Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Upaya cepat dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan jajaran Polsek Talisayan. Personel Pospol Biatan bergerak bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan masyarakat untuk menangani kebakaran lahan di Kampung Biatan Bapinang, Kec.Biatan, Kab.Berau.
Peristiwa tersebut diketahui setelah adanya informasi mengenai titik api yang muncul pada lahan yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait kepemilikannya. Mendapat laporan tersebut, personel Pospol Biatan segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan langkah penanganan.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel Pospol Biatan bersama satu petugas Damkar dan dua warga yang turut membantu melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta perlengkapan pendukung lainnya.
Sinergi antara kepolisian, petugas Damkar dan masyarakat membuahkan hasil. Api yang membakar lahan berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak merembet ke area lainnya. Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi menyampaikan bahwa kecepatan dalam menangani setiap kejadian karhutla menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran berkembang semakin luas.
“Respons cepat sangat diperlukan ketika ditemukan adanya titik api. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan kebakaran,” kata AKP Suradi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar lahan, terutama kegiatan yang berpotensi menimbulkan sumber api. Pencegahan sejak dini dinilai penting mengingat api dapat dengan cepat menyebar apabila kondisi lahan kering.
Usai proses pemadaman, personel Pospol Biatan bersama petugas terkait melakukan penyisiran dan pemeriksaan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Setelah kondisi dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi titik api, personel kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke Pospol Biatan. Jajaran Polsek Talisayan juga terus mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah hukum Polsek Talisayan.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Samarinda, Senin dini hari (17/08/26) tepat pukul 00.00 Wita.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kaltim bertindak selaku Inspektur Upacara. Pelaksanaan apel pada detik pergantian hari menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Apel turut dihadiri Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Wakil Gubernur Kaltim Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., jajaran Forkopimda Kaltim, Danrem 091/ASN, Wali Kota Samarinda, Sekda Kaltim, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, serta personel TNI, Polri dan Satpol PP.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Selanjutnya, Inspektur Upacara membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan para pejuang bangsa yang telah memberikan jiwa dan raganya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan, serta penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan yang dimakamkan di TMP Kesuma Bangsa.
Suasana hening di tengah malam semakin menegaskan makna Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Para peserta sejenak menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan perjuangan yang telah dilalui bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.
Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menerangkan bahwa Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan demi kemerdekaan Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan dan penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan. Semangat pengorbanan dan kecintaan kepada bangsa yang telah mereka tunjukkan harus terus menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujar Kombes Pol Tedy. Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan NKRI.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, tugas kita bersama adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Kaltim bersama seluruh peserta meneguhkan kembali semangat nasionalisme dan kebangsaan. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan serta mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan Indonesia.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Kalimantan Timur menggelar upacara bendera di Lapangan Mapolda Kaltim, Senin (17/08/26). Upacara tersebut dipimpin oleh Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., dan diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Kaltim, personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Kaltim.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada sang Merah Putih yang kemudian dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera Polda Kaltim. Prosesi pengibaran berlangsung khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Suasana semakin khidmat saat rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh penghormatan dan semangat nasionalisme.
Mengheningkan cipta juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sementara itu ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menerangkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan menghargai perjuangan para pahlawan. “Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kombes Pol Tedy.
Ia menambahkan, semangat kemerdekaan hendaknya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara profesional, disiplin serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bagi anggota Polri dan ASN di lingkungan Polda Kaltim, semangat kemerdekaan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, dengan memberikan pelayanan yang humanis, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta terus berkontribusi dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel Polda Kaltim untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, persatuan dan kesatuan, serta mengisi kemerdekaan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Tim gabungan dari Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Kartanegara, Damkar Kabupaten Kutai Kartanegara, dan pihak Jasa Marga bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kilometer 54, Tol Balikpapan-Samarinda, Kec.Muara Jawa, Kab.Kukar, Minggu (16/08/26) sekitar pukul 14.00 Wita.
Personel yang turun langsung ke lapangan terdiri dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus dan Sat PJR Ditlantas Polda Kaltim, Polsek Muara Jawa dan Polsek Samboja, Damkar Kabupaten Kukar, serta Rescue Toll dan Si Kamtib Jasa Marga. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan terhadap titik kebakaran. Dari hasil penyelidikan awal, lokasi kebakaran berada di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar lima hektare. Vegetasi di lokasi berupa kayu campuran, sementara api diketahui lebih banyak menjalar pada bagian bawah berupa rumput dan ilalang.
