Author: admin

  • Sinergi Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Polres Bontang bersama Instansi Terkait Bentuk Posko Terpadu

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Bontang – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bontang terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Hal tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi penanganan Karhutla yang melibatkan unsur Pemerintah Kota Bontang, TNI-Polri, BPBD, Damkar, dunia usaha serta stakeholder terkait, Kamis (27/08/26).

    Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, khususnya pada kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Melalui koordinasi yang terintegrasi, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

    Dalam pembahasan tersebut, seluruh pihak menyepakati rencana pembentukan Posko Terpadu Penanganan Karhutla yang akan ditempatkan di Pos Damkar Sektor Bontang Lestari. Posko tersebut nantinya menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan, pengendalian hingga pelaksanaan penanganan Karhutla di lapangan.

    Keberadaan Posko Terpadu akan didukung dengan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta peralatan penanggulangan kebakaran dari berbagai unsur. Selain itu, posko juga akan melibatkan unsur deteksi dini, tim operasional, tenaga kesehatan serta unsur pendukung lainnya guna mempercepat mobilisasi ketika terjadi kebakaran.

    Kapolres Bontang melalui Kabag Ops Polres Bontang Kompol Supriyadi, S.Sos., M.H., menegaskan kesiapan jajaran Polres Bontang dalam mendukung langkah bersama tersebut. Sebanyak 43 personel disiapkan, disertai optimalisasi kendaraan dan perlengkapan yang dimiliki untuk menunjang penanganan Karhutla.

    “Penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dan sinergi. Polres Bontang siap mendukung kekuatan personel maupun sarana yang ada, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

    Selain kesiapan penanganan, upaya pencegahan juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut. Penguatan deteksi dini, patroli, kegiatan sosialisasi serta pengawasan hingga tingkat kelurahan akan terus dioptimalkan sebagai langkah untuk menekan potensi terjadinya Karhutla.

    Kolaborasi dengan dunia usaha juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan bersama. Sejumlah pihak seperti TNI, PKT, PT Badak, Indominco, BPK dan EUP turut disiapkan untuk memberikan dukungan berupa personel, kendaraan pemadam, peralatan serta suplai air apabila dibutuhkan dalam penanganan di lapangan.

    Keterbatasan sumber air di kawasan Bontang Lestari turut menjadi salah satu perhatian yang dibahas. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, diperlukan dukungan suplai air serta penguatan infrastruktur pendukung agar proses pemadaman dapat berjalan efektif apabila terjadi kebakaran.

    Rakor yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, S.H., tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Bontang, perwakilan Kodim 0908/Bontang, Danpos AL Bontang, perwakilan Yonarhanud 7/ABC, BPBD, Damkar, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian, para camat dan lurah se-Kota Bontang, perwakilan perusahaan serta Manggala Agni.

    Melalui pembentukan Posko Terpadu ini, seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara bersama-sama. Sinergi dan kesiapan lintas instansi diharapkan mampu mempercepat respons di lapangan sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

    Humas Polda Kaltim

  • Kebakaran Lahan Dekat Permukiman, Polsek Babulu bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, PPU – Kesigapan personel Polsek Babulu dalam merespons laporan kebakaran lahan berhasil mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga. Kebakaran lahan terjadi di RT.006, Desa Babulu Darat, Kec.Babulu, Kab.PPU, Kamis (27/08/26).

    Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.30 WITA setelah anggota piket jaga Polsek Babulu menerima informasi adanya kobaran api di area lahan belakang rumah warga. Mengetahui kejadian tersebut, personel segera mendatangi lokasi guna memastikan kondisi sekaligus melakukan langkah penanganan awal.

    Setibanya di lokasi, petugas mendapati api membakar vegetasi berupa semak belukar dengan luasan kurang lebih 50 x 50 meter atau sekitar 2.500 meter persegi. Mengingat lokasi berada tidak jauh dari rumah warga, petugas langsung berkoordinasi dengan Damkar Babulu untuk mempercepat proses pemadaman.

    Sebanyak dua unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi. Personel Polsek Babulu bersama petugas Damkar kemudian melakukan upaya pemadaman dan pelokalan api agar kobaran tidak merambat ke area lainnya.

