Blog

  • Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kepolisian Resor Berau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026. Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan tugas, Polres Berau menggelar Apel Pergeseran Pasukan sebelum personel diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

    Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama pelaksanaan operasi di lapangan.

    Sebanyak 225 personel gabungan disiapkan dalam operasi tersebut. Kekuatan terdiri dari 165 personel Polres Berau dan 60 personel Bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Seluruh personel selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis untuk memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla.

    Dalam arahannya, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat apabila tidak ditangani secara cepat dan terpadu.

    “Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas AKBP Ridho Tri Putranto.

    Menurutnya, keberhasilan operasi tidak semata-mata dilihat dari tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui pengawasan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh personel.

    “Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

    Kapolres juga meminta jajaran yang berada di lapangan meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Setiap informasi maupun temuan titik api harus segera ditindaklanjuti dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi.

    Beranda – POLRES – Berau – Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla
    Berau
    Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla
    admin TBBy admin TB29 August 2026No Comments3 Mins Read
    WhatsApp Image 2026 08 29 at 08.13.20
    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kepolisian Resor Berau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026. Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan tugas, Polres Berau menggelar Apel Pergeseran Pasukan sebelum personel diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

    Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama pelaksanaan operasi di lapangan.

    Sebanyak 225 personel gabungan disiapkan dalam operasi tersebut. Kekuatan terdiri dari 165 personel Polres Berau dan 60 personel Bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Seluruh personel selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis untuk memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla.

    Dalam arahannya, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat apabila tidak ditangani secara cepat dan terpadu.

    BACA JUGA Peduli Penanganan Covid-19, Polres Kukar Bagikan Masker kepada Masyarakat
    “Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas AKBP Ridho Tri Putranto.

    Menurutnya, keberhasilan operasi tidak semata-mata dilihat dari tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui pengawasan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh personel.

    “Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

    Kapolres juga meminta jajaran yang berada di lapangan meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Setiap informasi maupun temuan titik api harus segera ditindaklanjuti dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi.

    “Dalam pelaksanaan tugas penanggulangan Karhutla, tingkatkan patroli dan deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran. Apabila ditemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera lakukan tindakan cepat sesuai prosedur serta koordinasikan dengan instansi dan pihak terkait,” instruksi AKBP Ridho Tri Putranto.

    Selain pelaksanaan tugas operasional, faktor keselamatan personel juga menjadi perhatian pimpinan. Para perwira pengendali diminta memastikan setiap anggota melaksanakan tugas sesuai prosedur, mendapatkan arahan yang jelas serta tetap menjaga kewaspadaan selama berada di lokasi penugasan.

    “Kepada para perwira pengendali dan pimpinan di lapangan, saya minta agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap anggota, memberikan arahan secara jelas dan terukur, serta segera mengambil langkah yang tepat apabila terjadinya Karhutla. Jaga sikap dan perilaku selama berada di medan penugasan, utamakan keselamatan diri dan rekan, serta tingkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

    AKBP Ridho Tri Putranto juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga nama baik institusi selama menjalankan tugas. Setiap anggota diminta menjauhi segala bentuk pelanggaran serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

    “Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, dan senantiasa jaga nama baik diri, satuan, serta institusi Polri. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan niat sebagai bentuk ibadah serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga tugas ini berjalan aman, lancar, dan berhasil,” pungkasnya.

    Melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau bersama personel BKO Polda Kaltim berkomitmen memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini dan respons cepat terhadap Karhutla. Sinergi dengan seluruh unsur terkait diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.

    Humas Polda Kaltim

  • Polres Kukar bersama Unsur Terkait Berjibaku Tangani Karhutla di Sanga Sanga

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – paya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kec.Sanga Sanga, Kab.Kukar, terus dilakukan secara terpadu. Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama unsur terkait turun langsung memastikan proses penanganan berjalan optimal.

    Kapolres Kukar bersama Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman serta unsur terkait mendatangi lokasi Karhutla di Jalan Jaya Makmur, Kel.Pendingin, Kec.Sanga Sanga, Kamis (27/08/26). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi sekaligus memantau upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

    Sesampainya di lokasi, Kapolres bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik api dan kondisi lahan yang terdampak. Proses pemadaman dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, tim pemadam dari perusahaan serta para relawan.

    Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 10 Ha. Karakteristik lahan yang sebagian berupa gambut menjadi kendala tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali muncul meskipun kondisi permukaan telah terlihat padam.

    Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama seluruh unsur terkait akan terus mengoptimalkan kekuatan dan sarana yang tersedia hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

    “Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Titik api harus dipastikan benar-benar padam karena kondisi lahan gambut memiliki potensi api kembali muncul,” ujar Kapolres saat berada di lokasi.

    Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga melaksanakan penyisiran dan pemantauan di sekitar area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan di sekitarnya.

    Sampai dengan penanganan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, petugas masih melakukan penanganan terhadap beberapa titik yang dinilai berpotensi kembali menimbulkan api. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian materiil masih dalam tahap pendataan.

    Sementara itu, penyebab kebakaran masih didalami oleh petugas. Pemeriksaan lapangan terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan faktor yang menjadi pemicu terjadinya Karhutla tersebut.

    Kapolres Kukar menambahkan bahwa koordinasi dan sinergi antarlembaga sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif dan berkelanjutan.

    “Yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat dan mencegah api meluas. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

    Humas Polda Kaltim

  • Polresta Balikpapan Bekali 50 Kasatkamling dengan Kemampuan Mitigasi dan Pemeliharaan Kamtibmas

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Polresta Balikpapan menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latpuan) bagi para Ketua Satuan Keamanan Lingkungan (Kasatkamling) se-Kota Balikpapan, Jumat (28/08/26).

    Kegiatan yang dilgelar di Lobby Mapolresta Balikpapan tersebut diikuti sekitar 50 Kasatkamling dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat peran masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan Kasat Binmas Polresta Balikpapan AKP Beng Sitompul, P., S.H., Dalam arahannya, ia menekankan bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

    Menurutnya, sinergi antara kepolisian dengan berbagai unsur terkait sangat diperlukan dalam menghadapi beragam potensi gangguan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kamtibmas, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi bencana maupun permasalahan sosial lainnya.

    Dalam Latpuan tersebut, para Kasatkamling mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kondisi dan kebutuhan di lingkungan masyarakat. Salah satunya mengenai mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengingat kondisi cuaca panas berkepanjangan yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

    Melalui materi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadaman serta teknik dasar penanganan api secara praktis yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Kota Balikpapan.

    Materi berikutnya berkaitan dengan mitigasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPM). Dalam materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai upaya pencegahan terhadap potensi tindak pidana yang melibatkan warga negara asing di lingkungan masyarakat, sekaligus peran Kasatkamling dalam membantu petugas Imigrasi di tingkat kelurahan.

    Tidak hanya persoalan keamanan dan sosial, para peserta juga dibekali pengetahuan dasar mengenai penanganan binatang melata. Materi yang diberikan bersama Komunitas Reptil/Ular tersebut bertujuan memberikan keterampilan awal kepada Kasatkamling ketika menghadapi keberadaan ular atau binatang melata lain yang dapat membahayakan maupun meresahkan warga.

    Kasat Binmas Polresta Balikpapan AKP Beng Sitompul, P., S.H., berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan masing-masing. Kasatkamling diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus penghubung antara masyarakat dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

    “Para Kasatposkamling diharapkan menjadi ujung tombak di lingkungannya masing-masing dalam merawat Kamtibmas yang kondusif. Jika memerlukan bantuan layanan kepolisian, silakan hubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan atau Polsek terdekat,” tegas AKP Beng Sitompul.

    Melalui kegiatan Latpuan tersebut, Polresta Balikpapan terus mendorong terbentuknya sistem keamanan lingkungan yang aktif, tanggap dan responsif. Dengan keterampilan yang dimiliki, Kasatkamling diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Api Meluas, Sat Brimob Polda Kaltim Respons Cepat Bantu Tangani Karhutla di Beberapa Wilayah

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur. Melalui Tim Respons Bencana dan personel BKO, Sat Brimob Polda Kaltim bergerak cepat melakukan pemantauan, pemadaman, pelokalisiran serta koordinasi bersama unsur terkait di sejumlah wilayah, Jumat (28/08/26).

    Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul munculnya beberapa titik kebakaran di Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau. Setiap titik api langsung mendapat penanganan sesuai kondisi medan dan karakteristik lahan guna mencegah api meluas serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

    Di Kabupaten Kutai Barat, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran lahan di RT 06 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai. Kebakaran tersebut membakar vegetasi hutan pada area kurang lebih 2 hektare. Meski lokasi berada cukup jauh dari permukiman, personel tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengisolasi titik api serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar kobaran tidak meluas.

    Penanganan Karhutla juga dilakukan di Kampung Muara Eheng, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat. Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor, BKO Polres Kutai Barat dan unsur terkait melaksanakan pemadaman terhadap kebakaran vegetasi hutan seluas kurang lebih 1 hektare. Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Nurman Syarif, S.H., dengan melibatkan tiga personel Brimob dan empat personel BKO Polres Kutai Barat.

    Sementara itu, di Kabupaten Paser, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim diterjunkan ke lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot. Kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang berada berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit milik warga. Kondisi lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan membuat personel melakukan pemadaman dan pengisolasian secara intensif untuk mencegah api merambat ke area perkebunan.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara, personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim yang tergabung dalam Satgas Karhutla Wilayah Kukar bergerak menangani kebakaran lahan di Kelurahan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja. Penanganan yang dipimpin Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P., dilaksanakan mulai pukul 15.50 WITA dengan melakukan tindakan awal berupa pemadaman dan pelokalisiran area terdampak.

    Selain itu, personel BKO Sat Brimob Polda Kaltim yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II Penanganan dan Penanggulangan Karhutla turut melakukan penanganan kebakaran lahan gambut di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran yang melanda lahan sekitar 2,5 hektare dan berada di dekat perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil dipadamkan sehingga api tidak merambat ke area perkebunan warga.

    Di Kabupaten Berau, Tim Respons Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim melakukan koordinasi penanganan Karhutla di Jalan Ahmad Yani, Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Kebakaran melanda area hutan dan perkebunan warga seluas kurang lebih 3 hektare yang berada berdekatan dengan permukiman masyarakat. Personel segera melakukan pengamanan dan mengisolasi titik api bersama unsur terkait guna mencegah kobaran menjalar dan mengancam rumah warga.

    Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan dan lahan gambut yang rawan terbakar.

    “Respons cepat dan kesiapsiagaan personel di lapangan merupakan bentuk nyata bakti Brimob untuk masyarakat. Kami terus berkomitmen untuk hadir dan bergerak cepat dalam menangani setiap titik Karhutla, sehingga api dapat segera dilokalisir dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalisir,” tegas Kombes Pol Ronny.

    Ia menambahkan, sinergi antara Sat Brimob Polda Kaltim, Polres jajaran, personel BKO serta unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla. Setiap personel di lapangan juga diarahkan untuk melakukan pemantauan dan penanganan secara terukur dengan memperhatikan kondisi wilayah serta potensi penyebaran api.

    Humas Polda Kaltim

  • Wakapolda Kaltim Hadiri Sholat Istisqa dan Doa Bersama, Ikhtiar Memohon Turunnya Hujan di Tengah Musim Kemarau

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Di tengah kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran TNI-Polri bersama unsur terkait melaksanakan Sholat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon rahmat dan pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/08/26), dan dihadiri Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim.

    Sholat Istisqa tersebut dilakukan bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., serta diikuti jajaran TNI-Polri, Basarnas, dan Forkopimda Kota Balikpapan.

    Pelaksanaan Sholat Istisqa dan doa bersama ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan, sekaligus memohon perlindungan dari berbagai bencana yang dapat terjadi akibat kondisi kemarau.

    Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian seluruh unsur dalam menghadapi dampak musim kemarau yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur.

    Dalam hal tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menerangkan bahwa Sholat Istisqa dan doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama untuk memohon pertolongan dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa di tengah kondisi kemarau.

    “Sholat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon agar segera diturunkan hujan dan diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai bencana, khususnya dampak yang dapat timbul akibat musim kemarau,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Menurutnya, kondisi kemarau juga perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ikhtiar secara spiritual harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata melalui pencegahan Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

    Kombes Pol Tedy menegaskan, sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

    “Semoga melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta menjauhkan Kalimantan Timur dari bencana,” pungkasnya.

