Author: admin

  • Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang

    Jakarta – Kapolri berharap Kompolnas Awards dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja jajaran Polri.

    Harapan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kompolnas Awards 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Menurutnya, penghargaan tersebut memberikan manfaat bagi institusi karena membantu Polri menemukan personel-personel terbaik dari sekitar 400 ribu anggota Polri.

    “Kompolnas Awards dilaksanakan setiap tahun dan tentunya kita harapkan terus dilanjutkan ke depan, termasuk oleh para pemimpin Polri selanjutnya,” kata Kapolri.

    Kapolri berharap keberlanjutan Kompolnas Awards dapat menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja dan personel Polri untuk terus meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Terlebih, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Polri semakin tinggi. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi juga menuntut jajaran kepolisian semakin cepat merespons setiap perkembangan dan dinamika yang terjadi.

    Dalam situasi tersebut, Kapolri memandang evaluasi yang diberikan Kompolnas terhadap kinerja Polri maupun berbagai hal yang menjadi perhatian publik harus diterima sebagai masukan untuk terus melakukan perbaikan.

    Kapolri juga mengapresiasi Kompolnas karena tidak hanya mengevaluasi kekurangan, tetapi turut memberikan penghargaan terhadap anggota-anggota Polri yang menunjukkan kinerja terbaik.

    Menurutnya, mekanisme checks and balances diperlukan untuk mendorong Polri terus berbenah. Berbagai kekurangan harus diperbaiki, sementara kelebihan, prestasi, dan hal-hal positif yang telah dilakukan jajaran Polri perlu terus dimunculkan dan dikembangkan.

    Hasil Kompolnas Awards juga akan menjadi catatan bagi Astamarena dan As SDM dalam penyusunan rencana kerja Satker, termasuk untuk menjadikan para pemenang sebagai salah satu prioritas ke depan.

    Kapolri berharap keberlanjutan Kompolnas Awards dapat ikut mendorong terwujudnya Polri yang semakin adaptif dan profesional, serta kehadiran Polri yang semakin dekat dan dicintai masyarakat.

    Kepada Satker dan personel yang terpilih, Kapolri menyampaikan selamat dan meminta penghargaan tersebut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kinerja. Sementara bagi yang belum terpilih, momentum ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

  • Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

    JAKARTA – Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menjalankan tugas kepolisian sekaligus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi yang penuh tantangan.

    Salah satu bentuk dukungan tersebut yakni pelaksanaan evakuasi korban penculikan KKB atas nama Deremina Uwamang dari wilayah Bela 1, Distrik Alama menuju Timika pada 14 September 2026. Evakuasi dilakukan menggunakan Helikopter Bell 412 P-3002.

    Korban berhasil dievakuasi dengan aman dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis di RS Bhayangkara Timika.

    Dukungan penerbangan kembali dilakukan pada Kamis (17/9/2026), ketika Helikopter Bell 412 P-3002 digunakan untuk menjemput keluarga korban dari Distrik Jila menuju Timika.

    Dalam pelaksanaan tersebut, Tim Operasi Damai Cartenz Polri bersama tim penjemputan tiba di Bandara Timika pada pukul 09.48 WIT dalam keadaan selamat. Kegiatan berlangsung aman dan seluruh personel maupun penumpang dapat tiba di Timika tanpa kendala.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dukungan penerbangan yang dilakukan Direktorat Kepolisian Udara merupakan bagian dari kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan medan yang menantang.

    “Dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua, Polri tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kepentingan kemanusiaan. Dukungan penerbangan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir, memberikan perlindungan, pelayanan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

    Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan evakuasi maupun penjemputan tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan sinergi antara personel Operasi Damai Cartenz dengan Direktorat Kepolisian Udara serta unsur terkait lainnya.

    “Medan dan kondisi geografis Papua memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keselamatan penerbangan, profesionalisme personel, koordinasi dan sinergi menjadi hal yang terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.

    Sementara itu, penerbangan Helikopter Bell 412 P-3002 dipimpin AKBP Asran Koto sebagai Captain Pilot, didampingi IPDA Bambang S. sebagai Co-Pilot. Dukungan teknis penerbangan diberikan AIPDA Agus S. dan AIPDA Grifanli selaku mekanik, serta Briptu Suwirya sebagai FOO.

