KUKAR — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan vegetasi berupa pepohonan dan semak belukar di KM 54 RT 16, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran yang diperkirakan melanda lahan seluas kurang lebih 5 hektare tersebut berhasil dikendalikan setelah tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman hingga Senin (21/9/2026) dini hari.
Penanganan kebakaran dimulai pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Meski lokasi kejadian berjarak sekitar 32 kilometer dari Mako Polsek Samboja dan berada di kawasan dengan medan vegetasi, personel kepolisian bersama unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah meluasnya api.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Samboja bersinergi dengan berbagai unsur, di antaranya Yayasan Jejak Pulang, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Damkar Samboja, PMI, PT Lembuswana Perkasa, MPA Tanjung Harapan, Otorita IKN serta masyarakat setempat.
Sebanyak 45 personel terlibat dalam upaya penanganan Karhutla tersebut. Mereka terdiri dari 2 personel Polsek Samboja, 3 personel PMI, 6 personel Damkar, 5 personel Dinas Kehutanan, 4 personel Yayasan Jejak Pulang, 5 personel Manggala Agni, 2 personel PT Lembuswana Perkasa, 5 personel Otorita IKN, 1 personel MPA Tanjung Harapan serta 12 warga masyarakat.
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi agar kobaran api tidak merambat ke kawasan lain. Selain memadamkan titik api, petugas juga melakukan pengendalian terhadap asap serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.
Setelah melalui proses penanganan selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 03.55 Wita. Kondisi asap juga telah berhasil dikendalikan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Hingga saat ini belum dapat dipastikan sumber maupun faktor yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat serta sinergi dari seluruh unsur, khususnya ketika kebakaran terjadi pada malam hari dan berada cukup jauh dari pusat permukiman maupun markas kepolisian.
“Respons cepat dan sinergi seluruh unsur sangat penting dalam penanganan Karhutla. Dengan koordinasi yang baik, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar AKP Mohamad Yazid.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Penanganan Karhutla tersebut menjadi wujud sinergi antara kepolisian, pemerintah, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan, sekaligus mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
BERAU — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara bersama-sama oleh personel gabungan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu (20/9/2026) malam.
Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 20.00 Wita di kawasan hutan sekitar Jalan Poros Labanan, Kelurahan Teluk Bayur. Berdasarkan hasil pemantauan awal, luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 0,5 hektare.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan dari Polsek Teluk Bayur, BKO Samapta Polres Berau, BKO Samapta Polda Kaltim, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Posko Teluk Bayur, relawan Redcar, serta masyarakat setempat segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, respons cepat dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kobaran api tidak meluas ke kawasan lainnya.
“Begitu menerima laporan adanya titik api, personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla,” ujar AKP Suradi.
Untuk mencapai lokasi kebakaran, petugas membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dalam proses pemadaman, tim turut mengerahkan armada pemadam kebakaran serta kendaraan operasional Satuan Samapta Polres Berau guna mendukung mobilitas personel dan peralatan menuju titik api.
Berkat kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat sisa bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
AKP Suradi menjelaskan, kondisi cuaca dan rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan vegetasi di sekitar lokasi menjadi kering sehingga lebih mudah terbakar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
“Minimnya curah hujan membuat dedaunan dan ranting menjadi kering sehingga mudah terbakar. Namun, untuk penyebab pastinya masih kami lakukan penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian maupun aktivitas pembukaan lahan,” jelasnya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui status atau pemilik lahan serta memastikan penyebab munculnya titik api di kawasan tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, personel kepolisian bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak kembali muncul titik api. Edukasi serta imbauan kepada masyarakat juga terus dilakukan sebagai upaya pencegahan Karhutla.
AKP Suradi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain dapat menimbulkan kebakaran dan berdampak terhadap lingkungan, asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu kesehatan, terutama meningkatkan risiko gangguan pernapasan,” pungkasnya.
Kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
PASER — Polsek Long Kali bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lahan milik warga di RT 03, Kelurahan Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Senin (21/9/2026) sore.
Menindaklanjuti laporan adanya kebakaran, personel gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Tim yang diterjunkan terdiri dari tiga personel Polsek Long Kali, satu personel Koramil Long Kali, 10 personel Pemadam Kebakaran (PMK) Kecamatan Long Kali serta satu personel Linmas Kecamatan Long Kali.