Petugas kemudian melakukan pemadaman menggunakan mobil pemadam. Kondisi api berangsur mengecil, namun sejumlah titik masih mengalami penjalaran pada bagian bawah rumput dan ilalang sehingga personel tetap melakukan penyemprotan serta pemantauan di sekitar lokasi.
Dalam pengecekan awal, petugas tidak menemukan aktivitas masyarakat berupa perkebunan maupun permukiman di sekitar lokasi. Dugaan sementara kebakaran dipengaruhi kondisi cuaca, namun kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab terjadinya Karhutla tersebut.
Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kecepatan respons dan pencegahan agar api tidak meluas.
“Kami memastikan personel bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi. Selain pemadaman, kepolisian juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau,” ujar Kombes Pol Tedy.
Ia menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi sehingga petugas harus mengandalkan mobil dan tangki air. Selain itu, keterbatasan jangkauan selang juga membuat pemadaman dilakukan secara bertahap. “Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman lanjutan sampai seluruh titik api benar-benar dinyatakan aman. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mencegah Karhutla meluas dan menjaga kelestarian kawasan hutan,” tambahnya.
Selanjutnya, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kaltim bersama Polres Kukar akan melakukan penyelidikan lanjutan dan mengambil keterangan guna mengetahui penyebab kebakaran. Sementara tim gabungan tetap bersiaga dan melaksanakan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan rumah ibadah untuk memastikan pelaksanaan ibadah Minggu umat Kristiani berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Pengamanan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Batalyon Pelopor di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, Minggu (16/08/26).
Kegiatan patroli menyasar sejumlah gereja di wilayah Samarinda, Balikpapan, Tanah Grogot Kabupaten Paser, hingga Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Kehadiran personel Brimob merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah. Di Kota Samarinda, personel patroli Batalyon B Pelopor menyambangi Gereja Katolik Hati Kudus dan Gereja KIBAID di kawasan Jalan SMPN 8 Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, serta GPSI Jemaat Filadelfia di Jalan Manunggal, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.
Sementara itu, pengamanan di Kota Balikpapan dilaksanakan oleh personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor dengan menyambangi Gereja Katolik Kristus Bangkit di Jalan Soekarno-Hatta Km 15, Balikpapan Utara. Selain memantau situasi sekitar gereja, personel turut memastikan akses keluar-masuk tempat ibadah tetap lancar dan membantu mengantisipasi kepadatan kendaraan jemaat. Di Kabupaten Paser, personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor melaksanakan patroli di sejumlah rumah ibadah yang berada di kawasan Tanah Grogot, di antaranya Gereja GPIB di Jalan Jenderal Sudirman dan Gereja Katolik Paroki Alleluia di Jalan R.A. Kartini. Pengamanan dilakukan dengan pemantauan lingkungan sekitar serta pengaturan arus kendaraan untuk mendukung kelancaran kegiatan ibadah.
Hal serupa juga dilakukan personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor di Kabupaten Berau. Patroli menyasar Gereja GPIB di Jalan Mangga 1 dan Gereja GPPS di Jalan Merah Delima, Tanjung Redeb. Personel melakukan pemantauan situasi dan memastikan lingkungan sekitar rumah ibadah dalam kondisi aman selama kegiatan berlangsung. Dalam pelaksanaannya, personel Brimob melakukan pemeriksaan dan pemantauan lingkungan sekitar gereja, berkoordinasi dengan pengurus rumah ibadah, serta mengantisipasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Pengamanan ibadah Minggu merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Kami terus mengedepankan langkah preventif serta membangun komunikasi dengan pengurus rumah ibadah guna menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Kombes Pol Ronny. Ia menambahkan, patroli dan pengamanan rumah ibadah akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Sat Brimob Polda Kaltim dalam menjaga toleransi antarumat beragama serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalimantan Timur.
Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan lancar sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang serta situasi Kamtibmas di berbagai wilayah Kalimantan Timur tetap aman dan kondusif.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendorong personel untuk mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital guna memperkuat kecepatan dan ketepatan respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Salah satunya melalui proyek perubahan yang digagas Kombes Pol. Hari Brata, S.I.K., M.H., bertajuk “Membangun Manajemen Pengaduan Kontinjensi Responsif Terintegrasi sebagai Resiliensi Keamanan Nasional.”
Gagasan tersebut dilatarbelakangi semakin kompleksnya dinamika keamanan nasional di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan konektivitas digital. Di sisi lain, masyarakat semakin aktif menggunakan kanal digital untuk menyampaikan pengaduan maupun informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui proyek perubahan ini, pengaduan masyarakat tidak hanya dipandang sebagai layanan administratif, tetapi juga diarahkan menjadi sumber informasi strategis untuk mendukung deteksi dini, intelijen taktis, percepatan respons, serta pengambilan keputusan operasional Polri.
