Category: Uncategorized

  • Kunjungan Menteri Kehutanan ke Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam, Polsek Kelay Berikan Pengamanan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., bersama Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad di Kabupaten Berau berlangsung aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peresmian Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat.

    Rangkaian kegiatan dipusatkan di Camp CAN Borneo (Conservation Action Network Borneo) dan dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pendiri CAN Borneo Linus, serta kelompok masyarakat penerima SK Perhutanan Sosial.

    Setibanya di lokasi, Menteri Kehutanan bersama rombongan melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas yang berada di Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda kunjungan untuk melihat secara langsung upaya konservasi dan penyelamatan satwa di wilayah Kabupaten Berau.

    Di sisi lain, Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad menyempatkan diri mengunjungi kawasan perkebunan kakao di Kampung Merasa yang sebelumnya terdampak kebakaran lahan. Setelah melakukan peninjauan, Raffi Ahmad kembali bergabung dengan rombongan Menteri Kehutanan untuk melanjutkan agenda kegiatan.

    Agenda kemudian dilanjutkan dengan peresmian Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kehutanan. Dalam kesempatan yang sama, turut dilaksanakan penyerahan SK pembentukan kelompok kerja penyelamatan orangutan di lanskap Keraitan, dukungan kegiatan penyelamatan orangutan di Kalimantan Timur, serta SK Perhutanan Sosial kepada masyarakat penerima.

    Untuk memastikan seluruh agenda berjalan dengan aman dan tertib, jajaran Polsek Kelay bersama personel TNI melaksanakan pengamanan secara menyeluruh di sejumlah titik kegiatan. Kapolsek Kelay AKP Lisinius Pinem mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memberikan rasa aman selama berlangsungnya kunjungan kerja pejabat negara beserta rombongan.

    “Pengamanan kami laksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berjalan aman, tertib, lancar dan tetap kondusif,” ujar AKP Lisinius Pinem. Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 14 personel Polri diterjunkan di bawah pimpinan langsung Kapolsek Kelay.

    Berkat koordinasi dan sinergi antara aparat keamanan dengan seluruh pihak terkait, seluruh rangkaian kegiatan hingga rombongan meninggalkan Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam menuju Tanjung Redeb berjalan dengan aman dan lancar.

    Humas Polda Kaltim

  • Karhutla di Lahan Gambut Ruas Tol Balsam Berhasil Dikendalikan, Polsek Samboja Terus Pantau Titik Api

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, kebakaran melanda lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar di kawasan Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) STA 31.600, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Rabu (25/8/2026).

    Peristiwa tersebut diketahui setelah masyarakat melihat kepulan asap pekat dari area lahan yang terbakar. Laporan tersebut kemudian mendapat respons cepat dari personel gabungan yang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

    Personel Polsek Samboja bersama TNI, Damkarmatan, Manggala Agni, Jasamarga, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kelurahan serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan penanganan di titik kebakaran.

    Medan berupa lahan gambut yang dipenuhi semak belukar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Kondisi tersebut membuat api berpotensi kembali muncul di sejumlah titik meskipun sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

    Berdasarkan informasi di lapangan, kawasan tersebut sebelumnya telah mengalami kebakaran sejak 18 Agustus 2026. Sejumlah titik api bahkan sempat kembali muncul sehingga diperlukan penanganan serta pemantauan secara berkelanjutan.

    Dalam proses pemadaman, puluhan personel gabungan dikerahkan dengan dukungan berbagai sarana, mulai dari mobil patroli, mobil tangki air, kendaraan pemadam hingga kendaraan pendukung lainnya.

    Sinergi dan koordinasi antarpersonel akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api beserta kepulan asap berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 20.40 WITA.

    Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran, mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan panas di dalam tanah.

    Polsek Samboja juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus memastikan area sekitar Ruas Tol Balsam tetap aman.

    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Keberhasilan pengendalian Karhutla tersebut tidak terlepas dari respons cepat serta sinergi antara aparat, petugas pemadam, pengelola jalan tol, pemerintah setempat dan masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Gerak Cepat Tim Respon Bencana Brimob Polda Kaltim Kendalikan Karhutla di Berau

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Timur. Tim Respon Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor diterjunkan untuk menangani kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 11, Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026).

