Blog

  • Penerimaan 190 Personel BKO Pasukan Brimob II Korbrimob Polri untuk Mendukung Satgas Operasi Aman Nusa II

    PONTIANAK — Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dikerahkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda Kalimantan Barat dalam rangka mendukung pelaksanaan Satgas Operasi Aman Nusa II guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Rombongan personel tersebut telah tiba di Polda Kalimantan Barat dalam keadaan aman dan lengkap. Kedatangan rombongan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam memperkuat penanganan potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

    Kapolda Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh personel yang telah melaksanakan pergeseran dan tiba dengan aman di Polda Kalimantan Barat.

    “Alhamdulillah, rombongan personel BKO Pasukan Brimob II Korbrimob Polri telah tiba di Polda Kalimantan Barat dalam keadaan aman dan lengkap. Kehadiran personel ini merupakan bagian dari dukungan Polda Kaltim dalam memperkuat pelaksanaan Operasi Aman Nusa II, khususnya dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat. Saya berharap seluruh personel dapat segera menyesuaikan diri, berkoordinasi dengan jajaran Polda Kalbar, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan keselamatan selama bertugas,” ujar Kapolda Kaltim.

    Lebih lanjut, Kapolda Kaltim menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, kekompakan, serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

    “Laksanakan tugas dengan profesional, responsif, dan humanis. Kehadiran personel BKO ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Utamakan keselamatan personel dan bangun sinergi yang baik dengan jajaran Polda Kalbar serta seluruh stakeholder terkait,” tambahnya.

    Pengerahan 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri ini merupakan bentuk penguatan kemampuan operasional Polri dalam mendukung upaya deteksi dini, pencegahan, patroli, respons cepat, hingga penanganan dan pemadaman karhutla secara terpadu.

    Selama pelaksanaan tugas, personel akan mendukung jajaran Polda Kalimantan Barat dalam menghadapi situasi darurat karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.

    Dengan adanya tambahan kekuatan personel Brimob tersebut, diharapkan pelaksanaan Satgas Operasi Aman Nusa II dapat berjalan semakin optimal dalam mencegah meluasnya titik api, mempercepat penanganan karhutla, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

    Pengerahan pasukan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi antarsatuan guna menghadapi bencana karhutla di wilayah Kalimantan.

  • Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Brimob Kaltim Padamkan Kebakaran Lahan di Gunung Bahagia

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Kimia Gang Swadaya No. 447, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Senin (24/8/2026).

    Kebakaran yang berpotensi meluas dan mengancam vegetasi di sekitar kawasan hutan kota serta permukiman warga tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.25 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor yang dipimpin Bripka Zainal Arifin segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

    Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan upaya pemadaman dan pelokalan titik api menggunakan peralatan yang tersedia. Bersama unsur pemadam gabungan serta masyarakat setempat, petugas bahu-membahu mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan permukiman maupun area lainnya.

    Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kecepatan dan kesiapsiagaan personel merupakan bagian dari komitmen Brimob dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

    “Respons cepat dalam penanganan kebakaran lahan merupakan bentuk kesiapsiagaan kami untuk melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Kombes Pol. Ronny Suseno.

    Setelah melalui proses pemadaman secara intensif, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.35 WITA. Personel kemudian melaksanakan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat sisa bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

    Kegiatan penanganan tersebut berlangsung dengan melibatkan koordinasi dan kerja sama antara personel Brimob, unsur pemadam gabungan serta masyarakat. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah yang lebih berisiko.

    Satbrimob Polda Kaltim mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi vegetasi kering. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalisir dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Gerakan Pangan Murah Polsek Tanah Grogot Diserbu Warga, 2 Ton Beras SPHP Ludes Terjual

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Paser – Polsek Tanah Grogot Polres Paser menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga titik wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Senin (24/8/2026).

    GPM berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.30 WITA dengan menyasar Kelurahan Tanah Grogot, Desa Sempulang, dan Desa Senaken. Sebanyak 2.000 kilogram atau 400 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram disediakan untuk masyarakat dengan harga subsidi Rp60.000 per sak.

    Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga mendatangi lokasi pelaksanaan untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau. Bahkan, antrean warga tampak di sejumlah titik hingga seluruh persediaan yang disiapkan dalam kegiatan tersebut habis terjual pada hari yang sama.

    Kapolres Paser melalui Kapolsek Tanah Grogot IPTU Suparman mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus upaya mendukung stabilitas pangan.

