Category: Uncategorized

  • Brimob Polda Metro Jaya Semprot Jalan dan Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

    Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung ke sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, Minggu (6/9/2026).

    Personel Batalyon A, B, C dan D Pelopor dikerahkan untuk melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan menggunakan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC), sekaligus membagikan masker dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik.

    Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI. Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Sementara Batalyon C menyemprot Jl. RE Martadinata dan Jl. Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    AWC berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Di sejumlah lokasi, personel juga membagikan masker kepada warga serta menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat jajaran untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik sekaligus melindungi masyarakat.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi di sekitar. Personel Brimob turut mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.

    Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu. Satbrimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan serta kenyamanan warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Polri Gerak Cepat Dukung Pemadaman Karhutla Sumsel dengan Formula X-Fire

    JAKARTA – Polri terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Salah satunya dengan mengirimkan sebanyak 4.000 liter formula pemadam X-Fire untuk mendukung pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

    Pengiriman dilakukan melalui Slog Polri pada Minggu (6/9/2026). Sebanyak 200 jerigen berisi formula X-Fire dengan kapasitas masing-masing 20 liter dimuat ke dalam dua unit truk dari Gudang Slog Polri.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

    “Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

    Trunoyudo menjelaskan, sebanyak 4.000 liter formula tersebut diangkut menggunakan dua unit truk. Masing-masing truk membawa 100 jerigen berkapasitas 20 liter atau sebanyak 2.000 liter.

    “Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.

    Formula X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam penerapannya, formula tersebut dicampurkan dengan air dengan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan air ketika petugas melakukan pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

    Selain penggunaan formula pemadam, penanganan karhutla di lahan gambut juga dilakukan dengan teknik penyiraman spiral. Metode tersebut dilakukan dari sisi luar area terbakar secara bertahap menuju titik api utama untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan.

    “Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelas Trunoyudo.

    Dua truk pengangkut formula X-Fire tersebut diberangkatkan dari Slog Polri pada Minggu (6/9/2026) sekitar menuju Polda Sumatera Selatan.

    Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya mengedepankan langkah pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar karhutla tidak terus meluas.

    “Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya.

  • Wakapolri Ubah Strategi Hadapi Karhutla: Dari Reaktif ke Multi-Approach Policing

    JAKARTA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak lagi dapat mengandalkan pola reaktif berupa pemadaman setelah api muncul. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mendorong perubahan menuju multi-approach policing yang menggabungkan prediksi, pencegahan, teknologi, masyarakat, ekologi, respons kedaruratan, penegakan hukum dan komunikasi krisis.

    Strategi tersebut menjadi salah satu pokok pembekalan Wakapolri kepada 322 personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua di Lapangan Bhara Daksa STIK PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (7/9/2026).

    Sebanyak 322 personel terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Mereka ditugaskan selama 10 hari ke Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

    Sebelumnya, 189 peserta didik telah lebih dahulu diberangkatkan, sehingga pemberangkatan gelombang kedua ini sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan dan lintas ganti penugasan di wilayah.

    Wakapolri menegaskan bahwa para peserta harus melakukan pembelajaran sekaligus audit terhadap manajemen penanganan Karhutla di lapangan.

    “Jangan hanya datang untuk penyuluhan. Rekan-rekan adalah middle dan top manager. Lihat bagaimana organisasi bekerja, bagaimana kondisi wilayah, bagaimana kebijakan dilaksanakan dan apa yang masih kurang,” tegasnya.

    Karhutla Harus Diprediksi Sebelum Terjadi

    Wakapolri mendorong predictive policing dengan mengintegrasikan data hotspot, cuaca, kondisi muka air tanah, gambut, riwayat kebakaran serta teknologi seperti drone, satelit dan artificial intelligence.

    Data tersebut harus menjadi dasar untuk menentukan wilayah prioritas dan menggerakkan sumber daya sebelum kebakaran berkembang.

    Hingga 6 September 2026, tercatat 113.616 hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 202.010 hektare di 38 provinsi.

