Blog

  • Perkuat Keamanan Fasilitas Publik, Sat Brimob Polda Kaltim Intensif Lakukan Patroli di Sejumlah Objek Vital

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus meningkatkan kegiatan patroli preventif sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada sejumlah objek vital, fasilitas pelayanan publik, aset Polri, serta kawasan permukiman warga.

    Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Senin (10/08/26) tersebut melibatkan personel dari Batalyon B Pelopor, Batalyon A Pelopor, Batalyon C Pelopor, serta Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kaltim. Patroli menyasar sejumlah lokasi strategis di wilayah Kota Samarinda dan Kota Balikpapan.

    Di wilayah Samarinda Seberang, Tim Patroli Kompi 1 Batalyon B Pelopor menyambangi Kantor PLN di Jalan Bung Tomo, Terminal Bus Banjarmasin di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, serta kawasan permukiman di Jalan Pangeran Bendahara, Kecamatan Samarinda Seberang.

    Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan situasi sekaligus berdialog dengan petugas keamanan, pengelola terminal, dan masyarakat. Selain memastikan kondisi wilayah tetap aman, personel turut menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas maupun orang yang mencurigakan.

    Sementara itu, patroli pengamanan aset dan fasilitas pelayanan publik juga dilakukan personel Sat Brimob Polda Kaltim di sejumlah titik di Kota Balikpapan.

    Tim Patroli Batalyon A Pelopor melakukan pemantauan di Kantor Pelayanan SAMSAT Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ilir, serta kawasan SPPG Balikpapan Selatan di Jalan Jenderal Sudirman Stalkuda.

    Kegiatan serupa dilaksanakan Tim Patroli Detasemen Gegana yang dipimpin Brigpol Yayan Hermawan. Personel melakukan pemantauan terhadap Kantor Pelayanan SAMSAT Kota Balikpapan serta kawasan SPPG di Jalan Perum Balikpapan Permai No. 221 Blok K3 RT.16, Kec.Balikpapan Timur.

    Sedangkan Tim Patroli Kompi 1 Batalyon C Pelopor menyambangi Kantor Ditlantas Polda Kaltim dan fasilitas pelayanan SAMSAT di Jalan Pulau Balang, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.

    Pada setiap lokasi, personel melakukan pengawasan lingkungan, pengecekan kondisi sekitar objek, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan yang berjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan aktivitas pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

    Secara terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan patroli secara berkala merupakan bagian dari upaya preventif untuk memperkuat keamanan di berbagai fasilitas strategis.

    “Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan objek vital, aset kepolisian, dan fasilitas pelayanan publik tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan,” ujar Kombes Pol Ronny.

    Ia menambahkan, sinergi antara personel kepolisian, petugas keamanan, pengelola fasilitas, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman.

    Melalui kegiatan patroli yang dilakukan secara berkesinambungan tersebut, Satbrimob Polda Kaltim berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran pelayanan publik dan aktivitas masyarakat di wilayah Kalimantan Timur.

    Humas Polda Kaltim

  • Kenalkan Tugas Polisi Sejak Dini, Ditlantas Polda Kaltim Sambut Kunjungan Siswa SD Patra Dharma 3 Balikpapan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur melalui Subdit Kamsel kembali menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (POLSANAK). Kali ini, siswa dan siswi kelas 1 SD Patra Dharma 3 Balikpapan diajak mengenal lebih dekat tugas kepolisian melalui kunjungan ke Mako Ditlantas Polda Kaltim, Markoni, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (11/08/26).

    Kegiatan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropi, S.H., bersama sejumlah personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memperkenalkan profesi dan tugas-tugas Polri kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui program POLSANAK, para siswa mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai peran polisi dalam memberikan perlindungan, pelayanan serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Dengan dikemas secara edukatif dan menyenangkan, personel Ditlantas Polda Kaltim mengajak para siswa berinteraksi serta mengenal berbagai hal terkait keselamatan berlalu lintas. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengenali rambu-rambu serta selalu berhati-hati ketika berada di jalan.