    Humas Polda Kaltim

  • Peduli Lingkungan, Ditpolairud Polda Kaltim Bekali Duta PEPILINGASIH Edukasi Ekosistem Mangrove

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id., Balikpapan – Ditpolairud Polda Kalimantan Timur memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove kepada Duta PEPILINGASIH (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Kota Balikpapan Tahun 2025 serta para finalis Duta PEPILINGASIH Kota Balikpapan Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di kawasan Mangrove Ditpolairud Polda Kaltim tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Ditpolairud Polda Kaltim memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai berbagai jenis mangrove, tata cara penyemaian bibit mangrove, hingga praktik penanaman bibit mangrove.

    Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para peserta juga turut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman sebanyak 300 bibit mangrove di kawasan Mangrove Ditpolairud Polda Kaltim.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta peran aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Keberadaan mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem, melindungi kawasan pesisir serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.

    Selama pelaksanaan, kegiatan edukasi dan penanaman mangrove berjalan dengan aman dan lancar. Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Kaltim terus mendorong sinergi bersama generasi muda untuk mewujudkan lingkungan pesisir yang asri, bersih, dan berkelanjutan.

    Humas Polda Kaltim

  • Mahasiswa STIK Bersama Polda Kaltim Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla Melalui Pendekatan Humanis kepada Masyarakat

    SIARAN PERS

    Balikpapan, 29 Agustus 2026 – Polda Kalimantan Timur melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) terus mengintensifkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan edukatif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang tergabung dalam Satgas Edukasi Karhutla bersama personel Ditbinmas Polda Kaltim dan jajaran Satbinmas Polres.

    Pada Sabtu (29/8), kegiatan edukasi dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, baik dari aspek lingkungan, kesehatan, maupun konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

    Di Kabupaten Kutai Timur, kegiatan dipimpin Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang R.R., S.H., M.H. bersama Plt. Kasat Binmas Polres Kutai Timur IPTU Ngatiyo, didampingi Kapulsubsektor Sangatta Selatan IPDA Tahan Sakka, dua Mahasiswa STIK, yakni IPTU Charlie Y dan IPTU Fuad Alhafsi, serta personel Satbinmas.

    Tim melaksanakan sambang dan dialog langsung dengan masyarakat di Kampung Tengah Jalan Rosihan Ahmad, Jalan Muara Gabus, dan Kampung Kajang, Kecamatan Sangatta Selatan. Melalui pendekatan humanis dan dialogis, masyarakat diberikan pemahaman agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan bencana asap, kerusakan lingkungan, serta ancaman pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta diimbau memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan indikasi Karhutla maupun gangguan kamtibmas lainnya.

    Sementara itu, di Kabupaten Paser, Satgas Edukasi yang diperkuat Mahasiswa STIK bersama Kasat Binmas Polres Paser IPTU Darwito melaksanakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan mengikuti Sholat Istisqa di Masjid Agung Nurul Falah. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda.

    Selanjutnya, Satgas melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla di Kantor Desa Tepian Batang yang diikuti aparat pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai bahaya asap terhadap kesehatan, pentingnya penggunaan masker saat kualitas udara menurun, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla. Kegiatan juga diisi dengan pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

    Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan Mahasiswa STIK dalam Satgas Edukasi merupakan bagian dari implementasi pembelajaran lapangan sekaligus penguatan strategi preemtif Polri dalam penanganan Karhutla.

    “Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan. Oleh karena itu, Polda Kalimantan Timur bersama jajaran terus mengedepankan edukasi kepada masyarakat melalui komunikasi yang persuasif, kolaboratif, dan humanis. Kehadiran Mahasiswa STIK di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

    Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara langsung di lapangan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang tetap kondusif.

    Polda Kalimantan Timur juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan maupun potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan berbagai potensi gangguan kamtibmas.

    Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BPBD, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di Kalimantan Timur dapat berjalan semakin efektif. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko bencana, melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Timur.

    Bidang Hubungan Masyarakat
    Polda Kalimantan Timur

    Humas Polda Kaltim

  • Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

    BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

    Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

    Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

    “Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

    Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

    “Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

    Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

    Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

    “Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

    Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

    Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

    Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

  • PENANGANAN KARHUTLA HARI KEENAM, BRIMOB KEMBALI TURUN DI BIAK

    Biak – Memasuki hari keenam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Biak Numfor, personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua kembali melaksanakan penanganan di sejumlah lokasi. Kegiatan dilakukan di Kampung Darfuar, belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker, Jalan Raya Biak Timur, dengan dukungan satu unit Water Cannon.

