barat turut berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait guna mendukung langkah penanganan di lapangan.

    Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

    Sebanyak 10 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut di bawah pimpinan IPDA Adit, S.H., M.H. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya laporan kerugian material akibat kejadian tersebut.

    Polres Kutai Barat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.

    Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 maupun Hotline Polres Kutai Barat sebagai sarana pelaporan. Informasi yang disampaikan secara cepat akan membantu petugas melakukan tindakan dan penanganan sedini mungkin.

    Humas Polda Kaltim

  • Kapolda Kaltim Terima Audiensi Kajati, Wujudkan Penegakan Hukum yang Profesional

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H melaksanakan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. di Ruang Kerja Kapolda Kaltim , Jumat (25/9/26).

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kaltim didampingi para pejabat utama Polda Kaltim. Audiensi menjadi momentum untuk mempererat koordinasi dan sinergi antara Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Kalimantan Timur.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sinergi. Koordinasi lintas aparat penegak hukum diharapkan terus terjalin guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, serta memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat.

    Melalui sinergi dan komunikasi yang solid, Polda Kaltim bersama Kejati Kaltim berkomitmen mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kalimantan Timur.

    Humas Polda Kaltim.

  • Presiden IAWP Apresiasi Dukungan Polri dalam Suksesnya Konferensi IAWP 2026

    BADUNG, BALI – International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 menjadi ruang bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta mendapatkan inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kepolisian.

    Presiden IAWP Julia Jaeger mengatakan, konferensi IAWP 2026 menghadirkan berbagai materi dan narasumber yang memberikan wawasan mengenai kepemimpinan, pengembangan karier, penanganan insiden kritis, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi dalam kepolisian, perdagangan manusia, kekerasan terhadap perempuan, trauma, hingga kejahatan.

    “IAWP mempersembahkan penghargaan kami kepada yang terbaik. Kami mendengarkan materi dari narasumber luar biasa yang telah menginspirasi dan mengedukasi kami mengenai kepemimpinan dan perkembangan karier, insiden kritis, AI dan teknologi untuk kepolisian, perdagangan manusia, kekerasan terhadap perempuan, trauma, dan kejahatan,” ujar Julia Jaeger.

    Menurutnya, berbagai pembahasan tersebut menjadikan konferensi IAWP 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat pengetahuan sekaligus membangun semangat para perempuan di bidang kepolisian.

    “Ini merupakan konferensi yang luar biasa untuk edukasi dan inspirasi,” katanya.

    Julia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan konferensi IAWP 2026 di Bali.

    “Terima kasih atas kepercayaan kepada kami bahwa kita memiliki agenda yang tepat. Terima kasih besar kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk semua dukungan mereka, dan kepada seluruh perempuan yang datang ke konferensi serta memberikan dukungan di belakang,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan konferensi tidak terlepas dari kontribusi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para peserta dari berbagai negara yang hadir dan turut menjadikan IAWP 2026 sebagai konferensi yang istimewa.

    “Terima kasih kepada seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan terima kasih kepada semua yang datang dan membuat konferensi ini menjadi istimewa,” tutup Julia.

  • IAWP 2026 Jadi Ruang Perkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia ke Dunia

    BADUNG, BALI – Pelaksanaan International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 di Bali tidak hanya menjadi momentum bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal keberagaman budaya serta memperkuat hubungan antarnegara.

    Delegasi Kepolisian Nigeria, SP Victoria David, mengaku terkesan dengan pengalaman selama mengikuti rangkaian kegiatan IAWP 2026 di Bali. Menurutnya, kekayaan budaya Bali menjadi salah satu pengalaman yang berkesan selama berada di Indonesia.

    “Saya memiliki banyak momen yang berkesan. Salah satu yang paling menarik adalah tradisi Bali saat persembahan pembukaan. Kultur di Bali sangat indah dan kami mendapat kesempatan untuk melihat serta merasakan budaya Bali. Saya sangat senang dan semuanya di sini sangat luar biasa,” ujar Victoria.

    Hal senada disampaikan delegasi Polda Sumatera Barat, Iptu Tika Permata Murni. Dalam kegiatan makan malam IAWP 2026, Tika mengenakan pakaian tradisional dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para delegasi internasional.

