Blog

  • Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia

    Jakarta – Polri menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026). Kegiatan terpusat dilaksanakan di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

    Apel di Mako Korps Sabhara Baharkam Polri dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan sebanyak 420 personel, terdiri dari 360 personel Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD.

    Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M. Nazly Harahap mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

    “Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Nazly di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

    Ia menuturkan, berdasarkan data yang ada, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.

    Menurutnya, kondisi cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

    “Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla,” tegasnya.

    Nazly menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat.

    “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Polri siap bekerja bersama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan, penanganan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, melalui apel serentak tersebut diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi, kesiapan operasional, serta komitmen yang sama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kita ingin memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran,” pungkas Nazly.

  • Polda Kaltim Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Karhutla, Libatkan 350 Personel Gabungan

    SIARAN PERS

    BALIKPAPAN– Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan M. Jasin Satbrimob Polda Kaltim, Selasa (11/8/2026).

    Apel dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., perwakilan Otorita IKN Lazuardi Nasution, S.T., M.Si., Kepala BPBD Buyung Dodi Gunawan, S.STP., M.Si., para Pejabat Utama Polda Kaltim serta stakeholder terkait.

    Kegiatan ini melibatkan 350 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Satbrimob, Dit Samapta, Ditpolair, Ditreskrimsus, Basarnas, BPBD dan relawan bencana. Apel tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.

    Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menekankan pentingnya kesiapsiagaan, pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi Karhutla.
    “Kesiapsiagaan bukan hanya tentang jumlah personel dan peralatan, tetapi bagaimana seluruh unsur dapat bergerak secara cepat, terpadu dan terkoordinasi ketika terjadi bencana. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, stakeholder, relawan dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla,” ujar Wakapolda Kaltim.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pencegahan, deteksi dini hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

    “Prinsip kita jelas, mencegah lebih baik daripada memadamkan. Jangan menunggu api membesar untuk kemudian bergerak. Deteksi dini, respons cepat dan sinergi lintas sektor menjadi kunci mencegah Karhutla meluas, Penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan partisipasi masyarakat, kita dapat menjaga Kalimantan Timur tetap aman, sehat dan terlindungi dari ancaman Karhutla” tegas Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si.

    Polda Kaltim juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya kebakaran.

    Humas Polda Kaltim

  • Tingkatkan Profesionalisme Satpam, Polres Paser Intensifkan Binwas dan Sosialisasi Call Center 110

    PASER — Dalam upaya mengoptimalkan peran Satuan Pengamanan (Satpam) sebagai mitra strategis kepolisian menjaga ketertiban masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Paser mengintensifkan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan (Binwas). Langkah konkret ini direalisasikan melalui Satuan Binmas Polres Paser yang menyasar berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, area perbankan, hingga perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Paser.

    Pada Selasa pagi (11/8), jajaran Sat Binmas yang dipimpin oleh Kanit Bhabinkamtibmas Ipda Arkam Biantoro bersama personelnya mendatangi Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Paser. Pemeriksaan menyasar kedisiplinan, kerapian penampilan, hingga keseragaman penggunaan seragam serta atribut perorangan. Penertiban ini berpatokan penuh pada Ketentuan Perpol Nomor 01 Tahun 2023 tentang Perubahan Seragam Satpam guna memastikan legalitas dan keseragaman di lapangan.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., melalui Ps. Kasat Binmas Iptu Darwito, S.H., menegaskan bahwa pengawasan rutin ini sangat krusial untuk mencetak personel pengamanan yang tanggap dan profesional. Satpam tidak hanya dituntut menjaga area fisiknya saja, tetapi juga wajib responsif terhadap dinamika potensi gangguan keamanan di lingkungan kerjanya. Selain melakukan inspeksi fisik, petugas turut memanfaatkannya sebagai sarana sosialisasi layanan darurat Call Center 110 agar sinergitas pelaporan gangguan kamtibmas dapat terjalin lebih cepat dan terintegrasi.