    Hotspot tertinggi tercatat pada Agustus sebanyak 58.243 titik dan September 38.237 titik.

    Dari keseluruhan hotspot, 23.228 titik (20,4 persen) telah diverifikasi sebagai titik api, 26.302 titik (23,1 persen) belum terverifikasi dan 64.086 titik (56,4 persen) dinyatakan bukan titik api. Sementara tindakan pemadaman telah dilakukan terhadap 18.085 titik.

    Ekologi Menjadi Bagian dari Policing

    Pendekatan Karhutla juga harus memperhatikan kondisi ekologis, khususnya gambut.

    Data SiTMAT KLH per 6 September menunjukkan muka air tanah berada pada kondisi sangat rawan di sejumlah wilayah, antara lain Kalteng -143 cm, Kalbar -163 cm, Sumsel -231,1 cm, Kaltim -142,6 cm, Riau -209 cm dan Kaltara -137 cm.

    Wakapolri menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemadaman saja tidak cukup. Pengelolaan tata air melalui sekat kanal, embung, sumur bor dan restorasi hidrologis harus menjadi bagian dari strategi.

    “Jangan hanya mengejar api. Kalau akar masalahnya kondisi gambut yang kering, tata airnya harus kita benahi,” katanya.

    Collaborative Policing

    Seluruh pendekatan tersebut harus berjalan melalui collaborative policing.

    Kolaborasi dibangun dari tingkat nasional yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, BMKG, BRIN, Polri dan TNI, hingga tingkat daerah dan tapak.

    Di daerah melibatkan Polda, Polres, BPBD, KPH dan pemerintah daerah, sedangkan di tingkat tapak melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, MPA, kepala desa, tokoh adat, masyarakat dan korporasi.

    Dalam kondisi darurat, pemerintah daerah menjadi leading sector dengan dukungan seluruh stakeholder sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

    Penegakan Hukum: Individual dan Korporasi

    Wakapolri juga meminta penegakan hukum melihat persoalan secara utuh.

    Hingga 6 September 2026 terdapat 200 laporan polisi, terdiri dari 192 perkara perorangan dan 8 perkara korporasi, dengan 138 tersangka serta luas areal perkara 8.637,35 hektare.

    “Kalau ditemukan fakta dan alat bukti mengenai tanggung jawab korporasi, jangan berhenti pada pelaku di lapangan. Lihat seluruh rantai pertanggungjawabannya,” tegasnya.

    Pengelola informasi di ruang publik.

    Penanganan Karhutla juga berlangsung di ruang digital.

    Periode 1 Agustus–6 September 2026 tercatat 117.022 penyebutan dengan jangkauan 1,67 miliar tayangan.

    Sentimen terdiri dari 83,2 persen netral, 13 persen negatif dan 3,8 persen positif.

    Volume tertinggi terjadi pada 2 September sebanyak 7.466 penyebutan, sedangkan sentimen negatif tertinggi mencapai 27,7 persen pada 21 Agustus bersamaan dengan #PrayForKalimantan.

    Sebaran percakapan berasal dari media daring 47,4 persen, Instagram dan TikTok 30,2 persen, serta X dan Facebook 20,5 persen. Sementara bobot suara institusi hanya 2,48 persen.

    Wakapolri meminta komunikasi krisis menjadi bagian dari strategi penanganan.

    “Kerja lapangan yang intensif harus diikuti komunikasi yang baik agar kehadiran negara dapat terbaca oleh masyarakat,” ujarnya.

    Tiga Perubahan Fundamental

    Wakapolri menegaskan transformasi penanganan Karhutla harus diarahkan pada tiga perubahan.

    Pertama, reaktif menjadi antisipatif.

    Kedua, individual menjadi individual dan korporasi.

    Ketiga, sektoral menjadi multi-stakeholder.

    “Jangan hanya melihat bagaimana api dipadamkan. Audit manajemennya. Lihat apa yang sudah dilakukan, apa yang kurang dan bagaimana memperbaikinya. Dari sana harus lahir rekomendasi yang konkret,” pungkas Wakapolri.

