Blog

  • Prof. Henry Indraguna Apresiasi Komitmen Polri Berantas Peredaran Narkoba

    JAKARTA – Pengamat hukum Prof. Henry Indraguna mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba. Ia menilai langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika.

    “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” kata Henry dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Rabu (14/10/2026).

    Henry menilai pemberantasan narkoba perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, mulai dari pengguna hingga bandar besar dan jaringan internasional. Ia juga menyoroti penindakan di sejumlah kawasan rawan peredaran narkotika, termasuk Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.

    Menurutnya, upaya penegakan hukum perlu dilakukan secara konsisten dan diimbangi langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat. “Agar langkah penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pencegahan,” ujarnya.

    Henry berharap penguatan pemberantasan narkoba dapat dilakukan di seluruh jajaran Polda dan Polres, disertai kolaborasi lintas lembaga, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, dan Bea Cukai, untuk memutus rantai pasokan narkoba dari luar negeri. Ia juga menyatakan kesiapan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) untuk menjadi mitra Polri dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pemuda.

    “Narkoba menghancurkan masa depan anak bangsa. Satu orang kena narkoba, satu keluarga hancur. Kalau satu generasi hancur, negara bisa hancur. Jadi apa yang dilakukan Jenderal Suyudi ini adalah menyelamatkan masa depan Indonesia,” tegas Henry.

    Ia berharap komitmen pemberantasan narkoba berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan pelayanan publik. Menurutnya, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diwujudkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

  • IPW Dorong Kapolri Suyudi Perkuat Pemberantasan Narkoba dan Reformasi Internal Polri

    JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pemberantasan narkoba sekaligus melanjutkan pembenahan internal Polri. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat pengawasan, serta menghadirkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Ketua IPW menilai pemberantasan narkoba perlu menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program 100 hari kerja Kapolri. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi antara Bareskrim Polri, jajaran Polda, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya dalam penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba dan kawasan yang rawan penyalahgunaan narkotika.

    “Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain menindak jaringan peredaran, Polri juga perlu memperkuat pencegahan, melindungi generasi muda, serta memastikan setiap anggota yang terbukti terlibat narkoba ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ketua IPW.

    Dukungan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus narkoba di sejumlah wilayah. Di Sumatera Utara, melalui Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) bersama BNN Provinsi Sumatera Utara, petugas mengamankan 37 orang di kawasan bantaran Sungai Jalan M. Yusuf Jintan, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (11/10/2026). Dari jumlah tersebut, 27 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

    Sementara itu, penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026), melibatkan personel Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya bersama BNN. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 24 orang, terdiri atas 16 orang dari Kampung Ambon dan delapan orang dari Kampung Boncos, serta menyita sejumlah barang bukti narkotika dan senjata yang diduga digunakan untuk melakukan perlawanan.

    Menurut IPW, langkah penindakan tersebut perlu diikuti dengan pemetaan kawasan rawan narkoba, penguatan operasi terpadu, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaannya. Penanganan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah agar upaya pemberantasan berjalan efektif.

    Selain pemberantasan narkoba, IPW menyoroti pentingnya pembenahan organisasi Polri, terutama dalam aspek pelayanan publik, pengawasan internal, dan pengelolaan sumber daya manusia. Evaluasi kinerja pimpinan di setiap tingkatan dinilai perlu dilakukan berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta capaian pelaksanaan tugas.

    Ketua IPW mengatakan bahwa perubahan organisasi perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, masyarakat harus memperoleh pelayanan kepolisian secara profesional tanpa harus terlebih dahulu menyampaikan persoalannya melalui media sosial agar mendapatkan perhatian.

    “Pembenahan Polri perlu diukur dari hasil yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan membuat laporan, kejelasan penanganan perkara, hingga sikap personel saat memberikan pelayanan. Prinsip meritokrasi, transparansi, dan pengawasan yang konsisten menjadi bagian penting untuk mewujudkan perubahan tersebut,” ungkapnya.

    IPW juga mendorong penguatan pengawasan melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022. Pelaksanaannya dinilai penting untuk mencegah penyimpangan, meningkatkan disiplin, serta memastikan pimpinan bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi personel di bawah kewenangannya.

    Dalam hal mutasi dan penempatan jabatan, IPW berpandangan bahwa keputusan organisasi perlu didasarkan pada pertimbangan objektif, termasuk kompetensi, kapabilitas, integritas, dan kebutuhan organisasi. Evaluasi yang terukur diharapkan dapat menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat soliditas internal Polri.