    “Alhamdulillah seluruh beras yang disediakan sebanyak 400 sak habis terjual. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah dan instansi terkait agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali dan manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujar IPTU Suparman.

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dipimpin personel Polsek Tanah Grogot, yakni Bripka Yakop Muslihin selaku Banit Samapta dan Briptu Yusuf Kurniawan selaku Banit Intelkam. Personel turut memastikan proses penyaluran berjalan tertib serta masyarakat dapat memperoleh beras sesuai ketentuan.

    Selain membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya penimbunan bahan pangan.

    Polsek Tanah Grogot berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama instansi terkait.

    Kegiatan Gerakan Pangan Murah di wilayah Kecamatan Tanah Grogot berlangsung aman, tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Karhutla, Polsek Kembang Janggut Bersama TNI dan Perusahaan Pasang Spanduk Imbauan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kembang Janggut bersama Koramil Kembang Janggut dan PT Tunas Prima Sejahtera (TPS) melaksanakan pemasangan spanduk imbauan Karhutla di sejumlah wilayah Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (25/8/2026).

    Pemasangan spanduk tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengingatkan masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla, khususnya akibat pembukaan lahan dengan cara membakar. Melalui media imbauan yang dipasang di sejumlah lokasi, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

    Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk TNI, Polri, pihak perusahaan dan masyarakat.

    “Ini merupakan bentuk sinergi TNI-Polri bersama pihak perusahaan dalam mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Kami ingin Kembang Janggut tetap aman, hijau, dan bebas dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” ujar AKP Dedi Supriyanto.

    Dalam kegiatan tersebut, spanduk yang dipasang memuat sejumlah pesan penting kepada masyarakat, di antaranya larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta ajakan untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api atau potensi kebakaran.

    Kapolsek menambahkan, edukasi dan imbauan secara langsung maupun melalui media informasi merupakan bagian penting dari upaya deteksi dan pencegahan dini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, potensi terjadinya Karhutla diharapkan dapat ditekan.

    “Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun yang dapat menimbulkan risiko kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” tambahnya.

    Polsek Kembang Janggut bersama TNI dan pihak perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat langkah-langkah preventif serta meningkatkan koordinasi dalam menjaga wilayah Kecamatan Kembang Janggut dari ancaman Karhutla.

    Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kepedulian dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan, sehingga Kecamatan Kembang Janggut dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta tetap aman, nyaman, dan kondusif.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Karhutla, Polsek Gunung Tabur Bersama Forkopimcam Cek Kesiapan Posko Karhutla

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Gunung Tabur Polres Berau bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melaksanakan pengecekan Posko Karhutla UPT KPHP Berau Utara di wilayah Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Jumat (21/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di kawasan Jalan Poros Tanjung Batu, Kecamatan Gunung Tabur. Pengecekan turut dihadiri Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat, S.E., Danramil Gunung Tabur Kapten Arm M. Irfan, Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus, S.Sos., S.H., M.Si., staf Kecamatan Gunung Tabur serta personel Pos Damkarmat Kelurahan Gunung Tabur.

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesiapan Posko Karhutla, termasuk kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung yang akan digunakan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.

    Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus, S.Sos., S.H., M.Si., mengatakan bahwa kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

    “Pengecekan posko ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi Karhutla. Koordinasi yang baik antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, KPHP dan unsur pemadam sangat diperlukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” ujar IPTU Alan Firdaus.

    Selain memastikan kesiapan posko, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Polsek Gunung Tabur dengan unsur Forkopimcam serta UPT KPHP Berau Utara. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat langkah pencegahan, pemantauan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

    Kapolsek Gunung Tabur menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran, tetapi harus dibangun melalui pemantauan secara berkelanjutan serta respons cepat terhadap setiap potensi titik api.

    “Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Dengan kesiapan personel, sarana pendukung dan koordinasi yang solid, kita dapat meminimalisir risiko Karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, Polsek Gunung Tabur bersama Forkopimcam dan instansi terkait menegaskan komitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.

    Humas Polda Kaltim

  • Patroli Siaga Karhutla, Polsek Gunung Tabur Bersama KPHP Berau Utara Pantau Titik Hotspot

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Gunung Tabur Polres Berau bersama unsur TNI, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara dan Manggala Agni melaksanakan patroli siaga Karhutla di wilayah Kabupaten Berau, Sabtu (22/8/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WITA dengan berpusat di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Patroli melibatkan personel Polsek Gunung Tabur, yakni Brigpol Juni Purnama dan Bripda Bagas Trimukti, personel TNI Sertu Ahmat S, tujuh personel KPHP Berau Utara serta dua personel Manggala Agni.

