Blog

  • Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa

    SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa Surabaya sekaligus menghidupkan kembali semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan mendorong kemajuan bangsa.

    Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus, bertepatan dengan peristiwa bersejarah Proklamasi Polisi yang dikumandangkan di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menjadi tonggak keteguhan sikap anggota Kepolisian untuk berdiri bersama Republik Indonesia dan mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Sejarah mencatat, pada 20 Agustus 1945, Iptu Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya menyepakati pernyataan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia sekaligus menyusun teks Proklamasi Polisi. Sehari kemudian, Muhammad Jasin memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggotanya.

    Proklamasi tersebut tidak hanya menjadi pernyataan kesetiaan, tetapi juga menegaskan tekad Polisi Istimewa Surabaya untuk berjuang bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif Polisi dalam melucuti persenjataan Jepang, menyalurkan senjata kepada badan-badan perjuangan dan wilayah lain, hingga melakukan perlawanan terhadap Sekutu dalam rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

    Dalam rangkaian upacara, Kapolri selaku Inspektur Upacara memimpin mengheningkan cipta dan membacakan Naskah Proklamasi Polisi. Pembacaan kembali naskah bersejarah tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwarisi dan diterjemahkan sesuai tantangan pada setiap zaman.

    Jika pada masa awal kemerdekaan perjuangan Polri diarahkan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, maka saat ini semangat yang sama diwujudkan melalui upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

    Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu, setiap pelaksanaan tugas Polri memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman, menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, serta mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.

    Momentum Hari Juang Polri sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh personel untuk terus menjaga nilai keberanian, pengabdian, loyalitas, integritas, serta semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendahulu. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi Polri untuk menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

    Semangat berjuang bersama rakyat yang ditunjukkan Polisi Istimewa Surabaya juga tetap relevan hingga saat ini. Kemajuan bangsa membutuhkan persatuan, stabilitas, serta sinergi seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Polri terus mengambil bagian dengan menjaga keamanan, membangun kedekatan dengan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

    Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 diikuti jajaran Polri dan dihadiri 203 tamu undangan dari berbagai unsur, mulai dari Mabes Polri, Forkopimda, Pemerintah Kota Surabaya, tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, akademisi, veteran, hingga keluarga besar Polri.

    Peringatan di Kota Pahlawan tersebut menegaskan bahwa semangat perjuangan Polri tidak berhenti pada catatan sejarah. Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Polisi dikumandangkan, api perjuangan itu terus diwariskan kepada setiap generasi Bhayangkara untuk menjaga stabilitas, melayani masyarakat, serta memberikan pengabdian terbaik demi mendukung pembangunan dan mendorong Indonesia terus bergerak maju.

  • BRIPDA JHON GALU SITUMORANG TERLUKA DITEMBAK DI TOLIKARA, SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ KEMBANGKAN PENYELIDIKAN

    Tolikara, Papua Pegunungan – Seorang personel Polsek ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak saat rombongan personel kepolisian melintas di kawasan sebelum Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026).

    Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai, Jumat (21/8) membenarkan kejadian yang terjadi terhadap personil Polsek ilu Bripda Jhon Galu Situmorang.

    “Kejadian tersebut terjadi di jalan Poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara, yaitu di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, saat anggota Polsek ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, di antaranya lampu rotator yang pecah, dan salah satu proyektil peluru mengenai anggota atas nama Bripda Jhon Galu Situmorang pada pangkal paha kiri,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz-2026.

    Ia pun menambahkan, setelah kejadian, tim langsung memprioritaskan penyelamatan korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

    “Pada saat itu, kami langsung mengutamakan penyelamatan korban karena proyektil masih berada di dalam dan belum dikeluarkan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karubaga. Karena keterbatasan fasilitas, korban dievakuasi lagi ke RSUD yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Namun, pada siang hari ini korban dievakuasi ke Jayapura untuk dibawa ke RS Bhayangkara karena kondisi anggota semakin menurun,” lanjutnya.

    “Terkait dugaan pelaku, Kasatgas Humas menyebutkan masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut”, ungkapnya.

    “Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” ujarnya.

    “Selain mengevakuasi korban, anggota juga melakukan penyisiran di seputaran TKP dan pengembangan ke daerah selanjutnya. Karena memang daerahnya ini, sebelah kiri tebing, kanan ketinggian, sehingga perlu upaya yang cukup tinggi, selain hutan yang cukup lebat di daerah tersebut,” katanya.

    Kasatgas Humas mengatakan, dari kondisi kendaraan dinas yang digunakan rombongan personel, personel menduga serangan tersebut menyasar aparat keamanan.