    IPW turut menekankan bahwa pembenahan internal harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat. Pelayanan yang humanis, keterbukaan informasi, serta penanganan pengaduan yang akuntabel dinilai menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.

    Melalui berbagai langkah tersebut, IPW berharap program 100 hari kerja Kapolri dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkoba, meningkatkan kualitas pengawasan internal, dan mendorong pelayanan kepolisian yang semakin profesional.

    Upaya tersebut sejalan dengan harapan agar Polri terus meningkatkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang adil, pelayanan yang responsif, serta komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah

    JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan.

    Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Lantai 5, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 343 peserta, terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur wakil kesiswaan SSG sesuai data penyelenggara.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Moh Dofir dari Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Ernita Napitu, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni AKP Mirza Triyuna P, S.Kom., M.H., M.T.I., dari Ditcegah Densus 88 AT Polri; Retno Listyrini dari Kasubkel PAUD Dikmas Sudin 1 Jakarta Utara; serta Dra. Rosnalisa Z, M.Si., CHT, konselor dan psikolog klinis Alazka Kids Development.

    Kombes Pol Moh Dofir menegaskan, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan IRET karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

    “Pencegahan IRET di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi dan peran aktif seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Dofir.

    Ia menambahkan, pemahaman tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu mengenali indikasi awal penyebaran paham ekstremisme maupun perilaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

    “Melalui workshop ini, kami berharap para tenaga pendidik semakin memahami pentingnya deteksi dini, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” tambahnya.

    Selain pencegahan IRET, workshop ini membahas penanganan cyberbullying yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, hingga perkembangan psikologis peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memahami mekanisme penanganan dan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.

    Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Peserta didik perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh konten yang mendorong kebencian maupun kekerasan.

    Melalui kegiatan ini, Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk melakukan pencegahan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, komunikasi yang sehat dengan peserta didik, serta pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian tanpa memberikan stigma atau pelabelan secara prematur terhadap siswa.

    Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkesinambungan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, membangun karakter, dan menghargai keberagaman.

  • Kejahatan Bisa Terjadi Di Mana Saja: Polda Kaltim Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan di Jalanan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan — Potensi kejahatan jalanan, khususnya aksi pembegalan, terus menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kejahatan sering kali terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku, melainkan juga karena adanya kesempatan saat masyarakat lengah.

    Polda Kalimantan Timur mengingatkan seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di malam hari atau melintasi jalur-jalur yang rawan.

    Untuk meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan jalanan, masyarakat diimbau untuk memperhatikan beberapa langkah antisipasi berikut: Tetap Fokus dan Waspada: Selalu perhatikan situasi di sekitar Anda saat berkendara. Hindari mengoperasikan ponsel atau menggunakan perhiasan/barang mewah yang mencolok. Hindari Rute Sepi dan Gelap: Sebisa mungkin pilih jalur yang ramai, terang, dan memiliki penerangan jalan yang cukup, meskipun harus menempuh jarak yang sedikit lebih jauh. Periksa Kendaraan Sebelum Bepergian: Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima agar tidak mengalami mogok di tempat yang sepi.

    Menanggapi potensi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan pesan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Timur.

    “Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja saat kita lengah. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh warga Kalimantan Timur untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di jalanan.

    Jika Anda melihat, mengetahui, atau bahkan menjadi korban tindak pidana kejahatan, jangan ragu untuk segera menghubungi Layanan Call Center Polri di nomor 110 (Bebas Pulsa/Gratis). Kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu kami untuk merespons dan menindak tegas para pelaku kejahatan.

    Mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita agar tetap kondusif. Bersama Polri dan seluruh elemen masyarakat, kita wujudkan Kalimantan Timur yang aman, nyaman, dan damai!”

    Polda Kaltim menegaskan komitmennya untuk menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga. Masyarakat diimbau untuk menyimpan nomor darurat 110 pada ponsel masing-masing agar dapat dipergunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.

  • DUKUNG PENDIDIKAN BHAYANGKARA, POLSEK KUARO SOSIALISASIKAN SPMB SMA KEMALA TARUNA BHAYANGKARA DI SMPN 01 KUARO

    KUARO – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Kuaro AKP Hermawan, S.H., M.H. melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028, Selasa (13/10/2026) pukul 09.00 Wita s/d selesai bertempat di SMPN 01 Kec. Kuaro Kab. Paser.