    Berkat koordinasi dan respons cepat petugas, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.25 WITA. Dengan demikian, penanganan kebakaran tersebut dapat diselesaikan kurang lebih dalam waktu 55 menit sejak laporan diterima.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Babulu yang terjun ke lokasi yakni Aipda Edi Hermawan, Briptu Panji dan Briptu Rapli Gani. Penanganan turut melibatkan petugas Damkar Babulu, Satpol PP serta pihak Kecamatan Babulu.

    Usai api dinyatakan padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pengecekan kembali dilakukan secara visual pada area yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak terdapat bara, titik api maupun kepulan asap yang dapat memicu munculnya kebakaran susulan.

    Selain fokus pada penanganan kebakaran, kepolisian juga melakukan langkah awal penyelidikan dengan mendata kepemilikan lahan serta menggali informasi terkait kemungkinan adanya aktivitas pembakaran yang menjadi penyebab kebakaran. Hingga saat ini, pemilik lahan maupun pihak yang diduga melakukan pembakaran masih dalam proses penyelidikan.

    Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Babulu Iptu Fatahuddin, S.H., menekankan bahwa kecepatan dalam merespons setiap laporan kebakaran menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah api semakin meluas.

    “Setiap informasi terkait kebakaran harus segera ditindaklanjuti. Respons cepat sangat diperlukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak merambat ke lingkungan sekitar, khususnya apabila berada dekat dengan permukiman warga,” tegasnya.

    Kesiapsiagaan personel Polsek Babulu tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya dalam menjaga situasi kamtibmas, namun juga memberikan respons terhadap berbagai kondisi yang dapat mengancam keselamatan warga dan lingkungan.

    Kepolisian bersama instansi terkait juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Masyarakat diminta segera menghubungi petugas apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

    Humas Polda Kaltim

  • Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kepolisian Resor Berau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026. Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan tugas, Polres Berau menggelar Apel Pergeseran Pasukan sebelum personel diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

    Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama pelaksanaan operasi di lapangan.

    Sebanyak 225 personel gabungan disiapkan dalam operasi tersebut. Kekuatan terdiri dari 165 personel Polres Berau dan 60 personel Bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Seluruh personel selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis untuk memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla.

    Dalam arahannya, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat apabila tidak ditangani secara cepat dan terpadu.

    “Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas AKBP Ridho Tri Putranto.

    Menurutnya, keberhasilan operasi tidak semata-mata dilihat dari tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui pengawasan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh personel.

    “Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

    Kapolres juga meminta jajaran yang berada di lapangan meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Setiap informasi maupun temuan titik api harus segera ditindaklanjuti dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi.

    Beranda – POLRES – Berau – Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla
    Berau
    Ops.Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau Siagakan 225 Personel Tangani Karhutla
    admin TBBy admin TB29 August 2026No Comments3 Mins Read
    WhatsApp Image 2026 08 29 at 08.13.20
    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kepolisian Resor Berau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026. Sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan tugas, Polres Berau menggelar Apel Pergeseran Pasukan sebelum personel diterjunkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

    Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama pelaksanaan operasi di lapangan.

    Sebanyak 225 personel gabungan disiapkan dalam operasi tersebut. Kekuatan terdiri dari 165 personel Polres Berau dan 60 personel Bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Seluruh personel selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis untuk memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla.

    Dalam arahannya, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat apabila tidak ditangani secara cepat dan terpadu.

    BACA JUGA Peduli Penanganan Covid-19, Polres Kukar Bagikan Masker kepada Masyarakat
    “Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas AKBP Ridho Tri Putranto.

    Menurutnya, keberhasilan operasi tidak semata-mata dilihat dari tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui pengawasan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh personel.

    “Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

    Kapolres juga meminta jajaran yang berada di lapangan meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Setiap informasi maupun temuan titik api harus segera ditindaklanjuti dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi.

    “Dalam pelaksanaan tugas penanggulangan Karhutla, tingkatkan patroli dan deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran. Apabila ditemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera lakukan tindakan cepat sesuai prosedur serta koordinasikan dengan instansi dan pihak terkait,” instruksi AKBP Ridho Tri Putranto.

    Selain pelaksanaan tugas operasional, faktor keselamatan personel juga menjadi perhatian pimpinan. Para perwira pengendali diminta memastikan setiap anggota melaksanakan tugas sesuai prosedur, mendapatkan arahan yang jelas serta tetap menjaga kewaspadaan selama berada di lokasi penugasan.