    Trunoyudo menegaskan, kehadiran personel Polri di wilayah Papua tidak semata-mata untuk menjalankan tugas operasional, tetapi juga menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat.

    “Polri akan terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap keberhasilan membawa masyarakat menuju tempat yang aman merupakan bagian dari pengabdian Polri,” tuturnya.

    Dukungan Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri dalam Operasi Damai Cartenz-2026 tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antarunsur Polri dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah Papua Tengah.

    Melalui dukungan penerbangan, evakuasi, penjemputan, serta pelayanan kepada masyarakat, Polri terus berupaya memastikan kehadiran negara dapat dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah dengan akses dan kondisi medan yang sulit.

  • Pastikan Pengamanan Dua Agenda Kepolisian Internasional IAWP & SOM, Polda Bali Gelar Pasukan Ops Gapura Agung IV-2026

    BALI – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Kesiapan Operasi Gapura Agung IV-2026 yang berlangsung Mako Polda Bali pada Jumat (18/9/2026). Apel ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dua agenda kepolisian berskala internasional yang ditempatkan di kawasan Nusa Dua, Bali.

    Dua ajang besar yang dimaksud adalah 63rd International Association of Women Police (IAWP) Training Conference pada 20–24 September 2026 di Hotel The Westin Nusa Dua, serta 14th Senior Officer Meeting (SOM) antara Polri dan Australian Federal Police (AFP) pada 20–22 September 2026.

    Apel gelar pasukan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Bali, Kapolresta Denpasar, Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Gapura Agung IV-2026.

    Dalam arahannya Kapolda Bali menyampaikan Kegiatan IAWP rencananya dihadiri 464 perwakilan Polisi Wanita dari 43 Negara peserta, rencana sejumlah pejabat Negara dan tokoh Nasional dijadwalkan hadir di antaranya Kapolri, Ketua DPR RI, Menteri PPPA, Ketua Bhayangkari Pusat, Ketua Komnas HAM, dan Ketua PP Polri.

    Sementara itu, SOM ke-14 menjadi momentum penguatan kerja sama strategis antara Polri dan AFP.

    Untuk menjamin kelancaran kedua agenda internasional tersebut, Polda Bali menerjunkan 744 personel dalam Operasi Gapura Agung IV-2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 September 2026.

    Struktur operasi dipimpin oleh Dirsamapta selaku Kaops, didampingi Kabidkeu Polda Bali sebagai Wakaops. Penempatan Polwan dalam posisi strategis pengamanan operasi kali ini juga menjadi wujud nyata komitmen kesetaraan gender di lingkungan Polri, khususnya Polda Bali, ungkap Kapolda

    Kapolda Bali menegaskan bahwa Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, seluruh personel diminta memberikan pengamanan yang optimal, profesional, dan humanis tanpa mengganggu aktivitas rutin masyarakat maupun dinamika pariwisata.

    “Apel gelar pasukan ini menjadi sarana konsolidasi untuk menyamakan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. Seluruh personel harus berada dalam satu sistem pengamanan, satu garis koordinasi, dan satu tujuan: menjamin keamanan serta kelancaran rangkaian kegiatan IAWP dan SOM,” tegas Kapolda Bali.

    Mengakhiri arahannya, Kapolda Bali menyampaikan lima instruksi mendasar yang wajib dipedomani oleh seluruh personel pengamanan di lapangan:

