Blog

  • Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Polda Kaltim Ikuti Pengecekan Terpadu Bersama TNI dan Stakeholder

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bersama unsur TNI, BNPB, BPBD, BMKG, Otorita IKN dan sejumlah stakeholder terkait memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan penanganan karhutla yang dilaksanakan secara virtual conference (Vicon) di Aula Base Ops Lanud Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (22/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA tersebut dipimpin oleh Wakil Panglima TNI dan Dankorbrimob Polri, serta diikuti jajaran Polda Kaltim dan stakeholder terkait. Dari Polda Kaltim hadir Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., Karo Ops Polda Kaltim Kombes Pol. Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim.

    Turut hadir Danmen I Gegana Pas Brimob II Kombes Pol. Agung Danargito, S.I.K., M.Si., Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., Kabid Dokkes Polda Kaltim Kombes Pol. dr. Mardi Sudarman, M.M., dan Kabid TIK Polda Kaltim Kombes Pol. Chandra Hermawan, S.H., S.I.K., M.H.

    Dalam kegiatan tersebut, Karo Ops Polda Kaltim memaparkan perkembangan situasi karhutla di wilayah Kaltim. Berdasarkan pemantauan hingga 21 Agustus 2026, sejumlah wilayah masih menjadi perhatian, dengan Kabupaten Berau tercatat sebagai wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, disusul Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser.

    Dari data aplikasi Lembuswana Hotspot, sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2026 terdapat ribuan titik hotspot yang terdeteksi. Namun, sebagian besar berasal dari aktivitas batubara dan flare gas industri, sementara hotspot yang teridentifikasi berkaitan dengan lahan hutan dan perkebunan berada pada jumlah yang lebih kecil.

    Untuk hotspot karhutla riil, tercatat sebanyak 1.703 titik dengan dampak luasan mencapai sekitar 963,5 hektare. Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah titik dan luasan terdampak tertinggi, diikuti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser. Meski tren hotspot menunjukkan peningkatan, kondisi penanganan di lapangan masih berada dalam tahap siaga dan secara umum dapat dikendalikan.

    Selain melakukan pemantauan dan pencegahan, Polda Kaltim juga terus mengedepankan aspek penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melawan hukum. Sepanjang 2026, telah dilakukan penanganan terhadap sejumlah kejadian karhutla, termasuk satu perkara di Kabupaten Berau yang telah menetapkan tersangka terkait dugaan pembakaran lahan seluas 12 hektare di Pulau Derawan.

    Polda Kaltim juga mengoperasikan Operasi Aman Nusa II 2026 sebagai langkah terpadu dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Operasi tersebut melibatkan 1.545 personel yang terbagi dalam enam satuan tugas, meliputi pencarian dan pertolongan, pengungsian dan perlindungan, kesehatan, penyelidikan dan penyidikan, humas, serta bantuan operasi.

    Sementara itu, BNPB dan BPBD Kaltim turut menyampaikan kondisi terkini serta strategi penanggulangan bencana. Berdasarkan data BPBD Kaltim per 20 Agustus 2026, tercatat 1.004 titik hotspot dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Sepanjang tahun berjalan juga tercatat 397 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 985,80 hektare.

    Peningkatan karhutla terlihat cukup signifikan pada Agustus 2026. Dari total kejadian sepanjang tahun, sebanyak 273 kejadian dengan luasan 752,82 hektare terjadi hanya pada periode Januari hingga Agustus, menunjukkan adanya eskalasi seiring meningkatnya kondisi kering pada musim kemarau.

    Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian mengingat hasil pemantauan BMKG menunjukkan fenomena El Niño sangat kuat, yang menyebabkan massa udara yang melintasi wilayah Kalimantan cenderung lebih kering. Prakiraan curah hujan Dasarian III Agustus 2026 juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori rendah, sehingga potensi terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai.

