Author: admin

  • Wujudkan Kaltim Aman dari Karhutla, Polri dan Warga Bersatu Jinakkan Api di Anggana

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Kobaran api melanda lahan semak belukar milik masyarakat di RT 14, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (7/9/2026) malam.

    Titik api diketahui sekitar pukul 18.10 WITA. Mendapat informasi tersebut, Piket Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas ke area lainnya.

    Lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar ±1 hektare. Dalam upaya pemadaman, personel kepolisian bersinergi dengan Penjabat Sekcam Anggana, Kepala Desa Anggana, Kepala Desa Sidomulyo, serta sekitar 20 orang relawan.

    Proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Keterbatasan armada pemadam serta jauhnya sumber dan suplai air menjadi kendala di lapangan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas dan relawan untuk terus berjibaku mengendalikan kobaran api.

    Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WITA.

    Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara itu, pemilik lahan yang terbakar hingga saat ini masih belum diketahui.

    Sinergi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat dalam penanganan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

    Polri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lahan yang ditumbuhi vegetasi kering dan mudah terbakar.

    Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

  • Gerak Cepat Tim Gabungan, Dua Titik Api di Berau Berhasil Dikendalikan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Kesigapan personel gabungan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan di Kabupaten Berau. Melalui Patroli Siaga Zona I Karhutla, tim gabungan bergerak cepat menangani dua titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten Berau, Selasa (8/9/2026).

    Kegiatan melibatkan personel Polsek Gunung Tabur, BKO Polres Berau, BKO Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, Manggala Agni, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V.

    Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, kegiatan diawali dengan briefing teknis penanganan Karhutla di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, sekitar pukul 08.00 WITA.

    “Usai pengarahan, seluruh personel gabungan langsung menyisir area rawan dan bergerak menuju lokasi titik api sejak pukul 09.30 WITA hingga malam hari,” ujar AKP Suradi.

    Dalam pelaksanaan patroli, tim menemukan dua titik api berukuran sedang. Titik pertama berada di kawasan HTI PT Puji Sampurna, Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, sedangkan titik kedua berada di lahan milik warga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur.

    Merespons temuan tersebut, personel gabungan langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif. Hingga pukul 20.00 WITA, petugas masih bersiaga di lapangan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke wilayah lainnya.

    Langkah cepat dan kolaboratif tersebut menjadi wujud nyata kesiapsiagaan Polri bersama stakeholder terkait dalam melindungi masyarakat serta menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

    AKP Suradi mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas di kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

    “Mari bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu munculnya titik api dan berpotensi meluas,” pungkasnya.

    Polres Berau bersama jajaran Polda Kaltim akan terus memperkuat patroli, pemantauan, serta sinergi dengan pemerintah dan masyarakat sebagai langkah pencegahan Karhutla di wilayah Kabupaten Berau.

  • Perkuat Respons Karhutla, Polresta Kawasan IKN Bekali Personel Kemampuan Operasional Sarana Pemadam

    Tribratanews.kaltim.go.id, IKN – Dalam rangka mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan personel melalui kegiatan pelatihan dan pengenalan sarana pendukung penanggulangan Karhutla, Selasa (8/9/2026).

    Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman personel terhadap penggunaan peralatan pemadam, termasuk pengenalan fungsi serta tata cara pengoperasian Mobil Unit Rantis Samapta Polda Kaltim yang dapat digunakan dalam mendukung penanganan kebakaran di lapangan.

    Melalui pelatihan ini, personel diharapkan tidak hanya memahami fungsi masing-masing peralatan, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat ketika menghadapi situasi darurat. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan respons yang cepat dan terukur terhadap potensi Karhutla di kawasan IKN.

    Kapolresta Kawasan IKN Kombes Pol Supriyanto, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kesiapan personel harus dibarengi dengan kemampuan mengoperasikan sarana dan prasarana yang tersedia.

    “Setiap personel harus memahami fungsi peralatan dan mampu menggunakannya dengan baik. Ketika terjadi Karhutla, kita harus siap bergerak dan memberikan penanganan secara cepat serta tepat,” ujar Supriyanto.

    Ia menambahkan, peningkatan kapasitas personel secara berkelanjutan diperlukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi Karhutla, sekaligus memastikan seluruh unsur kepolisian dapat memberikan dukungan optimal dalam penanganan bencana.

    Polresta Kawasan IKN akan terus meningkatkan kesiapan personel maupun sarana pendukung sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara.

  • Gerak Cepat Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tebisaq, Sekitar 20 Hektare Lahan Terdampak

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kubar – Kebakaran hutan dan lahan melanda area perkebunan masyarakat di Kampung Tebisaq, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (8/9/2026). Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 20 hektare lahan yang didominasi semak belukar dan tanaman sawit milik warga.

    Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00 WITA. Seorang warga yang melihat kepulan asap dari arah perkebunan kemudian melakukan pengecekan dan mendapati adanya titik api. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Polsek Siluq Ngurai dan pemerintah Kecamatan Siluq Ngurai.

    Merespons laporan tersebut, personel Polsek Siluq Ngurai bersama unsur gabungan dan masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Kondisi medan yang dipenuhi semak belukar serta hembusan angin cukup kencang menjadi tantangan tersendiri karena menyebabkan api berpotensi meluas dengan cepat.

    Dalam upaya pemadaman, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Polsek Siluq Ngurai, BPBD Kecamatan Siluq Ngurai, masyarakat Kampung Tebisaq, serta dukungan dari PT DIVA. Proses pemadaman didukung dengan satu unit water tank PT DIVA, satu unit kendaraan pemadam BPBD Kecamatan Siluq Ngurai, satu unit pemadam milik masyarakat, serta satu unit dozer PT DIVA.

    Kapolsek Siluq Ngurai Ramli P. Sianturi, S.H., M.H., bersama personel Polsek dan sekitar 10 warga Kampung Tebisaq turut terjun langsung membantu proses pemadaman di lokasi.

    Setelah berjibaku melakukan pemadaman selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 01.00 WITA. Petugas kemudian melakukan penyisiran serta pendinginan di area terdampak untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih tersisa dan dapat kembali memicu kebakaran.

    Berdasarkan pendataan sementara, lahan yang terdampak merupakan milik sejumlah warga Kampung Tebisaq, yakni Sdr. Lan dengan luas sekitar 5 hektare, Sdr. Lengkang sekitar 5 hektare, Sdri. Ramun sekitar 2 hektare, dan Sdr. Agus Setiawan sekitar 8 hektare.

    Dalam penanganan kejadian tersebut, Polsek Siluq Ngurai juga membangun koordinasi dengan berbagai pihak, meliputi BPBD, Pemerintah Kecamatan Siluq Ngurai, Koramil Siluq Ngurai, KPHP Siluq Ngurai, serta perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

    Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara untuk penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui faktor yang memicu munculnya titik api.

    Pasca-pemadaman, personel Polsek Siluq Ngurai bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di kawasan yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama pada area yang masih memiliki potensi bara.

    Kepolisian mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terhadap ancaman Karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila melihat titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan, sehingga dapat segera dilakukan penanganan.

  • Antisipasi Karhutla, Polsek Tanah Grogot Ingatkan Warga Bahaya Pembakaran Lahan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Paser – Sebagai langkah preventif mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polsek Tanah Grogot memasang banner berisi imbauan larangan pembakaran lahan di sejumlah lokasi yang mudah terlihat masyarakat di wilayah hukumnya, Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.15 WITA tersebut menyasar dua lokasi, yakni Desa Janju dan Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Pemasangan banner dilakukan sebagai sarana edukasi publik sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran lahan.

    Personel Polsek Tanah Grogot yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aipda Selamad Abdul Hamid, Brigpol Ahmad Junaidi, Briptu Ramadhan R. Putra, serta personel BKO Bripda Budiono dan Bripda Bico Febrian Mumu.

    Kapolsek Tanah Grogot IPTU Suparman mengatakan, upaya pencegahan Karhutla perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

    “Melalui pemasangan banner ini, kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama,” ungkap IPTU Suparman.

    Menurutnya, kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko meluasnya api apabila terjadi pembakaran yang tidak terkendali. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

    Banner yang dipasang memuat pesan larangan membakar hutan, lahan maupun semak belukar serta ajakan kepada masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

    Selain pemasangan media imbauan, personel Polsek Tanah Grogot juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

    Dengan langkah tersebut, Polsek Tanah Grogot berkomitmen memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, sehingga lingkungan tetap aman dan terjaga dari ancaman kebakaran.

  • DELAPAN BULAN BERSAMA MASYARAKAT, SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 TINGGALKAN KENANGAN KEKELUARGAAN DI KIWIROK

    KIWIROK, PEGUNUNGAN BINTANG – Delapan bulan menjalankan tugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 membangun kedekatan dengan masyarakat di 12 kampung. Kebersamaan yang terjalin selama penugasan itu menjadi bagian dari cerita yang tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga hubungan antarmanusia.

    Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam kegiatan makan bersama masyarakat Kiwirok yang dirangkaikan dengan acara pisah sambut personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, personel lama dan personel baru bersama masyarakat duduk menikmati makanan serta berbincang untuk mempererat hubungan sebelum berlangsungnya serah terima tugas.

    Di tengah suasana tersebut, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mewakili masyarakat dari 12 kampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel yang selama kurang lebih delapan bulan telah berada dan menjalankan tugas bersama masyarakat. Penyampaian tersebut disampaikan pada Senin (7/9/2026).

