Blog

  • Bermain dan Belajar Bersama Anak, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Berikan Dukungan Psikologis di SD Inpres Kago

    ILAGA, Papua Pegunungan – Suasana di SD Inpres Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, berlangsung lebih santai ketika personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Tim Support Psikologi berinteraksi langsung dengan para siswa, Jumat (4/9/2026).

    Kegiatan yang dipimpin Wakasatgas Banops Damai Cartenz-2026, AKP Ferdinan Alfa Pikey, S.Tr.K., S.I.K., tersebut diisi dengan pendampingan psikologis melalui terapi bermain serta penyerahan tas dan alat tulis kepada para siswa.

    Setelah tiba di lingkungan sekolah, personel tidak langsung melakukan kegiatan secara formal. Mereka terlebih dahulu berinteraksi dengan anak-anak, mengajak berbincang dan mengikuti aktivitas bermain bersama. Anak-anak kemudian mengikuti terapi bermain yang dipandu Tim Support Psikologi.

    Dalam terapi tersebut, anak-anak diajak terlibat langsung dalam aktivitas bermain bersama personel dan tim psikologi. Permainan dilakukan dalam suasana santai dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa tekanan. Personel turut berada di tengah-tengah siswa, mengikuti aktivitas mereka, berkomunikasi, dan memberikan respons selama kegiatan berlangsung.

    Bagi tim psikologi, aktivitas bermain menjadi ruang interaksi untuk mendampingi anak-anak secara lebih dekat. Sementara bagi siswa, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk bermain dan berkomunikasi bersama personel di lingkungan sekolah dalam suasana yang berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari.

    Interaksi berlangsung secara alami. Ada anak yang mengikuti permainan bersama kelompok, sementara lainnya berinteraksi langsung dengan personel di sekitarnya. Personel mengikuti aktivitas anak-anak sambil membangun komunikasi sederhana sehingga kegiatan tidak terasa seperti pembelajaran formal.

    Setelah sesi terapi bermain selesai, personel menyerahkan tas dan alat tulis kepada para siswa. Perlengkapan tersebut diberikan untuk menunjang kebutuhan mereka dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan bersama anak-anak perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan psikologis dan pendidikan mereka.

    “Anak-anak membutuhkan ruang yang aman dan nyaman untuk belajar, bermain, dan berinteraksi. Karena itu, pendampingan melalui terapi bermain menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi dengan mereka sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

    Ia meminta personel yang melaksanakan kegiatan bersama masyarakat untuk menyesuaikan pendekatan dengan kondisi di lapangan.

    “Dalam berinteraksi dengan anak-anak, jangan hanya melihat kegiatan dari sisi formal. Berikan ruang kepada mereka untuk bermain, berbicara, dan berinteraksi. Dengan begitu, kita dapat memahami mereka sekaligus memastikan kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan terapi bermain memberikan kesempatan kepada personel dan tim psikologi untuk berinteraksi dengan anak-anak melalui aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

    “Terapi bermain membuat interaksi dengan anak-anak berlangsung lebih natural. Mereka dapat bermain, berkomunikasi, dan mengikuti kegiatan bersama personel dalam suasana yang nyaman. Tim psikologi kemudian mendampingi jalannya kegiatan sesuai dengan kondisi anak-anak,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi personel untuk melihat secara langsung kondisi anak-anak di lingkungan sekolah.

    “Selain memberikan perlengkapan sekolah, kita ingin waktu yang diluangkan bersama anak-anak memiliki manfaat. Ketika personel ikut bermain dan berinteraksi, anak-anak memiliki ruang untuk merasa nyaman dan terbuka selama mengikuti kegiatan,” tambahnya.

    Kepala Sekolah Dasar Inpres Kago, Kindenius Wonda, S.Th., menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada sekolah serta para siswa.

    “Saya sebagai Kepala Sekolah SD Inpres Kago menyampaikan banyak terima kasih kepada Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz yang sudah datang memberikan kecerahan dan perhatian kepada kami di sekolah ini. Anak-anak senang sekali dan kami merasa diperhatikan,” ungkap Kindenius.

    Ia mengatakan para siswa menikmati kesempatan bermain dan berinteraksi bersama personel.

    “Anak-anak sangat senang karena bisa bermain dan berinteraksi bersama bapak-bapak polisi. Bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan juga sangat membantu anak-anak dalam kegiatan belajar,” katanya.

    Kindenius juga menyampaikan doa agar seluruh personel yang menjalankan tugas di Papua diberikan perlindungan dan keselamatan.

    “Kami berdoa Tuhan selalu memberkati bapak-bapak dalam tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Tuhan jaga dan lindungi, supaya semua tugas berjalan baik dan aman,” ujarnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Papua.