    “Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap,” jelasnya.

    “Pada satu bulan terakhir, Kabupaten Tolikara sendiri memiliki tingkat kerawanan, dikarenakan bulan lalu juga terdapat kejadian di mana pekerja jalan menjadi korban,” pungkasnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan Satgas bersama jajaran kewilayahan telah melakukan langkah penanganan terhadap korban dan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

    “Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan proses penyelidikan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai peristiwa tersebut.

    “Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” jelas Wakaops Damai Cartenz-2026.

    Selain mengembangkan penyelidikan terhadap pelaku penembakan, aparat juga mencermati adanya informasi mengenai potensi aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara dan sekitarnya. Langkah antisipasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.

    Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut dapat menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur yang tersedia.

    Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, terukur dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel.

  • KAPOLRI TINJAU BAKTIKES DI GEDUNG KSPSI JATIM, LAYANAN KESEHATAN DIHADIRKAN UNTUK PEKERJA DAN MASYARAKAT

    SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri dalam rangkaian peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8/2026).

    Baktikes menghadirkan berbagai pelayanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat, mulai dari poli gigi, penyakit dalam, mata, kandungan, hingga pelayanan kesehatan umum.

    Kegiatan tersebut menargetkan pelayanan kesehatan kepada 1.000 orang sesuai jenis layanan yang disiapkan.

    Kehadiran pelayanan kesehatan tersebut sejalan dengan harapan Kapolri agar Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur tidak hanya difungsikan sebagai pusat kegiatan organisasi buruh, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja.

    “Saya berharap gedung ini tidak hanya menjadi kantor bagi KSPSI AGN, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi perjuangan pekerja,” kata Kapolri.

    Gedung yang baru direvitalisasi tersebut juga telah dilengkapi klinik kesehatan sebagai salah satu fasilitas pelayanan, selain ruang organisasi, ruang rapat, aula, minimarket, serta ruang pemberdayaan UMKM.

    Menurut Kapolri, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan dan konseling bagi pekerja, termasuk menjadi tempat untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan secara dialogis.

    Selain Baktikes, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bakti Sosial Polri berupa penyaluran 1.500 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat serta 20 paket tas dan alat tulis kepada anak yatim.

    Rangkaian kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat menjadikan gedung baru KSPSI sebagai pusat aktivitas yang tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi pekerja dan masyarakat sekitar.

  • Bhayangkari Peduli, Berikan Bantuan dan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

    Manggarai Timur – Bhayangkari Cabang Manggarai Timur menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam gempa bumi di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bhayangkari Peduli dengan mengunjungi sejumlah posko pengungsian pada Kamis (20/8/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin Pembina Bhayangkari Cabang Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Timur Ny. Sandhy Haryanto bersama jajaran Pengurus Cabang Bhayangkari Manggarai Timur.

    Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi tiga lokasi pengungsian, yakni Posko Ronting, Posko SDI Maki, dan Posko Waso. Selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, Bhayangkari juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak bencana melalui kegiatan trauma healing.

    Kegiatan trauma healing dilakukan dengan mengajak anak-anak bermain sejumlah permainan, memberikan hadiah berupa tumbler dan boneka, serta membagikan buku mewarnai dan pensil warna. Anak-anak juga diajak untuk mewarnai bersama sembari diberikan motivasi dan semangat agar tetap kuat dalam menghadapi kondisi pascabencana.

    Tak hanya memberikan dukungan psikososial, Bhayangkari turut menghadirkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter dan dilanjutkan dengan pemberian obat-obatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Pada kesempatan tersebut, Bhayangkari juga menyalurkan bantuan sosial berupa selimut, biskuit, minyak kayu putih, beras, mi instan, gula, telur, minyak goreng, kecap, susu, bola, serta pakaian layak pakai.

    Kegiatan Bhayangkari Peduli tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Bhayangkari dalam mendukung tugas Polri sekaligus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang terdampak bencana alam.

    Melalui bantuan dan pendampingan yang diberikan, Bhayangkari berharap dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan semangat dan harapan kepada warga untuk bangkit dan menjalani masa pemulihan pascabencana.

  • Bhayangkari dan Polda NTT Salurkan Dukungan bagi Pengungsi Gempa di Sikka

    Maumere – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi terus ditunjukkan jajaran Bhayangkari dan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko bersama jajaran meninjau langsung kondisi warga yang mengungsi di Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Sikka Ny. Fitri Bambang Supeno turut mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT. Hadir pula Pembina Bhayangkari Daerah NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda NTT, serta Kapolres Sikka.