    Melalui penugasan 322 personel tersebut, Polri memperkuat transformasi penanganan Karhutla dari sekadar memadamkan api menjadi membangun sistem yang mampu memprediksi risiko, mencegah kebakaran, melibatkan masyarakat, menjaga ekosistem, mengintegrasikan sumber daya, menindak pelanggaran dan mengelola komunikasi publik.

  • 322 Peserta Didik Polri Turun ke 6 Polda, Evaluasi Strategi Pencegahan Karhutla

    JAKARTA – Polri tidak hanya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lapangan, tetapi juga melakukan evaluasi untuk merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif ke depan. Sebanyak 322 peserta didik Sespimti, Sespimmen, dan SPPK diterjunkan ke enam Polda atau enam provinsi dalam Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua.

    Para peserta didik tersebut diberangkatkan setelah mengikuti pembekalan dan apel di Gedung Bhadawa Lantai 2 STIK-PTIK, Jakarta, Senin (7/9/2026). Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, yakni Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dan praktik kerja lapangan.

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra. S. M.Si. Mengatakan, pelibatan peserta didik dalam Satgas Gelombang Kedua memiliki tujuan yang lebih luas. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, mereka ditugaskan untuk melihat langsung berbagai persoalan Karhutla di wilayah masing-masing.

    “Karena mereka sudah menduduki pada eselon manajerial tingkat puncak, Sespimti, menengah untuk Sespimmen, dan SPPK, kita harapkan tidak hanya sekadar melakukan edukasi, tapi melakukan evaluasi dan mempelajari apa permasalahan-permasalahan yang dihadapi di masing-masing wilayah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Komjen Pol. Panca dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

    Menurutnya, hasil evaluasi dari lapangan akan menjadi bahan masukan bagi Polri untuk memperbaiki pola pencegahan dan penanganan Karhutla. Para peserta juga diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan serta strategi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

    “Mereka nanti akan melakukan evaluasi bagaimana upaya dalam strategi manajemen operasi terkait dengan upaya pencegahan kebakaran hutan ini melalui pendekatan operasi,” katanya.

    Tidak hanya untuk kebutuhan penanganan saat ini, hasil pelaksanaan tugas tersebut juga diarahkan menjadi bahan penyusunan konsep operasi dan prosedur penanganan Karhutla pada masa mendatang.

    “Mereka ke depan diharapkan nanti di lapangan bisa menyusun sebuah konsep operasi, khususnya dalam rangka mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan nanti mereka akan hadapi di lapangan,” ujar Komjen Pol. Panca.

    Sebanyak 322 personel yang diterjunkan terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK, dan 22 pendamping. Mereka akan dibagi ke enam Polda dengan penempatan dan pembagian tugas menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

    Komjen Pol. Panca menambahkan, setelah menyelesaikan penugasan, para peserta akan memberikan masukan secara intensif kepada Polri. Masukan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan pencegahan Karhutla.

    “Kelak setelah nanti mereka kembali, mereka akan memberikan masukan secara intensif dari pendekatan keilmuan dan pendekatan konsep operasi yang diharapkan nanti menjadi masukan kita juga, baik ke Polri maupun kepada pemerintah daerah dan pusat,” jelasnya.

    Sementara itu, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie. Mengatakan, pelaksanaan Satgas Edukasi tersebut merupakan bentuk pembelajaran langsung bagi peserta didik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

    Dalam penanganan Karhutla, Polri juga memberlakukan Operasi Amanusa II yang dikhususkan untuk penanganan bencana alam. Sejumlah Polda sebelumnya telah menerapkan operasi tersebut, baik secara kewilayahan maupun terpusat.

    “Dalam komposisi penanganan Karhutla, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberlakukan dengan Operasi Amanusa II. Operasi Amanusa II ini dikhususkan kepada penanganan bencana alam. Karhutla ini kan termasuk juga bencana alam,” ujar Komjen Pol. Roycke.

