
Kukar – Memadamkan kebakaran lahan gambut bukan perkara menyiram api lalu selesai. Di balik kobaran yang terlihat, panas dan bara dapat bertahan di dalam tanah sehingga sewaktu-waktu kembali memunculkan asap maupun api.
Kondisi itu dihadapi personel gabungan saat menangani kebakaran lahan di RT 16 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Jumat (25/9/2026).
Api yang mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WITA baru berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 23.00 WITA. Artinya, petugas harus berjibaku sekitar 6,5 jam untuk memastikan api tidak kembali menjalar.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi.
Polsek Samboja menjadi salah satu unsur yang bergerak langsung dalam penanganan di lapangan, bersama 13 personel UPTD Provinsi, lima personel Damkar Samboja, empat personel PMI Samboja dan empat personel Pramuka Peduli.
Perjuangan pemadaman juga ditopang sarana yang dikerahkan ke lokasi, yakni tangki air berkapasitas 5.000 liter milik PMI Samboja, mobil double cabin berkapasitas 1.000 liter milik UPTD Provinsi Kaltim, serta dua mesin pompa air.
Medan gambut menjadi tantangan tersendiri. Api tidak selalu terlihat di permukaan. Ketika bagian yang terbakar tampak sudah padam, bara di dalam tanah masih berpotensi memunculkan asap dan kembali menyala, terlebih dalam kondisi cuaca panas.
Karena itu, pekerjaan petugas tidak berhenti saat kobaran utama berhasil dipadamkan. Area harus terus disisir, disiram dan dipastikan tidak menyisakan titik panas yang dapat kembali menjadi sumber api.
Penanganan tersebut menjadi gambaran bahwa satu titik kebakaran lahan dapat membutuhkan waktu, personel, air, peralatan dan koordinasi lintas unsur yang tidak sedikit.
Polsek Samboja mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Dalam kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar, api yang awalnya kecil dapat berkembang dan membutuhkan penanganan panjang untuk dikendalikan.
Leave a Reply