Libatkan Forkopimda, Perusahaan, dan Desa Bahas Kendala di Lapangan
TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten Paser bersama Peserta Didik Sespimen Polri Dikreg ke-67 T.A. 2026 menggelar Focus Group Discussion atau FGD bertema Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser, Jumat (11/9/2026)
FGD ini dihadiri Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari, S.Sos, Sekda Drs. Katsul Wijaya, M.Si, Wakapolres Paser Kompol Hendro Wibowo, S.H., M.M mewakili Kapolres, Tim Pendamping Serdik Kombes Pol Wandy Rustiwan, S.I.K., M.M.Tr dan Kombes Pol Agus Bahari Pratama Artha, S.I.K., S.H., M.Si, unsur Forkopimda, para Camat, Kapolsek, Kepala Desa, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Tim Pendamping Serdik menyampaikan bahwa peserta Sespimen merupakan calon Kapolres masa depan yang harus siap menghadapi persoalan Karhutla dari berbagai aspek. “Kami berharap masukan hari ini menjadi strategi nyata ketika para Serdik nanti bertugas di lapangan,” ujarnya.
Wakil Bupati Paser dalam sambutan mewakili Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan Karhutla. Ia mengapresiasi inisiatif Sespimen Polri yang turun langsung mendengar persoalan di daerah.
Forum diskusi berlangsung dinamis. Ketua BPD Kabupaten Paser menyampaikan pihaknya telah membentuk Desa Tangguh dan melakukan sosialisasi serta pemadaman titik hotspot bersama kepolisian dan instansi terkait.
Perwakilan Manggal Agni Kalimantan XII/Paser menyoroti kendala minimnya jumlah personel dan keterbatasan sarana peralatan di lapangan. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Paser menyebut dampak Karhutla terhadap penyakit ISPA dan diare belum terlalu signifikan, namun pihaknya terus memantau dan telah membagikan masker serta melakukan cek kesehatan berkala kepada satgas.
Plt. Camat Muara Samu juga memaparkan tantangan minimnya dana, alat, dan petugas damkar. Ia menyebut penanganan di kecamatan mengandalkan sinergi dengan Polsek dan Koramil serta pembentukan Masyarakat Peduli Api.
Menariknya, Kepala Desa Jone dan perwakilan PT. AIK sama-sama menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara dibakar karena dianggap lebih efisien dan merupakan kearifan lokal turun-temurun. PT. AIK mengaku telah membentuk tim patroli dan pemadam di wilayah perusahaan, serta melakukan sosialisasi bersama Forkopimcam Batu Engau.
Berbagai masukan tersebut menjadi catatan penting bagi Serdik Sespimen Polri untuk menyusun strategi mitigasi Karhutla yang berbasis masyarakat, terpadu, dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Selama FGD berlangsung situasi aman dan kondusif.
#HumasPolresPaser
Leave a Reply