Dalam keterangannya, Kombes Pol. Hari Brata mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar pengelolaan pengaduan kontinjensi mampu mengikuti perkembangan ancaman yang semakin cepat dan kompleks.
“Pengaduan masyarakat harus kita kelola bukan hanya sebagai laporan yang masuk, tetapi menjadi informasi strategis yang dapat mendukung deteksi dini dan mempercepat respons Polri. Karena itu, sistemnya harus responsif, terintegrasi, realtime, dan mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” kata Hari Brata dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Proyek perubahan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan pengelolaan pengaduan masyarakat melalui penguatan kebijakan, penyusunan SOP Quick Response, pengembangan Dashboard Monitoring Pengaduan Kontinjensi Realtime, serta penguatan koordinasi lintas fungsi dan lintas instansi.
Dalam implementasinya, proyek tersebut juga mencakup pengembangan prototype dashboard yang mengintegrasikan data pengaduan masyarakat secara cepat, akurat, dan terpusat. Sistem tersebut juga diarahkan untuk menyempurnakan Daily Operating Reporting System (DORS) yang telah dimiliki Polri, sehingga pengelolaan informasi tidak hanya mencakup kejadian atau kejahatan konvensional, tetapi juga dapat mengakomodasi kejadian kontinjensi yang membutuhkan penanganan secara cepat.
Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai kejadian kontinjensi dapat diterima dan direspons secara lebih cepat, termasuk melalui mekanisme dispatch personel maupun pasukan untuk melakukan mitigasi. Langkah ini penting karena kejadian kontinjensi membutuhkan penanganan segera untuk mencegah eskalasi dan meminimalkan dampak yang lebih besar.
Selain pengembangan sistem, dilakukan pula penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop pelayanan pengaduan kontinjensi serta penyusunan komitmen bersama dalam penanganan pengaduan lintas fungsi secara terintegrasi.
Hari Brata menjelaskan, keberadaan sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mengubah pola penanganan pengaduan yang sebelumnya cenderung reaktif menjadi lebih cepat, prediktif, dan preventif.
“Transformasi ini kita bangun untuk memastikan setiap pengaduan yang memiliki potensi kontinjensi dapat segera diterima, diverifikasi, didistribusikan kepada fungsi yang tepat, ditindaklanjuti, dan dimonitor. Dengan begitu, pengaduan masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem early warning Polri,” ujarnya.
Proyek perubahan ini juga mendorong kolaborasi lintas fungsi dan lintas instansi. Penguatan koordinasi menjadi bagian penting agar informasi yang diterima dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif sesuai karakteristik dan tingkat urgensinya.
Dalam rancangan proyek perubahan tersebut, Polri telah memiliki sejumlah modal pendukung, di antaranya layanan Call Center 110 dan Dumas Presisi, command center, infrastruktur teknologi informasi, jaringan komunikasi data, serta sumber daya manusia yang mendukung pengelolaan pengaduan dan pengendalian operasional.
Hari Brata menegaskan, keberhasilan transformasi manajemen pengaduan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, standar operasional yang jelas, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Teknologi adalah salah satu instrumen. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel, kesamaan pola kerja, koordinasi lintas fungsi dan kolaborasi dengan stakeholder. Semua harus bergerak dalam satu sistem agar respons terhadap pengaduan masyarakat benar-benar cepat dan terintegrasi,” tuturnya.
Melalui proyek perubahan tersebut, diharapkan terwujud tata kelola pengaduan kontinjensi yang cepat, responsif, terintegrasi, dan profesional. Transformasi ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat pelayanan publik Polri, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendukung resiliensi keamanan nasional dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
JAKARTA — Polda Metro Jaya mengirim 12 truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Keberangkatan bantuan dilepas langsung oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri sekitar pukul 12.30 WIB.
Logistik yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, antara lain air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, minuman siap saji, makanan ringan, selimut dan sarung, alas tidur, serta terpal plastik berbagai ukuran.
“Keluarga besar Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban, memberikan manfaat, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Komjen Asep Edi Suheri.
Usai dilepas, seluruh logistik dibawa menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk selanjutnya diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur. Polda Metro Jaya juga telah berkoordinasi dengan Polda Nusa Tenggara Timur untuk menentukan skala prioritas penyaluran sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
“Kita berharap bantuan ini segera terdistribusi kepada masyarakat yang terdampak sehingga dapat dimanfaatkan dengan cepat dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kombes Budi Hermanto.
