Author: admin

  • Titik Api Kembali Terpantau di KM 47, Tim Gabungan Kerahkan Water Bombing untuk Jinakkan Karhutla

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara cepat di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Sabtu (5/9/2026).

    Kemunculan kembali titik api di kawasan tersebut langsung direspons melalui operasi gabungan dengan mengerahkan metode water bombing dari udara serta pemadaman secara manual di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.

    Penanganan dimulai sekitar pukul 11.30 WITA dengan melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), BNPB dan TNI. Upaya pemadaman turut diperkuat personel Polsek Samboja, BKO Brimob Polda Kaltim, KPHK Tahura Bukit Soeharto, PMI serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

    Lokasi tersebut sebelumnya telah mengalami kebakaran pada 3 September 2026 dan sempat berhasil dipadamkan. Namun, munculnya kembali titik api membuat tim gabungan segera melakukan penanganan lanjutan guna mencegah bara maupun api yang kembali muncul berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

    Dari udara, sebanyak lima kali water bombing dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses secara langsung. Sementara di darat, personel melakukan pemadaman manual menggunakan sejumlah peralatan pemadam kebakaran sekaligus melakukan penyisiran terhadap area yang masih berpotensi menyimpan bara.

    Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan, keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla menjadi bagian penting untuk memastikan setiap titik api dapat segera dikendalikan.

    “Penanganan dilakukan secara bersama-sama, baik melalui water bombing maupun pemadaman manual di lapangan. Sinergi seluruh unsur sangat penting agar titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar AKP Mohamad Yazid.

    Kebakaran tersebut diperkirakan berdampak pada lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Sebanyak 19 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan, terdiri dari personel Polsek Samboja, BKO Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, UPTD KPHK Tahura Bukit Soeharto, PMI Samboja Barat serta MPA Kelurahan Bukit Merdeka.

    Setelah dilakukan pemadaman dari udara dan darat, kegiatan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 13.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

    Polsek Samboja terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan terbuka dan mudah terbakar. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas.

    Respons cepat, kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla berkembang lebih luas serta menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

  • Pantau Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Bersama Instansi Terkait Patroli Kawasan Konservasi Gajah di Tebo

    Jambi – Personel Satuan Brimob Polda Jambi bersama instansi terkait melaksanakan patroli terpadu menuju kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo, Jambi, sebagai upaya menjaga keamanan kawasan sekaligus memastikan kelestarian habitat satwa dilindungi tersebut.

    Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Sabtu, (05/09/2026) ini menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam melakukan pemantauan kawasan konservasi, khususnya di tengah kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

    Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan dan habitat gajah, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ancaman karhutla yang dapat berdampak terhadap kelangsungan ekosistem serta keberadaan satwa liar.

    Kehadiran personel di kawasan konservasi juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan serta mendorong kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

    Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa patroli terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Polri bersama instansi terkait dalam menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa yang ada di dalamnya.

    “Patroli ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama untuk memastikan kawasan konservasi tetap aman, sekaligus memantau kondisi habitat gajah di tengah situasi rawan karhutla. Kami ingin memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekosistem dan satwa liar,” ujar Kabid Humas.

    Ia menegaskan, Polri akan terus mendukung langkah-langkah terpadu bersama instansi terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dengan masyarakat.

    “Kelestarian gajah dan habitatnya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat agar kawasan konservasi tetap terjaga, masyarakat di sekitar kawasan merasa aman, dan ekosistem dapat terlindungi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Polri Perkuat Kesiapsiagaan Pasukan Hadapi Dampak Aktivitas Gunung Api

    DEPOK, 6 September 2026 — Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, SAR, dan layanan kepolisian untuk menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga.

    Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Nazli memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri, Minggu (6/9/2026). Sebanyak 299 personel disiapkan bersama 10 ekor K9, kendaraan rescue, kendaraan Karhutla, dapur lapangan, kendaraan K9, serta berbagai peralatan SAR.

    Kesiapan tersebut diperkuat di wilayah dengan perintah kepada Dirsabhara/Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan pasukan serta memastikan personel siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga menjadi perhatian masyarakat. Setelah mengalami erupsi menerus sekitar 25 jam, aktivitas vulkanik masih terus dipantau dan potensi erupsi susulan tetap menjadi perhatian. Sebaran abu vulkanik juga berdampak pada sejumlah wilayah di Banten dan Lampung serta memengaruhi aktivitas penerbangan.