  • TEAM POSKO KARHUTLA LONG IKIS BERJIBAKU PADAMKAN API 2 HEKTAR


    Titik Api Terdeteksi Satelit Lembuswana, Diduga Sengaja Dibakar Untuk Buka Lahan

    LONG IKIS – Gerak cepat dilakukan Team Posko Karhutla Kecamatan Long Ikis dalam memadamkan kebakaran lahan. Selasa 1 September 2026 pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, personel gabungan berjibaku memadamkan api di perbatasan Desa Jemparing dan Desa Teluk Waru, Kabupaten Paser.

    Kebakaran diketahui setelah 1 titik hotspot terdeteksi aplikasi Lembuswana dengan data akuisisi 31 Agustus 2026 pukul 13.25 WITA. Tingkat kepercayaan MEDIUM dari satelit SNPP milik NASA menunjukkan koordinat 1° 36′ 30.74″ S, 116° 18′ 33.48″ E di wilayah Adang Jaya.

    Kapolsek Long Ikis IPTU Slamet Hafidin, S.H., M.H. menyatakan setibanya di lokasi tim menemukan api telah membakar semak belukar dengan luas kurang lebih 2 hektare.

    “Diduga lahan tersebut sengaja dibakar untuk pembukaan lahan. Saat petugas tiba tidak ditemukan orang di sekitar titik api,” jelas IPTU Slamet.

    Pemadaman dilakukan secara bersama oleh Anggota Polsek Long Ikis BRIPDA Fikram Tri Wiranto, Anggota Koramil 0904-04/Long Ikis SERTU Eko Wijiyono dan SERTU Rohani, MPA Desa Jemparing, serta warga setempat. Dengan menggunakan 1 unit kendaraan R4 pemadam dan 3 unit R2, api berhasil dipadamkan.

    Setelah dipastikan api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

    “Cuaca kemarau sangat rawan. Satu percikan api bisa meluas dan merugikan banyak pihak. Kami minta warga segera lapor jika melihat asap,” tegas Kapolsek.

    Kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif. Polres Paser melalui Polsek Long Ikis akan terus melakukan patroli dan pemantauan titik panas guna mengantisipasi Karhutla.

    #HumasPolresPaser

  • Pantau Hotspot Karhutla, Brimob Kaltim Intensifkan Patroli di Kutai Timur

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kutim – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Satbrimob Polda Kaltim. Personel Batalyon B Pelopor melaksanakan patroli pemantauan hotspot di sejumlah wilayah rawan Karhutla di Kabupaten Kutai Timur, Senin (31/8/2026).

    Dipimpin Ipda Sriyono, S.H., patroli menyasar wilayah Polsek Bengalon, Polsek Wahau dan Polsek Kaliorang dalam rangka Ops Kontinjensi Aman Nusa II Penanganan dan Penanggulangan Karhutla 2026.

    Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin. Personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan patroli dan pemantauan hotspot merupakan langkah preventif untuk mempercepat deteksi serta penanganan potensi Karhutla.

    “Polri terus memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan Karhutla melalui patroli dan pemantauan secara berkala. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Melalui patroli tersebut, Brimob Kaltim berkomitmen mendukung upaya pencegahan Karhutla sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kutai Timur.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Karhutla, Polres Berau Edukasi Warga Teluk Bayur Soal Bahaya Bakar Lahan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Jajaran Polres Berau terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kelurahan Teluk Bayur tersebut diikuti personel Polres Berau, Polsek Teluk Bayur, TNI, pemerintah kelurahan, ketua RT serta kelompok tani.

    Dalam sosialisasi, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.

    Polri turut mengingatkan bahwa pembakaran lahan secara sengaja dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan serta memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat.

    “Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Melalui kegiatan tersebut, Polres Berau berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat ditekan dan lingkungan serta kesehatan warga tetap terjaga.

    Humas Polda Kaltim

  • Jaga Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Polres Kubar Bagikan Masker

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat ditunjukkan Satlantas Polres Kutai Barat dengan membagikan masker kepada pengendara dan warga yang beraktivitas di sekitar jalan raya.

    Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk membantu masyarakat mengurangi paparan debu dan polusi udara, sekaligus dimanfaatkan personel untuk menyampaikan imbauan keselamatan berlalu lintas.

    Pengendara sepeda motor juga diingatkan untuk selalu menggunakan helm standar dan memperhatikan keselamatan selama berkendara.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengapresiasi langkah personel Satlantas yang menggabungkan pelayanan kepada masyarakat dengan edukasi keselamatan.

    “Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan serta kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan warga. Kami mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan tertib berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Kutai Barat terus mendorong terciptanya Kamseltibcarlantas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

    Humas Polda Kaltim

  • Pastikan Personel Tetap Prima, Kapolres Paser Cek Posko Karhutla Paser Belengkong

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Paser – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., bersama jajaran TNI dan pemerintah kecamatan mengecek Posko Penanganan Karhutla di Kecamatan Paser Belengkong, Senin (21/8/2026).