    1. Pahami SOP dan Bertindak Humanis: Jangan menganggap operasi ini sebagai tugas rutin biasa. Pahami tugas dan tanggung jawab sesuai SOP, serta laksanakan pelayanan secara humanis, profesional dan bertanggung jawab.
    2. Deteksi Dini dan Respons Cepat: Optimalkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekecil apa pun. Tingkatkan koordinasi antar-Satgas dan laporkan setiap perkembangan secara berjenjang.
    3. Pengawasan Padal: Perwira Pengendali (Padal) wajib mengecek pelaksanaan tugas personel di lapangan secara berkala.
    4. Pemanfaatan Teknologi: Manfaatkan sarana teknologi pendukung secara optimal, termasuk pengawasan dan pemantauan pergerakan personel melalui Command Center Polda Bali.
    5. Jaga Integritas dan Nama Baik Institusi: Tetap jaga kesehatan, disiplin, dan kehormatan institusi. Setiap personel merupakan representasi wajah Polri dan Indonesia di mata dunia, sehingga wajib menghindari tindakan yang mencederai kepercayaan publik.
      Selamat bertugas jaga kesehatan dan kekompakan semoga tuhan senantiasa melindungi kita semua, Tutup Irjen Daniel.
  • WAKAPOLRI: PUSAT STUDI UNRI-POLDA RIAU TAMBAH JEJARING 100 PUSAT STUDI KEPOLISIAN

    PEKANBARU, 18 September 2026 — Jejaring ilmu kepolisian terus meluas. Universitas Riau (UNRI) bersama Polda Riau meresmikan Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan (Green Policing) yang bertempat di LPPM UNIVERSITAS RIAU
    PEKANBARU, Jumat (18/9/2026), yang menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Polri dan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan keamanan dan lingkungan.

    Peresmian tersebut menambah deretan Pusat Studi Kepolisian yang dikembangkan Polri bersama perguruan tinggi di berbagai daerah. Hingga 18 September 2026, jejaring tersebut mencakup 79 PTN/PTS, di samping 21 Pusat Studi di lingkungan STIK Lemdiklat Polri.

    Dengan demikian, terdapat 100 Pusat Studi Kepolisian yang telah dan sedang dikembangkan, dengan 57 telah diresmikan dan 43 masih dalam proses pembangunan.

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari transformasi Polri berbasis ilmu pengetahuan.

    “Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian serta memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi dan mendukung transformasi Polri.”

    Menurut Wakapolri, pusat studi harus menjadi ruang yang mempertemukan pengalaman kepolisian dengan penelitian dan kajian ilmiah.

    “Praktik kepolisian perlu didasari dengan uji hipotesis ilmiah melalui kajian dan riset sehingga menghasilkan praktik terbaik, tidak mengandalkan intuisi institusional.”

    Riau Bawa Green Policing ke Jejaring Ilmu Kepolisian

    Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI menjadi salah satu bentuk konkret pengembangan jejaring tersebut. Kehadirannya sekaligus membawa isu Green Policing ke dalam ruang akademik.

    Hal ini relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi Riau, mulai dari karhutla, illegal mining, illegal logging, kerusakan ekosistem, hingga kejahatan lingkungan.

    Melalui pusat studi ini, persoalan di lapangan diharapkan dapat dikaji bersama untuk menghasilkan data, penelitian, rekomendasi kebijakan, hingga model penanganan yang dapat diterapkan dalam praktik kepolisian.

    Rektor UNRI Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., mengatakan kekuatan akademik dan pengalaman kepolisian dapat saling melengkapi.

    “Melalui kolaborasi ini, kami berharap Universitas Riau dan jajaran kepolisian dapat melahirkan berbagai solusi inovatif yang berbasis riset sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

    Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan pusat studi harus mampu mengubah persoalan lapangan menjadi pengetahuan yang berguna bagi kebijakan.

    “Pusat Studi yang kita resmikan hari ini diharapkan mampu menghasilkan data sebagai dasar penelitian, melahirkan pengetahuan sebagai pijakan kebijakan, serta menghadirkan kebijakan berbasis bukti yang memperkuat praktik kepolisian dan perlindungan lingkungan.”

    Ia menambahkan, siklus tersebut harus berjalan secara berkelanjutan agar perlindungan lingkungan menjadi bagian dari budaya kelembagaan.

    Dari Evidence-Based Policing hingga Green Policing

    Jejaring Pusat Studi Kepolisian saat ini mencakup berbagai bidang, seperti ilmu kepolisian, pemolisian masyarakat, teknologi kepolisian, siber, terorisme, antikorupsi, keamanan nasional, lalu lintas, kehumasan, forensik, SDM, perlindungan perempuan dan anak, intelijen, lingkungan, hingga kepemudaan.