    Kesiapsiagaan Samapta Baharkam Polri ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat apabila terjadi gangguan keamanan, hambatan mobilitas, kebutuhan evakuasi, pencarian dan pertolongan, maupun kondisi darurat lainnya.

    Personel Samapta dan unsur terkait akan memperkuat patroli di wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk kawasan permukiman, jalur lalu lintas, wilayah pesisir, serta lokasi yang menjadi akses masyarakat. Patroli dilakukan untuk memantau situasi sekaligus memberikan bantuan apabila ditemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

    Selain patroli, personel SAR, Perintis, Satwa, dan K9 disiapkan agar dapat segera digerakkan untuk mendukung pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan. Kendaraan rescue, peralatan SAR, masker, dapur lapangan, serta perlengkapan pendukung lainnya juga disiapkan untuk menunjang pelayanan di lapangan.

    Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Polisi 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan, meminta bantuan, atau memperoleh pelayanan kepolisian ketika menghadapi kondisi darurat, gangguan keamanan, hambatan di lapangan, maupun situasi lain yang membutuhkan kehadiran personel Polri.

    Masyarakat diimbau menyampaikan informasi secara jelas, meliputi lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, kebutuhan bantuan, serta nomor yang dapat dihubungi. Setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai jenis kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.

    Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kesiapsiagaan yang dilakukan Korps Samapta Baharkam Polri merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.

    “Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Karena itu, Polri menyiapkan personel, kendaraan, peralatan SAR, K9, patroli, serta layanan Polisi 110 agar bantuan dapat dijangkau dengan cepat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

    Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan kemampuan respons Polri tersedia apabila situasi berkembang.

    “Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Personel Samapta Baharkam dan jajaran kewilayahan siap melaksanakan patroli, memberikan pelayanan, membantu evakuasi, serta mengerahkan kemampuan SAR sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

    Ia menegaskan, kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan pengamanan.

    “Polri hadir untuk membantu masyarakat, menjaga kelancaran aktivitas, membuka akses, melakukan patroli, membantu evakuasi, serta melaksanakan pencarian dan pertolongan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110,” tegasnya.

    Polri mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mematuhi batas atau zona bahaya yang telah ditetapkan.

    Khusus masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata dapat dilakukan sesuai anjuran instansi kesehatan. Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

    Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110. Layanan tersebut digunakan untuk laporan atau permintaan bantuan yang membutuhkan penanganan kepolisian. Masyarakat diharapkan menyampaikan informasi secara benar dan tidak menggunakan layanan 110 untuk laporan palsu atau tindakan yang tidak bertanggung jawab.

    Polri terus memperkuat kesiapsiagaan Samapta, patroli, SAR, dan layanan kepolisian secara kewilayahan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat terlindungi, pelayanan tetap berjalan, akses bantuan mudah dijangkau, dan kemampuan pertolongan dapat bergerak cepat ketika dibutuhkan.

    “Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir,” pungkas Trunoyudo.

  • Waspadai Paparan Abu Vulkanik, Kapolres Metro Depok Bersama Polwan Bagikan Masker kepada Masyarakat

    Depok — Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra bersama personel Polwan membagikan masker kepada pengguna jalan dan penumpang angkutan umum di kawasan Simpang Margonda, Depok, Minggu (6/9/2026).

    Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polres Metro Depok terhadap kesehatan warga, menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Depok.

    Kombes Rony mengatakan, pembagian masker menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan.

    “Kami membagikan masker karena udara dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah ini. Jadi, kita perlu mengantisipasi dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan,” ujar Kombes Rony.

    Aksi simpatik tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis. Selain itu, Dokkes Polres Metro Depok disiagakan di Poliklinik Polres untuk memberikan pelayanan awal apabila ada warga yang membutuhkan pemeriksaan.

    “Masyarakat Depok dan sekitarnya tidak perlu panik. Tetap jaga kesehatan, gunakan masker, dan mulai peduli dari diri sendiri. Untuk anggota, kami juga wajibkan menggunakan masker saat bertugas,” pungkas Kombes Rony.