    “Atas nama masyarakat dari 12 kampung, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan seluruh rombongan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 yang selama kurang lebih delapan bulan telah bersama-sama dengan kami. Selama berada di sini, Bapak dan seluruh personel telah memberikan perhatian, menjaga serta membangun kebersamaan yang luar biasa dengan masyarakat,” ujar Abdeus.

    Bagi masyarakat Kiwirok, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan makan bersama. Setelah berbulan-bulan bertemu dan berinteraksi, suasana pisah sambut membuat hubungan yang terbangun terasa semakin dekat. Percakapan ringan, saling menyapa, dan menikmati makanan dalam satu tempat menjadi bagian dari momen yang menghangatkan suasana.

    Abdeus mengatakan, kebersamaan selama delapan bulan telah membuat hubungan antara masyarakat dan personel Satgas terasa lebih dekat. Menurutnya, interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari telah menumbuhkan rasa saling mengenal dan kepercayaan.

    “Bagi kami, kebersamaan selama delapan bulan ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi telah menjadi sebuah hubungan kekeluargaan yang akan selalu kami kenang. Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” katanya.

    Ia berharap hubungan baik yang telah terbentuk tetap terjaga dalam pelaksanaan pisah sambut personel Satgas. Abdeus juga menyampaikan apresiasi kepada personel lama atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama menjalankan tugas, serta menyambut personel baru yang akan melanjutkan pengabdian di Kiwirok.

    “Kami berharap kebersamaan dan hubungan baik yang telah dibangun selama ini dapat terus dilanjutkan. Kepada personel yang akan melanjutkan tugas di tempat lain, kami mengucapkan terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebersamaan yang telah diberikan. Kepada personel yang baru, kami menyampaikan selamat datang dan berharap dapat terus bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kiwirok,” tuturnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Kiwirok selama personel menjalankan tugas.

    “Selama berada di Kiwirok, kami tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami berterima kasih karena masyarakat telah menerima dan mendukung personel kami selama menjalankan tugas di sini,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

    Menurutnya, kegiatan pisah sambut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tugas dan hubungan baik antara personel Satgas dengan masyarakat. Pergantian personel diharapkan tidak mengurangi komunikasi serta kerja sama yang telah terbangun.

    “Pesan kami kepada masyarakat Kiwirok dan 12 kampung, tetap jaga persaudaraan, keamanan dan kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah hubungan antarmasyarakat. Kami berharap hubungan baik yang sudah terbangun dapat terus dijaga dan dilanjutkan bersama personel yang baru,” tegasnya.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kebersamaan selama delapan bulan menjadi pengalaman berharga bagi personel yang bertugas di Kiwirok.

    “Delapan bulan merupakan waktu yang cukup panjang untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kami sangat menghargai sambutan, dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada personel Ops Damai Cartenz-2026. Hubungan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga keamanan secara bersama-sama,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

    Momen makan bersama dan pisah sambut tersebut menjadi penanda berakhirnya satu rangkaian penugasan bagi sebagian personel sekaligus dimulainya tugas bagi personel yang baru. Namun, bagi masyarakat Kiwirok, delapan bulan kebersamaan telah meninggalkan cerita tentang pertemuan, komunikasi, saling membantu, dan hubungan kekeluargaan yang diharapkan tetap terjaga.

    Pisah sambut personel boleh mengubah siapa yang bertugas di lapangan, tetapi hubungan baik yang telah dibangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

  • Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

    LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

    Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

    Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

    “Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

    Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

    “Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

    Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

    Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

    Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

    Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

    Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

    Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

    “Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

    Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

    Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

    Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

    Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

    Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

    “Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

    Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

    “Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

    Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

  • UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman

    MAKASSAR, 9 September 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama perguruan tinggi terus membangun ekosistem ilmu kepolisian untuk merespons kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman. Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian dan kerja sama akademik dengan Polri.

    Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026). Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan penghargaan kepada Unhas dan UMI yang telah membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik.

    “Bagi Polri, perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkaya perspektif dan mengembangkan ilmu kepolisian. Kami sangat menghargai keterbukaan kampus untuk bersama-sama membangun pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

    Wakapolri menilai Pusat Studi Kepolisian perlu dikembangkan sesuai dengan karakter, kompetensi, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberagaman fokus kajian justru menjadi kekuatan dalam membangun jejaring keilmuan kepolisian secara nasional.

    Unhas: Menghubungkan Ilmu dengan Persoalan Masyarakat

    Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menilai kolaborasi dengan Polri memiliki makna strategis bagi dunia akademik maupun kepolisian.

    “Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

    Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian harus menjadi ruang yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di masyarakat.