    Dalam menghadapi kondisi tersebut, TNI juga menyiagakan ribuan personel beserta sarana dan prasarana pendukung untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kekuatan tersebut didukung kendaraan pemadam, ambulans, kendaraan patroli, truk tangki air, peralatan kesehatan lapangan hingga perlengkapan pendukung lainnya yang ditempatkan di sejumlah wilayah rawan.

    Selain penanganan di darat, upaya mitigasi juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya. Otorita IKN bersama unsur terkait menyiapkan pesawat Casa A-2105 dengan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 8.000 kilogram untuk mendukung kegiatan cloud seeding. Pelaksanaan operasi disesuaikan dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, kepolisian tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan, edukasi, pemantauan, patroli hingga penegakan hukum.

    “Polda Kaltim bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, BMKG, Otorita IKN dan seluruh stakeholder terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla. Pencegahan menjadi langkah utama, namun terhadap setiap pelanggaran yang menyebabkan kebakaran lahan, proses penegakan hukum akan tetap dilakukan secara tegas dan profesional,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

    Ia menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah meluasnya karhutla, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

    “Dengan kondisi cuaca yang cenderung kering akibat fenomena El Niño, kewaspadaan harus ditingkatkan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan prinsip zero burning dan bersama-sama menjaga lingkungan agar potensi karhutla dapat ditekan,” tambahnya.

    Melalui kegiatan pengecekan terpadu tersebut, seluruh unsur terkait memastikan kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, sistem koordinasi, serta mekanisme respons cepat terus diperkuat. Sinergi lintas instansi diharapkan mampu mengantisipasi

  • Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil

    Maumere — Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8/2026).

    Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

    “Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

    Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.

    Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

    Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.

    Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

    “Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

    Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.

    Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.

    “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.

  • Didukung 367 Ribu Warga, Polri Raih Juara III Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-81, Usung Tema Pesona Sulawesi Utara

    JAKARTA — Dukungan 367.315 warga mengantarkan kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meraih Juara III Karnaval Kendaraan Hias dalam rangkaian Pesta Rakyat Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

    Bersaing dengan 31 kendaraan hias dari kementerian dan lembaga lainnya, kendaraan Polri tampil membawa tema “Polri untuk Masyarakat – Pesona Sulawesi Utara.” Tema tersebut memadukan kekayaan budaya Sulawesi Utara dengan pesan tentang kedekatan Polri bersama masyarakat serta berbagai program unggulan Polri.

    Kemenangan Polri ditetapkan melalui Keputusan Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/42/S/2026 tentang Penetapan Pemenang Karnaval Kendaraan Hias pada Kegiatan Pesta Rakyat Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

    Dalam keputusan tersebut, Kementerian Sosial meraih Juara I dengan 654.032 suara, Kementerian Pertanian Juara II dengan 518.103 suara, dan Polri Juara III dengan 367.315 suara.

    Voting dibuka untuk masyarakat pada 17 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB hingga 18 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB.

    Pesona Sulawesi Utara, Pesan Polri untuk Masyarakat

    Kendaraan hias Polri dirancang sebagai representasi Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, melindungi keberagaman, serta bersama-sama membangun Indonesia yang aman, maju dan sejahtera.

    Nuansa Sulawesi Utara ditampilkan melalui ornamen budaya dan kekayaan kerajinan tenun yang dipadukan dengan program-program unggulan Polri, seperti MBG/SPPG, Ketahanan Pangan, layanan 110, Desk Ketenagakerjaan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Jembatan Merah Putih Presisi, Gerakan Asri, Polri Super App Presisi, Smart City dan Road Safety Policing, hingga Hunian Tetap Presisi Aceh.

    Penampilan karnaval semakin semarak dengan kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang kompak mengenakan pakaian adat Dayak Kalimantan.

    Keduanya diiringi pasukan adat Bali dan pasukan berkuda, menciptakan perpaduan budaya Nusantara dalam satu barisan.

    Pesan yang ingin disampaikan jelas: Indonesia kaya akan perbedaan, tetapi tetap satu dalam semangat persatuan.