  • Sidokkes Polresta Bandara Soetta Berikan Pelayanan Kesehatan dan pemberian masker kepada Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

    TANGERANG — Dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Sidokkes Polresta Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis kepada penumpang serta pengguna jasa bandara yang mengalami penundaan keberangkatan.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar area Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Sidokkes melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kepada penumpang maupun pengguna jasa bandara. Petugas juga memberikan masker serta imbauan untuk menggunakan masker, khususnya sebagai langkah perlindungan terhadap paparan abu vulkanik.

    Selain itu, personel memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan kepada penumpang maupun pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

    Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh Kasidokkes Polresta Bandara Soetta Penata Tk. I Dedy Kurniawan, S.Kep., bersama personel Sidokkes, dengan didukung anggota Satlantas Polresta Bandara Soetta dan anggota Pospol Bandara Soetta.

    Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa dalam situasi gangguan penerbangan akibat faktor alam, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

    “Polresta Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kami mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola bandara.”

    Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi.

    “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Utamakan keselamatan, ikuti petunjuk petugas di lapangan, dan manfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan apabila membutuhkan bantuan,” tambahnya.

    Sementara itu, BMKG pada Minggu (6/9/2026) melaporkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap atmosfer serta keselamatan penerbangan. Kondisi operasional bandara dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polresta Bandara Soekarno-Hatta memastikan kehadiran personel tidak hanya dalam aspek pengamanan dan kelancaran pelayanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat yang terdampak situasi darurat di lingkungan bandara.

  • POSKO POLSEK TANAH GROGOT DAN PERSONEL POLRES PASER BERJIBAKU PADAMKAN KARHUTLA


    5 Hektare Lahan Gambut dan Semak di Desa Jone Terbakar, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

    TANAH GROGOT – Posko Polsek Tanah Grogot bersama personel Polres Paser dan tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tanah Grogot.

    Pemadaman berlangsung Jumat 4 September 2026 mulai pukul 14.25 WITA s.d 18.57 WITA di Jalan Pulau Sungkai, Desa Jone RT 08, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

    Kebakaran terjadi di lahan gambut dan semak belukar milik warga. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas ±5 Ha. Masing-masing milik Sdr. Munir ±1 Ha, Sdr. Mardan ±1 Ha, Sdr. Tonggot ±1 Ha, Sdr. Ardi ±1 Ha, dan Sdr. Royan ±1 Ha.

    Kegiatan pemadaman dipimpin Kabag Ops Polres Paser KOMPOL Toni Joko Purnomo, S.H., M.M. Turut hadir Kasat Samapta AKP Agus Sanyoto, S.H., Kapolsek Tanah Grogot IPTU Suparman, Kasi Dokes IPTU Ari Munandar, personel BKO Polda Kaltim, Brimob Kompi C, BPBD Kab. Paser, Manggala Agni, dan Koramil Tanah Grogot.

    Sarana yang dikerahkan 1 unit R4 Hilux, 1 unit mobil pemadam Manggala Agni, 1 unit mobil R4 BPBD, 1 unit truk pemburu api Samapta Polres Paser, serta 3 mesin pemadam air.

    Tim gabungan fokus memadamkan titik api yang dapat dijangkau dan melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api susulan. Hingga pukul 18.57 WITA, api telah dinyatakan padam.

    Selain pemadaman, petugas juga melakukan himbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan untuk menggerakkan warga dalam upaya pencegahan dini Karhutla.

    Berdasarkan pengecekan di lokasi, belum ditemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

    “Kami akan terus siaga. Cuaca yang cerah dan kondisi lahan gambut sangat rawan. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat asap atau api,” ujar Kapolsek Tanah Grogot IPTU Suparman.

    #HumasPolresPaser

  • SATLANTAS POLRES PASER GELAR PATROLI DAN “POLISI MENYAPA”


    Tingkatkan Kewaspadaan Petugas Keamanan di Kawasan Masjid Tanah Grogot

    TANAH GROGOT – Giat Patroli dan Polisi Menyapa sat lantas Polres Paser di Jalan D.I Panjaitan, tepatnya di area Masjid, Kecamatan Tanah Grogot, Sabtu 5 September 2026 pukul 09.00 WITA s.d selesai.