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek kondisi kesehatan anggota yang bertugas dalam penanganan karhutla.

    Tim Dokkes Polres Paser turut melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebagai bentuk perhatian, Kapolres juga menyerahkan vitamin dan masker kepada personel posko.

    Kapolres Paser menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik personel serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang rawan karhutla.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan pengecekan posko menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi karhutla.

    “Kesiapan personel harus dibarengi dengan kondisi kesehatan yang prima. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait perlu terus diperkuat agar setiap potensi karhutla dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama dalam upaya mencegah serta menangani karhutla di wilayah Kabupaten Paser.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Premanisme, Sat Samapta Polres PPU Intensifkan Sambang dan Patroli Kamtibmas

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, PPU – Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polres Penajam Paser Utara (PPU). Personel Sat Samapta menyambangi sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Penajam, Senin (31/8/2026).

    Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah aksi premanisme sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.

    Dalam sambang, personel berdialog dengan warga dan menyampaikan imbauan agar bersama-sama menjaga Kamtibmas serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

    Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kasat Samapta AKP Wiji Santosa mengatakan, kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan mencegah gangguan Kamtibmas sejak dini.

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa langkah preventif melalui patroli dan sambang menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah.

    “Polri terus mendorong kehadiran personel di tengah masyarakat sebagai upaya mencegah potensi gangguan Kamtibmas, termasuk premanisme. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Melalui kegiatan tersebut, Polres PPU berharap tercipta situasi yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

    Humas Polda Kaltim

  • Kaltim Tekankan Polwan Harus Terus Berprestasi dan Menjadi Teladan di Masyarakat

    SIARAN PERS

    Syukuran HUT Polwan ke-78, Kapolda

    BALIKPAPAN – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Syukuran dan Tatap Muka Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Polda Kaltim, Selasa (1/9/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti secara langsung oleh Polwan Satker Polda Kaltim, Polwan Polresta Balikpapan, serta perwakilan Polwan dari sejumlah satuan kewilayahan jajaran Polda Kaltim. Sementara itu, Polwan Satker SPN dan Polwan Polres/ta jajaran Polda Kaltim lainnya turut mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dari wilayah masing-masing.

    Sebanyak 437 personel Polwan Polda Kaltim turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan ini menjadi wujud soliditas sekaligus semangat seluruh Polwan untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

    Rangkaian kegiatan berlangsung penuh khidmat dan meriah. Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, penyampaian yel-yel Polwan Polda Kaltim, laporan Ketua Panitia Hari Jadi Polwan Polda Kaltim, serta selayang pandang perjalanan Polwan Polda Kaltim.

    Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menekankan pentingnya semangat berprestasi bagi seluruh Polwan. Menurutnya, setiap personel Polwan harus mampu mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas.

    “Polwan harus terus berprestasi. Jangan pernah berhenti untuk meningkatkan kemampuan, mengembangkan potensi, dan memberikan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas. Jadilah Polwan yang tidak hanya hadir, tetapi mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya,” tegas Irjen Pol Endar Priantoro.

    Kapolda Kaltim juga mengingatkan bahwa setiap Polwan memiliki peran penting dalam membangun citra positif institusi Polri di tengah masyarakat. Sikap, perilaku, dan pengabdian yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari diharapkan mampu menjadi contoh serta inspirasi bagi lingkungan sekitar.

    “Sesuai dengan slogan ‘Satu Polisi Wanita, Memberikan Dampak Signifikan’, saya berharap setiap Polwan mampu memberikan dampak yang nyata. Satu orang Polwan harus mampu menjadi contoh yang baik, memberikan inspirasi, dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat,” ujar Kapolda Kaltim.

    Lebih lanjut, Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa menjadi seorang Polwan bukan hanya tentang menjalankan tugas Kepolisian, tetapi juga bagaimana menghadirkan keteladanan melalui sikap dan perilaku.

    “Jadilah contoh yang baik di masyarakat. Tunjukkan bahwa Polwan adalah sosok yang profesional, berintegritas, disiplin, humanis, dan mampu memberikan solusi. Di manapun bertugas, berikan kontribusi terbaik dan jaga nama baik institusi,” pesannya.

    Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada Polwan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan dalam pelaksanaan tugas.

    Momen penuh makna turut berlangsung saat Kapolda Kaltim melaksanakan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Purnawirawan Polwan, Polwan Senior Tertua, dan Polwan Termuda. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan panjang pengabdian Polwan sekaligus kesinambungan semangat pengabdian dari generasi ke generasi.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian Syukuran dan Tatap Muka Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, tertib, aman, dan lancar.