Dalam proses penanganan, petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit kendaraan operasional Polsek Long Kali serta satu unit mobil pikap yang digunakan untuk mendukung ketersediaan air selama proses pemadaman.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Long Kali AKP Andi Kasman, S.H., mengatakan, setibanya di lokasi, personel langsung menuju titik kebakaran dan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area sekitar.
“Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan upaya pemadaman terhadap lahan warga yang terbakar. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi aman,” ujar AKP Andi Kasman.
Selain melakukan pemadaman, personel memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi serta untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan. Kami juga mendorong masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran,” tambahnya.
Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dipastikan aman, seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing. Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman, tertib dan lancar.
Polri mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.
KUTAI BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan KM 10 yang berada di perbatasan Kampung Muyub Aked, Kecamatan Tering, dengan Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (22/9/2026). Tim gabungan berhasil mengendalikan kobaran api setelah melakukan pemadaman hingga dini hari.
Kebakaran diketahui pada malam hari dan langsung mendapat penanganan dari personel Polsek Melak bersama tim gabungan. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga sekitar pukul 03.00 Wita, saat kobaran api mulai berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Melak bersinergi dengan lima personel Brimob Kompi 2 Sat Brimob Polda Kaltim, 16 personel BPBD Kutai Barat dan KPHP Mook Manaar Bulatn (MMB), serta sekitar lima orang warga yang turut membantu proses pemadaman di lapangan.
Upaya pemadaman turut didukung berbagai sarana dan armada, di antaranya tiga unit mobil tangki air milik PT TDJ, satu unit water tank PT MIL, empat unit kendaraan pemadam BPBD Kutai Barat serta dua unit kendaraan pemadam KPHP MMB.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, sekitar pukul 07.30 Wita kondisi lokasi dinyatakan aman. Seluruh personel kemudian kembali ke satuan masing-masing. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare.
Lokasi kebakaran diketahui merupakan lahan yang diduga milik warga, namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti pemiliknya. Kondisi medan yang dipenuhi semak belukar, berada di kawasan bergambut serta terdapat banyak daun pakis kering menyebabkan vegetasi di sekitar lokasi mudah terbakar dan berpotensi mempercepat penyebaran api.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan unsur terkait, memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, serta melakukan pengambilan titik koordinat lokasi sebagai bagian dari pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Polsek Melak bersama unsur gabungan juga akan meningkatkan patroli serta pengawasan di sekitar lokasi, khususnya pada area yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api. Kapolsek Melak menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari kepolisian, BPBD, KPHP, pihak perusahaan hingga masyarakat.
“Sinergi dan respons cepat seluruh unsur sangat diperlukan dalam penanganan Karhutla. Dengan koordinasi yang baik, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kapolsek Melak.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.
PENAJAM PASER UTARA— Polres Penajam Paser Utara (PPU) Polda Kaltim bersama jajaran Polsek Waru, Babulu, Sepaku dan Penajam terus memperkuat langkah preventif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (22/9/2026).
Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat, pemantauan lingkungan, serta pemasangan stiker Maklumat Kapolda Kaltim tentang pencegahan dan penegakan hukum terhadap pembakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi strategis.
Personel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka, membersihkan maupun mengelola lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar AKBP Andreas.
Selain edukasi, Polres PPU terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Satpol PP, perangkat desa dan kelurahan serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Melalui kegiatan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres PPU berkomitmen menekan potensi Karhutla sejak dini demi menjaga keselamatan masyarakat, kesehatan, serta kelestarian lingkungan.
KUTAI BARAT – Tim Respon Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim bergerak cepat melakukan koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di area perkebunan masyarakat di Kampung Linggang Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin Brigpol Sigit tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Tim menyasar lokasi kebakaran dengan luasan sekitar 10 hektare yang berada cukup jauh dari permukiman warga.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan, respons cepat dan koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran.
“Personel di lapangan tidak hanya melakukan penanganan, tetapi juga memastikan koordinasi dengan berbagai pihak dapat berjalan cepat dan tepat. Meski lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman, potensi penyebaran api tetap harus diantisipasi dan dilokalisir untuk mencegah dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penanganan karhutla pada area yang cukup luas memerlukan pemantauan, pemetaan lokasi, serta komunikasi yang baik antarunsur di lapangan.