    “Menurut saya, kegiatan malam ini sangat luar biasa karena sebanyak 44 negara hadir di sini dan bersama-sama memperkenalkan kultur serta budaya Indonesia kepada dunia,” kata Tika.

    Ia menilai kehadiran delegasi dari berbagai negara juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi, interaksi, dan relasi antarpolisi wanita secara internasional.

    “Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas, komunikasi, interaksi, serta relasi kita dengan negara lain. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kita akan kembali bertemu dan menjalin kerja sama dengan negara-negara lain,” tuturnya.

    Pertemuan para Polwan dari berbagai negara dalam IAWP 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak hanya dibangun melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga melalui pemahaman terhadap budaya dan nilai-nilai yang dimiliki masing-masing negara.

  • Polantas Bertransformasi, Kapolri Dorong Layanan Makin Mudah, Cepat, dan Humanis

    JAKARTA – Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi Polri untuk mempercepat transformasi pelayanan lalu lintas. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, perubahan diarahkan agar urusan masyarakat semakin sederhana, pelayanan semakin transparan, dan keselamatan di jalan semakin terjaga.

    Semangat itu menjadi bagian dari Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan komitmen menghadirkan Polantas yang semakin humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

    Langkah tersebut diterjemahkan melalui peluncuran empat inovasi oleh Kapolri, yakni Pembayaran Tilang melalui Digital Korlantas, STNK Digital, Kios SIM, serta aplikasi web SIAP JALAN. Keempatnya menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari penyelesaian tilang, dokumen kendaraan, pencetakan SIM, hingga keselamatan sebelum berkendara.

    Melalui Digital Korlantas, masyarakat dapat melakukan konfirmasi dan pembayaran titipan denda tilang secara digital. Prosesnya terhubung dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) hingga pelimpahan dana ke Rekening Penampungan Lainnya Kejaksaan. Setelah putusan pengadilan, apabila nilai denda lebih rendah dari uang yang dititipkan, selisihnya dikembalikan kepada pengguna melalui sistem.

    STNK Digital membawa dokumen kendaraan ke dalam genggaman masyarakat. Data kendaraan dapat diakses melalui ponsel, terhubung dengan pangkalan data Korlantas, serta dilengkapi kode QR dinamis tersertifikasi. Selain mempermudah masyarakat dan petugas saat pemeriksaan, sistem tersebut memperkuat perlindungan terhadap pemalsuan dokumen kendaraan.

    Kemudahan juga diberikan melalui Kios SIM. Setelah melakukan perpanjangan SIM A atau SIM C secara digital melalui layanan SINAR, masyarakat dapat mencetak sendiri SIM fisik dengan memindai kode QR SIM Digital. Dengan mekanisme ini, pengambilan SIM tidak lagi bergantung pada antrean di Satpas. Saat ini, satu unit Kios SIM tersedia sebagai prototipe.

    Sementara itu, SIAP JALAN atau Sistem Asesmen Psikologis untuk Keselamatan Perjalanan membawa transformasi digital ke aspek pencegahan kecelakaan. Pengemudi dapat melakukan asesmen melalui ponsel untuk mengetahui kesiapan sebelum melanjutkan perjalanan sekaligus mengenali faktor risiko yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

    Namun, transformasi Polantas tidak hanya berbicara soal teknologi. Dalam syukuran tersebut, Polri memberikan tali asih kepada keluarga anggota yang gugur saat bertugas serta bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada korban kecelakaan. Kapolri juga memberikan penghargaan kepada personel Polantas berprestasi.

    Memasuki usia ke-71, arah transformasi Polantas semakin tegas: teknologi bukan tujuan, melainkan alat untuk membuat pelayanan lebih sederhana dan keselamatan lebih terjaga. Ukuran keberhasilannya pun bukan berapa banyak aplikasi yang diluncurkan, tetapi seberapa mudah masyarakat dilayani dan seberapa aman mereka berada di jalan.

  • Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

    JAKARTA – Memasuki usia ke-71, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat perannya sebagai salah satu wajah pelayanan Polri yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi diarahkan bukan hanya pada modernisasi sistem, tetapi juga membangun pelayanan yang semakin mudah, responsif, dan berorientasi pada keselamatan.

    Arah tersebut tercermin dalam Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, momentum ini sekaligus memperkuat semangat Polantas KARIB: Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas.

    Semangat itu diterjemahkan dalam langkah konkret. Kapolri meluncurkan empat inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan pengguna jalan, yakni Pembayaran Tilang melalui Digital Korlantas, STNK Digital, Kios SIM, serta SIAP JALAN atau Sistem Asesmen Psikologis untuk Keselamatan Perjalanan.

    Digital Korlantas membuat proses penyelesaian tilang lebih terintegrasi, mulai dari konfirmasi pelanggaran hingga pembayaran titipan denda. STNK Digital menghadirkan bukti legitimasi kendaraan yang dapat diakses melalui ponsel dan diverifikasi melalui kode QR dinamis tersertifikasi. Keduanya memperluas kemudahan sekaligus memperkuat transparansi dan keamanan pelayanan.

    Terobosan juga dilakukan melalui Kios SIM. Setelah menyelesaikan perpanjangan SIM A atau SIM C secara digital melalui layanan SINAR, masyarakat dapat mencetak SIM fisik secara mandiri. Layanan tersebut dirancang untuk mempercepat proses sekaligus mengurangi antrean dan beban pelayanan di Satpas.

    Sementara melalui SIAP JALAN, teknologi diarahkan lebih jauh untuk mendukung pencegahan kecelakaan. Pengemudi dapat melakukan asesmen melalui ponsel guna mengenali kesiapan dan faktor risiko sebelum melanjutkan perjalanan. Pendekatan ini menempatkan keselamatan bukan hanya sebagai respons setelah kecelakaan terjadi, tetapi sebagai sesuatu yang dapat dibangun sejak sebelum kendaraan kembali melaju.

    Transformasi tersebut tetap berjalan beriringan dengan sisi humanis Polantas. Dalam syukuran, Polri memberikan tali asih kepada keluarga personel yang gugur saat bertugas, serta bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada korban kecelakaan. Kapolri juga memberikan apresiasi kepada personel Polantas yang menorehkan prestasi.

    Pada usia ke-71, Polantas membawa semangat pelayanan ke arah yang lebih maju: teknologi mempercepat layanan, inovasi memperkuat keselamatan, dan pendekatan humanis menjaga kedekatan dengan masyarakat. Karena pada akhirnya, kemajuan Polantas bukan hanya terlihat dari sistem yang semakin modern, tetapi dari hadirnya negara yang semakin mudah dijangkau masyarakat di setiap perjalanan.

  • Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Sistem Pembayaran Denda Tilang melalui Digital Korlantas serta STNK Digital dalam rangka Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).

    Peluncuran tersebut menjadi bagian dari penguatan transformasi digital pelayanan Korlantas Polri untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan akses layanan yang lebih praktis kepada masyarakat.

    Sistem Pembayaran Denda Tilang terintegrasi dalam aplikasi Digital Korlantas. Layanan ini memudahkan pelanggar untuk mengonfirmasi data dan membayar titipan denda secara digital, sekaligus mendukung proses pelimpahan dana ke Rekening Penampungan Lainnya Kejaksaan.

    Mekanisme layanan dimulai dari pelanggaran yang terekam Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. Setelah diverifikasi petugas Korlantas, pelanggar menerima notifikasi dan dapat mengecek serta mengonfirmasi data melalui aplikasi Digital Korlantas.

    Pelanggar kemudian melakukan top up dan pembayaran titipan denda melalui LantasPay. Dana sebesar denda maksimal diteruskan ke Rekening Penampungan Lainnya Kejaksaan untuk proses persidangan.

    Setelah putusan sidang diterbitkan, status perkara akan diperbarui melalui aplikasi. Apabila nilai putusan lebih rendah dari titipan denda, selisih dana dikembalikan ke saldo pengguna dan pelanggar menerima pemberitahuan mengenai putusan serta pengembalian tersebut.