    Peringatan HUT Polwan ke-78 menjadi momentum bagi seluruh Polwan Polda Kaltim untuk terus meningkatkan profesionalisme, menorehkan prestasi, serta menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Satu Polisi Wanita, Memberikan Dampak Signifikan.

    Humas Polda Kaltim

  • Gunung Sinabung Berstatus Siaga, 176 Personel Polri Dikerahkan untuk Layani dan Lindungi Masyarakat

    JAKARTA — Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

    Gunung Sinabung saat ini berstatus Level III (Siaga) setelah mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB. Dalam kondisi tersebut, Polri memprioritaskan keselamatan masyarakat melalui pengamanan wilayah rawan, pelayanan publik, dukungan kesehatan, kesiapan evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

    “Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

    Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50–600 meter. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur–tenggara.

    Aktivitas kegempaan tercatat berupa 9 kali gempa hembusan, 6 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

    Untuk mendukung pengamanan dan keselamatan masyarakat, Polda Sumatera Utara menyiagakan 176 personel yang terdiri atas 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan 4 personel tim kesehatan.

    Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, membantu pengaturan mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan cepat.

    Penanganan juga diperkuat sekitar 550 personel gabungan, terdiri atas 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo. Seluruh unsur bekerja secara terpadu di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait.

    Seiring peningkatan status Gunung Sinabung, radius aman ditetapkan hingga 6 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, risiko tinggi lontaran material berada di sekitar 3 kilometer.

    Wilayah Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Untuk mencegah masyarakat terpapar bahaya, kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara.

    Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta sterilisasi di wilayah yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk melihat aktivitas gunung atau mengambil gambar.

    Selain pengamanan, Polri bersama pemerintah daerah dan TNI telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak erupsi terhadap masyarakat. Langkah tersebut meliputi penyiraman wilayah yang terdampak abu vulkanik, pembagian 15.000 masker kepada masyarakat, peliburan sekolah selama dua hari di wilayah terdampak, penyiapan pelayanan kesehatan, penyediaan dapur lapangan, penyaluran logistik dan kebutuhan dasar, penguatan posko terpadu, serta penyiapan jalur dan kendaraan evakuasi.

    Posko Terpadu Penanggulangan Bencana ditempatkan di Kantor Koramil 04/Simpang Empat. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan situasi, pelayanan masyarakat, pengelolaan informasi, serta pengendalian langkah penanganan apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

    Kesiapan jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, tenaga kesehatan, kendaraan, logistik, dan kebutuhan dasar masyarakat terus diperiksa secara berkala. Sosialisasi kepada warga juga dilakukan agar masyarakat memahami tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.

    Trunoyudo menegaskan, masyarakat harus menjadikan informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, BPBD, dan petugas di lapangan sebagai rujukan utama. Informasi mengenai status gunung, radius bahaya, arah abu vulkanik, maupun perintah evakuasi harus disampaikan melalui sumber resmi.

    “Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti arahan petugas dan segera bergerak menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi,” katanya.

    Polri juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Warga diminta menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di ruang terbuka, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

    Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung. Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi PVMBG.

  • Penegasan Divhumas Polri Dalam Memberikan Pelayanan Penyampaian Aspirasi

    Jakarta – Sejak awal dalam kegiatan kepolisian, Polri mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural serta mensosialisasikan pelayanan penyampaian aspirasi dimuka umum pada bulan Agustus 2026. Polri menegaskan memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi demi tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum.

    Polri menegaskan komitmennya bahwa sebagai negara hukum, wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum.

    “Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (1/9).

    Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri telah melakukan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perlindungan dan pelayanan masyarakat, dengan upaya Preemtif, upaya Preventif, dan upaya Penegakan hukum.

    1. Upaya Preemtif : Deteksi dan sosialisasi, edukasi, serta literasi, Partisipasi Masyarakat

    Deteksi Dini & Pencegahan: Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik.

    “Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik,” kata Karo Penmas.

    Kolaborasi Komunitas : Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

    “Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Edukasi & Literasi: Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan.

    “Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan,” tuturnya.

    1. Upaya Preventif: Kehadiran Kepolisian dalam Ruang Sosial Masyarakat

    Dimulai Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (turjawali) : Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata.

    “Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata,” kata Karo Penmas.

    Fasilitator Demokrasi yang Humanis : Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan).

    “Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan),” ujarnya.

    1. Upaya Penegakan Hukum: Ultimum Remedium yang Terukur

    Ultimum Remedium: Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik.

    “Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik,” tutur Karo Penmas.

    Legalitas dan Akuntabilitas Mutlak : Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama.

    “Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat dan tetap berjalannya aktifitas sosial masyarakat lainnya. Diimbau kepada seluruh masyarakat silahkan untuk melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Karo Penmas Divhumas Polri.