    Kegiatan dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Kuaro IPTU Aculi, Banit Lantas Polsek Kuaro Briptu Fadhil Tri dan Banit Reskrim Polsek Kuaro Bripda Gabriel Simanjuntak.

    Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada para pelajar tentang mekanisme penerimaan, persyaratan serta keunggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai sekolah berkarakter kebhayangkaraan yang unggul dan berprestasi.

    #HumasPolresPaser

  • Polres Bontang dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Bontang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi potensi banjir, Polres Bontang gelar aksi gotong royong membersihkan sungai bersama masyarakat di Kelurahan Gunung Elai, Sabtu (10/10/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Bontang Kompol Awan Kurnianto, S.H., dengan melibatkan sejumlah pejabat utama Polres Bontang, personel Polres dan Polsek, serta berbagai elemen masyarakat. Turut hadir Lurah Gunung Elai Sulistyo, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), warga RT 8, RT 9, dan RT 42, serta siswa PKL dari Sekolah Putra Bangsa.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama membersihkan sampah plastik dan berbagai limbah yang menumpuk di sepanjang aliran sungai. Petugas dan masyarakat juga mengangkat tanaman liar yang berpotensi menghambat aliran air, sehingga kondisi sungai menjadi lebih bersih dan alirannya dapat kembali lancar.

    Selain melakukan kerja bakti, personel Polres Bontang turut memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai, karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan risiko banjir ketika curah hujan tinggi.

    Melalui aksi bersama ini, kondisi sungai di kawasan Kelurahan Gunung Elai diharapkan menjadi lebih terawat dan terbebas dari tumpukan sampah yang berpotensi mengganggu aliran air. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui semangat gotong royong.

    Keterlibatan warga dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pemeliharaan sungai dapat terus dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan kerja bakti sesaat.

    Gerakan bersih-bersih sungai ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi tagline Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta aman dari berbagai potensi bencana.

    Polres Bontang berharap semangat kebersamaan tersebut terus terpelihara, sehingga masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi kenyamanan serta keselamatan warga.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Genangan dan Kecelakaan, Polsek Gunung Tabur Kawal Pembersihan Drainase

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Polsek Gunung Tabur melakukan pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas dalam kegiatan pembersihan parit dan pembongkaran jembatan penyeberangan di Jalan H.A.R.M. Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, Kab. Berau, Sabtu (10/10/2026).

    Kegiatan tersebut sebagai upaya mengatasi penyumbatan saluran drainase akibat endapan lumpur dan sedimentasi yang selama ini menyebabkan genangan air di sepanjang jalan poros tersebut.

    Kehadiran personel kepolisian bertujuan menjaga keamanan selama proses pengerjaan berlangsung, sekaligus memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan meminimalkan risiko kecelakaan di sekitar lokasi kegiatan.

    Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi menjelaskan, personel Polsek Gunung Tabur turut membantu kelancaran aktivitas masyarakat dengan mengatur lalu lintas di area pengerjaan. Sebelum pekerjaan dimulai, petugas juga melakukan penyiraman pada permukaan jalan untuk membersihkan sisa lumpur yang berpotensi membuat jalan menjadi licin.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kecelakaan lalu lintas, mengingat kondisi jalan yang licin akibat lumpur sebelumnya pernah menyebabkan insiden yang melibatkan pengendara sepeda motor.

    Untuk menunjang pekerjaan, sejumlah peralatan dan armada dikerahkan, termasuk satu unit excavator Komatsu PC78us.

    Pembersihan saluran air dan pembongkaran bagian penyeberangan yang menghambat drainase ini diharapkan mampu memulihkan kelancaran aliran air, sehingga risiko genangan saat hujan dapat dikurangi. Selain itu, kondisi jalan yang lebih bersih juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.

    Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, Polsek Gunung Tabur menunjukkan dukungannya terhadap upaya pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur lingkungan, mengantisipasi potensi banjir, serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.

    Humas Polda Kaltim

  • Polisi Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Tuana Tuha Kutai Kartanegara

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Kukar. Kali ini, kebakaran melanda kawasan semak belukar seluas kurang lebih setengah hektare di RT 01, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Minggu (11/10/2026).

    Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Kenohan bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, relawan peduli api, Palang Merah Indonesia (PMI), serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran merambat ke wilayah sekitarnya.

    Lokasi kebakaran yang berada di tepi Jalan Poros Kenohan–Kembang Janggut menjadi perhatian petugas dalam melakukan penanganan agar kobaran api tidak semakin meluas.

    Selama proses pemadaman, tim gabungan terus memantau arah angin dan pergerakan api untuk menentukan area yang harus diprioritaskan. Koordinasi antarpersonel juga dilakukan guna memastikan kesiapan peralatan serta mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di sekitar lokasi kejadian.

    Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur bersama masyarakat sangat diperlukan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran.

    Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko penyebaran api, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api di kawasan lahan terbuka.

    Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, bahkan dapat mengancam lahan produktif, permukiman, serta mengganggu kegiatan masyarakat.

    Polsek Kenohan mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap yang mencurigakan. Dengan respons cepat dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, potensi karhutla di wilayah Kutai Kartanegara diharapkan dapat dicegah dan ditangani sejak dini

    Humas Polda Kaltim

  • Polsek Bentian Besar Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla Seluas 7 Hektare di Kutai Barat

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Polsek Bentian Besar bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kampung Dilang Puti RT 06, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (11/10/2026).

    Peristiwa kebakaran yang diketahui sekitar pukul 13.00 WITA tersebut mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 7 hektare terbakar. Untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas, personel kepolisian bersama anggota Koramil, petugas pemadam kebakaran, pihak PT BCPM, Masyarakat Peduli Api, serta warga setempat bahu-membahu melakukan pemadaman.

    Dalam operasi tersebut, tim gabungan menggunakan sejumlah sarana pendukung, meliputi satu unit truk pemadam kebakaran, satu unit kendaraan Damkar Slip-On, satu unit mobil tangki air dari PT BCPM, satu unit truk tangki milik masyarakat, serta lima unit mobil pikap yang dilengkapi tangki air.

    Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak menuju ladang. Setelah melihat api membesar, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas dan ikut membantu upaya pemadaman di lokasi.

    Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.30 WITA. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

    Meski demikian, proses penanganan di lapangan tidak berjalan mudah. Kondisi lahan gambut dan area terbuka menyebabkan api berpotensi cepat menjalar. Selain itu, akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan, keterbatasan jangkauan selang, serta jauhnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

    Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan lebih lanjut.

    Di samping melakukan pemadaman, petugas juga mengambil langkah pencegahan dengan mengamankan area yang berisiko membahayakan masyarakat serta menyampaikan imbauan agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Masyarakat turut diberikan pemahaman mengenai dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan.

    Sebagai upaya mengantisipasi kebakaran susulan, Polsek Bentian Besar bersama tim gabungan berencana melakukan pemeriksaan kembali di lokasi kejadian serta meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.

    Polres Kutai Barat juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan, menghindari pembakaran lahan, dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran. Pelaporan sejak dini diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

    Humas Polda Kaltim

  • Dir Binmas Polda Kaltim Hadiri Pameran Budaya dan UMKM, Dorong Pelestarian Warisan Tradisional dan Ekonomi Kreatif

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kegiatan audisi atau casting yang dirangkai dengan pameran industri, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta produk kerajinan tradisional yang diselenggarakan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia berlangsung di Gedung BSSC Dome, Kota Balikpapan, Senin (12/10/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Binmas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si., Wakapolresta Balikpapan, unsur Forkopimda Kota Balikpapan, serta Persekutuan Suku Dayak se-Kalimantan Timur.

    Pameran ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan nasional melalui pengenalan, pengembangan, dan promosi seni serta tradisi yang tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Beragam produk kerajinan tradisional turut diperkenalkan sebagai bagian dari identitas budaya dan warisan bangsa yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi.

    Selain menjadi ruang promosi kebudayaan, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, kekayaan budaya lokal diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

    Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, seniman, komunitas budaya, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

    Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan komunitas adat dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, seni, tradisi, dan kerajinan khas daerah diharapkan semakin dikenal, diapresiasi, serta mampu diwariskan kepada generasi mendatang.

    Dengan memadukan kegiatan audisi atau casting dan pameran produk budaya serta UMKM, acara di Gedung BSSC Dome Balikpapan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas promosi potensi budaya lokal, memperkuat identitas bangsa, dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

    Humas Polda Kaltim