    Selain edukasi lalu lintas, personel juga memperkenalkan lingkungan kerja kepolisian kepada para siswa. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membangun pandangan positif anak-anak terhadap sosok anggota Polri.

    Kegiatan POLSANAK juga menjadi sarana untuk mendekatkan Polri dengan generasi penerus bangsa. Dengan pendekatan yang ramah dan humanis, polisi diharapkan dapat hadir sebagai sosok yang bersahabat, melindungi dan memberikan rasa aman kepada anak-anak.

    Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan POLSANAK merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

    BACA JUGA Sat Resnarkoba Polres Kubar Mengamankan 1 Orang Penyalahgunaan Narkotika
    “Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, kami ingin mengenalkan sosok anggota Polri kepada anak-anak dengan cara yang edukatif, humanis dan menyenangkan. Harapannya, sejak usia dini mereka sudah memiliki pemahaman bahwa polisi adalah sahabat yang hadir untuk melindungi, melayani dan memberikan rasa aman,” ujar Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi.

    Menurutnya, edukasi keselamatan berlalu lintas juga penting diberikan sejak dini agar kepatuhan terhadap aturan di jalan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kesadaran berlalu lintas perlu dibangun sejak dini. Anak-anak harus memahami bahwa keselamatan merupakan hal utama ketika berada di jalan, baik sebagai pejalan kaki, penumpang maupun nantinya sebagai pengguna kendaraan,” jelasnya.

    Kombes Pol Tedy menambahkan, pendekatan kepada anak-anak melalui kegiatan edukatif seperti POLSANAK diharapkan dapat membangun komunikasi positif antara Polri dengan dunia pendidikan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan.

    “Polri akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang dapat mendekatkan anggota dengan masyarakat. Kami berharap pengalaman positif yang diperoleh anak-anak dalam kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang disiplin, peduli keselamatan dan memiliki hubungan yang baik dengan kepolisian,” pungkasnya.

    Melalui program POLSANAK, Ditlantas Polda Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sejak usia dini.

    Humas Polda Kaltim

  • Kapolri Bersama Menko Polkam dan Pimpinan Lembaga Negara Perkuat Kebersamaan di Mabes TNI AL

    Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri makan siang bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).

    Pertemuan berlangsung bersama sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga, antara lain Jaksa Agung RI, Panglima TNI, Kepala BIN RI, Wakil Panglima TNI, KASAD, KASAL, dan KASAU. Kapolri didampingi Kabaintelkam Polri dan Kabareskrim Polri.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan para pimpinan institusi negara sekaligus memperkuat hubungan kerja yang selama ini terbangun dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Interaksi antarpimpinan menjadi penting untuk menjaga keterhubungan dan keselarasan dalam merespons berbagai kepentingan strategis nasional.

    Dalam menghadapi perkembangan situasi yang semakin dinamis, keterpaduan antarunsur negara dibutuhkan agar pelaksanaan tugas di bidang politik, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan intelijen dapat saling mendukung. Hubungan kelembagaan yang kuat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan serta menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan nasional.

    Bagi Polri, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama yang semakin efektif dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama dalam menjaga kepentingan bangsa serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.

    Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya semangat kolektif dalam menghadapi setiap tantangan bangsa. Dengan komunikasi yang terpelihara dan kerja sama yang semakin erat, seluruh unsur negara diharapkan mampu memberikan pengabdian terbaik serta menghadirkan manfaat yang nyata, sehingga kehadiran negara semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

  • Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia

    Jakarta – Polri menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026). Kegiatan terpusat dilaksanakan di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

    Apel di Mako Korps Sabhara Baharkam Polri dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan sebanyak 420 personel, terdiri dari 360 personel Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD.

    Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M. Nazly Harahap mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

    “Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Nazly di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

    Ia menuturkan, berdasarkan data yang ada, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.