    “Pusat studi ini jangan hanya menjadi lembaga yang dibentuk secara administratif. Kita ingin menjadi ruang yang hidup untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

    Ia menilai persoalan seperti destructive fishing membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu agar dapat dilihat secara komprehensif.

    Unhas pun membuka peluang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi penegak hukum.

    UMI: Kolaborasi yang Saling Menumbuhkan

    Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

    Zakir menegaskan bahwa hubungan Polri dan UMI dibangun dengan semangat kemitraan dan saling memperkuat.

    “Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sedangkan UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas penelitian, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Keduanya dapat dipertemukan untuk saling memperkuat,” ujar Zakir.

    Ia menjelaskan, UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam, termasuk hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama, dan ilmu sosial.

    Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kajian kepolisian yang lebih komprehensif.

    “Kita ingin Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi. Bukan hanya membicarakan persoalan setelah terjadi, tetapi juga membantu membaca risiko dan menyiapkan berbagai kemungkinan sejak dini,” katanya.

    Memperkuat Evidence-Based Policing

    Wakapolri menjelaskan bahwa pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan evidence-based policing, yakni pengembangan praktik kepolisian yang didukung oleh data, penelitian, dan pengujian ilmiah.

    Melalui pendekatan tersebut, pengalaman praktis kepolisian dapat dipertemukan dengan metodologi dan perspektif akademik untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan sekaligus dapat diterapkan.

    “Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekayaan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Dari sana kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” ungkap Wakapolri.

    Menurutnya, mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu kepolisian.

    Jejaring Nasional Terus Diperluas

    Hingga saat ini, Polri telah menjalin 79 MoU dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

    Di lingkungan internal Polri juga telah dikembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan fokus keilmuan yang beragam, mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, hingga intelijen kepolisian.

    Wakapolri berharap jejaring tersebut tidak sekadar menjadi jaringan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

    “Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata berapa banyak kerja sama yang dibuat atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

  • TIM GABUNGAN TERUS BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA DI DESA JONE TANAH GROGOT


    1 Hektare Hutan Pohon Waru dan Semak Belukar Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan

    TANAH GROGOT – Tim gabungan kembali berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tanah Grogot. Pemadaman berlangsung Senin 7 September 2026 pukul 12.49 WITA s.d 14.41 WITA di Desa Jone RT 08, Kabupaten Paser.

    Kebakaran terjadi di area hutan pohon waru yang dikelilingi semak belukar dan dedaunan kering. Luas lahan yang terbakar diperkirakan ±1 Ha. Identitas pemilik lahan hingga saat ini belum diketahui.

    Kegiatan pemadaman melibatkan personel BKO Polda Kaltim, Brimob Kompi C, Polsek Tanah Grogot, Koramil Tanah Grogot, BPBD Kab. Paser, dan Pol PP Kab. Paser. Sarana yang dikerahkan 2 unit R4 Hilux, 2 unit truk pemadam BPBD, 1 unit mobil R4 BPBD, serta 2 mesin pemadam air.

    Petugas bersama tim gabungan fokus memadamkan titik api yang dapat dijangkau. Setelah api padam, dilakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api susulan.

    Selain pemadaman, polisi juga melakukan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan untuk menggerakkan warga dalam upaya pencegahan Karhutla.

    Berdasarkan pengecekan di lokasi, tidak ditemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

    #HumasPolresPaser

  • POLSEK LONG KALI PATROLI DAN SOSIALISASI CEGAH KARHUTLA DI DESA BINAAN PT. MSL


    Edukasi Larangan Bakar Lahan Diberikan di Desa Munggu dan Sekulit

    LONG KALI – Polsek Long Kali bersama tim PT. Muara Toyu Subur Lestari (MSL) melaksanakan patroli dan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Binaan Operasional PT. MSL, Senin 7 September 2026 pukul 14.00 WITA s.d 17.30 WITA.

    Kegiatan menyasar Desa Munggu dan Desa Sekulit, Kecamatan Long Kali. Patroli dilakukan dengan menyusuri lahan dan perkebunan milik masyarakat.

    Personel yang terlibat yakni Brigpol Irmawan dari Polsek Long Kali, bersama Bpk. Fauzan, Harsaya dan Fajar dari Tim Humas dan Tim Karhutla PT. MSL.

    Dalam penyuluhan, petugas memberikan edukasi Kamtibmas kepada warga terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar hutan, pekarangan maupun semak belukar. Warga juga diingatkan akan bahaya dan sanksi hukum dari Karhutla, terutama di musim kemarau dengan cuaca cerah.

    “Kami lakukan pendekatan langsung ke lahan masyarakat. Tujuannya agar pesan pencegahan Karhutla sampai dan dipahami warga binaan perusahaan,” ujar petugas di lapangan.

    Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Polri dengan pihak perusahaan dalam upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Paser.

    #HumasPolresPaser