“Tim Respon Bencana terus berkoordinasi dengan aparatur kampung dan masyarakat setempat untuk memantau titik-titik api serta memastikan penanganan dapat dilakukan secara aman dan terukur,” jelasnya.
Berkat koordinasi dan sinergi yang dilakukan bersama unsur terkait serta masyarakat, situasi di lokasi dapat terpantau dengan baik. Hingga kegiatan selesai, kondisi kawasan tersebut dilaporkan aman dan kondusif.
KUTAI TIMUR – Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Senin (21/9/2026).
Tim tanggap darurat yang dipimpin Aipda Simson bersama empat personel melaksanakan pemadaman secara intensif sejak pukul 16.30 WITA hingga Selasa (22/9/2026) pukul 01.30 WITA. Kebakaran diketahui melanda area lahan gambut dengan luas kurang lebih 20 hektare. Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengapresiasi kesiapsiagaan dan ketangguhan personel dalam menangani kebakaran di lapangan.
“Penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut, membutuhkan ketahanan fisik dan kewaspadaan tinggi karena api dapat merambat hingga ke bawah permukaan. Respons cepat personel merupakan bagian dari komitmen Brimob Polda Kaltim dalam mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemadaman sekaligus penyisiran dan pendinginan pada area terdampak untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala. Meskipun lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga, upaya penanganan tetap dilakukan secara maksimal mengingat karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi penyebaran api di bawah permukaan.
Setelah kurang lebih sembilan jam penanganan, seluruh titik api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Situasi di lokasi selanjutnya terpantau aman dan kondusif, sementara personel tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali titik api.
BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).
Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.
“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.
Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.
Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.
SINAK – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperhatikan kondisi psikologis personel yang bertugas di wilayah operasi, termasuk di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan dukungan psikologi sekaligus interaksi humanis dengan masyarakat sebagai bagian dari menjaga kesiapan personel dalam menjalankan tugas.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) tersebut diikuti oleh 36 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz-2026 Sektor Sinak. Kegiatan dipimpin Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 AKBP Andria, S.I.K., didampingi Iptu Reldo Imanuel Indey, S.Tr.K., Iptu Amelia Mega Kartika Kawilarang, S.Psi., Ipda dr. Robertus Sindhu Guntara serta Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi.
Dalam kegiatan tersebut, tim psikologi memberikan ruang kepada personel untuk memahami dan mengelola kondisi psikologis selama menjalankan tugas di wilayah operasi. Pendekatan dilakukan secara komunikatif agar personel dapat menyampaikan pengalaman maupun situasi yang mereka hadapi selama bertugas.
Selain dukungan psikologi, kegiatan dilanjutkan dengan interaksi humanis bersama masyarakat Sinak. Personel menyapa warga yang ditemui serta berbagi makanan ringan sebagai bentuk komunikasi sosial dan upaya membangun kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, S.I.K., mengatakan perhatian terhadap kondisi mental personel merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan pelaksanaan tugas di lapangan.
“Personel yang bertugas memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda-beda. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling memberikan dukungan, serta memahami pentingnya menjaga kondisi psikologis selama menjalankan tugas,” ujar Wakasatgas Humas.
Menurutnya, dukungan psikologi tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika personel menghadapi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan, kebersamaan, dan kesiapan personel selama berada di wilayah tugas.
“Kami juga mengajak personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Menyapa, berbicara, dan berbagi makanan ringan mungkin terlihat sederhana, tetapi interaksi seperti ini dapat menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam membangun hubungan yang baik dengan warga,” katanya.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan dukungan terhadap kondisi psikologis personel menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan seluruh anggota selama melaksanakan tugas di wilayah operasi.
“Personel merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Karena itu, kondisi mental dan kesiapan mereka perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan psikologi, kami berharap personel dapat menjalankan tugas dengan tetap menjaga ketenangan, kebersamaan, dan kemampuan berkomunikasi secara baik,” ujar Kaops.