    Wakapolri menegaskan perkembangan tersebut tidak boleh berhenti pada bertambahnya jumlah pusat studi.

    “Jangan berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi hadirkan riset, gagasan, pemikiran-pemikiran kritis, dan rekomendasi yang dapat menjawab permasalahan nyata di lapangan.”

    Karena itu, 100 Pusat Studi Kepolisian diarahkan menjadi jejaring pengetahuan yang menghubungkan persoalan lapangan, penelitian, data, kebijakan, dan praktik kepolisian.

    DATA PERKEMBANGAN JEJARING PUSAT STUDI KEPOLISIAN

    Total: 100 Pusat Studi

    A. STIK Lemdiklat Polri — 21 Pusat Studi

    16 telah diresmikan/beroperasi:

    1. Teknologi Kepolisian
    2. Pemolisian Masyarakat
    3. Keamanan Nasional
    4. Keadilan Restoratif & Transformasi Konflik
    5. Sumber Daya Manusia Polri
    6. Ilmu Kepolisian
    7. Siber
    8. Terorisme
    9. Antikorupsi
    10. Keamanan & Keselamatan Lalu Lintas
    11. Kehumasan Polri
    12. Pasifik-Oceania
    13. International Policing
    14. Forensik Kepolisian
    15. Perlindungan Perempuan & Anak
    16. Intelijen Keamanan

    5 dalam pembangunan:

    1. Pelayanan Publik
    2. Kontinjensi & Emergency
    3. Budaya & Transformasi Kepolisian
    4. Lingkungan — Green Policing
    5. Kepemudaan — Youth Policing

    B. PTN/PTS — 79 Pusat Studi

    41 telah diresmikan/beroperasi, tersebar di:

    • Aceh — Universitas Syiah Kuala
    • Sumatera Utara — Universitas Sumatera Utara
    • Riau — Universitas Negeri Riau
    • Sumatera Barat — Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas
    • Kepulauan Riau — Universitas Maritim Raja Ali Haji
    • Kepulauan Bangka Belitung — Universitas Bangka Belitung
    • Bengkulu — Universitas Bengkulu
    • Sumatera Selatan — Universitas Sriwijaya
    • Lampung — Universitas Lampung, Universitas Malahayati
    • DKI Jakarta/Metro Jaya — 15 perguruan tinggi
    • Jawa Barat — 6 perguruan tinggi
    • Jawa Tengah — 4 perguruan tinggi
    • D.I. Yogyakarta — 2 perguruan tinggi
    • Jawa Timur — 3 perguruan tinggi

    38 dalam tahap pembangunan, tersebar mulai dari:

    • Sumatera Utara, Jambi, Lampung dan Banten
    • DKI Jakarta/Metro Jaya
    • Jawa Barat dan Jawa Tengah
    • D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur
    • Bali, NTB dan NTT
    • Kalimantan Barat, Selatan, Tengah, Timur dan Utara
    • Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Tengah, Gorontalo dan Utara
    • Maluku dan Maluku Utara
    • Papua Barat dan Papua

    Daftar kampus tahap pembangunan: Universitas Sari Mutiara Indonesia, Universitas Negeri Jambi, Universitas Bandar Lampung, Universitas Saburai, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Mohammad Husni Thamrin, Universitas Esa Unggul, Universitas Padjadjaran, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Pertahanan RI, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Palangka Raya, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Halu Oleo, Universitas Tadulako, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Khairun, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, dan Universitas Cenderawasih.

    Dengan berkembangnya jejaring tersebut, Pusat Studi Kepolisian diarahkan bukan sekadar menjadi lembaga kajian, tetapi simpul pengetahuan yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, kepolisian, pemerintah dan masyarakat.

    Dari Evidence-Based Policing hingga Green Policing, jejaring ini diharapkan mampu mengubah persoalan nyata menjadi penelitian, penelitian menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat.

  • Polda Kaltim, Polresta Balikpapan dan Polres Kutai Barat Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026

    SIARAN PERS

    Samarinda, 19 September 2026 — Polda Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas capaian jajaran Polda Kaltim yang berhasil masuk dalam nominasi lima besar Kompolnas Awards 2026 tingkat nasional.