    Selain layanan pembayaran tilang, Korlantas Polri juga menghadirkan STNK Digital sebagai pelengkap dokumen fisik kendaraan. Melalui aplikasi Digital Korlantas, pemilik kendaraan dapat mengakses bukti legitimasi pengoperasian kendaraan secara praktis melalui telepon seluler.

    Data STNK Digital terhubung dan divalidasi dengan pangkalan data kendaraan bermotor Korlantas Polri. Petugas dapat memverifikasi data kendaraan saat pemeriksaan di jalan melalui kode QR dinamis yang tersertifikasi secara digital.

    STNK Digital juga dilengkapi perlindungan untuk mencegah halaman dokumen direkam maupun di-screenshot. Layanan ini diharapkan mempercepat verifikasi keabsahan dokumen kendaraan serta membantu mencegah pemalsuan.

    Peluncuran kedua layanan tersebut sejalan dengan tema Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, dalam menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

  • Kompolnas Rumuskan Arah Kebijakan Polri dengan Tema Penegakan Hukum Terhadap Sindikat Tindak Pidana Narkotika

    Bogor, Jawa Barat – Komisi Kepolisian Nasional bersama Kementerian dan Lembaga terkait menggelar rapat perumusan arah kebijakan Polri kepada Presiden dengan tema “Penegakan Hukum terhadap Sindikat Tindak Pidana Narkotika” pada 24–25 September 2026.

    Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiutomo, dan dilanjutkan dengan pembahasan yang dipimpin Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim selaku penanggung jawab. Turut hadir Anggota Kompolnas Ida Oetari Poernamasasi, Supardi Hamid, dan Mochammad Chairul Anam.

    Rapat perumusan kebijakan ini melibatkan perwakilan kementerian dan lembaga serta sejumlah ahli untuk memperoleh perspektif yang lebih komprehensif. Narasumber yang hadir antara lain Prof. Adrianus Meliala, Guru Besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia; Dr. Rangga Jantan Wargadalam dari Bappenas; Kombes Pol Kelana Jaya dari Bareskrim Polri; serta perwakilan Kementerian Sekretariat Negara, Buheti.

    Dalam rapat tersebut, Yusuf Warsyim menegaskan bahwa pencegahan dan pemberantasan narkotika merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan.

    “Pencegahan dan pemberantasan narkotika juga menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam penguatan reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan narkotika tidak semata-mata merupakan masalah penegakan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan keamanan, kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial, dan pembangunan nasional,” ujar Yusuf.

    Salah satu hasil pembahasan rapat adalah rekomendasi agar terjadi perubahan pendekatan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika. Penanganan perkara tidak lagi semata-mata berorientasi pada jumlah pelaku yang ditangkap dan barang bukti yang disita, tetapi diarahkan pada pembongkaran struktur jaringan serta identifikasi aktor yang mengendalikan peredaran narkotika.

    Pendekatan tersebut menempatkan pengungkapan jaringan dan aktor pengendali sebagai bagian penting dalam strategi pemberantasan narkotika. Pelaksanaannya perlu dilakukan secara terpadu melalui strategi Follow the Network dan Follow the Money, penyidikan berbasis intelijen, integrasi data antarlembaga, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung analisis data.

    “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika telah berkembang menjadi persoalan yang luas, kompleks, dan lintas batas. Karena itu, pemberantasannya tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku di lapangan, tetapi harus diarahkan pada upaya membongkar jaringan, memutus sumber pembiayaan, dan menghentikan seluruh mata rantai peredaran narkotika,” tambah Yusuf.

    Selain itu, penguatan kerja sama lintas wilayah dan lintas negara dinilai penting untuk menghadapi karakter jaringan narkotika yang semakin kompleks dan mampu beroperasi melampaui batas yurisdiksi.
    Melalui perumusan kebijakan tersebut, Kompolnas mendorong penegakan hukum terhadap sindikat narkotika yang lebih strategis, terintegrasi, dan berorientasi pada pemutusan jaringan, sehingga upaya pemberantasan tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku di tingkat lapangan, tetapi mampu menyasar struktur dan aktor utama di balik peredaran narkotika, dengan memperkuat strategi asset tracing dengan dukungan teknologi dan anggaran yang maksimal.