    Seiring dengan perkembangan situasi Karhutla, Polri juga akan memperkuat penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian.

    “Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian,” tegasnya.

    Pengerahan peserta didik melalui Satgas Gelombang Kedua ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi di lapangan. Data dan temuan yang diperoleh selama penugasan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat konsep pencegahan, manajemen operasi, serta kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi Karhutla di masa mendatang.

  • 322 Personel Diterjunkan, Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla

    JAKARTA – Polri memperkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan memperluas kehadiran personel di tengah masyarakat. Sebanyak 322 personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua diberangkatkan ke empat wilayah, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

    Pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membangun pencegahan Karhutla yang lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi, komunikasi dan pendekatan humanis.

    Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kebakaran terjadi. Kesadaran masyarakat dan kemampuan mencegah potensi kebakaran sejak dini harus menjadi kekuatan utama.

    “Rekan-rekan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, berikan pemahaman dan ajak masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Wakapolri dalam pembekalan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

    Sebanyak 322 personel tersebut terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari, atau menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan situasi di wilayah.

    Sebelumnya, 189 peserta didik telah lebih dahulu diberangkatkan untuk melaksanakan tugas di wilayah. Gelombang kedua ini menjadi bagian dari kesinambungan dan lintas ganti agar kegiatan di lapangan tetap berjalan.

    Wakapolri meminta para personel tidak datang dengan pendekatan yang menggurui. Mereka harus mendengarkan masyarakat, memahami karakteristik wilayah dan memberikan edukasi yang mudah dipahami.

    “Datanglah dengan pendekatan yang baik dan humanis. Dengarkan masyarakat, pahami kondisi di lapangan, kemudian berikan edukasi yang mudah dipahami,” katanya.

    Menurut Wakapolri, masyarakat bukan objek penanganan Karhutla, melainkan bagian dari solusi. Bhabinkamtibmas, Babinsa, Masyarakat Peduli Api, kepala desa dan tokoh adat harus menjadi bagian dari jejaring pencegahan di tingkat tapak.

    Karena itu, edukasi harus diarahkan pada tindakan nyata, mulai dari tidak melakukan pembakaran, menjaga lingkungan hingga segera melaporkan potensi kebakaran.

    “Karhutla bukan hanya tanggung jawab Polri atau pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” tegas Wakapolri.

    Wakapolri juga mengingatkan personel bahwa penugasan ini bukan semata-mata kegiatan penyuluhan. Para peserta pendidikan kepemimpinan harus menggunakan kesempatan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan efektivitas organisasi di lapangan.

    “Rekan-rekan adalah middle dan top manager. Karena itu, lihat bagaimana organisasi bekerja, bagaimana kondisi wilayah dan bagaimana kebijakan diimplementasikan,” ujarnya.

    Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara negara dan masyarakat sekaligus menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai akar persoalan Karhutla.

    Dengan pendekatan humanis dan partisipatif, Polri ingin memastikan masyarakat menjadi bagian aktif dalam mencegah kebakaran sejak dari tingkat tapak, sebelum api berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

  • TIM PEMBURU API SAMSAMAPTA POLRES PASER SIAP MONITORING HOTSPOT DAN PADAMKAN API


    Kapolres Paser: Kerja Sama Stakeholder dan Masyarakat Kunci Bebas Asap

    TANAH GROGOT – Tim Pemburu Api Satsamapta Polres Paser bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan di dua titik wilayah Kabupaten Paser, Sabtu 5 September 2026 pukul 13.00 WITA s.d 17.30 WITA.

    Pemadaman dilakukan di Desa Suatang Keteban, Kecamatan Pasir Belengkong dan Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot. Sebanyak 6 personel Satsamapta diterjunkan dengan dukungan 1 unit Kendaraan Dinas R4 D-Max dan 1 unit Kendaraan Tangki Pemburu Api Polres Paser.