    Capaian tersebut meliputi Polda Kalimantan Timur pada kategori Polda, Polresta Balikpapan pada kategori Polres Kelompok C, serta Polres Kutai Barat pada kategori Polres Kelompok A.

    Daftar nominasi tersebut diumumkan Kompolnas setelah melalui rangkaian proses seleksi dan penilaian. Kompolnas menjelaskan bahwa proses penilaian melibatkan unsur Kompolnas, Polri, akademisi, tokoh masyarakat, dan media.

    Kabid Humas: Bukan Sekadar Penghargaan

    Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa masuknya tiga satuan jajaran Polda Kaltim dalam lima besar Kompolnas Awards 2026 merupakan apresiasi terhadap kerja dan dedikasi personel, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian Polda Kaltim, Polresta Balikpapan dan Polres Kutai Barat yang masuk dalam nominasi lima besar Kompolnas Awards 2026. Namun, bagi kami, nominasi ini bukanlah tujuan akhir. Ini merupakan apresiasi sekaligus feedback eksternal terhadap proses dan kinerja yang telah dilaksanakan.”

    Menurut Kombes Pol. Tedy Sopandi, keberhasilan tersebut harus dimaknai secara proporsional. Penghargaan tidak boleh hanya dilihat dari aspek seremonial, tetapi harus menjadi instrumen evaluasi dan motivasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.

    “Ukuran keberhasilan kepolisian pada akhirnya bukan semata-mata penghargaan yang diterima, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran Polri melalui pelayanan yang cepat, transparan, profesional, responsif dan berkeadilan.”

    Tiga Satuan Jajaran Kaltim Masuk Nominasi

    Berdasarkan pengumuman Kompolnas, Polda Kalimantan Timur termasuk lima nominator kategori Polda bersama Polda Lampung, Polda Kepulauan Riau, Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Tengah.

    Sementara itu, Polres Kutai Barat masuk nominasi lima besar kategori Polres Kelompok A dan Polresta Balikpapan masuk nominasi lima besar kategori Polres Kelompok C.

    Kombes Pol. Tedy menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif, bukan hanya kinerja pimpinan atau satuan tertentu.

    “Ini adalah hasil kerja bersama. Ada kontribusi personel di lapangan, dukungan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, akademisi serta seluruh masyarakat. Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan pelayanan publik merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kolaborasi.”

    Kompolnas Awards sebagai Momentum Evaluasi

    Kompolnas Awards 2026 sendiri menggunakan proses penilaian yang mencakup tahapan penilaian awal, penetapan nominator, penentuan lima besar, visitasi hingga rapat pleno dewan juri.

    Kompolnas menyatakan bahwa proses tersebut dilakukan secara transparan, akuntabel, objektif dan berbasis bukti. Penilaian juga mempertimbangkan berbagai aspek yang terangkum dalam pendekatan 5P, yaitu People, Planet, Prosperity, Peace dan Partnership.

    “Bagi kami, proses penilaian ini memberikan perspektif yang penting. Artinya, kinerja kepolisian tidak hanya dilihat dari penegakan hukum, tetapi juga dari bagaimana Polri memberikan manfaat kepada masyarakat, membangun kemitraan, menjaga keamanan, mendukung lingkungan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan.”

    Apresiasi untuk Personel dan Masyarakat

    Kabid Humas Polda Kaltim juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas di berbagai wilayah Kalimantan Timur.

    Menurutnya, keberhasilan organisasi merupakan akumulasi dari pelaksanaan tugas setiap personel, mulai dari fungsi pelayanan masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga fungsi pendukung lainnya.

    “Kami memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kaltim dan jajaran. Jadikan capaian ini sebagai energi untuk bekerja lebih baik, bukan sebagai alasan untuk berhenti berbenah.”

    Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat.

    “Kami menyadari bahwa masih terdapat ruang untuk perbaikan. Karena itu, kritik, saran dan masukan masyarakat harus kita tempatkan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.”