Pengiriman bantuan berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Di momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tetap fokus pada persatuan, gotong royong, dan rasa senasib sepenanggungan. Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diwujudkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” tambah Kombes Budi Hermanto.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara serentak menggerakkan bantuan kemanusiaan dari sejumlah Polda jajaran untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Sebanyak 44 truk dan 1 mobil box dikerahkan membawa berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air mineral, makanan siap saji, susu, beras, mie instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian, obat-obatan hingga perlengkapan kebersihan. Polri juga mengerahkan sarana pendukung operasi kemanusiaan berupa genset, tenda, perangkat komunikasi, sarana air bersih, kendaraan dapur lapangan dan water treatment.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi kemanusiaan Polri yang terus dilakukan sejak gempa terjadi.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Yang kita kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment agar kebutuhan masyarakat di pengungsian bisa segera ditangani,” ujar Trunoyudo.
Dari Bali, Polda Bali mengirimkan lima truk bantuan yang dilepas langsung pada Senin (17/8/2026). Bantuan tersebut antara lain terdiri dari 1.015 dus air mineral, 318 dus mie instan, 100 dus biskuit, 5.500 selimut, 20 terpal, 6.333 dus popok, 250 kasur tipis, 60 dus susu, 250 kasur lipat serta tisu basah dan tisu kering.
Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menggerakkan delapan truk bantuan. Logistik yang dibawa meliputi air mineral, susu, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, selimut, alas tidur, terpal, mie instan, roti dan biskuit. Dukungan dari Polda NTB menjadi bagian penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak mengingat posisi geografis NTB yang relatif dekat dengan NTT.
Sementara itu, Polda Jawa Tengah mengirimkan 10 truk dan satu mobil box. Bantuan yang disiapkan antara lain 2.025 dus air mineral, 60 dus susu bubuk, 636 dus mie instan, 12.766 dus popok, 11.052 selimut, 20 terpal, 6,8 ton beras, minyak goreng, biskuit, gula, 15.000 potong pakaian anak dan remaja, satu ton abon, tiga genset serta 600 sarung.
Polda Metro Jaya turut mengirimkan 12 truk bantuan. Pemberangkatan dilakukan melalui dukungan transportasi udara dari Halim Perdanakusuma dan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya. Bantuan selanjutnya diarahkan menuju wilayah tujuan sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
Adapun Polda Jawa Timur mengerahkan sembilan truk yang membawa bantuan sosial sekaligus dukungan operasional berupa dua kendaraan dapur lapangan dan dua unit water treatment. Polda Jatim juga mengirimkan 31 personel Satbrimob, empat personel Ditpolairud serta enam personel tim psikologi dan trauma healing.
Karena membawa kendaraan dan peralatan berukuran besar, bantuan Polda Jatim diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan Kapal Ferry Dharma Kencana V dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Kupang. Kapal dijadwalkan berangkat Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB dengan estimasi perjalanan sekitar lima hari.
“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo.
Pengiriman puluhan truk bantuan tersebut melengkapi dukungan Polri yang sebelumnya telah mengerahkan Brimob BKO, tim SAR, K9, DVI, Dokkes serta personel trauma healing untuk membantu penanganan bencana di NTT. Polri juga terus menggeser kebutuhan operasional seperti obat-obatan, tenda, Makanan Tambahan Polri (MTP), Watergen, water treatment, dapur lapangan, genset, Wi-Fi portable, Wontech dan Starlink.
“Kebutuhan masyarakat kita lihat secara utuh. Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kita sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” ujar Trunoyudo.
Berdasarkan data sementara Posko Terpadu/Polda NTT, terdapat sekitar 8.861 hingga 8.911 jiwa pengungsi yang tersebar di 22 titik. Data tersebut masih terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Setibanya di NTT, seluruh bantuan akan dikoordinasikan melalui Polda NTT untuk kemudian diteruskan kepada Polres-Polres di wilayah yang terdampak. Pola distribusi tersebut dilakukan agar bantuan dapat didorong lebih dekat kepada masyarakat dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing titik pengungsian.
“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti di gudang. Bantuan didorong sampai wilayah terdampak dan diteruskan melalui Polres setempat agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima,” tutur Trunoyodo.