  • PATROLI NIGHT OWL POLSEK KUARO JAMIN KEAMANAN PUSAT EKONOMI DAN RUANG PUBLIK DI TENGAH CUACA CERAH

    KUARO – Guna memelihara kondusivitas wilayah serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, personel piket Polsek Kuaro menggelar Patroli Dialogis pada Senin malam (10/8/2026). Kegiatan pengamanan menyisir pusat pelayanan publik dan area keramaian warga ini dimulai pukul 22.30 WITA hingga selesai.

    Personel Polsek Kuaro diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau situasi serta berinteraksi dengan warga yang masih beraktivitas. Kehadiran jajaran Samapta di tengah-tengah pusat perekonomian malam hari ini berfokus pada penyampaian himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara humanis.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas. Masyarakat diminta tidak segan untuk segera melapor melalui Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa jika menemukan gangguan kamtibmas atau situasi darurat di lingkungan sekitar.

    Di bawah naungan cuaca cerah, seluruh rangkaian kegiatan patroli malam tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Langkah preventif ini menegaskan komitmen Polsek Kuaro dalam memberikan perlindungan maksimal serta menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukum Polres Paser.

    HumasPolresPaser

    PolsekKuaro

  • Polsek Batu Sopang Intensifkan Patroli dialogis, Perkuat Kemitraan Demi Keamanan Bersama

    Batu Sopang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Batu Sopang terus mengintensifkan kegiatan patroli dialogis dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah hukum Kecamatan Batu Sopang 11/08/2026.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga penyakit masyarakat lainnya. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Batu sopang turun langsung menyambangi warga, pelaku usaha, serta titik-titik keramaian.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Batu Sopang IPTU Agus Fahrur rozi, S.H menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan pendekatan humanis yang efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.

    “Melalui patroli dialogis, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ungkapnya”.

    Selain memberikan himbauan kamtibmas, petugas juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui CALL CENTER 110 apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

    Kehadiran polisi di tengah masyarakat mendapat respons positif, karena dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran hukum serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

    Polres Paser menegaskan akan terus melaksanakan patroli dialogis secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Paser.

    HumasPolresPaser

  • Polda Kalteng Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Palangka Raya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjalani visitasi ke Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian penilaian Kompolnas Awards 2026, Senin (10/8/2026). Menyusul Polda Kalteng yang menjadi salah satu dari lima Polda yang masuk nominasi terbaik dari 34 Polda di Indonesia.

    Visitasi yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

    Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, capaian Polda Kalteng masuk lima besar nasional merupakan hasil dari kerja sama yang terus dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat.

    “Kami menyambut baik dan bangga atas Visitasi Penilaian Penghargaan Kompolnas ini,” tutur Agustiar.

    Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah. Peran kepolisian, kata Agustiar, juga diperlukan dalam mendukung berbagai program pemerintah serta menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

    Salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya.

    Sementara itu, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim mengatakan Polda Kalteng masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026 setelah melalui tahapan penilaian sebelumnya. Visitasi dilakukan untuk memastikan capaian yang disampaikan dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

    “Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda masuk lima besar Kompolnas Award tahun 2026 dari 34 Polda,” kata Yusuf.

    Yusuf menjelaskan, visitasi tidak hanya diarahkan untuk memeriksa kesesuaian data dan dokumen, tetapi juga melihat secara langsung implementasi kinerja, inovasi pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak pelaksanaan tugas kepolisian terhadap masyarakat.

    “Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

    Dalam proses penilaian, Kompolnas melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan kedamaian.

    Aspek tersebut antara lain mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penanganan persoalan lingkungan seperti karhutla, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga upaya menjaga toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat.