    Mendapat informasi mengenai adanya kebakaran, personel segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan tindakan awal sekaligus membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke wilayah di sekitarnya.

    Tim yang dipimpin Ipda Ilman Purnama bersama empat personel tersebut langsung melakukan penanganan di area terdampak. Kebakaran diketahui membakar lahan dengan luasan sekitar 4 hektare yang didominasi vegetasi kering dan kawasan gambut.

    Berkat respons cepat serta langkah pemadaman yang dilakukan personel di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat kejadian tersebut.

    Setelah api berhasil dilokalisasi, petugas melanjutkan kegiatan dengan melakukan penyisiran, pendinginan dan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi masih menyimpan bara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul, khususnya pada area gambut dan semak belukar yang mudah terbakar dalam kondisi cuaca panas dan kering.

    Sementara itu, penyebab munculnya kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman.

    Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel dalam menghadapi bencana merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

    Ia mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi lingkungan kering. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan.

    Satbrimob Polda Kaltim memastikan kesiapan personelnya untuk terus merespons setiap laporan kebakaran secara cepat dan terukur, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah meluasnya Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.

    Humas Polda Kaltim

  • Hadir di Tengah Masyarakat, Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Berikan Tali Asih

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kaltim melalui personel Polwan bersama Bhayangkari Daerah Kaltim kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan bakti sosial. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu RT 17, Kelurahan Gunung Bahagia, Kota Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Polwan Biro Operasi, Polwan Yanma, serta Bhayangkari Daerah Kaltim hadir secara langsung untuk menyerahkan tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 50 warga RT 17 Kelurahan Gunung Bahagia menerima bantuan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian sosial dari keluarga besar Polda Kaltim.

    Kehadiran Polwan dan Bhayangkari di tengah masyarakat tidak hanya menjadi momentum untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi serta membangun kedekatan antara Polri dengan warga.

    Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata komitmen Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan kebutuhan masyarakat penerima.

    Selain itu, kegiatan sosial secara langsung di lingkungan masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

    Warga RT 17 Kelurahan Gunung Bahagia pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Daerah Kaltim atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan.

    Kegiatan bakti sosial tersebut bagian dari upaya Polwan Polda Kaltim bersama Bhayangkari untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

    Humas Polda Kaltim

  • Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Polda Kaltim Teguhkan Komitmen Wujudkan Polri Presisi

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Polda Kaltim menggelar kajian akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (27/8/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung dihadiri Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, para pejabat utama Polda Kaltim, personel Polri, serta Bhayangkari.

    Dalam kegiatan tersebut, Polda Kaltim menghadirkan penceramah agama Aiptu Muhammad Solikhin yang menyampaikan tausiah mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

    Selain kajian keagamaan, kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih kepada anak asuh Polda Kaltim. Pemberian tersebut dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak yang menjadi bagian dari binaan Polda Kaltim.

    Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial atau tradisi tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam hati, pikiran, sikap, serta setiap langkah pengabdian.

    “Rasulullah SAW memiliki empat sifat utama yang menjadi teladan bagi kita semua, yakni shiddiq atau benar dan jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan, serta fathanah atau cerdas,” ujar Kapolda Kaltim.

    Kapolda menegaskan, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dengan pelaksanaan tugas anggota Polri sebagai insan Bhayangkara. Setiap personel memiliki amanah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sekaligus menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.

    Untuk itu, Kapolda mengajak seluruh personel Polda Kaltim menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat integritas serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

    “Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, melalui Polri Presisi kita wujudkan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” menjadi tema yang diangkat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.

    Kapolda berharap tema tersebut tidak berhenti sebagai rangkaian kata dalam sebuah kegiatan, melainkan dapat benar-benar dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

    Konsep Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan pada hakikatnya memiliki semangat yang sejalan dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, harus menjadi landasan moral dan etika bagi setiap personel dalam menjalankan kewenangan yang diberikan negara.

    “Kewenangan yang kita miliki hendaknya menjadi sarana untuk semakin dekat dengan masyarakat, membangun kepercayaan, menghadirkan rasa aman, memberikan kepastian hukum, serta mewujudkan keadilan,” tegasnya.