    Menurutnya, kondisi cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

    “Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla,” tegasnya.

    Nazly menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat.

    “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Polri siap bekerja bersama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan, penanganan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, melalui apel serentak tersebut diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi, kesiapan operasional, serta komitmen yang sama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kita ingin memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran,” pungkas Nazly.

  • Polda Kaltim Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Karhutla, Libatkan 350 Personel Gabungan

    SIARAN PERS

    BALIKPAPAN– Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan M. Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Selasa (11/8/2026).

    Apel dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., perwakilan Otorita IKN Lazuardi Nasution, S.T., M.Si., Kepala BPBD Buyung Dodi Gunawan, S.STP., M.Si., para Pejabat Utama Polda Kaltim serta stakeholder terkait.

    Kegiatan ini melibatkan 350 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Satbrimob, Dit Samapta, Ditpolair, Ditreskrimsus, Basarnas, BPBD dan relawan bencana. Apel tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.

    Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menekankan pentingnya kesiapsiagaan, pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi Karhutla.
    “Kesiapsiagaan bukan hanya tentang jumlah personel dan peralatan, tetapi bagaimana seluruh unsur dapat bergerak secara cepat, terpadu dan terkoordinasi ketika terjadi bencana. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, stakeholder, relawan dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla,” ujar Wakapolda Kaltim.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pencegahan, deteksi dini hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

    “Prinsip kita jelas, mencegah lebih baik daripada memadamkan. Jangan menunggu api membesar untuk kemudian bergerak. Deteksi dini, respons cepat dan sinergi lintas sektor menjadi kunci mencegah Karhutla meluas, Penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan partisipasi masyarakat, kita dapat menjaga Kalimantan Timur tetap aman, sehat dan terlindungi dari ancaman Karhutla” tegas Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si.

    Polda Kaltim juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya kebakaran.

    Humas Polda Kaltim

  • Tingkatkan Profesionalisme Satpam, Polres Paser Intensifkan Binwas dan Sosialisasi Call Center 110

    PASER — Dalam upaya mengoptimalkan peran Satuan Pengamanan (Satpam) sebagai mitra strategis kepolisian menjaga ketertiban masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Paser mengintensifkan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan (Binwas). Langkah konkret ini direalisasikan melalui Satuan Binmas Polres Paser yang menyasar berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, area perbankan, hingga perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Paser.

    Pada Selasa pagi (11/8), jajaran Sat Binmas yang dipimpin oleh Kanit Bhabinkamtibmas Ipda Arkam Biantoro bersama personelnya mendatangi Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Paser. Pemeriksaan menyasar kedisiplinan, kerapian penampilan, hingga keseragaman penggunaan seragam serta atribut perorangan. Penertiban ini berpatokan penuh pada Ketentuan Perpol Nomor 01 Tahun 2023 tentang Perubahan Seragam Satpam guna memastikan legalitas dan keseragaman di lapangan.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., melalui Ps. Kasat Binmas Iptu Darwito, S.H., menegaskan bahwa pengawasan rutin ini sangat krusial untuk mencetak personel pengamanan yang tanggap dan profesional. Satpam tidak hanya dituntut menjaga area fisiknya saja, tetapi juga wajib responsif terhadap dinamika potensi gangguan keamanan di lingkungan kerjanya. Selain melakukan inspeksi fisik, petugas turut memanfaatkannya sebagai sarana sosialisasi layanan darurat Call Center 110 agar sinergitas pelaporan gangguan kamtibmas dapat terjalin lebih cepat dan terintegrasi.

  • PATROLI NIGHT OWL POLSEK KUARO JAMIN KEAMANAN PUSAT EKONOMI DAN RUANG PUBLIK DI TENGAH CUACA CERAH

    KUARO – Guna memelihara kondusivitas wilayah serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, personel piket Polsek Kuaro menggelar Patroli Dialogis pada Senin malam (10/8/2026). Kegiatan pengamanan menyisir pusat pelayanan publik dan area keramaian warga ini dimulai pukul 22.30 WITA hingga selesai.