    Selain Polda Kalteng, tim Kompolnas juga akan melakukan visitasi terhadap nominator lainnya di wilayah Kalimantan Tengah, yakni Polres Barito Selatan pada kategori perseorangan dan Polres Kotawaringin Barat pada kategori Polres B.

    Visitasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memverifikasi inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian.

    Bagi Polda Kalteng, proses tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan karakteristik wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

  • Sudah Saatnya Polri Lakukan Ekshumasi Jasad Sutrimo

    Jakarta, 10 Agustus 2026 – Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mendorong Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo guna mengungkap secara terang penyebab kematiannya yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.

    Juanda mengatakan, kematian seseorang yang terjadi secara mendadak dengan indikasi tidak wajar harus diusut secara tuntas, transparan, objektif, dan profesional oleh penyidik Polri.

    “Jika terdapat kematian mendadak yang dianggap tidak wajar dan terdapat sejumlah kejanggalan, maka wajib dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, objektif, transparan, dan profesional. Semua informasi, data, barang bukti, maupun alat bukti yang berkaitan dengan almarhum harus dikumpulkan dan dinilai secara komprehensif,” kata Juanda di Jakarta, Senin (10/8/2026).

    Menurutnya, penyelidikan perlu mencakup berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari maupun beberapa jam sebelum Sutrimo meninggal dunia. Penyidik juga perlu meminta keterangan dari seluruh pihak yang mengetahui atau berada di sekitar almarhum sebelum hingga setelah dibawa ke poliklinik atau tempat Sutrimo dinyatakan meninggal.

    Juanda menilai pengungkapan penyebab kematian Sutrimo perlu diperkuat dengan penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) agar setiap dugaan dan kejanggalan dapat diuji berdasarkan bukti ilmiah.

    “Semua harus diperiksa dan dimintai keterangan, termasuk saksi maupun alat bukti lain sebelum dan sesudah almarhum sampai di poliklinik atau tempat dinyatakan meninggal. Pengungkapan misteri kematian ini harus diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation,” ujarnya.

    Ia menyoroti sejumlah hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian penyidik, salah satunya mengenai telepon seluler milik Sutrimo yang hingga kini disebut belum ditemukan. Menurut Juanda, keberadaan telepon seluler tersebut penting untuk ditelusuri karena dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kematian.

    “Hilangnya handphone almarhum sampai saat ini belum ditemukan merupakan salah satu hal yang perlu dijelaskan secara terang. Ini menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, sehingga penyidik perlu memastikan keberadaan dan status barang tersebut berdasarkan fakta dan bukti yang ada,” katanya.

    Selain itu, Juanda juga menyinggung informasi mengenai adanya cairan berbusa berwarna putih yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal. Menurutnya, informasi tersebut perlu diverifikasi secara ilmiah melalui pemeriksaan forensik dan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian.

    “Berbagai informasi mengenai kondisi almarhum saat ditemukan, termasuk adanya cairan berbusa dari mulut, harus dibuktikan secara ilmiah. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian berkembang menjadi asumsi di masyarakat,” ujarnya.

    Juanda mengatakan, penyidik perlu mengungkap apakah kematian Sutrimo memiliki kaitan dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan, berkaitan dengan perkara lain, atau memang merupakan kematian alamiah. Menurutnya, seluruh kemungkinan harus diuji berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

    “Apakah ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani pihak Kejaksaan, apakah berkaitan dengan kasus lain, atau memang murni meninggal karena sebab alamiah, semuanya harus dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan secara profesional,” kata Juanda.

    Ia menegaskan, pengungkapan penyebab kematian secara transparan penting dilakukan untuk mencegah berkembangnya asumsi liar, spekulasi, maupun tuduhan yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat.

    “Keberadaan kepastian hukum sangat penting untuk mencegah asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab berkembang di masyarakat. Jangan sampai ketidakjelasan justru membuka ruang bagi spekulasi dan fitnah,” tuturnya.