    “Kepada para perwira pengendali dan pimpinan di lapangan, saya minta agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap anggota, memberikan arahan secara jelas dan terukur, serta segera mengambil langkah yang tepat apabila terjadinya Karhutla. Jaga sikap dan perilaku selama berada di medan penugasan, utamakan keselamatan diri dan rekan, serta tingkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

    AKBP Ridho Tri Putranto juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga nama baik institusi selama menjalankan tugas. Setiap anggota diminta menjauhi segala bentuk pelanggaran serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

    “Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, dan senantiasa jaga nama baik diri, satuan, serta institusi Polri. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan niat sebagai bentuk ibadah serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga tugas ini berjalan aman, lancar, dan berhasil,” pungkasnya.

    Melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026, Polres Berau bersama personel BKO Polda Kaltim berkomitmen memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini dan respons cepat terhadap Karhutla. Sinergi dengan seluruh unsur terkait diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.

    Humas Polda Kaltim

  • Polres Kukar bersama Unsur Terkait Berjibaku Tangani Karhutla di Sanga Sanga

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – paya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kec.Sanga Sanga, Kab.Kukar, terus dilakukan secara terpadu. Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama unsur terkait turun langsung memastikan proses penanganan berjalan optimal.

    Kapolres Kukar bersama Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman serta unsur terkait mendatangi lokasi Karhutla di Jalan Jaya Makmur, Kel.Pendingin, Kec.Sanga Sanga, Kamis (27/08/26). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi sekaligus memantau upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

    Sesampainya di lokasi, Kapolres bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik api dan kondisi lahan yang terdampak. Proses pemadaman dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, tim pemadam dari perusahaan serta para relawan.

    Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 10 Ha. Karakteristik lahan yang sebagian berupa gambut menjadi kendala tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali muncul meskipun kondisi permukaan telah terlihat padam.

    Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama seluruh unsur terkait akan terus mengoptimalkan kekuatan dan sarana yang tersedia hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

    “Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Titik api harus dipastikan benar-benar padam karena kondisi lahan gambut memiliki potensi api kembali muncul,” ujar Kapolres saat berada di lokasi.

    Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga melaksanakan penyisiran dan pemantauan di sekitar area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan di sekitarnya.

    Sampai dengan penanganan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, petugas masih melakukan penanganan terhadap beberapa titik yang dinilai berpotensi kembali menimbulkan api. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian materiil masih dalam tahap pendataan.

    Sementara itu, penyebab kebakaran masih didalami oleh petugas. Pemeriksaan lapangan terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan faktor yang menjadi pemicu terjadinya Karhutla tersebut.

    Kapolres Kukar menambahkan bahwa koordinasi dan sinergi antarlembaga sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif dan berkelanjutan.

    “Yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat dan mencegah api meluas. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

    Humas Polda Kaltim

  • Polresta Balikpapan Bekali 50 Kasatkamling dengan Kemampuan Mitigasi dan Pemeliharaan Kamtibmas

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Polresta Balikpapan menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latpuan) bagi para Ketua Satuan Keamanan Lingkungan (Kasatkamling) se-Kota Balikpapan, Jumat (28/08/26).

    Kegiatan yang dilgelar di Lobby Mapolresta Balikpapan tersebut diikuti sekitar 50 Kasatkamling dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat peran masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan Kasat Binmas Polresta Balikpapan AKP Beng Sitompul, P., S.H., Dalam arahannya, ia menekankan bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

    Menurutnya, sinergi antara kepolisian dengan berbagai unsur terkait sangat diperlukan dalam menghadapi beragam potensi gangguan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kamtibmas, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi bencana maupun permasalahan sosial lainnya.

    Dalam Latpuan tersebut, para Kasatkamling mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kondisi dan kebutuhan di lingkungan masyarakat. Salah satunya mengenai mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengingat kondisi cuaca panas berkepanjangan yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

    Melalui materi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadaman serta teknik dasar penanganan api secara praktis yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Kota Balikpapan.

    Materi berikutnya berkaitan dengan mitigasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPM). Dalam materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai upaya pencegahan terhadap potensi tindak pidana yang melibatkan warga negara asing di lingkungan masyarakat, sekaligus peran Kasatkamling dalam membantu petugas Imigrasi di tingkat kelurahan.