    Sebelum melaksanakan patroli, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing terkait tata cara penanganan Karhutla. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan langkah dan memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah yang menjadi sasaran pemantauan.

    Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa patroli bersama merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla sejak dini.

    “Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sedini mungkin adanya titik panas maupun potensi kebakaran. Sinergi antara Polri, TNI, KPHP, Manggala Agni dan seluruh elemen terkait sangat penting agar setiap kejadian dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang dan meluas,” ujar Kapolsek Gunung Tabur.

    Dalam pelaksanaannya, patroli berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA dengan menyambangi sejumlah lokasi yang terdeteksi memiliki titik hotspot. Petugas juga melakukan penanganan terhadap kejadian Karhutla yang ditemukan di lapangan guna mencegah api meluas ke area sekitarnya.

    Dari hasil pemantauan, petugas menemukan dua titik hotspot yang berada di wilayah PT Fuji dan PT BJE, Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau. Kedua titik tersebut terpantau memiliki ukuran kategori medium dan langsung mendapat penanganan dari personel gabungan di lapangan.

    Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan selesai, personel kembali ke Posko Siaga Karhutla pada pukul 17.00 WITA untuk melaksanakan apel konsolidasi sekaligus mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

    Kapolsek Gunung Tabur menambahkan bahwa upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

    “Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” pungkasnya.

    Selama kegiatan patroli siaga Karhutla berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Gunung Tabur bersama unsur terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta patroli sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Berau.

    Humas Polda Kaltim

  • Polres Nagekeo Hadirkan Posko Terpadu untuk Warga Terdampak Gempa

    NAGEKEO, NTT — Polres Nagekeo menghadirkan Posko Terpadu sebagai pusat pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Posko tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

    Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Posko Terpadu merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi bencana.

    “Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak gempa tidak merasa sendiri. Polri hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan pelayanan, sekaligus memberikan rasa aman selama proses pemulihan,” ujar AKBP Rachmat.

    Posko Terpadu tersebut dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pelayanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga. Di antaranya dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan, pelayanan kesehatan lapangan, trauma healing bagi warga dan anak-anak, water treatment untuk penyediaan air bersih, serta akses WiFi gratis.

    Menurut Kapolres, fasilitas tersebut disiapkan dengan melihat kebutuhan masyarakat di lapangan. Tidak hanya bantuan berupa kebutuhan dasar, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga, terutama anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa.

    “Penanganan bencana bukan hanya soal kebutuhan makanan dan tempat tinggal. Kami juga memperhatikan kesehatan, kebutuhan air bersih, komunikasi, serta kondisi psikologis masyarakat, sehingga seluruh layanan ini kami hadirkan dalam satu posko terpadu,” katanya.

    Keberadaan Posko Terpadu diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan sekaligus berkoordinasi mengenai berbagai kebutuhan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

    Polres Nagekeo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

    “Prinsip kami adalah masyarakat menjadi prioritas. Selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, kami akan terus hadir dan memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” tegas AKBP Rachmat.

    Polri memastikan upaya kemanusiaan di wilayah terdampak gempa terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat. Posko Terpadu menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri untuk membantu warga melewati masa sulit sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

  • Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

    NAGEKEO, NTT — Polri terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Melalui Posko Kesehatan Polri di Kabupaten Nagekeo, ratusan warga telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis selama masa pemulihan pascabencana.

    Hingga 24 Agustus 2026, Posko Kesehatan Polri telah melayani kurang lebih 400 warga dengan berbagai keluhan kesehatan. Keluhan yang ditemukan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gastritis, flu, hingga batuk.

    Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi mengatakan, setiap warga yang datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

    “Sampai dengan 24 Agustus, kurang lebih 400 warga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko. Keluhan yang kami temukan cukup beragam, seperti ISPA, gastritis, flu dan batuk. Kami lakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien,” ujar Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi dalam Keterangannya, Senin (24/08).

    Menurutnya, kondisi kesehatan warga yang sebelumnya mengalami berbagai keluhan tersebut secara umum sudah membaik setelah mendapatkan pelayanan dan pengobatan dari tim medis Polri.