    Oleh karena itu, Juanda mendorong Polri segera mempertimbangkan langkah ekshumasi terhadap jasad Sutrimo untuk kepentingan hukum dan keadilan. Menurutnya, ekshumasi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum untuk memperoleh pemeriksaan forensik secara lebih mendalam terkait penyebab kematian.

    “Sudah seharusnya pihak Polri segera melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan. Pemeriksaan forensik melalui ekshumasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengungkap secara ilmiah penyebab kematian dan menjawab berbagai kejanggalan yang ada,” ujar Ketua Dewan Pembina DPP Peradi Maju tersebut.

  • E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital

    Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.

    Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.

    “Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

    Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.

    “Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.

    “Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.

    Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.

    “Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.

    Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.

    Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.

    “Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.

    E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.

    Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.

  • Brimob Kaltim Berprestasi, Bripda Syaiful Bahri Raih Juara 1 Karate Wadokai Cup 2026

    SIARAN PERS

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, SAMARINDA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur. Bripda Syaiful Bahri, personel Batalyon A Pelopor, berhasil meraih Juara 1 kategori Kumite -55 Kg Senior Putra pada Kejuaraan Karate Wadokai Cup 2026 dan Sirkuit Pra PON yang digelar di GOR Sempaja Samarinda, Minggu (9/8/2026).

    Kejuaraan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut diikuti ratusan karateka dari berbagai daerah di Kalimantan. Bripda Syaiful Bahri tampil dengan mengandalkan kecepatan, teknik, serta mental bertanding yang kuat hingga berhasil mengalahkan para pesaingnya dan menempati podium tertinggi pada kelas -55 Kg Senior Putra.

    Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Satuan Brimob Polda Kaltim sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan dan kedisiplinan yang dibangun melalui latihan di lingkungan kesatuan dapat diterapkan secara positif dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

    Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Bripda Syaiful Bahri. Menurutnya, Satuan Brimob Polda Kaltim akan terus memberikan dukungan kepada personel yang memiliki potensi dan prestasi di bidang olahraga.

    “Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Satuan Brimob Polda Kaltim. Kami akan terus mendukung personel yang berprestasi untuk mengharumkan nama Polri dan Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ujarnya.

    Raihan Juara 1 tersebut sekaligus membuka peluang bagi Bripda Syaiful Bahri untuk melanjutkan perjuangan pada tahapan seleksi Sirkuit Pra PON berikutnya.

    Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga kebugaran, serta mengukir prestasi di berbagai bidang dengan tetap menjunjung tinggi disiplin dan nama baik institusi Polri.

    Satuan Brimob Polda Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan dukungan kepada personel dalam mengembangkan potensi, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun melalui bidang olahraga dan kegiatan positif lainnya.

    Humas Polda Kaltim

  • Gerak Cepat Polres PPU Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Gunung Seteleng

    SIARAN PERS

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, PENAJAM PASER UTARA – Jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan lahan gambut, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Minggu (9/8/2026) sore.

    Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.08 WITA setelah warga melihat kepulan asap disertai kobaran api di area lahan kosong. Kondisi cuaca yang panas dan hembusan angin cukup kencang membuat api berpotensi dengan cepat merambat ke area di sekitarnya.

    Mendapat informasi tersebut, Tim Pammat Satuan Samapta Polres PPU bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

    Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan satu unit AWC Polres PPU, dua unit mobil BPBD, satu unit kendaraan Ranger BPBD, serta satu unit mobil suplai air.
    Petugas melakukan penyekatan, penyemprotan air, hingga pendinginan pada sejumlah titik yang masih terdapat bara api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain sekaligus memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

    Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam penanganan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman dan terkendali.

    Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, S.H., menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, serta sinergi antarinstansi.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

    Polres PPU bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap setiap potensi Karhutla sebagai langkah perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

    Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

    Polres PPU juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Kewaspadaan serta pelaporan secara cepat terhadap setiap potensi kebakaran menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas dan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

    Humas Polda Kaltim