    Kehadiran rombongan tidak hanya untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di lokasi pengungsian, tetapi juga memberikan dukungan kepada warga, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian setelah mengalami dampak bencana.

    Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni trauma healing bagi anak-anak di posko pengungsian. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas yang dapat membantu mengurangi rasa cemas sekaligus memberikan suasana yang lebih nyaman selama berada di pengungsian.

    Selain itu, bantuan juga diberikan berupa makanan ringan dan mainan bagi anak-anak, susu formula untuk bayi dan balita, serta tempat tidur bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan.

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari bersama jajaran Polda NTT dalam membantu masyarakat menghadapi masa tanggap darurat bencana. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan semangat dalam menjalani proses pemulihan.

    Kehadiran Bhayangkari dan jajaran Polda NTT di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi bencana yang membutuhkan solidaritas dan dukungan bersama.

  • Warga Blokade Jalan di Wae Pesi, Polisi Pilih Dengarkan Keluhan dan Redakan Kekecewaan

    MANGGARAI, NTT – Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat, bantuan dan perhatian menjadi sesuatu yang sangat dinantikan oleh warga terdampak. Namun, tidak semua wilayah dapat langsung menerima bantuan.

    Kondisi tersebut rupanya menimbulkan kekecewaan bagi sebagian masyarakat di Wae Pesi, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

    Kekecewaan itu terlihat ketika sekelompok warga menghentikan rombongan anggota Polri yang tengah dalam perjalanan menuju Posko Reo.

    Kendaraan pemerintah, termasuk kendaraan kepolisian, beberapa kali diberhentikan warga karena mereka merasa bantuan belum kunjung sampai ke wilayah mereka. Bagi warga, menghentikan kendaraan yang melintas menjadi salah satu cara untuk menyampaikan suara mereka. Mereka ingin memastikan bahwa kondisi dan kebutuhan mereka juga mendapat perhatian.

    Melihat situasi tersebut, Kasi Humas Polres Manggarai AKP Ngurah Saba Nugraha tidak memilih untuk menghindar. Ia justru turun langsung dari kendaraan dan menghampiri warga.

    Dengan pendekatan yang tenang, AKP Ngurah mendengarkan satu per satu keluhan yang disampaikan masyarakat. Tidak ada perdebatan, tidak pula tindakan represif. Yang dilakukan adalah membuka ruang komunikasi agar keresahan warga dapat tersampaikan.

    “Kami memahami kekecewaan masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, warga tentu ingin segera mendapatkan bantuan. Kami datang untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan menjelaskan kondisi pendistribusian bantuan agar semuanya bisa dipahami bersama.” ujar AKP Ngurah Saba Nugraha, dalam Keterangannya, Sabtu (22/08).

    Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, AKP Ngurah kemudian memberikan penjelasan terkait proses pendistribusian bantuan serta upaya yang sedang dilakukan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.

    Penjelasan tersebut perlahan membuat suasana yang sempat memanas menjadi lebih tenang.

    Warga yang sebelumnya menahan kendaraan akhirnya memahami situasi dan memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.

    Jalan yang sempat diblokade pun kembali dibuka. Rombongan anggota Polri kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Posko Reo dengan aman.

    Peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membutuhkan kepastian, perhatian, dan seseorang yang bersedia mendengarkan keluh kesah mereka.

    Bagi Polri, turun langsung menemui masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan suara warga terdampak tidak terabaikan.

    Sebab dalam situasi sulit seperti ini, terkadang kehadiran dan kesediaan untuk mendengarkan menjadi langkah pertama untuk meredakan keresahan.

  • KAPOLRES PASER PIMPIN CEK URINE, 194 PERSONEL HASIL NEGATIFDiawasi Langsung Unit Si Propam

    TANAH GROGOT – Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan pemeriksaan urine terhadap seluruh Pejabat Utama, personel Polri dan ASN Polres Paser. Kegiatan digelar Kamis, 20 Agustus 2026 di Halaman Mako Polres Paser.

    Pemeriksaan ini dilaksanakan di bawah pengawasan langsung Unit Si Propam Polres Paser untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proses.

    Dalam arahannya, AKBP Sofyan menekankan dengan tegas kepada seluruh anggota. Tidak ada ruang untuk coba-coba. Personel Polri dilarang keras bermain dan terlibat dengan narkoba maupun judi online.