    Personel Polsek Kuaro diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau situasi serta berinteraksi dengan warga yang masih beraktivitas. Kehadiran jajaran Samapta di tengah-tengah pusat perekonomian malam hari ini berfokus pada penyampaian himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara humanis.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas. Masyarakat diminta tidak segan untuk segera melapor melalui Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa jika menemukan gangguan kamtibmas atau situasi darurat di lingkungan sekitar.

    Di bawah naungan cuaca cerah, seluruh rangkaian kegiatan patroli malam tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Langkah preventif ini menegaskan komitmen Polsek Kuaro dalam memberikan perlindungan maksimal serta menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukum Polres Paser.

    HumasPolresPaser

    PolsekKuaro

  • Polsek Batu Sopang Intensifkan Patroli dialogis, Perkuat Kemitraan Demi Keamanan Bersama

    Batu Sopang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Batu Sopang terus mengintensifkan kegiatan patroli dialogis dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah hukum Kecamatan Batu Sopang 11/08/2026.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga penyakit masyarakat lainnya. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Batu sopang turun langsung menyambangi warga, pelaku usaha, serta titik-titik keramaian.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Batu Sopang IPTU Agus Fahrur rozi, S.H menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan pendekatan humanis yang efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.

    “Melalui patroli dialogis, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ungkapnya”.

    Selain memberikan himbauan kamtibmas, petugas juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui CALL CENTER 110 apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

    Kehadiran polisi di tengah masyarakat mendapat respons positif, karena dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran hukum serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

    Polres Paser menegaskan akan terus melaksanakan patroli dialogis secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Paser.

    HumasPolresPaser

  • Polda Kalteng Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Palangka Raya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjalani visitasi ke Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian penilaian Kompolnas Awards 2026, Senin (10/8/2026). Menyusul Polda Kalteng yang menjadi salah satu dari lima Polda yang masuk nominasi terbaik dari 34 Polda di Indonesia.

    Visitasi yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

    Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, capaian Polda Kalteng masuk lima besar nasional merupakan hasil dari kerja sama yang terus dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat.

    “Kami menyambut baik dan bangga atas Visitasi Penilaian Penghargaan Kompolnas ini,” tutur Agustiar.

    Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah. Peran kepolisian, kata Agustiar, juga diperlukan dalam mendukung berbagai program pemerintah serta menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

    Salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya.

    Sementara itu, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim mengatakan Polda Kalteng masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026 setelah melalui tahapan penilaian sebelumnya. Visitasi dilakukan untuk memastikan capaian yang disampaikan dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

    “Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda masuk lima besar Kompolnas Award tahun 2026 dari 34 Polda,” kata Yusuf.

    Yusuf menjelaskan, visitasi tidak hanya diarahkan untuk memeriksa kesesuaian data dan dokumen, tetapi juga melihat secara langsung implementasi kinerja, inovasi pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak pelaksanaan tugas kepolisian terhadap masyarakat.

    “Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

    Dalam proses penilaian, Kompolnas melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan kedamaian.

    Aspek tersebut antara lain mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penanganan persoalan lingkungan seperti karhutla, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga upaya menjaga toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat.

    Selain Polda Kalteng, tim Kompolnas juga akan melakukan visitasi terhadap nominator lainnya di wilayah Kalimantan Tengah, yakni Polres Barito Selatan pada kategori perseorangan dan Polres Kotawaringin Barat pada kategori Polres B.

    Visitasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memverifikasi inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian.

    Bagi Polda Kalteng, proses tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan karakteristik wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

  • Sudah Saatnya Polri Lakukan Ekshumasi Jasad Sutrimo

    Jakarta, 10 Agustus 2026 – Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mendorong Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo guna mengungkap secara terang penyebab kematiannya yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

    Juanda mengatakan, kematian seseorang yang terjadi secara mendadak dengan indikasi tidak wajar harus diusut secara tuntas, transparan, objektif, dan profesional oleh penyidik Polri.