    Kendaraan Tangki Pemburu Api memiliki peran ganda sebagai penyuplai air sekaligus kendaraan pemadam. Kendaraan ini telah dilengkapi mesin pompa air, selang dan nosel pemadam untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

    Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tanggap darurat Karhutla yang dilakukan Polres Paser bersama stakeholder terkait. Tim gabungan bersama TNI, BPBD, Damkar, Dinas Kehutanan, Manggala Agni dan Relawan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Paser bersinergi di lapangan.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya untuk berupaya semaksimal mungkin agar Kabupaten Paser tidak diselimuti asap.

    “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan Karhutla harus kerja sama dengan semua stakeholder dan bersinergi dengan masyarakat. Patroli, monitoring hotspot dan pemadaman harus terus kita lakukan,” tegas Kapolres Paser.

    Kapolres juga berpesan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar tetap menjaga kesehatan, memperhatikan keselamatan diri, dan selalu memperhatikan arah angin saat melakukan pemadaman.

    Polres Paser terus menghimbau kepada Masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

    #HumasPolresPaser

  • POLRES PASER TURUNKAN 165 PERSONEL AMANKAN KIDECO RUN 2026


    Kapolres Paser AKBP Sofyan Hadir, 4.500 Pelari Ramaikan HUT Ke-44 PT. Kideco Jaya Agung

    TANAH GROGOT – Polres Paser menurunkan 165 personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan ajang lari nasional “Kideco Run 2026”. Kegiatan digelar Minggu 5 September 2026 pukul 06.00 WITA di Halaman Kantor Bupati Paser, Jl. R.M. Noto Sunardi, Kecamatan Tanah Grogot.

    Kideco Run 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-44 PT. Kideco Jaya Agung. Ajang ini diikuti ±4.500 peserta dari dalam dan luar Kabupaten Paser dengan dua kategori lomba, yakni 10K untuk Umum dan Master, serta 5K untuk Umum dan Pelajar.

    Turut hadir dalam kegiatan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji,M.Si., Anggota DPD RI Dapil Kaltim Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., Bupati Paser Dr. Fahmi Fadli, Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., Dandim 0904/Psr Letkol Inf. Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., unsur Forkopimda, serta Presiden Direktur PT. Kideco Jaya Agung H. Muhammad Kurnia dan Direktur Utama Indika Energy H. Aziz Armand.

    Pengamanan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Paser KOMPOL Toni Joko Purnomo, S.H. Personel disebar di 4 zona rute, titik water station, area panggung hiburan, area VVIP, hingga pintu masuk parkir. Selain Polres Paser, pengamanan juga bersinergi dengan Kodim 0904/Psr, Dishub, BPBD, Damkar, dan Satpol PP Kabupaten Paser.

    Rute 10K melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Gajah Mada, Sultan Iskandar Muda, Kandilo Bahari, Yos Sudarso, Ahmad Dachlan, hingga kembali finish di Kantor Bupati. Sementara rute 5K melalui Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pierre Tandean, dan Dr. Cipto Mangunkusumo.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. mengatakan kehadiran 165 personel merupakan bentuk dukungan Polri terhadap event berskala nasional di Kabupaten Paser.

    “Kami pastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Ini juga untuk memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta dan tamu undangan,” ujarnya.

    Selain lomba lari, acara juga dimeriahkan hiburan oleh artis dari Surabaya, Arlinda Putri, serta pembagian doorprize dan penyerahan hadiah bagi para pemenang.

    #HumasPolresPaser

  • Satgas Karhutla Batalyon A Pelopor Bergerak Cepat, Padamkan dan Dinginkan Lahan di Samboja Barat

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar– Kesigapan personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim kembali ditunjukkan dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Tergabung dalam Satgas Karhutla, personel bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Sabtu (5/9/2026).

    Kegiatan tanggap darurat tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WITA di bawah pimpinan Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P.. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat untuk memastikan kondisi lahan yang sebelumnya terbakar benar-benar aman dan tidak menyisakan bara yang dapat memicu munculnya api kembali.