    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Polda Kaltim berkomitmen menjadikan nilai-nilai akhlak Rasulullah sebagai inspirasi dalam meningkatkan profesionalisme dan integritas personel, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Kegiatan kajian akbar tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh personel Polda Kaltim senantiasa diberikan kekuatan, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Polda Metro Jaya Siapkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dalam Kegiatan Penyampaian Aspirasi

    JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) disiagakan untuk memberikan pertolongan dan pelayanan medis apabila dibutuhkan.

    Kesiapan tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Personel Dokkes disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama serta layanan kesehatan kepada masyarakat maupun personel yang membutuhkan.

    Selain menyiagakan personel medis, Polda Metro Jaya juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan lanjutan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kesiapan layanan kesehatan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, personel Dokkes kami siapkan untuk memberikan pertolongan apabila ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, kami juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

    Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari ruang demokrasi yang harus dapat berlangsung secara tertib. Polri juga berupaya memastikan seluruh masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.

    “Yang kami kedepankan adalah pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat yang hadir maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tetap mendapatkan pelayanan dan merasa aman. Termasuk apabila ada yang membutuhkan pertolongan kesehatan, personel Dokkes siap memberikan bantuan,” katanya.

    Polri mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti maupun berada di sekitar kegiatan penyampaian aspirasi untuk bersama-sama menjaga ketertiban, memperhatikan kondisi kesehatan, serta saling menghormati agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

    “Harapan kami seluruh kegiatan dapat berlangsung tertib dan damai. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan baik, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan,” tutupnya.

  • Jakarta — Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan pelayanan masyarakat, Kamis (27/8/2026). Sebanyak 47 agenda berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 18 kegiatan masyarakat lainnya.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau seberang Gedung Danareksa, Taman Pandang Silang Monas.

    “Menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi serta memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Budi Hermanto.

    Pada saat yang sama, beragam agenda olahraga, pameran, seni dan hiburan, organisasi, hingga produksi perfilman juga berlangsung di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya ialah Piala Soeratin U-15 di Klender, International Battery Summit 2026 di JIExpo Kemayoran, Kejuaraan Nasional Karatedo Gojukai di GOR Ciracas, APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD City, serta Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2.

    Sebanyak 4.274 personel disiapkan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR RI. Personel lainnya ditempatkan di sejumlah lokasi guna mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan.

    Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel diarahkan untuk mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi di lapangan.

    Polda Metro Jaya mengimbau peserta penyampaian pendapat agar menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menghormati hak masyarakat lain yang menggunakan ruang publik. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

    “Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati,” pungkasnya.

  • Polda Metro Jaya Berikan Layanan Penyampaian Aspirasi Agar Nyaman dan Tertib Bagi Seluruh Aktifitas Masyarakat Lainnya

    Jakarta — Polda Metro Jaya hadir memberikan pelayanan dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum. Polri menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak dasar dan hak konstitusional masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus dilaksanakan dengan mematuhi ketentuan hukum dan etika.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, terdapat ketentuan mengenai barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa dalam kegiatan penyampaian pendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

    “Polri hadir memberikan pelayanan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Itu merupakan hak dasar, hak konstitusi yang dilindungi oleh undang-undang. Tetapi ada aturan hukum, ada etika yang harus menjadi pertanggungjawaban kita bersama agar pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan aman, tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Budi Hermanto saat Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Kamis (27/8).

    Menurutnya, Polri juga mencermati munculnya sejumlah konten dan narasi di ruang digital yang berpotensi memicu keresahan, termasuk provokasi, disinformasi, malinformasi dan ujaran kebencian.

    “Kami dari Polda Metro Jaya akan melakukan patroli media sosial dan akan men-stem kalau itu hoaks ataupun disinformasi dan malinformasi. Adapun terkait penemuan di lapangan, ini merupakan penyelidikan baik secara digital maupun konvensional yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya,” jelasnya.

    Selain itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap berbagai temuan di lapangan, baik melalui metode digital maupun konvensional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta serta mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penyampaian aspirasi dengan membawa barang-barang yang dilarang oleh ketentuan perundang-undangan.

    Budi menegaskan, Polri tidak membatasi kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kehadiran kepolisian justru ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.