    Tidak hanya persoalan keamanan dan sosial, para peserta juga dibekali pengetahuan dasar mengenai penanganan binatang melata. Materi yang diberikan bersama Komunitas Reptil/Ular tersebut bertujuan memberikan keterampilan awal kepada Kasatkamling ketika menghadapi keberadaan ular atau binatang melata lain yang dapat membahayakan maupun meresahkan warga.

    Kasat Binmas Polresta Balikpapan AKP Beng Sitompul, P., S.H., berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan masing-masing. Kasatkamling diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus penghubung antara masyarakat dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

    “Para Kasatposkamling diharapkan menjadi ujung tombak di lingkungannya masing-masing dalam merawat Kamtibmas yang kondusif. Jika memerlukan bantuan layanan kepolisian, silakan hubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan atau Polsek terdekat,” tegas AKP Beng Sitompul.

    Melalui kegiatan Latpuan tersebut, Polresta Balikpapan terus mendorong terbentuknya sistem keamanan lingkungan yang aktif, tanggap dan responsif. Dengan keterampilan yang dimiliki, Kasatkamling diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

    Humas Polda Kaltim

  • Cegah Api Meluas, Sat Brimob Polda Kaltim Respons Cepat Bantu Tangani Karhutla di Beberapa Wilayah

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur. Melalui Tim Respons Bencana dan personel BKO, Sat Brimob Polda Kaltim bergerak cepat melakukan pemantauan, pemadaman, pelokalisiran serta koordinasi bersama unsur terkait di sejumlah wilayah, Jumat (28/08/26).

    Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul munculnya beberapa titik kebakaran di Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau. Setiap titik api langsung mendapat penanganan sesuai kondisi medan dan karakteristik lahan guna mencegah api meluas serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

    Di Kabupaten Kutai Barat, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran lahan di RT 06 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai. Kebakaran tersebut membakar vegetasi hutan pada area kurang lebih 2 hektare. Meski lokasi berada cukup jauh dari permukiman, personel tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengisolasi titik api serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar kobaran tidak meluas.

    Penanganan Karhutla juga dilakukan di Kampung Muara Eheng, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat. Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor, BKO Polres Kutai Barat dan unsur terkait melaksanakan pemadaman terhadap kebakaran vegetasi hutan seluas kurang lebih 1 hektare. Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Nurman Syarif, S.H., dengan melibatkan tiga personel Brimob dan empat personel BKO Polres Kutai Barat.

    Sementara itu, di Kabupaten Paser, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim diterjunkan ke lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot. Kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang berada berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit milik warga. Kondisi lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan membuat personel melakukan pemadaman dan pengisolasian secara intensif untuk mencegah api merambat ke area perkebunan.

    Di Kabupaten Kutai Kartanegara, personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim yang tergabung dalam Satgas Karhutla Wilayah Kukar bergerak menangani kebakaran lahan di Kelurahan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja. Penanganan yang dipimpin Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P., dilaksanakan mulai pukul 15.50 WITA dengan melakukan tindakan awal berupa pemadaman dan pelokalisiran area terdampak.

    Selain itu, personel BKO Sat Brimob Polda Kaltim yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II Penanganan dan Penanggulangan Karhutla turut melakukan penanganan kebakaran lahan gambut di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran yang melanda lahan sekitar 2,5 hektare dan berada di dekat perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil dipadamkan sehingga api tidak merambat ke area perkebunan warga.

    Di Kabupaten Berau, Tim Respons Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim melakukan koordinasi penanganan Karhutla di Jalan Ahmad Yani, Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Kebakaran melanda area hutan dan perkebunan warga seluas kurang lebih 3 hektare yang berada berdekatan dengan permukiman masyarakat. Personel segera melakukan pengamanan dan mengisolasi titik api bersama unsur terkait guna mencegah kobaran menjalar dan mengancam rumah warga.

    Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan dan lahan gambut yang rawan terbakar.

    “Respons cepat dan kesiapsiagaan personel di lapangan merupakan bentuk nyata bakti Brimob untuk masyarakat. Kami terus berkomitmen untuk hadir dan bergerak cepat dalam menangani setiap titik Karhutla, sehingga api dapat segera dilokalisir dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalisir,” tegas Kombes Pol Ronny.