Ia menambahkan, pendekatan humanis terhadap masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas Satgas di lapangan. Menurutnya, hubungan yang baik dengan masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi sederhana dan interaksi langsung yang dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesiapan personel dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Dalam melaksanakan tugas, personel tidak hanya dituntut memiliki kesiapan operasional, tetapi juga harus mampu menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi personel untuk menjaga kondisi psikologis sekaligus berinteraksi secara langsung dengan warga,” kata Wakaops.
Wakaops menegaskan bahwa setiap personel diharapkan dapat menjalankan tugas dengan tetap mengedepankan sikap humanis, menghormati masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan.
Sementara itu, tim psikologi Satgas Ban Ops Damai Cartenz-2026 memberikan pendampingan kepada personel dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Personel juga diarahkan untuk saling mendukung serta menjaga komunikasi positif di lingkungan penugasan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman personel terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun suasana kebersamaan di antara anggota Satgas Tindak Sektor Sinak.
Di tengah pelaksanaan tugas di wilayah operasi, personel juga terus didorong untuk menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Interaksi sederhana melalui sapaan, komunikasi langsung, maupun berbagi makanan ringan menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok aparat yang dekat dan terbuka terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menunjukkan bahwa kesiapan menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kondisi mental personel serta kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Pendekatan psikologis terhadap personel dan interaksi humanis dengan masyarakat diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sektor Sinak, sehingga personel dapat menjalankan tugas secara optimal dengan tetap mengedepankan sikap humanis, komunikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
CIKEAS, BOGOR — Indonesia sukses menjadi tuan rumah dua kejuaraan indoor skydiving tingkat internasional yang digelar di Gedung Soemardhi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, yakni International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II Tahun 2026 dan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship (AISC) 2026. Rangkaian kejuaraan tersebut resmi ditutup pada Minggu (20/9/2026).
International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II Tahun 2026 berlangsung 17–20 September 2026 dan diikuti total 382 peserta yang terdiri dari 156 peserta tim serta peserta luar negeri dari 9 negara, yaitu Singapura, China, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Rusia, Jepang, Polandia dan Jerman.
Kejuaraan tersebut merupakan kolaborasi Korps Brimob Polri, Komite Olahraga Polri, Persatuan Terjun Payung Polri, serta Komite Terjun Payung FASI. Penutupan dilakukan oleh Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam sambutannya, Dankorbrimob menyampaikan apresiasi kepada seluruh juri, panitia, pelatih, ofisial dan peserta dari Indonesia maupun mancanegara. Ia menyebut peningkatan jumlah peserta dari sekitar 200 orang pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 300 peserta menunjukkan perkembangan olahraga indoor skydiving sekaligus munculnya atlet dan generasi baru.
“Ke depan, khususnya tim Indonesia, kita berharap dapat meningkatkan kemampuan dan menjadi pesaing yang lebih kuat bagi atlet-atlet internasional. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dewan juri, baik nasional maupun internasional, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Apabila masih terdapat kekurangan, kami mohon maaf dan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan,” ujar Dankorbrimob.
Sementara itu, 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 juga resmi ditutup di fasilitas Wind Tunnel Brimob, Bogor. Kejuaraan tersebut diikuti lebih dari 200 atlet dari 9 negara Asia dan berlangsung aman serta lancar tanpa kecelakaan (zero accident).
Ketua Pelaksana Ardya Rifiantara menyampaikan apresiasi kepada FAI, IAC, FASI, para juri, FAI Control Room, Presiden Juri, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan. Ia menyebut pengembangan indoor skydiving di Indonesia telah dimulai sejak kompetisi nasional pada 2022 hingga akhirnya mampu menyelenggarakan event Category 1 FAI, dengan dukungan Wind Tunnel Brimob dan Korps Brimob Polri.
Ketua Komite Terjun Payung FASI Irvan Zuladry juga menyampaikan apresiasi kepada PB FASI, Korps Brimob Polri, delegasi dan juri FAI, serta para atlet dan ofisial dari berbagai negara Asia, seperti China, Korea, Malaysia, Singapura, Jepang dan Thailand. Ia mendorong negara-negara Asia terus berkolaborasi dalam mengembangkan olahraga indoor skydiving melalui penyelenggaraan kejuaraan yang berkelanjutan.