    Hal tersebut sejalan dengan arahan Kapolri pada momentum Kompolnas Awards 2026 agar keluhan dan saran masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan dianalisis sebagai bagian dari early warning system dalam pembenahan Polri.

    Komitmen Polda Kaltim

    Menutup keterangannya, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi menegaskan bahwa Polda Kaltim akan terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap penghargaan dan setiap evaluasi menjadi momentum untuk terus memperbaiki diri. Polda Kaltim akan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kolaborasi dan menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.”

    “Karena pada akhirnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun hanya melalui penghargaan, tetapi melalui konsistensi dalam bekerja, memberikan pelayanan dan mempertanggungjawabkan setiap pelaksanaan tugas kepada masyarakat.”

    Polda Kaltim Presisi — Profesional, Transparan, Responsif dan Humanis dalam Melayani Masyarakat.

    Kabid Humas Polda Kaltim
    Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si.

  • Dari Pos Kulirik ke Gereja Dondobaga, Personel Damai Cartenz Sapa Anak-Anak Sekolah Minggu

    PUNCAK JAYA, PAPUA PEGUNUNGAN – Patroli jalan kaki personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya dari Pos Kulirik, Distrik Muara, Minggu (13/9/2026), berlanjut hingga Gereja GIDI Dondobaga. Di sana, personel bertemu anak-anak yang sedang mengikuti Sekolah Minggu dan membagikan makanan ringan.

    Personel berjalan dari Pos Kulirik menuju kawasan permukiman warga hingga Gereja GIDI Dondobaga. Sepanjang perjalanan, mereka menyapa warga yang ditemui.

    Di halaman gereja, personel kemudian berinteraksi dengan anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Selain menyapa, personel membagikan bingkisan makanan ringan kepada anak-anak sebelum melanjutkan kegiatan patroli.

    Ketua Majelis Gereja GIDI Dondobaga, Kirenius Telenggeng, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bingkisan yang diberikan kepada anak-anak.

    “Selamat pagi, terima kasih dan selamat datang untuk Brimob Damai Cartenz Pos Dondobaga. Terima kasih juga untuk bingkisannya kepada anak-anak Sekolah Minggu di sini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai tugas dan tanggung jawab Brimob Dondobaga. Terima kasih,” ujar Kirenius.

    Bagi personel yang menjalankan patroli, pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan menjaga keamanan wilayah. Interaksi dengan warga dan anak-anak menjadi bagian dari komunikasi langsung selama mereka bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli juga menjadi kesempatan bagi personel untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

    “Patroli bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana personel hadir, menyapa dan mendengarkan masyarakat. Komunikasi yang baik akan membantu membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa interaksi dengan masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas personel di lapangan.

    “Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membangun hubungan yang baik. Menyapa warga dan memberikan perhatian kepada anak-anak merupakan hal sederhana, namun menjadi bagian dari upaya mendekatkan aparat dengan masyarakat,” ungkap Wakaops Damai Cartenz-2026.

    Patroli berlangsung sejak pagi dan berjalan aman serta lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Muara, termasuk kawasan Dondobaga, terpantau kondusif dan aktivitas warga berjalan seperti biasa.

    Setelah berinteraksi dengan warga dan anak-anak di Gereja GIDI Dondobaga, personel melanjutkan patroli sesuai rute yang telah ditentukan.

  • Polri Kerahkan Tim DVI untuk Mendukung Penanganan Hilangnya Kapal Virgo

    Jakarta – Polri mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses penanganan dan identifikasi korban terkait hilangnya kapal Virgo dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin.

    Dukungan DVI Polri dilakukan melalui sejumlah posko yang ditempatkan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban, identifikasi, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait dapat berjalan secara terpadu.

    Saat ini terdapat lima posko DVI yang disiapkan, yakni Posko DVI di Sumenep, Polda Jawa Timur, dengan kekuatan 8 personel; Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Surabaya, Polda Jawa Timur, sebanyak 20 personel; serta Posko DVI di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, sebanyak 8 personel.

    Sementara di Kalimantan Selatan, Polri menyiapkan Posko DVI di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan kekuatan 20 personel dan Posko DVI di Ruang Otopsi RSB Banjarmasin sebanyak 15 personel.