    Di lapangan, personel memfokuskan penanganan pada penyiraman serta pendinginan secara menyeluruh di area bekas terbakar. Proses ini dilakukan dengan menyisir sejumlah bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara api, terutama pada vegetasi kering yang mudah kembali terbakar.

    Lokasi yang berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 47 menjadi perhatian karena merupakan jalur utama dengan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang cukup tinggi. Kondisi vegetasi di sekitar lokasi yang rawan terbakar juga membuat proses pendinginan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

    Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengapresiasi kesiapsiagaan personel Batalyon A Pelopor yang terus berada di garis depan dalam penanganan Karhutla.

    Beranda – HL – Satgas Karhutla Batalyon A Pelopor Bergerak Cepat, Padamkan dan Dinginkan Lahan di Samboja Barat
    HL
    Satgas Karhutla Batalyon A Pelopor Bergerak Cepat, Padamkan dan Dinginkan Lahan di Samboja Barat
    TBN Polda KaltimBy TBN Polda Kaltim6 September 2026No Comments2 Mins Read
    WhatsApp Image 2026 09 05 at 14.25.44
    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar– Kesigapan personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim kembali ditunjukkan dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Tergabung dalam Satgas Karhutla, personel bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Sabtu (5/9/2026).

    Kegiatan tanggap darurat tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WITA di bawah pimpinan Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P.. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat untuk memastikan kondisi lahan yang sebelumnya terbakar benar-benar aman dan tidak menyisakan bara yang dapat memicu munculnya api kembali.

    WhatsApp Image 2026 09 05 at 14.25.45

    Di lapangan, personel memfokuskan penanganan pada penyiraman serta pendinginan secara menyeluruh di area bekas terbakar. Proses ini dilakukan dengan menyisir sejumlah bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara api, terutama pada vegetasi kering yang mudah kembali terbakar.

    BACA JUGA Kunjungi Personil Yang Sakit, Kabag Sumda Polres Bontang Berikan Dukungan dan Motivasi
    Lokasi yang berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 47 menjadi perhatian karena merupakan jalur utama dengan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang cukup tinggi. Kondisi vegetasi di sekitar lokasi yang rawan terbakar juga membuat proses pendinginan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

    Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengapresiasi kesiapsiagaan personel Batalyon A Pelopor yang terus berada di garis depan dalam penanganan Karhutla.

    Menurutnya, keberadaan personel tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kondisi pascakebakaran benar-benar aman melalui proses pendinginan dan pemantauan.

    “Langkah cepat dan terukur yang dilakukan Satgas Karhutla merupakan wujud bakti Brimob kepada masyarakat. Pemadaman harus diikuti dengan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran dan membahayakan masyarakat maupun lingkungan,” tegas Kombes Pol. Ronny Suseno.

    Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki potensi tinggi terhadap penyebaran api.

    “Kami mengimbau masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Samboja Barat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan. Jika melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar AKP Nugroho Widihyanto.

    Satgas Karhutla Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim akan terus mengedepankan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi setiap potensi kebakaran. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mencegah Karhutla meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

  • Tim Gabungan Polsek Gunung Tabur Perkuat Patroli Siaga Karhutla, Lima Titik Hotspot Berhasil Ditangani

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diintensifkan jajaran Polsek Gunung Tabur bersama personel Polres dan BKO Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, Manggala Agni, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V.

    Kegiatan patroli siaga dan penanggulangan Karhutla Zona I tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026), dengan titik awal kegiatan di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.

    Sebanyak 23 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari tujuh personel Polri, delapan personel KPHP Berau Utara, empat personel Manggala Agni, serta empat personel BWS Kalimantan V.

    Kegiatan diawali dengan briefing pada pukul 08.00 WITA. Dalam briefing tersebut, seluruh personel mendapatkan arahan mengenai teknis penanganan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan titik api selama pelaksanaan patroli.

    Selanjutnya, mulai pukul 09.30 WITA, tim gabungan bergerak melakukan patroli sekaligus menyisir sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan lima titik hotspot berukuran medium dan langsung melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.