    32 Kendaraan Hias Ramaikan Monas

    Karnaval kendaraan hias menjadi bagian dari rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monas, Senin (17/8/2026).

    Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian dan lembaga melintas bergantian dari Monas menuju Bundaran HI. Masing-masing menampilkan kreativitas, budaya dan pesan dari program yang dijalankan.

    Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih menyaksikan langsung parade tersebut.

    Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval. Sorak-sorai dan tepuk tangan pecah setiap kendaraan melintas. Presiden Prabowo juga tampak memberikan hormat dan membalas lambaian tangan para peserta.

    Karnaval kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit kawasan Monas.

    Polri: Terima Kasih untuk 367 Ribu Suara Masyarakat

    Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.

    “Polri menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memilih dan mendukung kendaraan karnaval Polri. Juara III ini bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi masyarakat kepada Polri,” ujar Trunoyudo.

    Menurutnya, 367.315 suara yang diberikan masyarakat menjadi energi bagi Polri untuk terus meningkatkan pengabdian.

    “Setiap suara adalah bentuk dukungan. Setiap dukungan menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir, bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

    Trunoyudo menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh anggota Polri untuk terus menghadirkan manfaat nyata.

    “Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, penghargaan ini menjadi energi bagi Polri untuk terus berbenah, berinovasi dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi seluruh personel Polri, seniman, kreator, perancang serta berbagai pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kendaraan karnaval.

    “Terima kasih Indonesia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih dan mendukung Polri. Penghargaan ini kami terima dengan penuh rasa syukur dan kami persembahkan kembali untuk masyarakat,” ucap Trunoyudo.

    Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan institusi dengan masyarakat.

    Polri hadir di tengah masyarakat.
    Polri tumbuh bersama masyarakat.
    Polri mengabdi untuk Indonesia.

    🇮🇩 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

  • Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa

    SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa Surabaya sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan mendorong kemajuan bangsa.

    Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus, bertepatan dengan peristiwa bersejarah Proklamasi Polisi yang dikumandangkan di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menjadi tonggak keteguhan sikap anggota Kepolisian untuk berdiri bersama Republik Indonesia dan mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Sejarah mencatat, pada 20 Agustus 1945, Iptu Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya menyepakati pernyataan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia sekaligus menyusun teks Proklamasi Polisi. Sehari kemudian, Muhammad Jasin memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggotanya.

    Proklamasi tersebut tidak hanya menjadi pernyataan kesetiaan, tetapi juga menegaskan tekad Polisi Istimewa Surabaya untuk berjuang bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif Polisi dalam melucuti persenjataan Jepang, menyalurkan senjata kepada badan-badan perjuangan dan wilayah lain, hingga melakukan perlawanan terhadap Sekutu dalam rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Dalam rangkaian upacara, Kapolri selaku Inspektur Upacara memimpin mengheningkan cipta dan membacakan Naskah Proklamasi Polisi. Pembacaan kembali naskah bersejarah tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwarisi dan diterjemahkan sesuai tantangan pada setiap zaman.

    Jika pada masa awal kemerdekaan perjuangan Polri diarahkan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, maka saat ini semangat yang sama diwujudkan melalui upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

    Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu, setiap pelaksanaan tugas Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman, menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, serta mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.

    Momentum Hari Juang Polri sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh personel untuk terus menjaga nilai keberanian, pengabdian, loyalitas, integritas, serta semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendahulu. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi Polri untuk menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

    Semangat berjuang bersama rakyat yang ditunjukkan Polisi Istimewa Surabaya juga tetap relevan hingga saat ini. Kemajuan bangsa membutuhkan persatuan, stabilitas, serta sinergi seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Polri terus mengambil bagian dengan menjaga keamanan, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

    Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 diikuti jajaran Polri dan dihadiri 203 tamu undangan dari berbagai unsur, mulai dari Mabes Polri, Forkopimda, Pemerintah Kota Surabaya, tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, akademisi, veteran, hingga keluarga besar Polri.