    Selain lima posko tersebut, Tim DVI Rodokpol Pusdokkes Polri juga disiapkan untuk diberangkatkan pada malam ini, 14 September 2026. Tim tersebut berjumlah 6 personel, terdiri dari 1 personel DNA expert dan 5 personel lainnya, dengan keberangkatan menunggu petunjuk dan arahan pimpinan.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengerahan personel DVI merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mendukung proses penanganan insiden serta memberikan kepastian melalui proses identifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur.

    “Polri melalui tim DVI terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan hilangnya kapal Virgo. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi, penanganan, dan proses identifikasi apabila ditemukan korban,” ujar Johnny, Senin (14/9).

    Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat akan bekerja sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan.

    “Tim DVI akan bekerja secara profesional, mengedepankan ketelitian dan prosedur identifikasi korban. Polri juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” katanya.

  • Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

    Sukabumi — Kapolri menyampaikan apresiasi kepada kalangan buruh yang mendorong agar Desk Ketenagakerjaan Polri masuk dalam revisi RUU Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyelesaian persoalan hubungan industrial sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja.

    Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, Senin (14/9/2026).

    “Saya juga berterima kasih bahwa teman-teman buruh mendorong Desk Ketenagakerjaan ini untuk masuk di revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih untuk rekan-rekan semua,” ujar Kapolri.

    Kapolri mengatakan, kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang sebelumnya berlarut-larut. Melalui desk tersebut, Polri berupaya menjadi bagian dari penyelesaian masalah ketenagakerjaan secara cepat, objektif, profesional, dan berkeadilan.

    Sejak 2025 hingga Agustus 2026, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 358 perkara ketenagakerjaan. Selain itu, sebanyak 4.236 pekerja terdampak PHK telah difasilitasi untuk dapat kembali bekerja.

    Kapolri pun secara khusus mengapresiasi dukungan buruh agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dapat diperkuat melalui revisi RUU Ketenagakerjaan. Menurutnya, langkah tersebut membuka ruang bagi Polri untuk terus berkontribusi dalam membantu penyelesaian persoalan perburuhan.

    Di sisi lain, Kapolri menegaskan bahwa perlindungan dan kesejahteraan pekerja harus terus diperkuat melalui regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan. Penyusunan RUU Ketenagakerjaan menjadi momentum penting untuk mengakomodasi berbagai aspirasi pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang semakin sehat.

    Kapolri juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang seimbang antara buruh dan pengusaha. Keduanya harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan. Kesejahteraan pekerja akan mendorong produktivitas, sementara perusahaan yang sehat dapat menjaga keberlangsungan lapangan kerja dan investasi.

    Dalam kesempatan itu, Kapolri berharap sinergi antara Polri dan buruh terus terjaga, khususnya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif dan kesejahteraan pekerja yang semakin baik.

    Bagi Kapolri, dukungan buruh terhadap Desk Ketenagakerjaan Polri menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, buruh, pengusaha, dan Polri harus bergerak bersama agar perlindungan terhadap pekerja semakin kuat dan setiap persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara adil.

  • Kapolri Dorong Pekerja Tingkatkan Kompetensi dan Penguasaan Teknologi

    SUKABUMI – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong para pekerja meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja serta bersaing di tingkat global.

    Pesan tersebut disampaikan Kapolri pada Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

    Kapolri mengatakan, perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan yang berlangsung cepat telah mengubah kebutuhan dunia industri. Perubahan tersebut menuntut peningkatan kualitas tenaga kerja agar tetap relevan dengan perkembangan sektor usaha.

    Industri tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki juga menghadapi persaingan global, ketergantungan terhadap sebagian bahan baku impor, serta tingginya biaya energi dan logistik. Selain penguatan teknologi, peningkatan kompetensi pekerja menjadi salah satu kunci untuk menjaga daya saing industri nasional.

    “Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja,” ujar Kapolri.

    Menurut Kapolri, pekerja perlu terus mengembangkan kemampuan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas saat ini, tetapi juga siap menghadapi perubahan kebutuhan industri pada masa mendatang.