    “Kepolisian tidak pernah membatasi ruang kemerdekaan penyampaian pendapat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan baik dan seluruh masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana mestinya,” tegasnya.

    Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta masih dalam kondisi aman dan dapat dikendalikan. Aktivitas masyarakat, termasuk lalu lintas, pendidikan, kegiatan ibadah, dan perekonomian, tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.

    Budi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif serta tidak memberikan ruang bagi kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Aspirasi harus disampaikan melalui ruang keselamatan dan harus mendapat perlindungan. Potensi-potensi kekerasan harus dicegah sedikit mungkin. Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” pungkasnya.

  • Kompolnas Visitasi Polrestabes dan Polres Semarang, Soroti Inovasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

    SEMARANG, JAWA TENGAH – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, dengan mengunjungi Polrestabes Semarang dan Polres Semarang, Rabu (26/8/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin Anggota Kompolnas selaku Ketua Tim Visitasi, Dr. Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., bersama Dewan Juri Eksternal Kompolnas Awards 2026, serta jajaran Sekretariat Kompolnas.

    Sejumlah program dan inovasi menjadi perhatian dalam visitasi, antara lain aplikasi pelayanan publik LIBAS yang memiliki sejumlah fitur seperti tombol darurat SOS, Polisi RW, Tim Elang, dan Patroli Perintis Presisi. Polrestabes Semarang juga menyediakan fasilitas pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti ramp kursi roda, toilet khusus, dan tactile paving.

    Selain pelayanan publik, Polrestabes Semarang turut memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi melalui penempatan pospol subsektor di Kawasan Industri Candi serta patroli keamanan untuk mencegah premanisme, pungutan liar, dan gangguan kamtibmas di kawasan industri.

    Dalam aspek lingkungan, Polrestabes Semarang menerapkan konsep green office, antara lain melalui pemanfaatan aplikasi ASTINA untuk mendukung paperless investigation, pengelolaan sampah, serta efisiensi penggunaan energi listrik.

    Penguatan kemitraan juga dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari TNI dan Satpol PP, Bapas, Dinsos, Mall Pelayanan Publik Kota Semarang, KPU, Pengadilan Agama, UNNES, Bulog, Dinas Pertanian, PT Pos Indonesia hingga pelaku usaha. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, penanganan perkara anak, ketahanan pangan, serta pemeliharaan keamanan.

    Sementara di Polres Semarang, Tim Visitasi diterima Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pegiat seni budaya.

    Dalam visitasi tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah nominasi kategori perseorangan kelompok Prosperity atas nama Briptu Adi Qori Kurniawan. Personel Polri tersebut aktif mengembangkan seni dan budaya melalui Sanggar Sarasvati Widiasmara Art di Kabupaten Semarang dan Wonosobo.

    Kegiatan sanggar tidak hanya menjadi ruang belajar seni tari, drama, dan musik, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi generasi muda, pendampingan anak-anak termasuk penyandang disabilitas, serta upaya mencegah kenakalan remaja dan kriminalitas melalui kegiatan positif.

    Ketua Tim Visitasi Kompolnas Awards 2026, Dr. Yusuf, mengatakan visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Visitasi ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana program dan inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga bagaimana pelayanan, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat itu dilaksanakan di lapangan,” ujar Dr. Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

    Menurutnya, berbagai inovasi yang ditemukan dalam visitasi menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

    “Yang kami lihat di Semarang cukup beragam. Ada inovasi pelayanan publik, perhatian terhadap kelompok disabilitas, dukungan terhadap kawasan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kemitraan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya. Ini menjadi bagian yang penting dalam membangun kehadiran Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

    Dr. Yusuf berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama visitasi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya.

    “Kompolnas Awards bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga bagaimana praktik-praktik baik yang sudah dilakukan dapat terus dipertahankan, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pelaksanaan visitasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung kinerja, inovasi, pelayanan, kemitraan, serta kontribusi satuan kerja dan personel Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

  • Polri Gelar Forum Tematik, Bahas Optimalisasi Layanan Polisi 110

    JAKARTA – Polri terus memperkuat Layanan Polisi 110 sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang cepat, responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan tersebut dibahas dalam Forum Tematik Bakohumas Polri Tahun Anggaran 2026 bertema “Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi” yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

    Forum tersebut diikuti perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) kementerian dan lembaga. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Polri, pemerintah, dan pakar kebijakan publik untuk membahas pengembangan Layanan Polisi 110, mulai dari transformasi digital, penguatan operasional, hingga manajemen risiko komunikasi dan reputasi.

    Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, M.AP., menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi, khususnya dalam hal kecepatan respons, penanganan yang konkret, serta kemudahan akses.

    Menurutnya, Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Karena itu, efektivitas layanan tersebut perlu didukung pemahaman masyarakat yang luas serta kolaborasi antarlembaga.

    Sementara itu, Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Layanan Polisi 110 harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

    “Layanan Polisi 110 bukan sekadar nomor telepon, aplikasi, jaringan, atau teknologi. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Ketika masyarakat menghubungi 110, mereka harus yakin bahwa Polri mendengar, Polri merespons, dan Polri hadir,” ujar Brigjen Pol. Dicky dalam forum tersebut.

    Ia menjelaskan, optimalisasi Layanan Polisi 110 setidaknya mencakup empat aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan integrasi sistem, penguatan skema operasional dan standar respons, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.

    Dalam pengembangannya, Polri menargetkan respons awal operator terhadap panggilan masyarakat dalam waktu 10 detik dan kehadiran petugas di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit. Target tersebut membutuhkan dukungan sistem yang terintegrasi, kesiapan operator, mekanisme penerusan laporan secara cepat, serta koordinasi dengan personel di lapangan.

    Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., menjelaskan Layanan Polisi 110 tidak berhenti pada penerimaan panggilan. Setiap laporan dicatat dalam sistem dan diteruskan kepada unit atau personel yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan penanganan.

    Masyarakat dapat menggunakan Layanan Polisi 110 untuk melaporkan berbagai kondisi, antara lain kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, kondisi darurat, kebakaran, gangguan lalu lintas, maupun memperoleh informasi terkait layanan kepolisian.

    “Dalam situasi darurat, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mencari berbagai nomor kepolisian. Mereka membutuhkan satu pintu layanan yang sederhana, mudah diingat, dan dapat diandalkan. Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui nomor 110, tetapi bagaimana laporan tersebut direspons secara cepat dan tepat,” jelas Brigjen Pol. Indarto.

    Karo Jianstra Stamaops Polri Brigjen Pol. Marsudianto, S.I.K., M.Si., turut memaparkan pengembangan Layanan Polisi 110 melalui integrasi sistem dan penguatan Command Center. Pengembangan tersebut diarahkan agar layanan dapat terhubung dengan berbagai sistem kepolisian, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, peningkatan profesionalisme operator, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

    Lalu, pakar kebijakan publik dan hubungan pemerintah Dr. Hardy R. Hermawan, S.Sos., M.Si., GRCE., juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko komunikasi dan reputasi dalam pelayanan 110. Menurutnya, kecepatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang transparan dan empatik.

    “Keberhasilan Layanan Polisi 110 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kecepatan respons, kualitas sumber daya manusia, transparansi, komunikasi yang empatik, serta konsistensi pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik,” kata Hardy.

    Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pelayanan tanpa menghilangkan peran manusia. AI dapat digunakan untuk membantu transkripsi, pelacakan lokasi, serta klasifikasi data, sementara operator tetap menjadi garda utama dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

    Selain aspek teknologi dan operasional, forum juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami fungsi Layanan Polisi 110 serta tata cara menyampaikan laporan secara tepat, sekaligus mencegah penggunaan layanan untuk prank call, laporan palsu, maupun informasi yang tidak benar.

    Melalui Forum Tematik Bakohumas tersebut, Polri mendorong penguatan kolaborasi komunikasi antarkementerian dan lembaga untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai Layanan Polisi 110. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesiapan sistem dan personel sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, profesional, dan humanis.

    Penguatan Layanan Polisi 110 menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik Presisi, sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang nyata bagi masyarakat. Dengan prinsip bahwa teknologi mendukung manusia, bukan menggantikannya, Polri terus mendorong agar 110 menjadi layanan yang mudah diakses, responsif, dan dipercaya masyarakat.