    Peringatan di Kota Pahlawan tersebut menegaskan bahwa semangat perjuangan Polri tidak berhenti pada catatan sejarah. Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Polisi dikumandangkan, api perjuangan itu terus diwariskan kepada setiap generasi Bhayangkara untuk menjaga stabilitas, melayani masyarakat, serta memberikan pengabdian terbaik demi mendukung pembangunan dan mendorong Indonesia terus bergerak maju.

  • BRIPDA JHON GALU SITUMORANG TERLUKA DITEMBAK DI TOLIKARA, SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ KEMBANGKAN PENYELIDIKAN

    Tolikara, Papua Pegunungan – Seorang personel Polsek ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak saat rombongan personel kepolisian melintas di kawasan sebelum Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026).

    Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai, Jumat (21/8) membenarkan kejadian yang terjadi terhadap personil Polsek ilu Bripda Jhon Galu Situmorang.

    “Kejadian tersebut terjadi di jalan Poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara, yaitu di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, saat anggota Polsek ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, di antaranya lampu rotator yang pecah, dan salah satu proyektil peluru mengenai anggota atas nama Bripda Jhon Galu Situmorang pada pangkal paha kiri,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz-2026.

    Ia pun menambahkan, setelah kejadian, tim langsung memprioritaskan penyelamatan korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Pada saat itu, kami langsung mengutamakan penyelamatan korban karena proyektil masih berada di dalam dan belum dikeluarkan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karubaga. Karena keterbatasan fasilitas, korban dievakuasi lagi ke RSUD yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Namun, pada siang hari ini korban dievakuasi ke Jayapura untuk dibawa ke RS Bhayangkara karena kondisi anggota semakin menurun,” lanjutnya.

    “Terkait dugaan pelaku, Kasatgas Humas menyebutkan masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut”, ungkapnya.

    “Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” ujarnya.

    “Selain mengevakuasi korban, anggota juga melakukan penyisiran di seputaran TKP dan pengembangan ke daerah selanjutnya. Karena memang daerahnya ini, sebelah kiri tebing, kanan ketinggian, sehingga perlu upaya yang cukup tinggi, selain hutan yang cukup lebat di daerah tersebut,” katanya.

    Kasatgas Humas mengatakan, dari kondisi kendaraan dinas yang digunakan rombongan personel, personel menduga serangan tersebut menyasar aparat keamanan.

    “Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap,” jelasnya.

    “Pada satu bulan terakhir, Kabupaten Tolikara sendiri memiliki tingkat kerawanan, dikarenakan bulan lalu juga terdapat kejadian di mana pekerja jalan menjadi korban,” pungkasnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan Satgas bersama jajaran kewilayahan telah melakukan langkah penanganan terhadap korban dan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

    “Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan proses penyelidikan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai peristiwa tersebut.

    “Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” jelas Wakaops Damai Cartenz-2026.

    Selain mengembangkan penyelidikan terhadap pelaku penembakan, aparat juga mencermati adanya informasi mengenai potensi aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara dan sekitarnya. Langkah antisipasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.

    Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut dapat menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur yang tersedia.

    Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, terukur dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel.

  • KAPOLRI TINJAU BAKTIKES DI GEDUNG KSPSI JATIM, LAYANAN KESEHATAN DIHADIRKAN UNTUK PEKERJA DAN MASYARAKAT

    SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri dalam rangkaian peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8/2026).

    Baktikes menghadirkan berbagai pelayanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat, mulai dari poli gigi, penyakit dalam, mata, kandungan, hingga pelayanan kesehatan umum.

    Kegiatan tersebut menargetkan pelayanan kesehatan kepada 1.000 orang sesuai jenis layanan yang disiapkan.

    Kehadiran pelayanan kesehatan tersebut sejalan dengan harapan Kapolri agar Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur tidak hanya difungsikan sebagai pusat kegiatan organisasi buruh, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja.