    “Rekan-rekan buruh harus terus meningkatkan keterampilan, penguasaan teknologi, dan kemampuan manajerial agar mampu beradaptasi dan bersaing secara global,” kata Kapolri.

    Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut akan diperkuat melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta yang segera diresmikan.

    Kapolri berharap fasilitas tersebut dapat digunakan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota KSPSI, sekaligus membekali pekerja dengan keahlian baru yang dibutuhkan dalam pertumbuhan sektor industri.

    “Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan dan pelatihan anggota KSPSI, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas sumber daya pekerja,” tutur Kapolri.

    Dalam transkrip sambutannya, Kapolri juga mencontohkan SMK Mitra Industri di Kawasan MM2100, Bekasi, yang mempersiapkan tenaga kerja terampil. Model pengembangan sumber daya manusia tersebut dinilai dapat diterapkan di kawasan industri lainnya.

    Kapolri menegaskan peningkatan kompetensi tidak hanya menjadi tanggung jawab pekerja. Perusahaan juga perlu menyediakan ruang dan dukungan agar para buruh dapat mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.

    Di sisi lain, pekerja diharapkan membangun budaya kerja yang disiplin dan inovatif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan untuk mendukung transformasi industri, memperkuat produktivitas, dan membuka kesempatan bagi pekerja menduduki posisi manajerial serta strategis di perusahaan.

    Penguatan kompetensi juga berkaitan erat dengan kesejahteraan. Semakin tinggi kemampuan dan profesionalisme tenaga kerja, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan perusahaan dan daya saing industri.

    “Perusahaan juga harus memberikan ruang dan dukungan bagi peningkatan kompetensi pekerja, sekaligus terus tumbuh dan berkembang, memenuhi hak-hak pekerja, serta menempatkan pekerja sebagai mitra dan aset penting perusahaan,” pungkas Kapolri.

  • Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

    JAKARTA – Polri kembali memperkuat penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 dengan mengevakuasi dua jenazah korban menggunakan Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3/P-3103 dari perairan selatan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026).

    Evakuasi dilakukan setelah tim SAR gabungan menemukan dua jenazah yang berada di atas kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP 205. Helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 nautical mile (NM) dari Banjarmasin.

    Setibanya di lokasi, proses pengangkatan dua jenazah dilakukan menggunakan metode hoist dengan Basket Life dari kapal tongkang menuju helikopter. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan maupun personel.

    Kedua jenazah kemudian dibawa menuju Bandara Syamsudin Noor untuk selanjutnya diserahkan kepada Tim DVI Polri dan pihak terkait guna proses penanganan serta identifikasi lebih lanjut.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dukungan Polri dalam operasi SAR dilakukan secara terpadu, mulai dari pencarian di laut hingga evakuasi korban yang ditemukan.

    “Polri terus memberikan dukungan penuh dalam operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8. Ketika korban ditemukan, Polri juga menyiapkan kemampuan evakuasi, termasuk melalui dukungan helikopter, agar korban dapat segera dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

    Berdasarkan data perkembangan operasi SAR terakhir hingga Pukul 09.00 WITA Hari Selasa (15/9/2026), sebanyak 114 orang dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8 telah ditemukan, terdiri dari 108 orang dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

    Trunoyudo menegaskan, Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan dukungan kapal maupun udara.

    “Operasi SAR masih terus berlangsung. Polri bersama Basarnas dan seluruh potensi SAR terus melakukan penyisiran untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Setiap korban yang ditemukan akan segera ditangani dan dievakuasi sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

    Selain dukungan udara, Korpolairud Baharkam Polri juga mengerahkan KP Laksmana-7012, KP Manyar-5003 dan KP Ibis-6001 untuk memperkuat penyisiran di wilayah perairan sekitar lokasi kejadian. Dukungan udara dan laut tersebut dilakukan bersama unsur SAR lainnya dengan tetap memperhatikan kondisi gelombang dan keselamatan personel.

    Polri memastikan dukungan terhadap operasi SAR KM Virgo Transport 8 akan terus dilakukan hingga seluruh proses pencarian dan penanganan korban dapat dioptimalkan.