    Dari lima titik yang ditemukan, dua titik berada di lahan milik warga Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, sedangkan tiga titik lainnya berada di lahan milik warga Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau.

    Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman dan penanganan terhadap titik-titik api tersebut dengan mengedepankan koordinasi serta pembagian tugas di lapangan. Langkah cepat dilakukan sebagai upaya mencegah api merambat ke area yang lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

    Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui jajaran Polsek Gunung Tabur, menegaskan bahwa patroli dan pemantauan Karhutla akan terus dilakukan secara intensif, khususnya pada wilayah yang memiliki potensi munculnya titik api.

    “Penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur. Setiap titik api yang ditemukan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

    Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengapresiasi sinergi personel gabungan dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Berau.

    “Polda Kaltim terus mendorong penguatan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kecepatan deteksi dan penanganan menjadi kunci agar setiap titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

    Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan selesai, personel gabungan kembali ke Posko Siaga Karhutla untuk melaksanakan apel konsolidasi pada pukul 23.00 WITA.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Polsek Gunung Tabur bersama seluruh unsur terkait juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.\

  • Tim Gabungan Sigap Jinakkan Karhutla di Babulu dan Sepaku, Dua Titik Kebakaran Berhasil Dikendalikan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, PPU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara cepat dan terpadu oleh tim gabungan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (5/9/2026).

    Dua kejadian Karhutla yang berlangsung di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku langsung mendapat respons setelah informasi mengenai titik api diterima petugas. Penanganan dilakukan melalui langkah pemadaman, pendinginan, hingga pemantauan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar ke area lainnya.

    Di Kecamatan Babulu, kebakaran terjadi di lahan perkebunan yang berada di RT 15, Desa Babulu Darat. Informasi titik panas diterima sekitar pukul 10.44 WITA. Petugas gabungan yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi dan mendapati sejumlah titik api masih dalam kondisi menyala.

    Proses pemadaman melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan desa, serta Satpol PP. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, namun melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 16.00 WITA untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

    Dari hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih dua hektare. Lokasi tersebut berada sekitar 200 meter dari permukiman warga. Setelah dilakukan penanganan, kondisi lahan dinyatakan padam, aman dan kondusif. Sementara itu, pemilik lahan serta pihak yang diduga berkaitan dengan terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

    Penanganan serupa juga dilakukan di Kecamatan Sepaku. Kebakaran terjadi di RT 001, Desa Bumi Harapan, pada lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.22 WITA.

    Menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan koordinasi untuk mempercepat proses pemadaman. Upaya penanganan diperkuat dengan dukungan satu unit mobil PMK Sepaku serta dua unit mobil PMK Otorita IKN.

    Dalam proses pemadaman hingga pendinginan, personel Damkar Sepaku, Damkar Otorita IKN, Bhabinkamtibmas Desa Bumi Harapan, 15 personel Polres IKN dan lima personel Satgas Bukit Raya turut diterjunkan. Setelah dilakukan penanganan secara menyeluruh, api berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman serta kondusif. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

    Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin, S.H., M.H., bersama Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin, S.H., menegaskan bahwa kecepatan dalam merespons laporan menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla berkembang semakin luas.

    Keduanya menyampaikan, setiap informasi mengenai keberadaan titik api akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan. Selain pemadaman, proses pendinginan dan pemantauan juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

    Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Babulu dan Kapolsek Sepaku, menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara aparat, pemerintah, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat untuk menghadapi potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

    Jajaran Polres PPU juga terus mendorong penguatan patroli dan pemantauan pada wilayah yang dinilai rawan Karhutla. Setiap laporan masyarakat terkait titik api akan menjadi perhatian untuk segera dilakukan pengecekan dan penanganan sedini mungkin.

    Masyarakat turut diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber-sumber api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar.

    Melalui respons cepat, kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor, penanganan Karhutla di wilayah PPU diharapkan dapat terus dilakukan secara efektif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus melindungi masyarakat, permukiman, serta kelestarian lingkungan.