Menurut Trunoyodo, pergerakan bantuan pada momentum Hari Kemerdekaan merupakan wujud semangat gotong royong dan kepedulian Polri kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan. Hari ini jajaran Polri bergerak serentak untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai wilayah, Polri terus memastikan bantuan kemanusiaan bergerak menuju masyarakat terdampak di Flores. Moda transportasi yang digunakan berbeda, namun seluruhnya diarahkan pada satu tujuan, yakni mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar dan penanganan masyarakat terdampak bencana.
Mataram — Usai upacara bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026) pukul 11.13 Wita, Kapolda NTB melepas bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak delapan truk bantuan diberangkatkan dari Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB.
Irwasda dan para pejabat utama (PJU) Polda NTB turut hadir dalam pelepasan tersebut. Bantuan disiapkan untuk menunjang kebutuhan dasar warga di tempat perlindungan sementara.
Bantuan yang dikirim cukup beragam, mulai air mineral, susu, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mie instan, roti atau biskuit, selimut, alas tidur, hingga terpal.
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. mengatakan, pengiriman bantuan menjadi bentuk empati Polda NTB terhadap warga NTT yang tengah menghadapi musibah. Ia juga mengajak seluruh pihak mendoakan korban serta keluarga yang ditinggalkan.
“Pada hari ini kita turut mendoakan saudara-saudara kita di NTT yang mengalami musibah gempa. Bagi keluarga korban dan almarhum, mudah-mudahan diberikan jalan terang ke surga Allah Subhânahu Wa Ta’ala. Bagi saudara kita yang terdampak, mudah-mudahan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Irjen Pol. Kalingga.
Delapan truk bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, selama berada di lokasi perlindungan sementara. Kapolda NTB menyadari bantuan tersebut tidak serta-merta menghapus duka dan kehilangan akibat bencana.
“Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya menghapus duka dan rasa kehilangan yang dirasakan. Namun kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, untuk memenuhi kebutuhan dasar,” katanya.
Selain bantuan logistik, Polda NTB juga menyiapkan dukungan personel untuk membantu penanganan dampak psikologis korban. 10 personel psikologi disiapkan, untuk mendukung kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak.
“Kami juga menyiapkan tenaga kesehatan dan psikologi, untuk membantu saudara-saudara kita melalui trauma healing. Kurang lebih sekitar 10 personel psikologi disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Dukungan lain yakni Korps Brimob Polda NTB. Personel SAR Brimob disiagakan dan siap digerakkan jika diperlukan, untuk membantu proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.
“Untuk Brimob, kami stand by. Tim SAR senantiasa siap digerakkan untuk membantu rekan-rekan kita di Nusa Tenggara Timur jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegas Irjen Kalingga.
Perwira tinggi (Pati) Polri bintang dua itu mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI, sebagai pengingat pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap sesama, terutama saat saudara sebangsa sedang menghadapi bencana.
“Di tengah semangat kemerdekaan, mari kita buktikan kekuatan Indonesia terletak pada persatuan, gotong royong, rasa kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama,” tutup Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.
DENPASAR, 17 Agustus 2026 — Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi warga terdampak bencana tersebut dikemas dalam lima truk yang telah dilepas Polda Bali untuk selanjutnya dikirim ke NTT. Bantuan diharapkan dapat segera diterima dan didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik pengungsian.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas jajaran Polda Bali terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana.
“Tentunya kita semua sangat prihatin dengan bencana yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Mari kita doakan bersama semoga NTT segera pulih kembali,” ujar Daniel di Polda Bali, Senin (17/8/2026).
Adapun bantuan yang dikirimkan antara lain air mineral, mi instan dalam kemasan cup, berbagai jenis biskuit, susu, makanan pendamping anak, popok bayi, selimut, terpal, kasur tipis, kasur lipat, serta tisu basah dan tisu kering.
Selain bantuan logistik, Polda Bali juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa armada dapur lapangan milik Satbrimob Polda Bali beserta personel. Polda Bali turut menyiapkan personel psikologi untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Diharapkan bantuan kami ini dapat memberi manfaat, membantu meringankan beban, serta memberikan semangat bagi warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Daniel menegaskan, semangat persatuan dan gotong royong harus diwujudkan melalui aksi nyata, khususnya ketika masyarakat di wilayah lain tengah menghadapi musibah.
“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus kita wujudkan dengan aksi nyata dan gotong royong. Saat saudara kita di NTT mengalami musibah, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu meringankan beban mereka,” tutur Daniel.
Ia berharap bantuan yang dikirimkan Polda Bali dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus menjadi wujud solidaritas antarsesama anak bangsa.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa semangat baru bagi para korban bencana NTT,” tutup Kapolda Bali.