    Ia menambahkan, sinergi antara Sat Brimob Polda Kaltim, Polres jajaran, personel BKO serta unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla. Setiap personel di lapangan juga diarahkan untuk melakukan pemantauan dan penanganan secara terukur dengan memperhatikan kondisi wilayah serta potensi penyebaran api.

    Humas Polda Kaltim

  • Wakapolda Kaltim Hadiri Sholat Istisqa dan Doa Bersama, Ikhtiar Memohon Turunnya Hujan di Tengah Musim Kemarau

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Di tengah kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran TNI-Polri bersama unsur terkait melaksanakan Sholat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon rahmat dan pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/08/26), dan dihadiri Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim.

    Sholat Istisqa tersebut dilakukan bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., serta diikuti jajaran TNI-Polri, Basarnas, dan Forkopimda Kota Balikpapan.

    Pelaksanaan Sholat Istisqa dan doa bersama ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan, sekaligus memohon perlindungan dari berbagai bencana yang dapat terjadi akibat kondisi kemarau.

    Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian seluruh unsur dalam menghadapi dampak musim kemarau yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur.

    Dalam hal tersebut, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menerangkan bahwa Sholat Istisqa dan doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama untuk memohon pertolongan dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa di tengah kondisi kemarau.

    “Sholat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon agar segera diturunkan hujan dan diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai bencana, khususnya dampak yang dapat timbul akibat musim kemarau,” ujar Kombes Pol Tedy.

    Menurutnya, kondisi kemarau juga perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ikhtiar secara spiritual harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata melalui pencegahan Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

    Kombes Pol Tedy menegaskan, sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

    “Semoga melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta menjauhkan Kalimantan Timur dari bencana,” pungkasnya.

    Humas Polda Kaltim

  • Peduli Lingkungan, Ditpolairud Polda Kaltim Bekali Duta PEPILINGASIH Edukasi Ekosistem Mangrove

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id., Balikpapan – Ditpolairud Polda Kalimantan Timur memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove kepada Duta PEPILINGASIH (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Kota Balikpapan Tahun 2025 serta para finalis Duta PEPILINGASIH Kota Balikpapan Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di kawasan Mangrove Ditpolairud Polda Kaltim tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Ditpolairud Polda Kaltim memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai berbagai jenis mangrove, tata cara penyemaian bibit mangrove, hingga praktik penanaman bibit mangrove.

    Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para peserta juga turut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman sebanyak 300 bibit mangrove di kawasan Mangrove Ditpolairud Polda Kaltim.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta peran aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Keberadaan mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem, melindungi kawasan pesisir serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.

    Selama pelaksanaan, kegiatan edukasi dan penanaman mangrove berjalan dengan aman dan lancar. Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Kaltim terus mendorong sinergi bersama generasi muda untuk mewujudkan lingkungan pesisir yang asri, bersih, dan berkelanjutan.

    Humas Polda Kaltim

  • Mahasiswa STIK Bersama Polda Kaltim Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla Melalui Pendekatan Humanis kepada Masyarakat

    SIARAN PERS

    Balikpapan, 29 Agustus 2026 – Polda Kalimantan Timur melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) terus mengintensifkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan edukatif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang tergabung dalam Satgas Edukasi Karhutla bersama personel Ditbinmas Polda Kaltim dan jajaran Satbinmas Polres.

    Pada Sabtu (29/8), kegiatan edukasi dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, baik dari aspek lingkungan, kesehatan, maupun konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.

    Di Kabupaten Kutai Timur, kegiatan dipimpin Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang R.R., S.H., M.H. bersama Plt. Kasat Binmas Polres Kutai Timur IPTU Ngatiyo, didampingi Kapulsubsektor Sangatta Selatan IPDA Tahan Sakka, dua Mahasiswa STIK, yakni IPTU Charlie Y dan IPTU Fuad Alhafsi, serta personel Satbinmas.

    Tim melaksanakan sambang dan dialog langsung dengan masyarakat di Kampung Tengah Jalan Rosihan Ahmad, Jalan Muara Gabus, dan Kampung Kajang, Kecamatan Sangatta Selatan. Melalui pendekatan humanis dan dialogis, masyarakat diberikan pemahaman agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan bencana asap, kerusakan lingkungan, serta ancaman pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta diimbau memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan indikasi Karhutla maupun gangguan kamtibmas lainnya.