    “Jaga marwah institusi. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga nama baik Polres Paser. Jika ada yang terlibat, tindak tegas tanpa kompromi,” tegas Kapolres.

    Dari hasil pemeriksaan terhadap 194 orang, semuanya dinyatakan negatif. Rinciannya, 190 personel Polri dan 4 ASN dinyatakan bersih dari narkoba.

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Paser dalam menjaga integritas dan mewujudkan institusi yang bersih. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala.

    HUMAS POLRES PASER

  • POLSEK TANAH GROGOT SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DI DESA JONESasar Siswa SMK 3 dan Orang Tua Wali Murid

    TANAH GROGOT – Polsek Tanah Grogot menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Kantor Desa Jone, Kamis 20 Agustus 2026.

    Kegiatan dipimpin IPTU H. Suparman dan diikuti Kades Jone, perangkat desa, guru, 50 siswa SMK 3, serta 20 orang tua/wali murid.

    Materi disampaikan Aipda Zuprianto meliputi pengenalan jenis narkoba, dampak kesehatan dan hukum, serta strategi pencegahan. Penekanan diberikan agar generasi muda berani berkata “TIDAK pada Narkoba” dan memilih pergaulan positif.

    Dalam sesi tanya jawab, warga juga mendapat informasi terkait ciri pecandu dan prosedur rehabilitasi. Pihak kepolisian siap mendampingi warga yang membutuhkan bantuan.

    Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.

    HUMAS POLRES PASER

  • POLSEK PASER BELENGKONG VERIFIKASI TITIK HOTSPOT DI DESA SULILIRANHasil Pengecekan: Api Telah Padam, Situasi Aman

    PASER BELENGKONG – Menindaklanjuti data dari aplikasi Lembuswana Polda Kaltim, Polsek Paser Belengkong melakukan verifikasi 1 titik hotspot medium di wilayah Desa Suliliran, Kecamatan Paser Belengkong.

    Kegiatan dilaksanakan Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.00 – 10.15 WITA oleh Aiptu Deni Agus, Aiptu Jamuddin, dan Bripka Ahmad Rizani.

    Dari hasil pengecekan di lapangan, diduga titik panas berasal dari bekas lahan terbakar milik warga. Saat dicek, kobaran api dipastikan telah padam dan tidak ada aktivitas pembakaran baru.

    Petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah terjadinya Karhutla.

    Situasi di lokasi saat ini aman dan kondusif.

    HUMAS POLRES PASER
    #PolresPaser #PolsekPaserBelengkong #CegahKarhutla

  • POLRES PASER SAMBUT TIM SUPERVISI KESEKRETARIATAN DARI SETUM POLDA KALTIMFokus Evaluasi Administrasi dan Kesesuaian Naskah Dinas

    TANAH GROGOT – Polres Paser menerima kunjungan Tim Supervisi Kesekretariatan dari Sekretariat Umum Polda Kalimantan Timur. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA bertempat di Ruang Rupatama Polres Paser, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan dan Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. melalui Wakapolres Paser KOMPOL Anton Saman, S.H., M.M. menyambut langsung kedatangan tim supervisi.

    Tim Supervisi Setum Polda Kaltim dipimpin oleh KOMPOL M. Ramli selaku Ps. Kasubbagbinsettakah. Turut hadir AIPTU Astri Widya selaku Ps. Paurmintu Urrenmin, BRIPTU Diana, S.H. Bamin Urrenmin, dan BRIPTU Yudha Nova Irawan Bamin Urtakah Subbagbinsettakah.

    Dari Polres Paser hadir IPDA Jimson Napitupulu selaku Kasium Polres Paser, para Kasium Polsek jajaran, para Kaurmintu Polres Paser, serta perwakilan anggota dari tiap Bagian, Satuan dan Seksi Polres Paser.

    Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Wakapolres Paser, sambutan Ketua Tim Supervisi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengecekan administrasi kesekretariatan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

    Dalam sambutannya, KOMPOL Anton Saman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Setum Polda Kaltim. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan tertib administrasi di lingkungan Polres Paser.

    Sementara itu, KOMPOL M. Ramli menjelaskan bahwa tujuan supervisi ini adalah untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap pelaksanaan administrasi kesekretariatan. Penekanan diberikan pada kesesuaian dengan ketentuan naskah dinas yang berlaku, serta untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki, disesuaikan, atau disempurnakan.

    Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

    Dengan adanya supervisi ini, diharapkan pelayanan administrasi di Polres Paser semakin tertib, akuntabel, dan sesuai standar yang ditetapkan Polri.

    HUMAS POLRES PASER