    “Saya berharap gedung ini tidak hanya menjadi kantor bagi KSPSI AGN, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi perjuangan pekerja,” kata Kapolri.

    Gedung yang baru direvitalisasi tersebut juga telah dilengkapi klinik kesehatan sebagai salah satu fasilitas pelayanan, selain ruang organisasi, ruang rapat, aula, minimarket, serta ruang pemberdayaan UMKM.

    Menurut Kapolri, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan dan konseling bagi pekerja, termasuk menjadi tempat untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan secara dialogis.

    Selain Baktikes, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bakti Sosial Polri berupa penyaluran 1.500 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat serta 20 paket tas dan alat tulis kepada anak yatim.

    Rangkaian kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat menjadikan gedung baru KSPSI sebagai pusat aktivitas yang tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi pekerja dan masyarakat sekitar.

  • Bhayangkari Peduli, Berikan Bantuan dan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

    Manggarai Timur – Bhayangkari Cabang Manggarai Timur menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam gempa bumi di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bhayangkari Peduli dengan mengunjungi sejumlah posko pengungsian pada Kamis (20/8/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin Pembina Bhayangkari Cabang Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Timur Ny. Sandhy Haryanto bersama jajaran Pengurus Cabang Bhayangkari Manggarai Timur.

    Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi tiga lokasi pengungsian, yakni Posko Ronting, Posko SDI Maki, dan Posko Waso. Selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, Bhayangkari juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak bencana melalui kegiatan trauma healing.

    Kegiatan trauma healing dilakukan dengan mengajak anak-anak bermain sejumlah permainan, memberikan hadiah berupa tumbler dan boneka, serta membagikan buku mewarnai dan pensil warna. Anak-anak juga diajak untuk mewarnai bersama sembari diberikan motivasi dan semangat agar tetap kuat dalam menghadapi kondisi pascabencana.

    Tak hanya memberikan dukungan psikososial, Bhayangkari turut menghadirkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter dan dilanjutkan dengan pemberian obat-obatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Pada kesempatan tersebut, Bhayangkari juga menyalurkan bantuan sosial berupa selimut, biskuit, minyak kayu putih, beras, mi instan, gula, telur, minyak goreng, kecap, susu, bola, serta pakaian layak pakai.

    Kegiatan Bhayangkari Peduli tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Bhayangkari dalam mendukung tugas Polri sekaligus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang terdampak bencana alam.

    Melalui bantuan dan pendampingan yang diberikan, Bhayangkari berharap dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan semangat dan harapan kepada warga untuk bangkit dan menjalani masa pemulihan pascabencana.

  • Bhayangkari dan Polda NTT Salurkan Dukungan bagi Pengungsi Gempa di Sikka

    Maumere – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi terus ditunjukkan jajaran Bhayangkari dan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko bersama jajaran meninjau langsung kondisi warga yang mengungsi di Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Sikka Ny. Fitri Bambang Supeno turut mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT. Hadir pula Pembina Bhayangkari Daerah NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda NTT, serta Kapolres Sikka.

    Kehadiran rombongan tidak hanya untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di lokasi pengungsian, tetapi juga memberikan dukungan kepada warga, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian setelah mengalami dampak bencana.

    Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni trauma healing bagi anak-anak di posko pengungsian. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas yang dapat membantu mengurangi rasa cemas sekaligus memberikan suasana yang lebih nyaman selama berada di pengungsian.

    Selain itu, bantuan juga diberikan berupa makanan ringan dan mainan bagi anak-anak, susu formula untuk bayi dan balita, serta tempat tidur bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan.

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari bersama jajaran Polda NTT dalam membantu masyarakat menghadapi masa tanggap darurat bencana. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan semangat dalam menjalani proses pemulihan.

    Kehadiran Bhayangkari dan jajaran Polda NTT di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi bencana yang membutuhkan solidaritas dan dukungan bersama.