    Kegiatan dipimpin Penanggung Jawab AKP Weny Wahyuningsih, S.H., bersama Kanit Kamsel IPTU Tamrin, AIPDA M. Sarjono, dan BRIGPOL Andi Sanjaya.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas menyambangi petugas Security yang sedang bertugas. Polisi mengingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap situasi di lingkungan sekitar, terutama pada jam-jam rawan.

    Selain itu, kegiatan “Polisi Menyapa” juga bertujuan membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk menyapa dan mengingatkan. Sinergi dengan petugas keamanan sangat penting untuk menjaga kondusifitas wilayah,” ujar AKP Weny Wahyuningsih, S.H.

    Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Paser terpantau aman, tertib dan lancar.

    HUMAS POLRES PASER
    #SatlantasPolresPaser #Patroli #PolisiMenyapa #Presisi #TanahGrogot #PolresPaser

  • TIM PEMBURU API SAMSAMAPTA POLRES PASER SIAP MONITORING HOTSPOT DAN PADAMKAN API


    Kapolres Paser: Kerja Sama Stakeholder dan Masyarakat Kunci Bebas Asap

    TANAH GROGOT – Tim Pemburu Api Satsamapta Polres Paser bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan di dua titik wilayah Kabupaten Paser, Sabtu 5 September 2026 pukul 13.00 WITA s.d 17.30 WITA.

    Pemadaman dilakukan di Desa Suatang Keteban, Kecamatan Pasir Belengkong dan Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot. Sebanyak 6 personel Satsamapta diterjunkan dengan dukungan 1 unit Kendaraan Dinas R4 D-Max dan 1 unit Kendaraan Tangki Pemburu Api Polres Paser.

    Kendaraan Tangki Pemburu Api memiliki peran ganda sebagai penyuplai air sekaligus kendaraan pemadam. Kendaraan ini telah dilengkapi mesin pompa air, selang dan nosel pemadam untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

    Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tanggap darurat Karhutla yang dilakukan Polres Paser bersama stakeholder terkait. Tim gabungan bersama TNI, BPBD, Damkar, Dinas Kehutanan, Manggala Agni dan Relawan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Paser bersinergi di lapangan.

    Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya untuk berupaya semaksimal mungkin agar Kabupaten Paser tidak diselimuti asap.

    “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan Karhutla harus kerja sama dengan semua stakeholder dan bersinergi dengan masyarakat. Patroli, monitoring hotspot dan pemadaman harus terus kita lakukan,” tegas Kapolres Paser.

    Kapolres juga berpesan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar tetap menjaga kesehatan, memperhatikan keselamatan diri, dan selalu memperhatikan arah angin saat melakukan pemadaman.

    Polres Paser terus menghimbau kepada Masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

    #HumasPolresPaser

  • Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Muara Aloh, Permukiman Warga Berhasil Diselamatkan

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan lahan gambut RT 005 Desa Muara Aloh, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

    Api yang diperkirakan membakar sekitar 10 hektare lahan gambut tersebut sempat menjalar hingga membakar satu unit sarang burung walet milik warga. Kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

    Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani bersama personel Polsek dan tim gabungan dari TNI, Damkar, Brimob, relawan serta masyarakat langsung melakukan pemadaman dan pendinginan.

    Dengan dukungan tambahan personel serta sarana pemadam dari Pemkab Kukar dan PT JMS, api di sekitar permukiman berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke rumah warga. Hingga Kamis (3/9/2026) dini hari, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang mengarah ke kawasan danau untuk mencegah api kembali membesar.

    Kapolsek Muara Muntai mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.

  • Peduli Kesehatan Warga, Polres PPU Bagikan Masker di Tengah Dampak Asap Karhutla

    Tribratanews.kaltim.polri.go.id, PPU – Polres Penajam Paser Utara tunjukan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan membagikan masker kepada warga yang datang mendapatkan pelayanan di Mapolres PPU, Kamis (3/9/2026).

    Pembagian masker dilakukan melalui Petugas Pelayanan SKCK sebagai langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap dan partikel udara di tengah kondisi udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kasat Intelkam Polres PPU AKP Agus Suwito, S.H., mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara terdampak asap,” ujarnya.

    Selain membagikan masker, petugas juga mengajak masyarakat turut berperan dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

    Melalui kegiatan tersebut, Polres PPU berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.