    “Jika terdapat kematian mendadak yang dianggap tidak wajar dan terdapat sejumlah kejanggalan, maka wajib dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, objektif, transparan, dan profesional. Semua informasi, data, barang bukti, maupun alat bukti yang berkaitan dengan almarhum harus dikumpulkan dan dinilai secara komprehensif,” kata Juanda di Jakarta, Senin (10/8/2026).

    Menurutnya, penyelidikan perlu mencakup berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari maupun beberapa jam sebelum Sutrimo meninggal dunia. Penyidik juga perlu meminta keterangan dari seluruh pihak yang mengetahui atau berada di sekitar almarhum sebelum hingga setelah dibawa ke poliklinik atau tempat Sutrimo dinyatakan meninggal.

    Juanda menilai pengungkapan penyebab kematian Sutrimo perlu diperkuat dengan penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) agar setiap dugaan dan kejanggalan dapat diuji berdasarkan bukti ilmiah.

    “Semua harus diperiksa dan dimintai keterangan, termasuk saksi maupun alat bukti lain sebelum dan sesudah almarhum sampai di poliklinik atau tempat dinyatakan meninggal. Pengungkapan misteri kematian ini harus diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation,” ujarnya.

    Ia menyoroti sejumlah hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian penyidik, salah satunya mengenai telepon seluler milik Sutrimo yang hingga kini disebut belum ditemukan. Menurut Juanda, keberadaan telepon seluler tersebut penting untuk ditelusuri karena dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kematian.

    “Hilangnya handphone almarhum sampai saat ini belum ditemukan merupakan salah satu hal yang perlu dijelaskan secara terang. Ini menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, sehingga penyidik perlu memastikan keberadaan dan status barang tersebut berdasarkan fakta dan bukti yang ada,” katanya.

    Selain itu, Juanda juga menyinggung informasi mengenai adanya cairan berbusa berwarna putih yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal. Menurutnya, informasi tersebut perlu diverifikasi secara ilmiah melalui pemeriksaan forensik dan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian.

    “Berbagai informasi mengenai kondisi almarhum saat ditemukan, termasuk adanya cairan berbusa dari mulut, harus dibuktikan secara ilmiah. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian berkembang menjadi asumsi di masyarakat,” ujarnya.

    Juanda mengatakan, penyidik perlu mengungkap apakah kematian Sutrimo memiliki kaitan dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan, berkaitan dengan perkara lain, atau memang merupakan kematian alamiah. Menurutnya, seluruh kemungkinan harus diuji berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

    “Apakah ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani pihak Kejaksaan, apakah berkaitan dengan kasus lain, atau memang murni meninggal karena sebab alamiah, semuanya harus dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan secara profesional,” kata Juanda.

    Ia menegaskan, pengungkapan penyebab kematian secara transparan penting dilakukan untuk mencegah berkembangnya asumsi liar, spekulasi, maupun tuduhan yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat.

    “Keberadaan kepastian hukum sangat penting untuk mencegah asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab berkembang di masyarakat. Jangan sampai ketidakjelasan justru membuka ruang bagi spekulasi dan fitnah,” tuturnya.

    Oleh karena itu, Juanda mendorong Polri segera mempertimbangkan langkah ekshumasi terhadap jasad Sutrimo untuk kepentingan hukum dan keadilan. Menurutnya, ekshumasi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum untuk memperoleh pemeriksaan forensik secara lebih mendalam terkait penyebab kematian.

    “Sudah seharusnya pihak Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan. Pemeriksaan forensik melalui ekshumasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengungkap secara ilmiah penyebab kematian dan menjawab berbagai kejanggalan yang ada,” ujar Ketua Dewan Pembina DPP Peradi Maju tersebut.