    Sementara itu, di Kabupaten Paser, Satgas Edukasi yang diperkuat Mahasiswa STIK bersama Kasat Binmas Polres Paser IPTU Darwito melaksanakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan mengikuti Sholat Istisqa di Masjid Agung Nurul Falah. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda.

    Selanjutnya, Satgas melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla di Kantor Desa Tepian Batang yang diikuti aparat pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai bahaya asap terhadap kesehatan, pentingnya penggunaan masker saat kualitas udara menurun, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla. Kegiatan juga diisi dengan pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

    Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan Mahasiswa STIK dalam Satgas Edukasi merupakan bagian dari implementasi pembelajaran lapangan sekaligus penguatan strategi preemtif Polri dalam penanganan Karhutla.

    “Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan. Oleh karena itu, Polda Kalimantan Timur bersama jajaran terus mengedepankan edukasi kepada masyarakat melalui komunikasi yang persuasif, kolaboratif, dan humanis. Kehadiran Mahasiswa STIK di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

    Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara langsung di lapangan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang tetap kondusif.

    Polda Kalimantan Timur juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan maupun potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan berbagai potensi gangguan kamtibmas.

    Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BPBD, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di Kalimantan Timur dapat berjalan semakin efektif. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko bencana, melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Timur.

    Bidang Hubungan Masyarakat
    Polda Kalimantan Timur

    Humas Polda Kaltim

  • Polda Kaltim Sambut Satgas Edukasi Polri, Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla di Masyarakat

    BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur menyambut kedatangan Satgas Edukasi Polri yang akan melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Kegiatan penyambutan berlangsung di Ruang Posko Presisi Polda Kaltim, Jumat (28/8/2026) pukul 15.00 WITA.

    Kegiatan tersebut dihadiri Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi, S.I.K., M.Han., Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman, S.I.K., M.Si., pendamping Satgas Kombespol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kabagbinops Roops Polda Kaltim AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., serta para peserta Satgas Edukasi Polri.

    Dalam sambutannya, Karoops Polda Kaltim Kombespol Dedi Suryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pendamping serta seluruh personel Satgas Edukasi Polri. Ia menjelaskan bahwa situasi karhutla di wilayah Kalimantan Timur saat ini tidak separah dengan informasi yang beredar di sejumlah media.

    “Selamat datang kepada pendamping dan seluruh tim Satgas Edukasi Polri di Polda Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Kombespol Dedi Suryadi.

    Lebih lanjut, Karoops menyampaikan bahwa Polda Kaltim telah melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah kasus karhutla. Hingga saat ini, terdapat lima kasus dengan lima orang tersangka yang telah ditangani.

    “Kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Namun, kami juga menekankan kepada Satgas agar lebih mengedepankan upaya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

    Karoops juga mengingatkan personel Satgas agar tidak mendekati daerah yang memiliki potensi titik api tanpa koordinasi dan pertimbangan situasi keamanan. Menurutnya, fokus utama Satgas adalah memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

    Sementara itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombespol Arman menekankan pentingnya pendekatan secara humanis dalam pelaksanaan edukasi kepada masyarakat. Personel Satgas diharapkan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka adat, serta pihak perusahaan.

    “Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong para personel Satgas untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada tokoh adat, pemuka masyarakat maupun pihak perusahaan agar bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” kata Kombespol Arman.

    Dalam kegiatan tersebut, pendamping Satgas juga memberikan sejumlah arahan kepada personel yang akan diterjunkan ke wilayah jajaran Polda Kaltim. Personel diminta terlebih dahulu mempelajari kondisi dan karakteristik wilayah yang rawan karhutla sebelum melaksanakan kegiatan edukasi.

    Selain itu, personel Satgas diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan maupun lahan serta melakukan pendekatan dengan cara yang baik dan persuasif. Koordinasi dengan Kasatbinmas di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Satgas Edukasi Polri juga diminta segera menyiapkan rencana kegiatan masing-masing hingga pelaksanaan tugas berakhir pada 6 September 2026.

    Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Edukasi Polri akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kaltim yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Polres Berau, Polres Kutai Timur, Polres Kutai Kartanegara, Polres Paser, dan Polres Kutai Barat.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap kehadiran Satgas Edukasi Polri dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Upaya edukasi dan pencegahan tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami dampak hukum, lingkungan, kesehatan, serta sosial yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.