Mewakili Ketua PB FASI Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono yang berhalangan hadir, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyampaikan bahwa kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti lebih dari 200 atlet dari 9 negara Asia tersebut sukses berjalan aman dan lancar. Kejuaraan dinilai menunjukkan perkembangan olahraga indoor skydiving di Asia serta potensinya melahirkan atlet berkaliber dunia.
Berikut daftar juara International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026:
Kelas Nasional
2 Way VFS Open: Juara I Tim Lebang Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Renal Korbrimob Polri, Juara III Tim Synaero Korbrimob Polri. 2 Way FS Female: Juara I Polwan Satbrimob Polda Metro Jaya B, Juara II Polwan Pas Pelopor Korbrimob Polri, Juara III Polwan Satbrimob Polda Metro Jaya A. 2 Way FS Open: Juara I Tim Batis Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Orion Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Huricane Satbrimob Polda Sulteng. 4 Way FS Female: Juara I Polwan Pas Pelopor Korbrimob, Juara II Polwan Polda Metro Jaya, Juara III Polwan Korbrimob Polri. 4 Way FS Open: Juara I Tim Batis Satbrimob Polda Sulteng, Juara II Tim Tadulako Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Anoa Satbrimob Polda Sulteng.
Kelas Asia Tenggara
Dynamic Solo Speed Open: Juara I Tim Singapore 1, Juara II Tim Malaysia, Juara III Tim Indonesia.
Dynamic 2 Way Open: Juara I Tim Singapore 1, Juara II Tim Malaysia, Juara III Tim Indonesia.
2 Way FS Female: Juara I Tim Polwan Indonesia, Juara II Tim Singapore 1, Juara III Tim Brigade 10 Para A Malaysia.
4 Way FS Female: Juara I Indonesia, Juara II Singapore, Juara III Malaysia.
4 Way FS Open: Juara I Indonesia, Juara II Singapore, Juara III Thailand.
Kelas Internasional
Solo Freestyle Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Korea.
Dynamic Solo Speed Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III China.
Dynamic 2 Way Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Korea Selatan.
Dynamic 4 Way Open: Juara I Singapore, Juara II China, Juara III Korea Selatan.
2 Way VFS Open: Juara I Singapore, Juara II Singapore, Juara III Singapore.
4 Way VFS Open: Juara I China, Juara II Indonesia, Juara III Singapore.
2 Way FS Junior: Juara I Mario & Aufa Indonesia, Juara II Altitude x Singapore Junior, Juara III Naya & Fildza.
2 Way FS Female: Juara I Polwan Korbrimob Polri, Juara II Singapore, Juara III Wara TNI AU.
2 Way FS Open: Juara I Tim TB Korbrimob Polri, Juara II Tim BS Korbrimob Polri, Juara III Tim Singapore 1.
4 Way FS Female: Juara I China, Juara II Indonesia, Juara III Singapore.
4 Way FS Open: Juara I Tim Black Shadow Pas Pelopor Korbrimob Polri, Juara II Tim Orion Satbrimob Polda Sulteng, Juara III Tim Citraka Sarbrimob Polda Banten A.
Adapun daftar peraih penghargaan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 meliputi 4-Way Formation Skydive Open (Indonesia, Singapore, Thailand), 4-Way Formation Skydive Female (China, Indonesia, Singapore), 4-Way Vertical Formation Skydive Open (China, Indonesia, Singapore), Dynamic Solo Junior (Singapore, Korea Selatan, Thailand), Dynamic Solo Open (Singapore 1, Singapore 2, Korea Selatan), Dynamic 2-Way Open (Singapore 1, Singapore 2, Korea Selatan), Dynamic 4-Way Open (Singapore, Korea Selatan, China), Solo Freestyle Junior (Thailand, China, Japan), serta Solo Freestyle Open (Singapore, Singapore, Korea Selatan).
Prosesi penutupan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026 diakhiri dengan penurunan bendera FAI yang diiringi FAI Anthem. Ketua Pelaksana Ardya Rifiantara menyerahkan bendera FAI kepada President Jury Sandy Nieuwenhoven, dilanjutkan deklarasi resmi berakhirnya kejuaraan.
Dua kejuaraan tersebut sekaligus menjadi wadah kompetisi, pembinaan atlet, serta silaturahmi bagi komunitas indoor skydiving Indonesia dan mancanegara dalam semangat sportivitas dan persahabatan internasional.