    “Alhamdulillah, sebagian besar keluhan yang dialami masyarakat sudah teratasi. Kami terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” katanya.

    Selain memberikan pengobatan, keberadaan Posko Kesehatan Polri juga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama berada dalam masa pemulihan.

    Pelayanan tersebut diberikan secara langsung kepada warga dengan mengedepankan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan. Tim medis Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

    “Kami akan terus hadir selama masyarakat masih membutuhkan pelayanan kesehatan. Harapannya, masyarakat dapat melewati masa pemulihan ini dengan kondisi yang semakin sehat dan kuat,” tutur Ahmad Fauzi.

    Kehadiran Posko Kesehatan Polri menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Polri di tengah masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya membantu mengatasi keluhan kesehatan, pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan memastikan warga tidak kesulitan memperoleh pertolongan medis pascagempa.

  • Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

    JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri terus memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pendukung bagi petugas di lapangan.

    Untuk Kalimantan Barat, bantuan karhutla yang dikirim dari Jakarta telah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (25/8/2026). Bantuan tersebut meliputi 100 set masker gas dan canister, 200 tabung oksigen, serta berbagai peralatan pendukung pemadaman, seperti selang pemadam, selang hisap, pistol nozzle, connector Y, kolam air embung berkapasitas 5.000 liter, pompa robin, pompa apung, genset, dan pompa darat.

    Bantuan tersebut dikirim menggunakan sejumlah penerbangan secara bertahap untuk selanjutnya diterima dan dimanfaatkan dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

    Sementara itu, bantuan logistik dan tabung oksigen untuk wilayah lainnya juga terus dipersiapkan. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan angkutan udara, kapasitas pengiriman, serta kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri memastikan dukungan logistik terus disalurkan agar penanganan karhutla di lapangan dapat berjalan secara optimal.

    “Polri terus memastikan kebutuhan personel dan masyarakat di wilayah terdampak karhutla mendapat dukungan yang memadai. Bantuan dikirim secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan sarana angkutan dan kondisi di lapangan, sehingga setiap bantuan dapat segera diterima oleh jajaran yang membutuhkan,” ujar Isir, Selasa (25/8/2026).

    Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan pemadaman, tetapi juga untuk menjaga keselamatan dan kesehatan petugas serta masyarakat yang terdampak asap karhutla.

    “Peralatan pemadaman dan dukungan kesehatan, termasuk tabung oksigen dan masker gas, menjadi bagian dari upaya Polri untuk melindungi petugas yang bekerja di lapangan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.

    Polri akan terus memantau perkembangan karhutla di berbagai daerah dan menyesuaikan dukungan yang diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengiriman bantuan selanjutnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan angkutan dan prioritas kebutuhan di lapangan.

    Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait, serta seluruh unsur penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan karhutla dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

  • Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

    JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Masyarakat diimbau tidak hanya melihat isi atau banyaknya unggahan, tetapi juga memastikan sumber, waktu, lokasi, serta konteks informasi sebelum mempercayainya.

    Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan literasi digital masyarakat di tengah cepatnya arus informasi di media sosial. Berbagai konten lama dapat kembali beredar dan digunakan dalam konteks yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan pemahaman yang tidak sesuai dengan fakta.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dengan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi.

    “Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

    Isir menuturkan, salah satu pola yang perlu menjadi perhatian adalah beredarnya kembali konten atau video lama yang kemudian disertai narasi baru. Dalam sejumlah penelusuran, terdapat video yang sebelumnya telah beredar pada 2025 dan kembali muncul dalam unggahan dengan konteks yang berbeda pada 2026.

    Menurutnya, kemunculan kembali konten lama tidak serta-merta berarti seluruh informasi yang menyertainya tidak benar. Namun, perubahan konteks dan keterangan pada sebuah konten perlu dicermati agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya akun yang mengunggah informasi serupa tidak selalu menjadi ukuran bahwa informasi tersebut telah terkonfirmasi. Replikasi sebuah konten dapat membuat informasi terlihat semakin luas, meskipun sumber dan kebenarannya belum jelas.

    “Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” kata Isir.

    Polri mendorong masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas serta memberikan ruang bagi proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya kepada orang lain.

    “Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang,” pungkasnya.

    Polri akan terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat, sekaligus mengantisipasi penyebaran hoaks, misinformasi maupun disinformasi di tengah masyarakat.