    Personel melaksanakan pemadaman dan pembasahan pada area yang masih terdapat titik api maupun bara sisa kebakaran. Penggunaan Water Cannon membantu proses penyiraman di lokasi terdampak sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif. Personel juga menyisir area sekitar untuk memastikan api tidak kembali muncul dan mencegah kobaran menyebar ke wilayah lainnya.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri terus mengoptimalkan langkah penanganan Karhutla dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung di wilayah yang masih terdapat titik api. Menurutnya, upaya pemadaman tidak hanya dilakukan untuk mengendalikan api, tetapi juga memastikan bara sisa kebakaran tidak kembali memicu munculnya titik api baru.

    “Polri terus mengoptimalkan penanganan Karhutla dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki, termasuk melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi yang masih terdapat titik api maupun bara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali dan mencegah kebakaran meluas,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

    Selama kegiatan berlangsung, personel terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di masing-masing lokasi penanganan. Proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi medan serta keselamatan personel. Setelah titik api berhasil dikendalikan, pembasahan tetap dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar padam dan tidak menimbulkan kembali titik api baru.

    Memasuki hari keenam, personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor tetap menunjukkan kesiapsiagaan dalam menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Biak Numfor. Penanganan dan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi aman.

    “Penanganan di lapangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan,” ujarnya.

    Langkah tersebut merupakan bentuk respons Satbrimob Polda Papua dalam membantu penanganan Karhutla sekaligus mencegah dampaknya meluas ke wilayah lainnya.

  • KABID PROPAM POLDA KALTIM LAKUKAN ASISTENSI DAN PENGECEKAN DI POLRES PASER


    Kapolres Paser AKBP Sofyan Sambut Tim Supervisi Gaktiplin

    TANAH GROGOT – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. bersama para Pejabat Utama dan jajaran Polres Paser menyambut kedatangan Tim Propam Polda Kalimantan Timur dalam kegiatan Asistensi dan Supervisi pengecekan perlengkapan serta identitas diri. Kegiatan berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA di Lapangan Apel Polres Paser, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanah Grogot.

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Hariyanto, S.I.K. bersama 5 personel Tim Propam Polda Kaltim. Turut hadir Kasubbid Provos AKBP I Nyoman Suantara, S.H., Kasubag Renmin AKP Suka Ratnawati, S.H., Ps. Kaur Binplin AKP Supadmi, Ps. Kaur Litpers AKP Darwin, http://S.Sos., dan Bamin Bripda Muhammad Arlifianda.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Paser KOMPOL Anton Saman, S.H., M.M., para Kabag, Kasat, Kasi, Perwira dan Bintara Polres Paser.

    Dalam arahannya, Kabid Propam Polda Kaltim menyampaikan apresiasi atas semangat personel Polres Paser. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dengan bekerja secara profesional dan disiplin.

    “Kepercayaan masyarakat pada kinerja Polri cukup baik. Kita harus mempertahankan itu dengan bertugas dengan baik. Pelanggaran yang terjadi sebagian besar berawal dari faktor ekonomi yang kemudian memicu penyalahgunaan wewenang dan lainnya,” ujar Kombes Pol Hariyanto, S.I.K.

    Lebih lanjut, Kabid Propam memberikan penekanan kepada seluruh personel. Di antaranya tidak melakukan penyalahgunaan wewenang, tidak melakukan tindakan asusila, mewaspadai penyalahgunaan narkoba dan jaringannya, serta tidak terlibat judi online dan pinjaman online.

    Usai memberikan arahan, Tim Propam Polda Kaltim langsung melaksanakan kegiatan Gaktiplin atau Penegakkan dan Ketertiban Disiplin. Pemeriksaan meliputi kelengkapan identitas pribadi seperti KTP, KTA, SIM, NPWP dan BPJS. Selain itu juga dilakukan pengecekan gampol, sikap tampang, serta pemeriksaan handphone terkait judi online dan pinjaman online.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. menyatakan siap mendukung penuh kegiatan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan disiplin dan integritas anggota di lapangan.

    Selama kegiatan berlangsung situasi aman, tertib dan kondusif.

    #HumasPolresPaser