  • Warga Blokade Jalan di Wae Pesi, Polisi Pilih Dengarkan Keluhan dan Redakan Kekecewaan

    MANGGARAI, NTT – Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat, bantuan dan perhatian menjadi sesuatu yang sangat dinantikan oleh warga terdampak. Namun, tidak semua wilayah dapat langsung menerima bantuan.

    Kondisi tersebut rupanya menimbulkan kekecewaan bagi sebagian masyarakat di Wae Pesi, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

    Kekecewaan itu terlihat ketika sekelompok warga menghentikan rombongan anggota Polri yang tengah dalam perjalanan menuju Posko Reo.

    Kendaraan pemerintah, termasuk kendaraan kepolisian, beberapa kali diberhentikan warga karena mereka merasa bantuan belum kunjung sampai ke wilayah mereka. Bagi warga, menghentikan kendaraan yang melintas menjadi salah satu cara untuk menyampaikan suara mereka. Mereka ingin memastikan bahwa kondisi dan kebutuhan mereka juga mendapat perhatian.

    Melihat situasi tersebut, Kasi Humas Polres Manggarai AKP Ngurah Saba Nugraha tidak memilih untuk menghindar. Ia justru turun langsung dari kendaraan dan menghampiri warga.

    Dengan pendekatan yang tenang, AKP Ngurah mendengarkan satu per satu keluhan yang disampaikan masyarakat. Tidak ada perdebatan, tidak pula tindakan represif. Yang dilakukan adalah membuka ruang komunikasi agar keresahan warga dapat tersampaikan.

    “Kami memahami kekecewaan masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, warga tentu ingin segera mendapatkan bantuan. Kami datang untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan menjelaskan kondisi pendistribusian bantuan agar semuanya bisa dipahami bersama.” ujar AKP Ngurah Saba Nugraha, dalam Keterangannya, Sabtu (22/08).

    Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, AKP Ngurah kemudian memberikan penjelasan terkait proses pendistribusian bantuan serta upaya yang sedang dilakukan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.

    Penjelasan tersebut perlahan membuat suasana yang sempat memanas menjadi lebih tenang.

    Warga yang sebelumnya menahan kendaraan akhirnya memahami situasi dan memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.

    Jalan yang sempat diblokade pun kembali dibuka. Rombongan anggota Polri kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Posko Reo dengan aman.

    Peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membutuhkan kepastian, perhatian, dan seseorang yang bersedia mendengarkan keluh kesah mereka.

    Bagi Polri, turun langsung menemui masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan suara warga terdampak tidak terabaikan.

    Sebab dalam situasi sulit seperti ini, terkadang kehadiran dan kesediaan untuk mendengarkan menjadi langkah pertama untuk meredakan keresahan.

  • KAPOLRES PASER PIMPIN CEK URINE, 194 PERSONEL HASIL NEGATIFDiawasi Langsung Unit Si Propam

    TANAH GROGOT – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan pemeriksaan urine terhadap seluruh Pejabat Utama, personel Polri dan ASN Polres Paser. Kegiatan digelar Kamis, 20 Agustus 2026 di Halaman Mako Polres Paser.

    Pemeriksaan ini dilaksanakan di bawah pengawasan langsung Unit Si Propam Polres Paser untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proses.

    Dalam arahannya, AKBP Sofyan menekankan dengan tegas kepada seluruh anggota. Tidak ada ruang untuk coba-coba. Personel Polri dilarang keras bermain dan terlibat dengan narkoba maupun judi online.

    “Jaga marwah institusi. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga nama baik Polres Paser. Jika ada yang terlibat, tindak tegas tanpa kompromi,” tegas Kapolres.

    Dari hasil pemeriksaan terhadap 194 orang, semuanya dinyatakan negatif. Rinciannya, 190 personel Polri dan 4 ASN dinyatakan bersih dari narkoba.

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Paser dalam menjaga integritas dan mewujudkan institusi yang bersih. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala.

    HUMAS POLRES PASER